Anda di halaman 1dari 32

PEMICU 1 HUMANIORA

Ketua DPR Imbau Susu Kental Manis Sementara tak


Dikonsumsi

KELOMPOK 8
Jumat, 3 Mei 2019
Tutor: dr. Irma D
Ketua : Ego Fernando (405180214)
Sekretaris : Luvea (405180138)
Penulis : Aurellia (405180195)
Anggota :
• Ferrel Briliyant Ursula (405180018)
• Nanda Amelia (405180040)
• Tasya Oktavia Riadi (405180065)
• Cindy Yusliani (405180071)
• Mario Abdiwijoyo (405180092)
• Yenny Darmawan (405180099)
• Celine Cornelia (405180110)
• M. Daffa AYP (405180142)
• Ucitha Septya D. (405180219)
Skenario Pemicu
Ketua DPR Imbau Susu Kental Manis Sementara tak Dikonsumsi

Ketua DPR Bambang Soesatyo(Bamsoet) ikut angkat tangan bicara


soal kontroversi skm. Bamsoet meminta masya agar tdk mengonsumsi
susu kental manis sementara. “Menghimbau masyarakat untuk tidak
mengonsumsi skm sampai ada penjelasan resmi dari pihak produsen skm,
mengingat negara memiliki kewajiban utk menjaga kesehatan masya,”
kata Bamsoet dlm keterangan tertulisnya, Kamis (5/7/2018).
Bamsoet meminta Komisi2 di DPR meminta penjelasan dari mitranya
soal skm. BPOM didesak memberi klarifikasi soal polemic skm. Tak hanya
Komisi IX DPR yg membidangi kesehatan, Komisi IV yg terkait
perdagangan, dan Komisi III yg membidangi hukum utk bergerak.
Kemendag dan kepolisian jg diminta turun tangan.
“Meminta Komisi VI dan IX DPR mendorong Kementrian Kesehatan
agar melakukan kajian thd semua produk tsb dan berkoordinasi dg
Kementrian Perdagangan utk menarik produk susu kental manis (SKM)
tsb dari peredaran di pasaran,” ungkap Bamsoet.
• Apa yg dpt anda pelajari dari kasus diatas?
Istilah Asing
• BPOM : Badan pengawas obat dan makanan, lembaga di
Indonesia yg bertugas mengawasi peredaran obat2 dan
makanan yg sesuai dg UU, jenis obat dan makanan terdiri
dari bahan obat narkotika, psikotropika, zat adiktif dan
obat tradisional.
• Polemik : Perdebatan mengenai suatu masalah yg
dikemukakan scr terbuka dlm media massa.
• Kontroversi : pertentangan/perselisihan.
Rumusan Masalah
• Komisi VI dan IX DPR mendorong Kementerian Kesehatan
untuk melakukan kajian thd produk SKM dan Kemendag
untuk menarik produk SKM.
Q1 : Tindakan Bamsoet thd komisi2 DPR dan Kemenkes?
Q2 : Apa bentuk pelanggaran social dlm kasus tsb?
Q3 : Apa harus ada norma baru utk produsen SKM? Jelaskan!
Q4 : Apa akibat dari pelanggaran norma social tsb?
Q5 : Siapa saja elemen yg terlibat dlm SKM?
Q6 : Bagaimana hubungan antara elemen tsb?
Q7 : Apa tujuan yg ingin dicapai?
Q8 : Siapa saja yg terlibat dlm pelanggaran social dlm pemicu ini?
Rumusan Masalah
• Ketua DPR menghimbau masyarakat untuk tidak
mengkonsumsi SKM untuk sementara.
Q1 : Apa tindakan yg dilakukan oleh ketua DPR tsb?
Q2 : Apa bentuk norma social yg diterapkan ketua DPR tsb?
Q3 : Bentuk pelanggaran apa yg dibuat oleh produsen SKM?
• Bamsoet meminta komisi2 di DPR, BPOM, Kemendag,
Kepolisian memberikan klarifikasi dan turun tangan soal
polemic SKM.
Q1 : Apakah sifat struktur antara DPR dan komisinya?
Q2 : Apakah sifat struktur antara DPR dan kepolisian?
Q3 : Apakah sifat struktur antara DPR dan Kemendag?
Q4 : Apakah sifat struktur antara BPOM dan Kemendag?
Q5 : Apa saja tatanan masyarakat yg terlibat dlm kajian SKM?
Q6 : Bagaimana bentuk system masyarakat diantara lembaga2 tsb?
MindMap
Pelanggaran Bentuk
Tindakan Sosial
Norma Sosial Pelanggaran

