Anda di halaman 1dari 10

BENZOILASI GLUKOSA

KELOMPOK I
Nama Anggota :

1. Shelinda Oktavia 066117373


2. Riyana Andriyanti 066117374
3. Nida Anchofiya 066117375
4. Mayang Andhiananda 066117381
TUJUAN

DAPAT MELAKUKAN SINTESIS BENZOILASI GLUKOSA


Dasar Teori

Benzoilasi merupakan proses penghasilan senyawa turunan dengan


menambahkan gugus benzoil pada senyawa induk tertentu
Kata glukosa diambil dari bahasa yunani yaitu glukos yang berarti manis.
Glukosa merupakan suatu altoheksosa yang mempunyai sifat dapat memutar
cahaya terpolarisasi ke arah kanan. Glukosa mempunyai rumus molekuk
C6H12O6 (Riswiyanto,2009)
Monosakarida atau glukosa adalah karbohidrat yang tidak dapat dihirolisis
menjadi senyawa yang lebih sederhana. Pada sakarida dua monosakarida
bergabung melalui ikatan gikosida yang terbentuk diantara karbon arometik
dari salah satu monosakarida yang terbentuk dengan gugus hidroksil dari
monosakarida lain (Hart-Harold, 1893)
Lanjutan..

Benzoil klorida juga dikenal sebagai benzenakarbonil klorida adalah


cairan tidak berwarna dan berkabut C6H5COCl dengan bau yang
menusuk.senyawa ini digunakan sebagai bahan kimia dalam
pembuatan zat warna, arfun, peroksida, obat-obatan dan resin. Rumus
kimianya adalah C7H5CIO (Ralph. J, 1997)
Data Pengamatan

BAGAN KERJA HASIL PENGAMATAN


+ 25 ml lar. Glukosa 2% + 14 ml Larutan putih keruh
lar. NaOH 10% + 2 ml
Benzoilklorida
↑15’ (kocok ad bau hilang ) dinginkan
+ sedikit lebih banyak NaOH Larutan putih keruh, terbentuk kristal
10 menit

↑10’
kristal disaring lalu di cuci Kristal + larutan bening

rekristalisasi dengan 10 ml Etanol, Kristal larut, ketika di dinginkan


dinginkan, saring kristal terbentuk kembali

Kristal di keringkan dalam oven Kristal putih


Reaksi

+ NaOH + NaCl

Benzoil klorida Natrium Hidroksida Asam benzoat Natrium klorida

+ 5 + 5 NaCl + 5 NaOH + 5 HCl


PERHITUNGAN

Mol glukosa 2%  Berat teoritis • % rendemen


2𝑔 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 Berat teoritis %rendemen =
0,08
x 100%
= 1,96
100 𝑚𝑙 25 𝑚𝑙 = 2,8 x 10−3 𝑥 700,9
= 4,08%
2 𝑔 𝑋 25 𝑚𝑙 = 1,96 g
Massa =
100 𝑚𝑙 Berat k.Saring kosong = 0,52 g
Berat k.Saring isi = 0,6 • % kesalahan
Massa= 0,5 g
0,5
𝑚𝑜𝑙 =  Berat percobaan %kesalahan =
1,96−0.08
x 100%
180 1,96
= 2,8 𝑥 10−3 Berat percobaan = 0,6 – 0,52 = 95%
Mr D-glukosa = 0,08 g
pentabenzoat = 700,9
Pembahasan

 Pada praktikum benzoilasi glukosa, dimana terjadi penambahan gugus


benzoil pada senyawa glukosa. Benzoil klorida di reaksikan dengan glukosa
dan NaOH.
 Di lakukan pemanasan dan di lakukan pengocokan yang bertujuan untuk
mempercepat proses reaksi dan kesempurnaan reaksi yang terjadi.
 Dilakukan rekristalisasi dengan penambahan etanol dan di panaskan kembali,
penambahan etanol ini bertujuan untuk memperoleh kristal yang lebih murni.
 Pada percobaan benzoil klorida ditambahkan NaOH yang menghasilkan
Asam benzoat dan NaCl ,reaksi yang terjadi adalah penetralan, karena asam
bertemu dengan basa dan menghasilkan garam. Benzoil klorida melepas Cl
yang kemudian digantikan oleh OH pada NaOH dan OH pada NaOH
digantikan oleh Cl sehingga menjadi NaCl. Asam benzoat yang terbentuk
kemudian direaksikan dengan D-glukosa dan NaCl menghasilkan D-
glukosapentabenzoat , HCl dan NaOH. H dalam OH pada D-glukosa masing-
masing digantikan oleh struktur benzoil dari asam benzoat.
Dari percobaan di dapatkan %rendemen sebanyak 4,08%.
KESIMPULAN

Dari percobaan yang telah di lakukan, dapat di simpulkan bahwa :


1. Benzoilasi glukosa merupakan proses penghasilan senyawa D-glukosa-
pentabenzoat dengan menambahkan gugus benzoil dari senyawa benzoil
klorida pada senyawa glukosa.
2. Penambahan NaOH bertujuan agar terbentuknya kristal dan terjadi reaksi
penetralan
3. % rendemen yg di dapatkan sebanyak 4,08%.