Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN KASUS

SKIZOFRENIA PARANOID
“PENGARUH EKSPRESI KELUARGA TERHADAP KEKAMBUHAN”
OLEH
Zamra Sirakawa
PEMBIMBING
dr. SUKRISTORO WARDOYO, Sp. KJ

BAGIAN ILMU KESEHATAN JIWA


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA
RUMAH SAKIT JIWA ACEH
2019
PENDAHULUAN
-Skizofrenia merupakan penyakit atau gangguan jiwa yang di alami oleh sebagian
besar masyarakat di dunia.
Prevalensi penderita skizofrenia di Indonesia adalah 0,3-1% dan biasanya timbul
pada usia sekitar 18-45 tahun, namun ada juga yang baru berusia 11-12 tahun
sudah menderita skizofrenia.
LAPORAN KASUS
BIODATA PASIEN
Nama : UA
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tanggal Lahir : 6 agustus 1967
Umur : 52 tahun
Alamat : Samuti Makmur, Kec.Gandapura, Kab.Bireuen, Aceh
Pendidikan Terakhir : SMA
Agama : Islam
TMRS : 02 April 2019
Tanggal Pemeriksaan : 03 April 2019
KELUHAN UTAMA
Mengamuk
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Auto Anamnesis
Pasien mengatakan dibawa ke RSJ oleh keluarga untuk berobat. Pasien
juga mengatakan niat sendiri untuk berobat. Pasien mengatakan sudah 5
kali lebih dibawa ke RSJ, tidak ingat kapan terakhir kali dibawa. Pasien
mengeluhkan mendengar bisikan yang menyuruhnya untuk tidak salat
dan melempar orang, pasien juga mengeluhkan melihat orang yang
masuk ke kamar pasien, pasien berangngapan orang tidak suka melihat
pasien. Pasien sudah menikah. Pasien sebelumnya sebagai pimpinan
dayah dan bekerja sebagai petani. Pasien mengatakan ia tidak pernah
berurusan dengan polisi dan juga tidak pernah menggunakan NAPZA.
LANJ….
Pasien mengakui sudah merokok sejak SMA dan masih sampai sekarang. Pasien
mengakui tidak pernah mencuri dan tidak tau bagaimana mencuri. Pasien
mengatakan bahwa mencuri itu adalah hal yang tidak boleh dilakukan. Pasien
tinggal bersama istri dan anaknya. Pasien mengatakan senang tinggal bersama istri
dan anaknya. Pasien anak ke 7 dari 8 bersaudara dan memiliki hubungan yang baik
dengan sesamanya. Pasien mengatakan keluarga pasien sangat mendukung pasien
untuk sembuh, keluarga sering membawa pasien berobat.
Alloanamnesis
Pasien dibawa oleh keluarga dengan keluhan mengamuk, Pasien dikeluhkan memukul istri
dan melempar orang-orang disekitarnya. Pasien tidak tidur pada malam hari. Pasien juga
keluyuran keluar rumah dan menyebabkan keresahan masyarakat disekitarnya. Terkadang
pasien terlihat berbicara sendiri.
Pasien dibawa oleh keluarga karena memukul istrinya. Keluarga mengatakan dulu biasanya
saat pulang pasien dalam 6 bulan sembuh, namun saat pulang terakhir pada bulan 12
pasien masih berbicara kacau. Pasien juga suka keluyuran dan pulang pada malam hari.
Untuk makan dan tidur, tidur pasien hanya sebentar, terkadang pasien pukul 3 pagi sudah
bangun. Beberapa hari SMRSJ pasien memukul istri. Pasien juga sering melempar orang lain.
Sehingga menimbulkan keresahan warga.
.
LANJ…
Pasien telah dirawat lebih 5 kali dan yang pertama pada tahun 2014. Pasien
dikatakan keluarga mulai tidak pas sekitar tahun 20012-2013. Awalnya pasien
pernah jadi pimpinan dayah yang didirikannya sendiri, namun masyarakat tidak
setuju dia jadi pimpinan dayah, karna mau di angkat jadi imum gampoeng. Pada
saat ini pasien langsung stres. Kemudian pasien cuma bekerja sebagai petani. Pada
2015 pasien di angkat menjadi imum gampong.
LANJ…
Pasien merupakan anak ke 7 dari 8 bersaudara. Ayah dan ibu pasien telah
meninggal. Pasien sudah menikah dan tinggal dirumahnya sendiri dengat istri dan
anaknya pasien. Tetangga pasien mengatakan hubungan pasien dengan keluarga
sangat baik. Saat ini hubungan pasien dengan istrinya baik. Sekarang pasien hanya
akan marah jika ada suara bisikan maupun orang yang masuk ke kamarnya.
Keluarga juga sangat mendukung sepenuhnya untuk kesembuhan pasien. Pasien
sangat ingat dengan saudaranya, baik dan penyayang kepada anak kecil.
RIWAYAT PENYAKIT SEBELUMNYA
Riwayat psikiatrik: Pasien pernah dirawat di RSJ Aceh sebanyak lebih dari 5 kali
Riwayat penyakit medis umum: Tidak ada
Riwayat merokok : Keluarga mengatakan pasien sudah merokok sejak sekolah SMA
Penggunaan napza: Disangkal
RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA
Keluarga mengaku ada anggota keluarga yang pernah mengalami keluhan serupa yaitu
keponakan pasien.