Konsep Dasar
Tatanan
Norma Sosial thd Masyarakat
Kehidupan Masya

Solusi dlm Sistem Struktur


Pemicu Masyarakat Masyarakat
Learning Issues
1. MM Norma social
2. MM Pelanggaran social
3. MM Tindakan social
4. MM Tatanan masyarakat
5. MM Struktur masyarakat
6. MM Sistem masyarakat
7. Solusi pemicu
LI 1 Norma Sosial
• Berbagai aturan yang ada di tengah masyarakat
mengenai hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh
masyarakat atau individu.
• Keberadaan norma dalam masyarakat bersifat memaksa
individu atau suatu kelompok agar bertindak sesuai
dengan aturan sosial yang telah terbentuk.
• Norma merupakan hasil buatan manusia sebagai
makhluk sosial. Pada awalnya, aturan ini dibentuk secara
tidak sengaja. Lama-kelamaan norma-norma itu disusun
atau dibentuk secara sadar.
• Norma dalam masyarakat berisi tata tertib, aturan, dan
petunjuk standar perilaku yang pantas atau wajar.
Norma Sosial
o Sifat Norma Sosial :
• Norma Formal : bersumber dari lembaga resmi & tertulis
• Norma Non-Formal : tidak tertulis, turun temurun, Masyarakat
o Bentuk Norma Sosial:
• Norma sosial keluarga : norma yang berlaku didalam suatu keluarga
tertulis maupun tidak tertulis.
Cth: jam pulang malam = jam 9 (artinya semua anggota keluarga
jam 9 malam sudah harus pulang ke rumah)
• Norma Sosial pada Lembaga Pemerintahan : Suatu peraturan yang
berasal dari pemerintahan yang bersifat tertulis.
Cth : undang-undang , surat keputusan , dll
• Norma sosial pada lembaga swasta : peraturan yang berasal dari
lembaga atau organisasi yang berupa surat keputusan bersifat
tertulis.
Cth: peraturan dari lembaga terkait (Tertulis)
Tingkat Norma Sosial :
1. Cara (Usage)  cara mengikat yg paling lemah.
Perbuatan yang dilakukan oleh individu dalam kehidupan
masyarakat, yang tidak mengakibatkan sanksi yang berat
bagi pelanggarnya. Contoh : Cara makan berdecap
(bersuara). Sanksi : Ringan, hanya berupa celaan.
2. Kebiasaan (Folkways)  merupakan kegiatan yang
dilakukan secara terus menerus dan dan secara sadar utk
mencapai suatu tujuan tertentu yang dianggap baik oleh
masyarakat. Contoh : Makan dengan tangan kanan. Sanksi :
(bila melanggar) Berupa teguran.
3. Tata Kelakuan (Mores)  perbuatan yg mencerminkan
sikap hidup dalam masyarakat yang dilakukan secara sadar
sehingga dapat berfungsi sbg alat untuk melakukan
pengawasan terhadap anggota kelompok masyarakat.
Sifat Mores terbagi menjadi 2:
• Mengharuskan
• Melarang
Fungsi Mores :
• Memberikan batasan pada perilaku individu dalam
masyarakat tertentu.
• Mendorong seseorang agar sanggup menyesuaikan
tindakan-tindakannya dengan aturan yang berlaku di dalam
kelompoknya.
• Membentuk solidaritas antara anggota-anggota kelompok
dan sekaligus memberikan perlindungan terhadap keutuhan
dan kerja sama antara anggota-anggota yang bergaul
dalam masyarakat. Contoh: Dilarang berzina
4. Adat Istiadat (Customs)  cara mengikat yg paling kuat
dan merupakan kebiasaan baik yg telah dilakukan secara turun
temurun. Contoh: Upacara adat, tata cara pembagian waris.
Sanksi : Mendapat sanksi yang berat misalnya dikucilkan dari
masyarakat.
MACAM – MACAM NORMA SOSIAL
• Norma sosial dapat dikelompokkan ke dalam berbagai
bentuk menurut resmi atau tidaknya suatu norma dan
bagaimana kekuatan sanksinya, yaitu :
1. Menurut resmi atau tidaknya, norma dibedakan
menjadi :
a) Norma resmi (formal)  Aturan-aturan yang berlaku
dalam kehidupan masyarakat yang dirumuskan dan tertulis
