Anda di halaman 1dari 90

KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN ORGANISASI

Oleh
DR. AHMAD IDRUS, SE., MM
(Ketua MW KAHMI Provinsi Papua)

Intermediate Training - Tingkat Regional Papua-Papua Barat


HMI CABANG JAYAPURA
Tanggal 23 Oktober 2014
DASAR PEMBENTUKAN ORAGINASI
Manusia adalah mahluk sosial atau mahluk bermasyarakat
(homo socius atau zoon polticon), secara kodrati manusia tidak
mungkin hidup sendiri-kecendurangan manusia ingin hidup
bermasyaraakat atau berkelompok (gregariousness),
merupakan naluri yang diwariskan secara biologis.
Apakah Organisasi membutuhkan manajemen dan
kepemimpinan ?
Pendekatan teori manajemen dan kepemimpinan
merupkan suatu keniscayaan dalam sebuah organisasi.
Dengan organisasi yang rapi, akan dicapai hasil yang lebih
baik dibandingkan dilakukan secara individu.
Apalagi dikaitkan dengan upaya penegakan keadilan dan
kebenaran.
Ali Bin Abi Thalib r.a, mengatakan “Kebenaran yang tidak
terorganisasi dengan rapi, dapat dikalahkan oleh
kebatilan yang diorganisasi dengan baik”.
“Dominasi kemungkaran sering terjadi, bukan karena
kuatnya kemungkaran itu, akan tetapi karena tidak
rapinya kekuatan yang HAK”.
A. TUJUAN MASUK ORGANISASI
Hampir setiap orang dlm usaha memenuhi
kebutuhannya atau dlm usaha mencapai tujuan
harus melibatkan diri dalam kelompok. Berarti
menempatkan dirinya pd suatu kedudukan dari
kehidupan kelompok.
Orang masuk kedlm suatu kelompok atau masuk
pd beberpa kelompok dengan tujuan tertentu utk
mendapatkan kepuasan: jasmani, rohani dan
sosial.
c. Achievement Theory ( Teori Motivasi Berprestasi)
David C. McClelland menganalisis tentang tiga kebutuhan
manusia yang sangat penting di dalam organisasi atau
perusahaan tentang motivasi mereka
1. Need of Achievement ( Kebutuhan berprestasi)
Kebutuhan berprestasi merupakan daya penggerak yang
memotivasi semangat kerja seseorang
2. Need of affiliation ( Kebutuhan untuk memperluas pergaulan)
Kebutuhan affiliasi menjadi daya penggerak yang akan
memotivasi semangat kerja seseorang, kebutuhan ini yang
akan merangsang gairah bekerja karyawan
3. Need of Power ( Kebutuhan untuk menguasai sesuatu)
Kebutuhan akan kekuasaan merupakan daya penggerak yang
memotivasi semangat kerja seseorang serta mengerahkan
semua kemampuannya demi mencapai kekuasaan atau
kedudukan yang terbaik.
@. Harapan sesorang masuk organisasi :
1. Rasa aman dan ingin diakui sbg anggota orgnsasi

2. Memberiakn dorongan dan semangat (motivasi)

3. Memberiakn prestise, status sosial, pengakuan

4. Memberikan bimbingan utk mencapai prestasi

5. Memberikan kepuasan psikologis dan sosial.

@ Harapan Masuk Organisasi Kekaryaan:


1. Mendapatkan penghasilan tetap

2. Mengebangkan kemapuan dan karier

3. Pengakuan status sosial.


B. PENGERTIAN ORGANISASI
 Pada dasarnya pengertian organisasi dpt
dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi
dlm arti satis dan dlm arti dinamis.
1. Dlm arti Statis berarti organisasi sbg sstu yang
tdk bergerak/diam, Seperti tergambar dlm bagan
(organogram). Organisasi dipandang sebgai :
> Wadah atau alat (tool)
> Jaringan hub kerja sbgm tergambar dlm bagan
> Saluran hirarki kedudukan.
2. Organisasi Dalam Arti Dinamis

