Anda di halaman 1dari 35

MOLUSKUM

KONTAGIOSUM

{
ANIKI PUSPITA
DEFINISI

Moluskum Kotagiosum merupakan


penyakit kulit yang disebabkan oleh
Molluscum Contagiosum Virus ( MCV)
EPIDEMIOLOGI
Angka kejadian moluskum kontagiosum diseluruh dunia
diperkirakan sebesar 2-10%

Di Amerika Serikat moluskum kontagiosum terjadi pada 1dari 5%


yang didiagnosis penyakit kulit. Sekitar 5-18% dari penderita
penyakit ini merupakan pasien yang terinfeksi HIV .

Di UK moluskum kontgiosum terjadi pada 261: 100.000 dengan


insidensi paling banyak pada usia kurang dari 15 tahun.
1.265:100.000

Penyakit moluksum kontagiosum banyak menyerang pada anak


anak yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah dan biasanya
menular melalui kebiasaan berenang bersama- sama . Insiden
moluksum kontagiosum di India paling banayk terjadi pada usia
<5tahun
ETIOLOGI
Penularan penyakit ini melalui kontak
langsung dengan lesi atau autoinokulasi,

ANAK-ANAK penularan secara tidak langsung melalui


pemakaian bersama alat-alat pribadi seperti
handuk, serta penularan melalaui kontak
seksual

Lesi biasanya banyak dan pada dada dan


ekstremitas superior
ETIOLOGI
penyakit ini menular paling sering
karena transmisi seksual.

DEWASA
palings sering terjadi pada genital, wajah,
perut bagian bawah dan pantat.

Pasien HIV juga sering terkena


moluskum kontagiosum
ETIOLOGI TIPE 1

TIPE 2
INFEKSI MCV VIRUS TIPE 3

TIPE 4

85% MCV pada anak-anak jenis subtipe 1 paling sering


menyebabkan penyakit ini

MCV subtipe 2 paling sering terjadi pada pasien dengan imun


yang lemah dan HIV.
PATOGENESIS
Virus akan masuk dan merusak folikel rambut dan proleferasi di
membram basal epidermis.

Virus ini akan bereplikasi pada sitoplasma sel epidermis. Rata-


rata masa inkubasi antara 2-7 minggu dengan masa laten lebih
dari 6 bulan

Infeksi virus ini dapat menyebabkan hyperplasia dan hipertrofi


sel epidermis
Setelah sel terinfeksi proliferasi sel akan menghasilkan
pertumbuhan lobula epidermis yang akan menekan papilla
epidermal. Pada saat pertumbuhan jaringan fibrous septa diantara
lobules epidermis akan membentuk buah pir dengan dengan
puncak diatas, lapisan basal tetap intak

Pusat replikasi virus ditemukan pada sel granuler dan malphigi.


Badan molluskum berisi virion dewasa dalam jumlah yang besar.
Virion ini berisi struktur seperti kantung yang kaya akan lipid dan
kolagen dan diketahui dapat menghalangi reaksi inflamasi pada
tubuh.
MANIFESTASI KLINIS
Moluskum kontagiosum sering memperlihatkan
 papul kecil merah muda berukuran 2-10 mm

 Pembesarannya permukaan dengan permukaan

bentuk kubah (dome shape)dan morfologi seperti opal


 Ditengahnya terdapat lekukan ( delle atau umbilikasi)

 Dengan massa putih yang keluar jika lesi ditekan

 Beberapa pasien menunjukkan lesi papul multiple,

didaerah lipatan seperti aksila, popliteal.


 Lesi pada genital dan perianal, abdomen bawah
sering berhubungan dengan hubungan seksual
Gambar 1. A. Moluskum Kontagiosum ditandai papul umbilikasi diskrit
dengan diameter 1-2 mm. B. beberapa menunjukkan inflamasi
DIAGNOSIS

ANAMNESIS

PEMERIKSAAN FISIK

PEMERIKSAAN PENUNJANG
ANAMNESIS
 asimtomatis, tidak memiliki riwayat demam, mual,
mutah.
 Faktor risiko sangat mempengaruhi terjadinya
moluskum kontagiosum :
1. pasien memiliki riwayat berhubungan seksual

dengan orang yang terinfeksi, atau


2. pasien sering berenang bersama-sama dengan

pasien yang terinfeksi atua bisa melalui kontak


langsung.
3. Pasien dengan CD4 rendah juga meningkatkan

risiko terjadinya moluskum kontagiosum


PEMERIKSAAN FISIK
 lesi berwarna putih, papul miliar kadang-kadang
lentikuler berwarna putih seperti lilin, berbentuk
kubah (dome shape) yang kemudian ditengahnya
terdapat lekukan (delle).
 Jika ditekan akan tampak keluar massa berwarna
putih seperti nasi.
 Tempat predileksiya di muka, badan, dan ekstremitas

pada anak-anak .
 ada orang dewasa di daerah pubis dan genitalia

eksterna.
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pada pemeriksaan histopatologik ditemukan :