serta diwajibkan bagi seluruh elemen masyarakat,
sehingga bersifat memaksa.
b) Norma tidak resmi (non-formal)  Norma ini tumbuh
dari kebiasaan masyarakat, tidak bersifat memaksa, dan
dirumuskan secara tidak jelas dan tidak memiliki
konsekuensi yang tegas bagi pelanggarnya.
2. Menurut Kekuatan Sanksinya, dibedakan menjadi :
a) Norma Hukum (laws)  Merupakan aturan-aturan
yang dirumuskan dan ditetapkan oleh lembaga-lembaga
tertentu yang resmi dan memiliki sanksi yang tegas.
b) Norma Agama  Merupakan norma sosial yang
bersifat mutlak dan tidak bisa diubah-ubah Karen aberasal
langsung dari wahyu Tuhan.
c) Norma Kesopanan  Merupakan norma yang bersifat
kebiasaan suatu kelompok masyarakat, dan terkait dengan
bagaimana seseorang itu harus berbuat atau bertingkah
laku.
d) Norma Kelaziman  Tindakan seseorang dalam
masyarakat yang dilakukan tanpa harus berpikir panjang,
karena hal tersebut dianggap baik dan benar dalam
masyarakat.
e) Norma Kesusilaan  Norma ini berasal dari hati nurani
seseorang, sehingga ia dapat membedakan mana yang patut
untuk dilakukan dan mana yang itdak. Sanksi untuk orang
yang melanggar norma ini dapat berupa pengucilan taau diusir
dari kelomponya.
f) Norma Mode (fashion)  Merupakan cara dan gaya
dalam melakukan sesuatu yang bersifat dinamis (berubah-
ubah) seusai dengan perkembangan zaman.
g) Norma Adat Istiadat  norma yg berlaku scr turun
temurun, norma adat merupakan pegangan hidup yg tetap
berlaku dan dijalankan. Kebanyakan masyarakat tidak mau
mengubahnya karena takut terjadi bencana atau berkurangnya
keberuntungan yang ada dlm kehidupan mereka. Masyarakat
yg memegang teguh norma adat lama umumnya hidup dan
bertahan pd masyarakat tradisional. Cth : larangan pernikahan
marga yang sama pada orang Batak(Tapanuli), karena itu
dianggap perkawinan sesama saudara.
LI2 Pelanggaran Norma Sosial
• Merupakan suatu bentuk perwujudan dari rasa tidak puas
dari masyarakat terhadap norma-norma yang telah
dibentuk dan diputuskan.
• Penyimpangan sosial merupakan semua tindakan yang
menyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem
sosial dan menimbulkan usaha dari pihak berwenang
untuk memperbaiki perilaku tsb. (Robert M.Z Lawang)
• Bentuk pelanggaran norma sosial:
• Unjuk rasa
• Protes
• Demonstrasi
Faktor Penyebab Pelanggaran Norma
(Wilness)
• Faktor subjektif
faktor yang berasal dari seseorang itu sendiri.
Contoh : intelegensi atau tingkat kecerdasan, usia,
jenis kelamin dan kedudukan seseorang dalam
keluarga.
• Faktor objektif
faktor yang berasal dari luar. Contoh : kehidupan
rumah tangga atau keluarga, pendidikan di
sekolah, pergaulan dan media massa.
Macam-macam pelanggaran sosial
 Demonstrasi/protes bersama
 kegiatan atas ketidaksepahaman yang ditunjukkan oleh
suatu kelompok atas isu tertentu.
 Kerusuhan dan huru-hara
Peningkatan derajat keberingasan dari pada
demonstrasi.
Pemberontakan
 Konflik sosial berkepanjangan yang biasanya digagas
dandirencanakan lebih konstruktif dan terorganisasikan
dengan baik.
 Perang
bentuk konflik antar negara yg sangat tidak dikehendaki
oleh masyarakat dunia dan dampak sangat luas.
Bentuk Penggalaran Norma Sosial
Berdasarkan Pelaku :
Penyimpangan kelompok (group deviation)
• dilakukan oleh sekelompok orang yg tunduk pada norma kelompok yang
bertentangan dengan norma masyarakat yang berlaku.
Penyimpangan campuran (combined deviation)
• Penyimpangan suatu golongan sosial yg memiliki organisasi yg rapi, sehingga
