Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN KASUS

TB Paru
R I F K A U L FA R O S Y I D A
N 111 1 7 0 9 2

PEMBIMBING KLINIK
d r. I N y o m a n W i d a j a d n j a , M . K e s
d r. Tr i e k o S t e f a n u s L a r o p e
PENDAHULUAN
Penyakit tuberkulosis (TB)
paru merupakan penyakit
infeksi yang masih menjadi TB adalah suatu penyakit infeksi yang
masalah kesehatan disebabkan bakteri berbentuk batang
masyarakat. (basil) yang dikenal dengan nama
Mycobacterium tuberculosis dan
ditularkan melalui perantara droplet
udara

2
WHO, 2012

Asia Tenggara merupakan


regional dengan kasus TB KEMENKES
paru tertinggi yaitu 40%, (1) Papua 1.441 per 100.000
peduduk,
(2) Banten 1.282 per 100.000
penduduk),
(3) Sulawesi Utara 1.221 per
100.000 penduduk,
(4) Gorontalo 1.200 per 100.000
penduduk, dan
(5) DKI Jakarta 1.032 per
100.000 penduduk.

3
Sulawesi Tengah
Kasus TB BTA positif
dimasyarakat pada tahun PKM Wani
2011 sekitar 4.856 orang
Pada tahun 2017 kasus baru
mencapai 22 kasus baru
Pada tahun 2018 hingga bulan nov
17 kasus

4
DESKRIPSI KASUS
Identitas Pasien

Tanggal Pemeriksaan 1 Nama : Ny. D


19 november 2018
2 Umur : 27 tahun

3 JK : perempuan

4 Alamat : Wani II

5 Agama : Kristen

5
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien mengeluhkan batuk
DESKRIPSI yang dialami sejak ± 3 bulan yang
lalu. Batuk yang dirasakan terus
KASUS menerus dan bertambah berat setiap
harinya. Batuk disertai dahak
K e l u h a n U t a m a berwarna putih kekuningan, kadang
disertai dengan darah.
B a t u k
Pasien mengeluhkan sejak
batuk-batuk nafsu makan menjadi
sangat menurun dan merasa badan
lemas, sehingga berat badan juga
mengalami penurunan. Pasien juga
mengaku sering berkeringat pada
malam hari, mual, sesak, dan kadang
disertai demam. Pasien mengaku
sering BAK, rasa haus sehingga
banyak minum. BAB lancar seperti
biasa. 6
Riwayat penyakit dahulu Riwayat penyakit keluarga
Pasien mengaku tidak pernah Tidak ada riwayat terkena penyakit
sebelumnya menjalani pengobatan tuberculosis. Riwayat penyakit
OAT. riwayat diabetes (-), . Riwayat Hipertensi (+), stroke (+)
penyakit Hipertensi (+), gangguan
jantung (-), asma (-), alergi (-).

Riwayat pengobatan:
Pasien mengonsumsi Oat terapi lanjutan

7
R I WAYAT S O S I A L DAN LINGKUNGAN

Pasien tinggal di rumahnya bersama suami dan 1


orang anaknya.
Rumah tinggal pasien terdiri dari 2 ruang tidur, 1
ruang tamu yang juga merupakan ruang kumpu
keluarga.
Terdapat 1 dapur yang terbuka, dan tempat mencuci
di bagian luar rumah, serta terdapat jamban yang
berada dalam rumah.
Dinding rumah terbuat dari batako dan bebrapa
ruangan terbuat dari seng semua lantai rumah
terbuat dari cor semen..

8
RIWAYAT
S O S I A L D A N L I N G K U N G A N

Terdapat Ventilasi udara di rumah pasien namun


ventilasi udara jarang dibersihkan dalam ruangan-
ruangan yang tampak gelap pencahayaan matahari
sulit masuk dalam rumah serta tampak dinding-
dinding rumh yang Nampak berdebu dan kotor.

Pasien memiliki kamar mandi sendiri dan jamban


Untuk
. air masak, mencuci pakaian serta pasien
mendapatkan air bersih dari sumber sumur bor yang
berada beberapa meter dari rumahnya.

9
Untuk memasak biasanya pasien
menggunakan kompor gas.

Didalam rumah tidak terdapat hewan


peliharaan.

Pasien mengaku tidak ada tetangga


mengalami gejala yang sama dengan
pasien .