Riwayat Pengobatan
• Pasien sudah pernah berobat ke RSJ Aceh
RIWAYAT SOSIAL
Pasien tinggal bersama istri dan anaknya di rumah, dan berhubungan baik dengan seluruh
anggota keluarga dan berhubungan baik dengan warga sekitar.

Riwayat Pendidikan
• Tamat SMA
RIWAYAT KEHIDUPAN PRIBADI
Riwayat perinatal : Normal
Riwayat masa bayi : Normal
Riwayat masa anak : Normal
Riwayat masa remaja : Pasien mulai memiliki kebiasaan merokok.
PEMERIKSAAN FISIK
Kepala normocephali
T/H/M dalam batas normal
Leher TVJ tidak meningkat

Compos mentis
Paru: ves, rh (-), wh (-)
TD 120/70 mmHg
Cor: BJ I > BJ II
HR 80 x/i
Abd: asites (-), organomegali (-)
RR 24 x/i
Neurologi dalam batas normal
Afebris

Ekstremitas tidak edema, CRT < 2 dtk


Anus dan genital tidak diperiksa
STATUS MENTAL
Penampilan Mood
Kurang Rapi, sesuai usia Hipotimia

Perilaku & Psikomotor Afek


Bingung Apropiate

Sikap terhadap Pemeriksa Keserasian


Kooperatif Appropriate affect

Bicara
Spontan, terarah, jelas

Pikiran
Asosiasi longgar, Flight of idea

Persepsi
Halusinasi Auditorik + Halusinasi Visual
STATUS MENTAL
Intelektual Daya ingat
Terganggu Terganggu

Daya konsentrasi Pikiran Abstrak


Menurun Terganggu

Orientasi Daya Nilai


Baik Baik

Pengendalian Impuls
Menurun

Tilikan
T2

Taraf Kepercayaan
Dapat Dipercaya
RESUME
Telah diperiksa seorang pasien laki-laki, 52 tahun, penampilan kurang rapi, tampak
sesuai usia. Pasien diantar oleh keluarga dan petugas kesehatan karena beberapa
hari SMRS pasien dlaporkan memukul istri dan melempar orang disekitarnya. Pasien
juga tidak tidur pada malam hari, suka keluyuran. Pasien baru pulang rawatan RSJ
pada bulan Januari 2019. Namun pada saat pulang kali ini pasien masih berbicara
kacau dan suka keluyuran. Hubungan pasien dengan keluarga sangat baik. Keluarga
juga mendukung sepenuhnya segala aktivitas dan kesembuhan pasien.
DIAGNOSIS
Skizofrenia Paranoid
DIAGNOSIS MULTIAKSIAL
Axis I : Skizofrenia Paranoid
Axis II : Tidak ada diagnosis
Axis III : Tidak ada diagnosis
Axis IV : Masalah sosial
Axis V : GAF 40-31
TATALAKSANA
Farmakoterapi
Inj. Lodomer 1 amp / 24 jam
Inj. Diazepam 1 amp / 24 jam
Risperidone 2 mg (2x1)
Lorazepam 2 mg (1x1)
Trihexyphenydil 2 mg (2x1)
Aerequel 400mg (1x1)
LANJ….
Psikososial

Menjelaskan kepada pasien mengenai penyakitnya dan


menjelaskan mengenai penggunaan obat yang tidak
boleh putus.
Meningkatkan kemampuan sosial, kemampuan memenuhi
diri sendiri, latihan praktis, dan komunikasi interpersonal.
Menjelaskan kepada keluarga & orang disekitar pasien
mengenai kondisi pasien dan meyakinkan mereka untuk
selalu memberi dukungan kepada pasien agar proses
penyembuhannya lebih baik.
PROGNOSIS
Quo ad Vitam : Dubia
Quo ad Functionam : Dubia
Quo ad Sanactionam : Dubia
PEMBAHASAN
Ekspresi emosi keluarga merupakan persepsi dalam bentuk verbal dan non verbal
merupakan aspek penting dalam menentukan efektifitas dalam berkomunikasi
dengan pasien skizofrenia.
Ekspresi emosi keluarga yang tinggi menyebabkan frekuensi kekambuhan penderita
skizofrenia bertambah. Pasien skizofrenia yang tinggal dalam lingkungan keluarga
dengan ekspresi emosi yang tinggi (highly expressed emotion) atau gaya afektif
negatif secara signifikan lebih sering mengalami kekambuhan dibandingkan dengan
yang tinggal dalam lingkungan keluarga dengan ekspresi emosi yang rendah (low
expressed emotion) atau gaya afektif yang normal.
TERIMA KASIH