individu/kelompok didalamnya mengabaikan norma masyarakat yg berlaku.
Berdasarkan Sifat :
Penyimpangan bersifat positif
• mempunyai dampak positif terhadap sistem sosial karena mengandung unsur-
unsur inovatif, kreatif, dan memperkaya wawasan seseorang.
Penyimpangan bersifat negative
• penyimpangan yang bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dianggap rendah dan
selalu mengakibatkan hal yang buruk
Penyimpangan primer (primary deviation)
• Temporer/tidak berulang
Penyimpangan sekunder (secondary deviation)
• Sering terjadi dan meresahkan masyarakat.
• 4 macam perilaku pelanggaran norma ( Robert M.Z Lawang ) :
- Pelanggaran nilai dan norma yang dilihat dan dianggap sebagai
kejahatan ( pemukulan, pemerkosaan, penodongan, dll )
- Pelanggaran nilai dan norma yang berupa penyimpangan
seksual ( perzinahan, homoseksualitas, pelacuran, dll )
- Bentuk-bentuk konsumsi yang sangat berlebihan ( alcohol,
candu, morfin, dll )
- Gaya hidup yang lain dari yang lain ( penjudi professional,
geng-geng, dll )
• Solusi untuk pelanggaran norma → pengendalian sosial
• Pengendalian sosial → cara dan proses pengawasan yang
direncanakan atau tidak direncanakan, guna mengajak, mendidik
serta memaksa warga masyarakat untuk berperilaku sesuai
dengan norma sosial
ALASAN TERJADINYA
PELANGGARAN
• Ketidakpuasan akan suatu aturan/norma
• Adanya dua atau lebih peraturan dan hukum
yang secara relatif menuntut tindakan yang
berbeda.
• Keadaan terpaksa
• Sifat egois
• Sifat ingin menonjol dalam suatu lingkungan
• Kelalaian
• Ketidaktahuan akan suatu peraturan
LI3 TINDAKAN SOSIAL
Tindakan social  Cara bagaimana seseorang atau masyarakat
mengekspresikan dan mewujudkan perilakunya pada kebersamaan
kehidupannya dengan orang lain
Dalam interaksi sosial terdapat tindakan sosial yang merupakan cara
bagaimana seseorang atau masyarakat mengekspresikan dan
mewujudkan perilakunya pada kebersamaan kehidupannya dengan
orang lain.
Tiga tipe tindakan sosial :
• Tindakan Tradiosional adalah tindakan manusia yang terkait dengan
latar belakang kebudayaan tertentu serta memiliki kepentingan atau
tujuan tertentu.
• Tindakan Afektif adalah tindakan yang terkait dengan keinginan,
emosi, atau nafsu tertentu.
• Tindakan Rasional adalah tindakan manusia yang memiliki tujuan
tertentu yang dianggap bermanfaat dan terdapat kesesuaian antara
cara dan tujuan.
LI 4 TATANAN MASYARAKAT
• Tatanan masyarakat adalah organisasi atau lembaga yang diatur
oleh norma tertentu
• Tatanan masyarakat memiliki asas, aturan, hukum yang mengatur
proses kinerja organisasi masyarakat tersebut
• Dalam tatanan masyarakat ada “organ” / unsur/ elemen yang berada
pada organisasi tersebut
• Tatanan masyarakat akan membentuk struktur dan sistem
masyarakat
4 Pilar Tatanan Masyarakat
• Fisik(jasmani) : makan,minum ,berpakaian , tempat tinggal
(kebutuhan primer)
• perasaan (emosional) : masyarakat punya harga diri/ kehormatan, ia
juga ingin kebutuhan emosioanalnya terpenuhi.
• pikiran (mental) : dipenuhi dengan sistem pendidikan , pelatihan
maupun bakat, dan kemampuan yang dimiliki suatu masyarakat
• Jiwa (spiritual) : nilai2 agama yang tertanam jauh di hati masyarakat,
lalu mewujud menjadi tindakan2: seperti;mencintai kebenaran,
menghindari perilaku merusak.
LI 5 Struktur Masyarakat
Struktur masyarakat adalah suatu pola yang membentuk
tatanan masyarakat memiliki hubungan tertentu.