10
PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan Umum

Keadaan Umum
Sakit sedang

Status Gizi
Gizi Baik
BB: 58kg / 155cm
Kesadaran
Compos Mentis

11
PEMERIKSAAN FISIK
Tanda-tanda Vital

1 Tekanan Darah
110/70 mmhg

2 Denyut Nadi
86 x/ min , reguler

3 Pernapasan
20 kali/ min

4 Suhu
36,8 derajat Celcius

12
PEMERIKSAAN FISIK

Kepala dan Leher


Kulit : Warna sawo matang
Kepala : Normosefal, rambut berwarna hitam, dan tidak
mengkilap, konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterus (-/-),
pupil bulat isokor (diameter 3 mm). Tidak terdapat
pernapasan cuping hidung. Tidak ada sekret pada
telinga, bibir tidak sianosis.
Leher : Tidak terdapat pembesaran kelenjar getah bening.

13
PEMERIKSAAN FISIK

Paru Jantung Abdomen


Inspeksi : permukaan dada Inspeksi: iktus kordis tampak Inspeksi : permukaan datar
simetris, Penggunaan otot-
Palpasi : iktus kordis teraba Auskultasi: peristaltik kesan
otot bantu pernapasan (-)
pada ICS V linea midclavicula normal
Palpasi: massa (-), nyeri tekan sinistra Perkusi : timpani
(-) taktil fremitus kiri = kanan.
Perkusi : pekak Palpasi: massa (-), nyeri tekan
Perkusi : sonor pada kedua
Auskultasi: bunyi jantung I dan (-), hepar teraba 1 jari
lapang paru
II murni, reguler, bising dibawah arcus costa,lien tidak
Auskultasi: bunyi napas jantung (-). teraba.
vesikuler +/+, wheezing (-/-),
ronkhi (+/+).

14
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Tidak dilakukan pemeriksaan

Tidak dilakukan pemeriksaan


Riw. foto Thorax : TB paru

15
PENEGAKAN
DIAGNOSIS
DIAGNOSIS
Dapat ditegakkan berdasarkan :

Anamnesis Pemeriksaan Pemeriksaan


Fisik Penunjang
(Tidak dilakukan)

Tuberculosis Paru

Anamnesis Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Penunjang


P E N ATA L A K S A N A A N K A S U S

Medikamentosa Nonmedikamentosa
• Terapi OAT FDC kategori I tahap Menjelaskan kepada pasien tentang gejala-gejala pada
penyakit TB dan cara penularannya.
intensif RHZE selama 2 bulan dan
Membuang dahak pada wadah tertutup serta menggunakan
terapi lanjutan selama 4 bulan.
masker.
Menjelaskan kepada pasien agar tekun minum obat serta
rutin memeriksakan dirinya sampai dinyatakan sembuh
untuk evaluasi perkembangan penyakit TB
Jagalah kebersihan rumah dan pencahayaan di dalamnya,
buka jendela setiap hari pagi dan siang hari.
Menganjurkan pasien makan teratur dan cukup serta
mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan untuk
meningkatkan daya tahan tubuh.
ANALISIS
PADA KASUS
Pasien perempuan berusia 27 tahun Tanda-tanda vital: TD 110/70 mmHg, nadi
mengeluhkan batuk yang dialami sejak ± 84 kali/menit, respirasi 20 kali/menit, suhu
3 bulan yang lalu sebelum mendapatakan 36,8°C, BB 58 Kg, TB 155, status gizi
pengobatan. Batuk yang dirasakan terus baik Pemeriksaan fisik: keadaan umum
menerus dan bertambah berat setiap baik, kesadaran compos mentis.
harinya. Batuk disertai dahak berwarna Pemeriksaan fisik didapatkan bunyi napas
putih kekuningan. Pasien mengeluhkan tambahan yaitu Rh +/+ . Tidak dilakukan
sejak batuk-batuk nafsu makan menjadi pemeriksaan. Riwayat foto thorax : TB
sangat menurun dan merasa badan paru.
lemas, sehingga berat badan juga
mengalami penurunan. Pasien juga
mengaku sering berkeringat pada malam
hari, mual, sesak, dan kadang disertai
demam. Pasien mengaku sering BAK,
rasa haus sehingga banyak minum. BAB
19
lancar seperti biasa.
IDENTIFIKASI MASALAH

PERMASALAHAN
Faktor resiko apa saja yang
mempengaruhi masalah TB di Wilayah
PADA KASUS kerja Puskesmas Wani?