 Papul bentuk buah pir (pear shape)

 Epidermis hipertrofi dan hiperplastik

 Diatas lapisan basal , bisa terlihat sel membesar

berisi inklusi intrasitoplasmik besar (


Henderson-Paterson bodies) yang terletak 1-2
lapis diatas membram basalis.
Gambar 1. Histopatologi dengan pengecatan HE, menunjukkan pear shape
Gambar 2. Histopatologi dengan pengecatan HE, menunjukkan sel epidermal
yang terinfeksi. dengan Henderson-Paterson bodies
TERAPI
KRIM TRETINOIN

CATHARIDIN

CRYOSURGERY

EVISERASI

CIMETIDINE
ETIOLOGI
STATUS PASIEN
IDENTITAS PASIEN
 Nama : Tn S
 Umur : 54 tahun
 Jenis Kelamin : laki-laki
 Alamat : Rojosari Sukoharjo
 Pekerjaan : Pegawai bangunan
 Status : Menikah
 No. RM : 013389xx
 Masuk Rumah Sakit : 19 Agustus 2016
 Tanggal Pemeriksaan : 20 Agustus 2016
Keluhan Utama
Muncul bintil di wajah
Riwayat Penyakit Sekarang
 Pasien merupakan pasien bangsal yang di
rawat dengan B20 dan oral trush yang
mengeluh bintil bintil diwajah.
 Awalnya 4 bulan yang lalu hanya muncul
bintil dibawah mata, tidak nyeri dan gatal.
 3bulan sebelum masuk rumah sakit bintil
diwajah semakin menyebar didaerah mata
namun tidak ada nyeri, gatal, maupun
kemerahan.
 1Abulan sebelum masuk rumah sakit bintil
menyebar ke arah leher dan jika ditekan
keluar putih-putih. Pasien memiliki riwayat
bekerja sebagai buruh bangunan 3 tahun di
Jakarta dan tidak pernah pulang. Pasien
mengaku sering berhubungan seksual dan
berganti- ganti pasangan tanpa
menggunakan kondom. Sebelumnya oleh
pasien belum pernah dibawa berobat.
Riwayat Penyakit Dahulu

 Riwayat penyakit serupa : disangkal


 Riwayat alergi : disangkal
 Riwayat atopik : disangkal
Riwayat Penyakit Keluarga

 Riwayat penyakit serupa : disangkal


 Riwayat alergi : disangkal
 Riwayat atopik : disangkal
 Riwayat DM dalam keluarga : disangkal
Riwayat Seksual
 Pasien mengaku melakukan hubungan
seksual berganti-ganti pasangan saat beekrja
di Jakarta tanpa menggunakan kondom.

Riwayat Sosial Ekonomi


Pasien merupakan pekerja bangunan yang
berobat dengan BPJS.
Riwayat Gizi dan Kebiasaan

 Pasien mandi dua kali sehari dan berganti


pakaian dua kali sehari.
 Pasien makan dengan tidak teratur.
PEMERIKSAAN FISIK

Status Generalis
Status Dermatologis
Status Generalis
 Keadaan umum
Baik, kompos mentis, gizi kesan kurang.
 Vital Sign

Tekanan Darah : 110/80 mmHg


Nadi : 72 kali per menit
Respiration rate : 20 kali per menit
Suhu : 36.8°C
 Antropometri

Berat badan : 50 kg
Tinggi badan : 150 cm
Status Dermatologis

Gambar 1. Regio fascialis tampak papul umbilicated (delle) solid multiple diskret
sebagian confluence
Status Dermatologis

Gambar 2. Regio colli posterior tampak papul umbilicated (delle)


solid multiple diskret sebagian confluence
DIAGNOSIS BANDING

Moluskum Kontagiosum
Veruka Vulgaris
DIAGNOSIS

Moluskum Kontagiosum
TERAPI
Medikamentosa
 Daerah wajah dan leher dioles KOH 20% 1x/hari

 Daerah wajah dan leher dioles TCA 35% 1x/minggu

 Dilakukan enukleasi

Non medikamentosa
 Edukasi pasien untuk pencegahan penularan

 Edukasi pasien untuk tidak menggaruk jika bintil-

bintil terasa mengganggu.


PROGNOSIS

Ad vitam : bonam


Ad sanam : bonam
Ad fungsionam : bonam
Ad cosmeticum : bonam
THANKYOU