Sifat struktur masyarakat :


• Hierarkis ( vertikal ) : hubungan atas bawah atas
dasar senioritas / ketergantungan akan kekuasaan.
• Non hierarkis ( horizontal ) : hubungan atas dasar
persamaan / kesetaraan di antara elemen organisasi
yang ada.
• Hierarki
KETUA DPR

KOMISI III DPR KOMISI VI DPR KOMISI IX DPR


• Non Hierarki

BPOM KEMENDAG

DPR

KEMENKES KEPOLISIAN
LI 6 Sistem Kesehatan Masyarakat
• Suatu pola yang berasal dari tatanan masyarakat dan
terdiri dari beberapa elemen serta membentuk
hubungan yang sedemikian rupa sehingga
memunculkan jejaring (network).
• Tiap elemennya memiliki sebutan, fungsi, kebutuhan,
serta tujuan yang saling bersinergi dan memiliki kinerja
tertentu agar sistem masyarakat dapat berfungsi secara
maksimal di tengah kehidupan masyarakat.
• Sifat sistem
-terhubung dgn keberagaman individu
-memiliki tujuan
-terhubung dgn sistem budaya
• Elemen sistem masyarakat (Charles P. Loomis)
1. Kepercayaan dan pengetahuan
2. Perasaan
3. Tujuan
4. Kedudukan dan peran
5. Kaidah
6. Tingkat
7. Kekuasaan
8. Sanksi
9. Fasilitas
DPR
Komisi
Masyarakat
Sistem DPR

Masyarakat
terkait
Kasus Produsen BPOM
Pemicu

Kementrian
Kepolisian Kesehatan
Kementrian
Perdagangan
LI 7 Penyelesaian Kasus
 Tindakan ketua DPR  termasuk tindakan rasional karena memiliki tujuan
tertentu yang dianggap bermanfaat  tujuan ketua DPR menghimbau agar
masyarakat tidak mengonsumsi susu kental manis sementara itu untuk
menjaga kesehatan masyarakat karena kemungkinan kandungan susu kental
manis banyak mengandung gula dan sedikit mengandung kandungan lemak
susu.
 Bentuk norma sosial Norma sosial lembaga pemerintah  karena DPR
merupakan Lembaga Pemerintah.
SOLUSI UNTUK PEMICU :
1. Pengganti SKM bagi masyarakat:
Susu sapi murni
• Kandungan nutrisi seperti kalsium serta vitamin D lebih tinggi daripada
SKM
• Kandungan gulanya alami yaitu laktosa yang tingkat kemanisannya juga
paling rendah
2. BPOM dan Kemenkes harusnya bekerja lebih hati-hati dan teliti lagi
sebelum produk diedarkan supaya tidak ada produk-produk obat atau
makanan yang tidak memenuhi/melanggar persyaratan dikonsumsi oleh
masyarakat
Solusi Untuk Pemicu
• Upaya kesehatan yang dilakukan harus diubah dari yang semula bersifat kuratif dan
rehabilitatif menjadi promotif dan preventif.
• Memberikan subsidi biaya untuk pendidikan di bidang kesehatan.
• Melakukan penyuluhan kesehatan agar meningkatkan kesadaran masyarakat akan
pentingnya kesehatan.
• Meningkatkan kinerja dari masing” pihak yang berperan dalam melindungi kesehatan
masyarakat.
• Memeriksa produk” yang dibuat oleh produsen sebelum di edarkan dipasaran.
• Semua pihak terkait (BPOM, Kemenkes, Komisi IX DPR, dan kememdag) harus
saling berkoordinasi dalam upaya melindungi kesehatan masyarakat.
• Semua pelanggar norma sosial harus ikut bertanggungjawab atas kasus tersebut.
• melarang produk kental manis diiklankan dengan menampilkan anak-anak berusia
kurang dari lima tahun dalam bentuk iklan televisi, maupun iklan lainnya.
• Melarang memvisualisasikan gambar susu cair atau susu dalam gelas dan disajikan
dengan cara diseduh atau dikonsumsi sebagai minuman.
• Perlu tindakan tegas terhadap produsen Susu Kental Manis tersebut jika terbukti
benar pernyataan BPOM dengan tuduhan penipuan terhadap masyarakat dan
pelanggaran terhadap UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
REFERENSI
https://www.academia.edu/34676395/Nilai_dan_Norma_Sosial
https://sdoriza.files.wordpress.com/2017/04/pertemuan-ke-
7_norma-sosial.pdf
http://digilib.uinsby.ac.id/5932/5/Bab%202.pdf
http://staffnew.uny.ac.id/upload/132318574/pendidikan/kumpulan
+sistem+sosial.pdf
Irmayanti, 2018. Modul Blok Humaniora – Ilmu Sosial
Kedokteran, Jakarta: FK Untar
Waluya B. Sosiologi: Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat
untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. Jakarta:
Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional; 2009
Sudarmi, Sri. 2009. Sosiologi 1 Kelas X SMA/MA Jakarta: Pusat
Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Anda mungkin juga menyukai