Anda di halaman 1dari 9

MESIN LISTRIK 1

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


POLITEKNIK NEGERI AMBON

LORY M. PARERA, ST., MT


POLARITAS TRANSFORMATOR

Prinsip Umum Trafo :


Masing-masing ujung primer dari suatu transformator
satu fasa polaritasnya selalu bergantian pada waktu
bekerja karena merupakan tegangan AC. Polaritas
perlu diketahui untuk membuat sambungan-
sambungan pada trafo.
Polaritas dari suatu trafo ditentukan oleh arah
lilitannya.
Fungsi dari polaritas trafo adalah :
1. Sebagai penentu kutub-kutub positif dan negative
pada trafo.
2. Untuk menentukan kumparan-kumparan primer
atau sekunder
3. Untuk menghubungkan trafo biasa menjadi
autotransformator
Polaritas relative sesaat tegangan primer dan
sekunder dapat dilihat pada sebuah diagram dengan
menggunakan tanda titik atau dengan menggunakan
kode huruf.
Polaritas trafo juga sangat penting untuk diketahui jika
kita akan memparalelkan trafo dengan tujuan untuk
meningkatkan daya trafo, sedangkan jika menserikan
trafo tujuannya untuk menaikan tegangan.

Sebelum membuat rangkaian seri atau parallel


penting kiranya untuk menentukan polaritas dari
setiap kumparan, karena bila polaritas trafo terbalik
terhadap polaritas trafo lainnya maka kedua trafo
tersebut akan rusak.
Jika polaritas tidak diketahui, hal ini dapat ditentukan
dengan menghubungkan kumparan seperti pada
gambar
Disini kita akan menggunakan dua metode yakni :
Metode Additive dan metode Subtarctive. Dengan
melihat pada belitan primer dan sekunder, apabila
terjadi kesalahan polaritas hal ini dapat diketahui
dengan tidak adanya nilai pada avometer pada saat
pemasangan rangakain additive atau subtractive

Jika hasil pengukuran voltmeter lebih besar dari


tegangan sumber (input), maka trafo tersebut
dikatakan mempunyai polaritas additive atau
menambah. Jika tegangan yang diukur oleh voltmeter
kurang dari tegangan sumber trafo dikatakan
mempunyai polaritas subtractive atau mengurangi.
Perhatikan arah arus primer yang dinyatakan dalam Ip
dan keluar di sisi sekunder Is.
Untuk polaritas subtractive Ip dan Is sefasa,
sedangkan untuk additive Ip dan Is berlawanan arah
Misalkan tegangan pada kumpatan tegangan tinggi
220 V, dan pada tegangan rendah 48 V

Polaritas Additive :
V3 = V1 + V2
= 220 + 48 = 268 volt
Pada pengukuran bila tegangan V1<V3 GGL induksi
saling menjumlahkan
Polaritas Subtractive :
V3 = V1 - V2
= 220 - 48 = 172 volt
Pada pengukuran bila tegangan V1<V3 GGL induksi
saling menjumlahkan
V1 dan V3 berbanding lurus, sedangkan
V2 berbanding terbaling dengan V1 dan V3

Anda mungkin juga menyukai