20
PEMBAHASAN KASUS
Paradigma hidup sehat
diperkenalkan oleh H. Faktor Genetik (Keturunan)
L. Blum mencakup 4
faktor yaitu : Faktor Perilaku (Gaya Hidup)
Individu atau Masyarakat
Faktor Lingkungan (Sosial,
Ekonomi, Fisik, Politik)
Faktor Pelayanan Kesehatan
(Jenis, Cakupan dan Kualitasnya)

21
PEMBAHASAN KASUS
Faktor Genetik
Berdasarkan teori TB bukanlah penyakit keturunan, karena TB merupakan penyakit
infeksi yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis.
Pada pasien kasus ini, mertua pasien dan suami pasien merupakan penderita
tuberkulosis sehingga terdapat risiko tertular dari keluarganya (Lienhardt, 2003).
Hal ini dikaitkan dengan geographic proximity yaitu kedejatan dalam melakukan
aktivitas sehari-hari, lamanya waktu pajanan dengan penderita tuberkulosis serumah
akan semakin meningkatkan risiko tertular.

22
PEMBAHASAN KASUS
Faktor Lingkungan
Lingkungan rumah merupakan salah satu faktor yang berperan dalam penyebaran
kuman tuberkulosis. Kuman tuberkulosis dapat hidup selama 1-2 jam bahkan
sampai beberapa hari hingga berminggu-minggu tergantung pada ada tidaknya sinar
ultraviolet, ventilasi yang baik, kelembaban, suhu rumah, dan kepadatan rumah.

Dalam kasus ini lingkungan tempat tinggal mendukung terjadinya penyakit TB yang
dialami pasien. Lingkungan rumah Pasien yang terlihat tampak kotor dan kurangnya
sinar UV yang masuk kedalam rumah, sampah yang terlihat berserakan dihalaman
rumah pasien serta ventilasi udara yang kurang pemeliharaan kebersihannya merupakan
salah beberapa faktor yang memberikan pengaruh besar terhadap status kesehatan
penghuninya

23
PEMBAHASAN KASUS
Faktor Perilaku

Pengetahuan penderita TB paru yang kurang tentang cara penularan, bahaya, dan
cara pengobatan akan berpengaruh terhadap sikap dan perilaku sebagai orang sakit
dan akhirnya berakhibat menjadi sumber penular bagi orang disekelilingnya.

Pengetahuan yang kurang tentang TB


Kurangnya kesadaran masyarakat sekitar mengenai etika batuk
Kebiasan merokok

24
PEMBAHASAN KASUS
Faktor pelayanan kesehatan

Pelayanan kesehatan di Puskesmas Wani berperan untuk mencegah terjadinya


penyakit TB.

Factor pelayanan kesehatan yang dapat diambil dari kasus ini adalah masih
kurangnya promosi kesehatan terkait TB paru pada masyarakat.Dapat dilihat dari
prilaku pasien.Kemudian belum optimalnya peran puskesmas dalam memonitoring
pasien yang diduga (suspek) TB.

25
KESIMPULAN

• Faktor yang dominan menyebabkan kejadian TB paru


pada kasus yaitu faktor perilaku. Kurangnya
pengetahuan pasien mengenai faktor risiko, cara
penularan serta tanda dan gejala penyakit TB paru
yang membuat pasien mudah tertular TB paru dari
tetangga rumah pasien.
• Dan juga faktor pelayanan kesehatan berupa
kurangnya penyuluhan mengenai TB paru.

26
SARAN

Meningkatkan penyuluhan mengenai TB dan penyebarannya serta faktor-faktor resiko


yang dapat mempengaruhinya.
Promosi Kesehatan Meningkatkan penyuluhan mengenai etika batuk, sehingga dapat mencegah penularan
penyakit yang lebih luas

Peningkatan kepedulian masyarakat mengenai rumah bersih dan sehat diperlukan


Perlindungan Khusus untuk mengurangi penyebaran penyakit TB
Mempertahankan sistem imun agar tidak mudah terjadi infeksi

Mencari kasus suspek sedini mungkin dan melakukan pemeriksaan sesegera


Diagnosis Dini dan mungkin
Pengobatan Segera Penatalaksanaan yang tepat.

Melakukan pengobatan dan perawatan sesuai pedoman sehingga penderita sembuh dan
tidak terjadi komplikasi.
Pembatasan Cacat Meningkatkan fasilitas kesehatan sebagai penunjang untuk memungkinkan pengobatan
dan perawatan yang lebih intensif.

Penyuluhan kesehatan khusus, juga kepada masyarakat dengan suspek atau kontak
Rehabilitasi Pengobatan dan perawatan kasus dengan tepat.

27
Thank You!