Anda di halaman 1dari 27

Selamat Pagi ........

Selamat Pagi . . . . . Peserta Latsar CPNS Golongan III

Ida Suharti Ningsih


Widyaiswara BPSDM Provinsi Kalteng
PROFIL
IDA SUHARTI NINGSIH
Widyaiswara Ahli Madya
Pembina, IV/a
Barito Selatan, 17 Juli 1967
S1 : Ilmu Pendidikan
S2 : Manajemen SDM
BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah
E-mail : pengajar.wi17@gmail.com
CP : 085249540884
DASAR HUKUM PELATIHAN

UU 5 Tahun 2014
tentang Aparatur Sipil Negara

Peraturan LAN RI No. 12/2018 tentang


Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil
TAHAP PEMBELAJARAN
Evaluasi PNS
PROFESIONAL
Akhir YANG
BERKARAKTER
Agenda IV SEBAGAI
Oreintasi Peserta Habituasi PELAYAN
MASYARAKAT

Agenda I: Sikap
Perilaku Bela Negara
Agenda III: Kedudukan dan
Peran PNS dalam NKRI + SL

Agenda II: Nilai-Nilai


Dasar PNS + SL
Penguatan Kompetensi
Teknis Bidang Tugas
Deskripsi Singkat Mata Diklat

Mata Pelatihan ini memfasilitasi pembentukan


nilai – nilai dasar etika publik pada peserta
pelatihan melalui pembelajaran kode etik dan
perilaku pejabat publik, bentuk – bentuk kode etik
dan implikasinya, dan penerapan kode etik PNS
Hasil Belajar

Setelah mengikuti pembelajaran ini,


peserta diharapkan mampu
mengaktualisasikan nilai – nilai dasar
etika publik dalam pelaksanaan tugas
jabatannya
Indikator Hasil Belajar
Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta dapat :
 Menjelaskan Kode Etik dan Perilaku Pejabat Publik ;
 Menjelaskan bentuk – bentuk kode etik dan
implikasinya ;
 Menganalisis ilustrasi penerapan nilai dasar etika
publik ;
 Menganalisis kasus nilai Etika Publik
ETIKA . . . . . ?

ETIKA PUBLIK . . . . . ?
Pengertian

 Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu “Ethes” berarti


kesediaan jiwa akan kesusilaan, secara bebas dapat diartikan
kumpulan dari peraturan – peraturan kesusilaan

 Aristoteles memberikan istilah Ethica meliputi dua


pengertian yakni : a. Meliputi kesediaan
b. Kumpulan peraturan

(www.lutfiwahyudi.wordpress.com/2007/03/21/makalah-etika-birokrasi- publik)
next . . . . .
 Etika yakni nilai & norma  Norma
yang menjadi acuan untuk Kaidah atau ketentuan yang
mengatur tingkah laku mengatur kehidupan dan
seseorang di dalam hubungan antar manusia
komunitas kehidupannya dalam arti luas
(tuunii.wordpress.com/2013 (Nawang Wulan, http://www.stupigity.com)

 Etika Ketentuan-ketentuan yang


mengatur tingkah laku
Etika dipandang sebagai karakter manusia dalam masyarakat,
atau etos individu /kelompok ketentuan tsb mengikat setiap
berdasarkan nilai-nilai dan orang yang hidup dalam
lingkungan berlakunya norma
norma-norma luhur tersebut
(Azyumardi Azra 2012)
(Dedy Setiady Syaiful)
next . . . . .

Etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan


“Self Control” karena segala sesuatunya dibuat &
diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok
sosial (profesi) itu sendiri.
(“Konsep Etika Birokrasi Pemerintah” oleh Dra. Hj. Naimah Fathoni, Lc,MA)
next . . . . .

 Etika ada dan menempel pada diri kita sendiri,


didalam cara kita melihat pantas atau tidak pantas,
apakah kita memiliki keyakinan bahwa kita tidak
sedang mengkhianati kebenaran, cara kita melihat
apakah kita mengkhianati / tidak sedang
mengkhianati kepentingan publik yang harus kita
layani.
(Sri Mulyani Indrawati “Kuliah Umum Kebijakan Publik dan Etika Publik)
Refleksi ttg standar/norma
yang menentukan
baik/buruk, benar/salah,
perilaku tindakan dan
ETIKA PUBLIK keputusan untuk
mengarahkan kebijakan
publik dalam rangka
menjalankan tanggung
jawab publik

( Nana Rukmana D. Wirapradja dlm paparannya “Standar Etika Publik” )


Moral . . . . . ?
 Pengerian moral dalam kamus psikologi (Chaplin, 2006):
Dituliskan bahwa moral mengacu pada akhlak
yang sesuai dengan peraturan sosial, atau
menyangkut hukum atau adat kebiasaan yang
mengatur tingkah laku.