Berarti memandang organisasi sebagi suatu


organ yang hidup tidak hanya segi bentuk dan
wujudnya tetapi memandang organisasi dari segi
isinya atau menyoroti segi aktivitas dan kegiatan
yang dilakukan dalam organisasi serta berbagai
macam aspek yg berhubungan dgn proses
pencapain tujuan organisasi.
C. DEFINISI ORGANISASI

1. James D Mooney
Organisasi merupakan bentuk dari setiap
perserikatan manusia untuk mencapai suatu
tujuan bersama.
2. John D Millet
Organisasi adalah orang-ornag yang
bekerjasama dengan mengadung ciri-ciri dari
hubungan kemanusian yang timbul didalam
kegiatan kelompok.
3. Chester I Barnard
Organiasi merupakan sistem usha bersama antara
dua orang atau lebih, sesuatu yang tidak berwujud
dan tidak bersifat pribadi, yang sebagian besar
mengenai hubungan-hubungan kemanusian.
4. Herbert A Simon
Organisasi merupakan pola komunikasi yang
kompleks dan hubungan-hubungan lain dalam suatu
kelompok manusia.
5. Prajudi Atmosudirdjo
Organsiasi itu sebagai struktur tata-pembagian kerja
dan stuktur tata-hubungan kerja antar kelompok
orang-orang pemegang posisi yang bekerjasama
secara tertentu untuk bersama-sama mencapai
tujuan yang tertentu.
6. Sondang P Siagian
Organisasi adalah setiap bentuk persekutuan
antara dua orang atau lebih yang berkerjasama
untuk mencapai suatu tujuan berama dan terkait
secara formal dalam suatu ikatan hirarki dimana
selalu terdapat hubungan antara seorang atau
sekelompok orang yang disebut pimpinan dan
seorang atau sekelompok orang yang disebut
bawahan.
UNSUR-UNSUR ORGANISASI
1. Orang-orang atau sekelompok orang

2. Adanya kerjasama

3. Tujuan bersama
SISTEMS THINKING

TEAM
SHARED VISION
LEARNING
DIALOGUE

PERSONAL
MENTAL MODELS
MASTERY

GAMBAR ORGANISASI PEMBELAJARAN


1. Berpikir Sistemik (Systems Thinking)
Yaitu suatu kerangka konsep yang mengandung pengetahuan
dan alat untuk memberi gambaran yang jelas, serta
membantu kita agar mampu melaksanakan perubahan
secara efektif dan efisien. Semua komponen merupakan
suatu totalitas yang interpendensi, inter relasi dan inter
conection, sehingga merupakan suatu kesatuan yang utuh,
kompak, solid untuk tercapainya kemajuan atau perubahan.

2. Keahlian Pribadi (Personal Mastery)


Yaitu kemampuan yang tinggi untuk mengklarifikasi secara
kontinyu dan memperdalam visi pribadi serta memfokuskan
energi kreatif secara rasional, dengan mengembangkan
kesadaran serta melihat realita secara objektif.
3. Model Mental (Mental Models)
Yaitu kemampuan untuk memahami mentalitas yang cocok
untuk mengenal dunia secara objektif, yang melekat pada diri
seseorang dan sangat berpengaruh pada cara bagaimana
memahami masalah, dan mengambil tindakan. Mental Model
baik dimulai dengan introspeksi diri, mawas diri dan membuka
diri.

4. Membangun Visi Bersama (Building Shared Vision)


Penetapan misi secara bersama yang merupakan keinginan
bersama akan memberi hasil yang lebih baik daripada visi yang
hanya ditetapkan oleh pimpinan saja tanpa diketahui oleh
anggota kelompok. Untuk membangun visi bersama diperlukan
gambaran masa depan bersama komitmen bersama
berdasarkan partisipasi semua pihak, dan tidak hanya
berdasarkan pada kepatuhan saja.
5. Pembelajaran Tim (Team Learning)
Dengan pembelajaran dari tim, maka kemampuan tim akan
berkembang lebih hebat, dan setiap individu akan tumbuh lebih
cepat. Pembelajaran tim dimulai dengan dialog untuk
menghimpun pemikiran-pemikiran bersama, termasuk pola
belajar bersama untuk mewujudkan kolaborasi dan jaringan
kerja bersama/networking smart.
II. PENGERTIAN MANAJEMEN
1. Manajemen berasal dari bahasa latin manus artinya tangan dan
agare (melakukan) digabung menjadi managere artinya
menangani. Kemudian diterjemahkan ke Bahasa Inggris to manage
(kata kerja) atau management (kata benda) artinya mengelola,
mengurus, mengatur, ketatalaksanaan. Sehingga manajemen
dapat diartikan bagaimana cara manajer mengelola, mengatur,
membimbing dan memimpin semua orang yang menjadi
bawahanya termasuk sumber daya lainnya agar kegiatan yang
sedang dikerjakan dapat mencapai tujuan secara efektif dan
efisien.
Ada 3 Alasan utama diperlukannya manajemen :

