Anda di halaman 1dari 27

APENDISITIS AKUT

Disusun oleh : Pembimbing :


Sharah Julia Andayani dr. Dini S. Warsodoedi., Sp.B
114170067

FA K U LTA S K E D O K T E R A N U N I V E R S I TA S S WA D AYA G U N U N G J AT I

S M F I L M U K E S E H ATA N B E D A H

R S U D WA L E D K A B U PAT E N C I R E B O N

PERIODE 14 JANUARI – 23 MARET 2019


Definisi
 Peradangan dari apendiks vermiformis
 Kegawatdaruratan bedah abdomen yang paling sering
ditemukan
Epidemiologi
Dapat ditemukan pada semua umur, kecuali anak
< 1 tahun jarang

Insidens tertinggi terjadi pada usia 20 - 30 tahun

Laki – laki = Perempuan


Anatomi
• Apendiks merupakan organ
berbentuk tabung,
panjangnya ± 10 cm (kisaran
3 - 15 cm), dan berpangkal
disaekum.
• Lumennya sempit dibagian
proksimal dan melebar di
bagian distal.
• Posisi apendiks : retrosaekal,
retroileal, ileosekal dan letak
pelvik.
Anatomi

• Perdarahan apendiks berasal


dari a. Apendikularis
• Persarafan parasimpatis
berasal dari cabang n. vagus
• Persarafan simpatis berasal
dari n. thorakalis X
Etiologi

Obstruksi Lumen Bakteri

Erosi mukosa
Diet
apendiks
Patofisiologi

Tekanan intra
Bendungan
Obstruksi lumen
mukus
meningkat

Apendisitis Aliran limfe


akut terhambat
Sekresi mukus Tekanan terus
berlanjut meningkat

Peradangan Obstruksi vena,


mengenai edema bertambah,
peritoneum dan bakteri akan
setempat menembus dinding

Apendisitis
Supuratif Akut
(Purulenta)
Infark dinding
Aliran arteri Apendisitis
apendiks +
terganggu Gangrenosa
nekrosis

Apendisitis
Dinding pecah
Perforasi
Manifestasi Klinis
 Nyeri samar-samar dan tumpul di sekitar umbilikus atau
epigastrium
 Dalam beberapa jam nyeri berpindah ke perut kanan bawah
(Mc. Burney) → biasaya nyeri dirasakan lebih tajam
 Nyeri perut kanan bawah pada saat bergerak atau mengedan
 Nyeri saat batuk (Dunphy sign)
 Mual muntah
 Nafsu makan berkurang
 Demam
Pemeriksaan Fisik
 Inspeksi → tidak ditemukan gambaran spesifik, kembung
apabila terdapat perforasi
 Palpasi → nyeri tekan perut kanan bawah, Mc Burney sign,
rovsing sign, blumberg sign, psoas sign, obturator sign
 Perkusi → nyeri ketok perut kanan bawah
 Auskultasi → peristaltik usus normal, menurun apabila ada
ileus paralitik
 Rectal Toucher → nyeri pada arah jarum jam 9-12
Pemeriksaan Fisik
ROVSING’S SIGN
Continuous deep palpation starting
from the left iliac fossa upwards (anti
clockwise along the colon) may
cause pain in the right iliac fossa, by
pushing bowel contents towards the
ileocaecal valve and thus increasing
pressure around the appendix. This
is the Rovsing’s sign.
Pemeriksaan Fisik
BLUMBERG’S SIGN Also referred as rebound
tenderness. Deep palpation of the
viscera over the suspected inflamed
appendix followed by sudden
release of the pressure causes
severe pain on the site indicating
positive Blumberg's sign and
peritonitis.
Pemeriksaan Fisik
To elicit Mcburney’s sign
MCBURNEY’S SIGN
patient should be in supine
position with his knees
slightly flexed and his
abdominal muscles relaxed.
Palpate deeply and slowly in
the right lower quadrant over
McBurney’s point located
about 2” from the Rt. Ant.
Sup. Iliac Spine. On a line
between the spine and
umbilicus (1/3rd outer side).
Point pain and tenderness is a
positive sign and indicates
appendicitis.
Pemeriksaan Fisik
PSOAS’S SIGN

Psoas sign is right lower-


quadrant pain that is produced
with the patient extending the
hip due to inflammation of the
peritoneum overlying the psoas
muscles and inflammation of
the psoas muscles themselves.
Straightening out the leg causes
the pain because it stretches the
muscles, and flexing the hip into
the "fetal position" relieves the
pain.
Pemeriksaan Fisik
OBTURATOR’S SIGN

Pain on passive internal rotation of


the flexed thigh. Examiner moves
lower leg laterally while applying
Iliac resistance to the lateral side of the
tuberosity
knee (asterisk) resulting in internal
Caecum
rotation of the femur.
Pemeriksaan Fisik
RECTAL TOUCHER

Nyeri abdomen kanan


bawah pada jam 9-12
Alvarado Score
M • Migration of pain (1)

A • Anorexia (1)

N • Nausea / vomiting (1)

T • Right lower quadrant tenderness (2)

R • Rebound tenderness (1)

E • Elevation of temperature (1)

L • Leukosytosis (2)

S • Shift of Neutrophils to the left (1)


Alvarado Score
Interpretasi
• Score 9 – 10 : almost certain to have appendicitis, should go to
the operating room
• Score 7 – 8 : have a high likelihood of appendicitis
• Score 5 – 6 : compatible with, but not diagnostic of appendicitis
• Score 0 – 4 : extremely unlikely (but not impossible) that they
have appendicitis
Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium
 Leukositosis
 Peningkatan Neutrophil
Pemeriksaan Penunjang
Foto Polos Abdomen
 Tidak spesifik dan tidak
direkomendasikan kecuali
ada kelainan yang
membutuhkan
pemeriksaan foto polos Apendicolith
abdomen (seperti
perforasi, obstruksi usus
atau batu utereter).
 Gambaran : fekolit,
perselubungan di fossa
illiaka dextra.
Pemeriksaan Penunjang
USG Abdomen
 Dilakukan apabila hasil pemeriksaan fisik meragukan, dicurigai
adanya abses, menyingkirkan diagnosis banding seperti kehamilan
ektopik, adnecitis dan sebagainya.

Penebalan dinding apendiks


Diagnosa Banding
 Gastroenteritis
 Demam Dengue
 Kista Ovarium Terpuntir
 Kehamilan Ektopik Terganggu
Tatalaksana
 Apendiktomi
 Antibiotik
a. Pada apendisitis gangrenosa atau perforata
b. Preoperative, antibiotik broad spectrum intravena diindikasikan
untuk mengurangi kejadian infeksi pasca pembedahan
c. Post operatif, antibiotik diteruskan selama 24 jam pada pasien
tanpa komplikasi apendisitis
d. Diteruskan sampai 5-7 hari post operatif untuk kasus apendisitis
ruptur atau dengan abses
e. Diteruskan sampai hari 7-10 hari pada kasus apendisitis ruptur
dengan peritonitis difus
Komplikasi

Masa periapendikuler

Perforasi

Peritonitis
Prognosis
 Apendiktomi yang dilakukan sebelum perforasi prognosisnya baik.
 Setelah operasi masih dapat terjadi infeksi pada 30% kasus apendiks
perforasi atau apendix gangrenosa.
 Serangan berulang dapat terjadi bila appendiks tidak diangkat.
Terimakasih..