Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN MANEJEMEN :

POSBINDU LANSIA

NAMA : MIRATUNNISA ALJARU


NO. STAMBUK : N 111 17 051
PEMBIMBING : DR. IKA MAGFIRAH
DR. I NYOMAN WIDAJANDJA,M.KES
PUSKESMAS DOLO

 Puskesmas Dolo merupakan puskesmas yang terdapat di Kecamatan


Dolo dan terletak di ibukota kecamatan yang secara administratif
pemerintahan sekarang terdiri dari 11 desa dan 37 dusun dengan
batas-batas wilayah kerja Puskesmas Dolo adalah sebagai berikut:
 Sebelah Utara : Berbatasan dengan Kecamatan Biromaru
 Sebelah Timur : Berbatasan dengan Kecamatan Biromaru
 Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Kecamatan Biromaru dan
Kecamatan Dolo Barat
 Sebelah Barat : Berbatasan dengan Kecamatan Marawola dan
Kecamatan Dolo Barat
 Tujuan Pembangunan Kesehatan Puskesmas Dolo diarahkan untuk
mewujudkan Masyarakat Sehat yaitu meningkatnya kesadaran,
kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar
terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal ditandai oleh
penduduk hidup dalam perilaku sehat, memiliki kemampuan untuk
menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan
merata, serta memiliki derajat kesehatan yang optimal di seluruh
wilayah Puskesmas Dolo.
NO NAMA PENYAKIT KASUS

JUMLAH %

1 Ispa 3105 27,0

2. Gastritis / Dispesia 1831 16,0

3 Penyakit Kulit dan Jar. Subkutan 1293 11,3

4 Hipertensi 1119 10,0

5 Penyakit Otot dan Jar. Penyekat 844 7,3

6 Penyakit Rongga Mulut 814 7,0

7 Diare 632 6,0

8 Common Cold 544 5,0

9 Kencing Manis (DM Tipe 2) 514 4,4

10 Dislipidemia 498 4,3

  Jumlah 11194 100


PENDAHULUAN

Posbindu merupakan suatu bentuk


keterpaduan pelayanan kesehatan
terhadap lansia di tingkat desa dalam
masing-masing di wilayah kerja
Puskesmas

Dasar pembentukan Posbindu yaitu untuk


meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama
lansia dengan sasaran langsung dan sasaran tidak
langsung. Sasaran langsung yaitu pralansia 45-59
tahun, lansia 60-69 tahun, dan lansia resiko tinggi
yaitu usia lebih dari 70 tahun.
Pada tahun 2015 di wilayah Puskesmas
Dolo sebanyak 5 Posbindu Lansia dari
keseluruhan 11 desa, Pada tahun 2016
Puskesmas Dolo mengalami perkembang
menjadi 10 Posbindu Lansia dari
keseluruhan 11 desa dan pada tahun
2017 terdapat 11 Posbindu Lansia dari 11
desa yang manandakan bahwa semua
desa telah memiliki Posbindu Lansia.
Berdasarkan data profil Puskesmas Dolo peningkatan usia
harapan hidup terutama kualitas usia lanjut tidak diikuti oleh
peningkatan kualitas kehidupannya, karena secara fisiologis usia
lanjut akan mengalami banyak kemunduran dalam semua
aspekkehidupannya. Hal ini dapat mengakibatkan tingkat
produktifitas dan kemandiriannya secara nyata semakin
berkurang,
PERMASALAHAN

Permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan Posbindu Lansia :

Input

Tenaga kesehatan yang turut serta dalam pelayanan Posbindu


kurang, terkadang tidak ada dokter dan apotek yang turut dalam
pelayanan ini karena mengutamakan pelayanan di Puskesmas,
sarana dan prasarana masih kurang, dan sumber dana masih
kurang.
Prose
s