 Pengertian moral menurut Webster New word


Dictionary (Wantah, 2005) :
Bahwa moral adalah sesuatu yang berkaitan atau ada
hubungannya dengan kemampuan menentukan benar salah
dan baik buruknya tingkah laku.

( www.apapengertianahli.com/2015/05/pengertian-moral-dan-pengertian-etika-perbedaan-html )
Etika & Moral
 Etika refleksi atas baik, buruk, benar atau
salah sikap, perilaku yang harus dilakukan
dan bagaimana melakukannya

 Moral mengacu kepada kewajiban untuk melakukan


yang baik atau apa yang seharusnya dilakukan
Mengapa “Etika” penting . . . . . pada organisasi ?

Perkembangan kebutuhan profesionalisme ASN


sebagai birokrat yang tidak merujuk kepada jenis
pekerjaan tetapi merujuk kepada sebuah profesi
pelayan masyarakat, sesuai amanat UU Nomor 5
Tahun 2014

Karena filosofi etika merupakan penuntun


perilaku yang mendasar dan sangat
menentukan baik sebagai pelaksana
kebijakan maupun perumusan kebijakan serta
pola tindakan dalam organisasi sektor publik
Kenapa Etika Diperlukan . . . . . ?

Etika berkaitan dengan perilaku manusia

Etika memberikan prinsif yang kokoh


dalam berperilaku

Adanya dinamika manusia dengan segala


konsekuensinya

Etika berkaitan erat dengan sistem nilai manusia


Kode Etik Aparatur Sipil Negara
Melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, dan
berintegritas tinggi

Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin

Melayani dengan sikap hormat, sopan dan tanpa tekanan

Melaksanakan tugasnya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku

Melaksanakan tugas sesuai dengan perintah atasan atau pejabat yang


berwenang sejauh tidak bertentangan dengan peraturan & etika
pemeritahan

Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan


negara
next . . . . .

Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara


bertanggung jawab, efektif dan efesien

Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam


melaksanakan tugasnya

Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain
terkait kepentingan kedinasan
Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status,
kekuasaan dan jabatan untuk mencari keuntungan pribadi / orang
lain

Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan integritas
ASN

Melaksanakan ketentuan peraturan perundang – undangan


mengenai disiplin pegawai ASN
Fungsi Etika

Sebagai ukuran baik/buruk, wajar-tdk wajar dan benar/salah

Landasan bertindak dalam sebuah kehidupan


kolektif yang profesional

Untuk menjalankan visi & misi lembaga/instansi

Untuk menjaga citra lembaga / institusi


Nilai – Nilai Dasar Etika Publik

Memegang teguh nilai – Menciptakan


nilai dalam Ideologi lingkungan kerja yang
Negara Pancasila non diskriminatif

Setia dan
Memelihara dan
mempertahankan UUD menjunjung tinggi
Negara Republik standar etika luhur
Indonseia Tahun 1945

Menjalankan tugas secara Mempertanggungjawab


profesional dan tidak kan kinerjanya kepada
berpihak publik

Membuat keputusan
Memiliki kemampuan
dalam melaksanakan
berdasarkan prinsif kebijakan & program
keahlian pemerintah
next . . . . .

Memberikan layanan
kepada publik secara Mengutamakan pencapaian
jujur, tanggap, cepat, hasil dan mendorong kinerja
tepat, akurat, berdaya
guna, hasil guna, santun
pegawai

Mengutamakan Mendorong kesetaraan


kepemimpinan berkualitas
tinggi dalam pekerjaan

Meningkatkan efektifitas
Menghargai komunikasi, sistem pemerintaha &
konsultasi dan demokrasi sebagai
kerjasama perangkat sistem karier
DIMENSI ETIKA PUBLIK
Pelayanan publik yang berkualitas dan relevan
TUJUAN

MODALITAS TINDAKAN
Akuntabilitas Integritas Publik
Transparansi
Netralitas

Sumber : Haryatmoko,Etika Publik untuk Intergrasi Pejabat Publik dan Politisi,2011


Perilaku Pejabat Publik

Penguasa
Pelayan Wewenang

Memiliki komitmen yang Peranan


Jabatan adalah Amanah
kuat untuk selalu Mampu berperan sesuai
meningkatkan kualitas kebutuhan organisasi, Jabatan kita ini tidak
saja
pelayanan sebagai bentuk pelayan berkualitas agar
dipertanggungjawabkan
sistem menjadi lebih
pengabdian terbaik bagi kuat kepada negara, dunia
negara tercinta tetapi juga kepada
akhirat, Tuhan Yang
Maha Kuasa
Sekian & Terima Kasih

Mohon Maaf . . . atas


yang tidak berkenan

Cintailah profesi anda, namun jangan seperti Nobita


Semoga Bermanfaat
yang mudah menyerah, jangan pula seperti Giant yang
suka memaksa, tp biarlah seperti Doraemon yang
selalu datang dengan memberikan keajaiban
Selamat Pagi ........