Pada mekanisme pelaksanaan kegiatan, di


Posbindu belum semua tahap dilakukan
Output

Kehadiran lansia saat pelaksanaan Posbindu


masih perlu ditingkatkan meskipun target
program sudah tercapai.
PEMBAHASAN

Indikator keberhasilan dalam upaya pembinaan Lansia melalui kegiatan


pelayanan kesehatan di Posbindu dilakukan dengan menggunakan data
pencatatan dan pelaporan, pengamatan khusus dan penilitian, dengan
menggunakan patokan yaitu:
 Terlaksananya kegiatan posbindu di 11 posbindu setiap bulannya
 Tercapainya target posbindu yang ditetapkan dari dinas kesehatan.
 Meningkatnya jumlah organisasi masyarakat kelompok usia lanjut yang
berperan serta secara aktif dalam pelayanan kesehatan usia lanjut.
INPUT
Masalah yang muncul dari input program ini adalah
kurangnya tenaga kesehatan Puskesmas Dolo yang ikut
dalam pelaksanaan Posbindu lansia ini, biasanya
apoteker di Puskesmas kurang sehingga tidak ikut turun
dalam pelaksanaan serta dokter tidak setiap saat ikut,
hanya saja jika di Puskesmas ada dokter muda yang
bertugas maka dokter muda yang berperan aktif dalam
Posbindu Lasia ini. Hal ini disebakan karena tenaga
kesehatan seperti dokter dan apoteker lebih
mengutamakan pelayanan di Puskesmas. Selain itu, obat
–obatan yang di bawa pada saat pelaksanaan Posbindu
Lansia kadangkala tidak lengkap, sehingga tidak bisa
memberikan pelayanan maksimal pada pasien lansia
dengan berbagai macam keluhan.
PROSE
S
 Masalah yang muncul pada proses program
ini adalah mekanisme pelaksanaan kegiatan
tidak semuanya dilakukan sesuai pedoman.
Menurut pedoman mekanisme pelaksanaan
kegiatan yang sebaiknya digunakan sistem 5
tahapan/5 meja
OUTP
UT
 Banyaknya lansia yang terkadang tidak datang saat pelayanan
Posbindu Lansia dikarenakan tidak ada yang mengantar, lupa
waktu pelaksanaan Posbindu, sedang sakit, ataupun malas
untuk datang serta kadangkala jadwal pelaksanaan
Posbindu Lansia yang tidak sesuai dengan jadwal
yang sesungguhnya di karenakan jadwal tersebut
bertabrakan dengan kegiatan lainnya di Puskesmas
Dolo .
 Namun, hal ini disiasati oleh kader berupa pencatatan
nama-nama lansia yang tidak datang, dan setelah
Pelayanan berakhir kader bersama petugas kesehatan
lainnya datang langsung ke rumah lansia tersebut
untuk melakukan pelayanan posbindu, akan tetapi
biasanya lebih di prioritaskan kepada lansia yang
termasuk kategori beresiko tinggi.
Pada tahun 2015 jumlah lansia yang terdata oleh Puskesmas Dolo yang datang
berkunjung ke Posbindu sebanyak 1.448 orang
pada tahun 2016 jumlah lansia yang terdata d Puskesmas Dolo sebanyak 2.160
orang dan yang mendapatkan pelayanan kesehatan dengan jumlah kunjungan
sebanyak 2.150 orang, yang tidak mendapat pelayanan kesehatan 10 orang.
Pada tahun 2017 dari Januari - Juli jumlah lansia yang terdata d Puskesmas Dolo
sebanyak 2.350 orang dan yang mendapatkan pelayanan kesehatan dengan
jumlah kunjungan sebanyak 1.829 orang, yang tidak mendapat pelayanan
kesehatan 521 orang.
Dilakukan kegiatan Posbindu Lansia sebanyak 11 kali per bulan dan dilaksanakan
senam lansia 3 kali setiap bulan di masing-masing posbindu. Kegiatan yang
dilaksanakan adalah pemeriksaan kesehatan, pengobatan, dan penyuluhan.
PENUTUP

SARAN
 Untuk meningkatkan program ini perlu Peningkatan
SDM yang turun saat pelaksanaan program serta
pembekalan kembali kepada seluruh petugas
kesehatan yang ikut serta sehingga semua tahap
kegaitan Posbindu dilaksanakan, dan mengoptimalkan
kunjungan rumah apabila lansia tidak datang saat
pelayanan Posbindu. Selain itu perlunya penambahan
sarana dan prasarana yang belum memadai misalnya
kelengkapan obat – obatan yang di butuhkan pada
saat posbindu lansia.
KESIMPULAN
input yakni jumlah tenaga kesehatan yang masih kurang saat
pelaksanaan kegiatan (dokter dan apotek yang tidak selalu hadir
saat pelayanan) serta perlunya melengkapi jumlah obat yang
dibutuhkan pada saat pelaksanaan Posbindu Lansia
proses yakni pelaksanaan kegiatan yang belum semuanya
dilakukan sesuai dengan Pedoman pengukuran tinggi badan, di
tahap 3 pemeriksaan status mental, di tahap 4 pemeriksaan
laboratorium dilakukan setiap pelayanan Posbindu kepada setiap
lansia baik yang telah didiagnosis berkaitan dengan pemeriksaan
tersebut maupun yang belum
output yakni belum sepenuhnya mencapai target karena belum
semuanya jumlah lania yang terdata yang datang berkunjung ke
Posbindu Lansia walaupun jumlah pendataan lansia yang selalu
meningkat dari tahun ke tahun
DAFTTAR PUSTAKA

 Depkes RI. 2003. Pedoman Pengelolaan Kesehatan di Kelompok Usia Lanjut.


Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta
 Komisi Nasional Lanjut Usia. 2010. Pedoman Pelaksanaan Posyandu Lanjut
Usia.Komisi Nasional Lanjut Usia. Jakarta
 Depkes RI. 2000. Pedoman Pembinaan Kesehatan Usia Lanjut Bagi Petugas
Kesehatan I Kebijaksanaan Program. Departemen Kesehatan Republik
Indonesia. Jakarta
 Notoatmojdo, S. 2007. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni dan Pendidikan
dan Perilaku Kesehatan
 Puskesmas Dolo, 2016. Profil Puskesmas Dolo Tahun 2016
 Arisman. 2007. Buku Ajar Ilmu Gizi: Gizi dalam Daur Kehidupan. EGC. Jakarta