a. Untuk mencapai tujuan organisasi dan pribadi.


b. Untuk menjaga keseimbangan diantara tujuan-tujuan yang saling
bertentangan.
c. Untuk mencapai efesiensi dan efektifitas.
A. Prinsip-Prinsip Manajemen
Prinsip merupakan pernyataan fundamental dijadikan pedoman pemikiran
dan tindakan manajemen. Menurut Henry Fayol, terdapat 14 (empat belas)
prinsip Manajemen :

1. Devision of Work (Pembagian Kerja)


Adanya keterbatasan sumber daya manusia dalam mengerjakan suatu
pekerjaan yaitu keterbatasan waktu, pengetahuan dan ketrampilan maka
diperlukan adanya pembagian kerja.
2. Authority and Responsibility (Pemberian Wewenang
dan tanggung jawab)
Wewenang dan tanggung jawab atasan dan bawahan dalam suatu organisasi
atau perusahan harus ada sebagai bagian efesiensi dan efektivitas
organisasi.
3. Dicipline (Disiplin)
Disiplin berkaitan dengan pelaksanaan kebijakan organisasi/perusahan terhadap
perjanjian atau peraturan yang telah ditetapkan.
4. Unity 0f Command (Kesatuan Perintah)
Bawahan hanya menerima perintah dan tanggungjawab kepada seorang
atasan, kemudian perintah juga harus jelas dan tidak multi tafsir.
5. Unity of Direction (Kestuan Arah)
Bawahan hendaknya mempunyai tujuan yang sama dan dipimpin oleh
seorang atasan langsung serta didasarkan pada rencana kerja yang sama
supaya terwujud kesatuan arah, gerak, kesatuan tindakan menuju tujuan
organisasi.
6. Subordination of Individual Interest Into General Interset
(Kepentingan umum diatas kepentingan pribadi)
Setiap orang dalam perusahan/organisasi harus mengutamakan
kepentingan umum diatas kepentingan pribadi.
7. Renumeration of Personnel (Pembagian gaji yang wajar)
Pemberian gaji dan jaminan-jaminan sosial harus adil, wajar, dan
seimbang dengan kebutuhan sehingga memberikan kepuasan maksimal
bagi bawahan dan atasan.
8. Centralizaton ( Pemusatan Wewenang)
Wewenang atau kewenangan untuk menentukan kebijakan yang bersifat
umum hendaknya dipegang oleh pemimpin perusahan atau organisasi.
9. Scalar of Chain (Hirarki atau rantai berkala)
Alur perintah atau wewenang dari atasan kebawahan harus berjenjang dari
jabatan tertinggi ke jabatan terendah dengan cara yang berurutan.
10. Order ( Keteraturan)
Prinsip ini dibagi atas material order dan social order. Material order
adalah barang atau peralatan organisasi/perusahan harus ditempatkan
pada tempat yg sebenarnya. Social order artinya penempatan karyawan
sesui dengan keahliannya atau bidang spesialisasinya.
11. Equity (Keadilan)
Pimpinan harus berlaku adil terhadap semua karyawan dalam pemberian
reward dan punishment.
12. Initiative (Inisiatif)
Pimpinan harus memberikan dorongan dan kesempatan kepada karyawan
untuk berinisiatif dengan memberikan kebebasan untuk memikirkan dan
menyelesaikan sendiri tugas-tugasnya.
13. Esprit de Corps (Kesatuan)
Kesatuan kelompok harus dikembangkan dan dibina melalui sistem
komunikasi yang baik sehingga terjalin kekompakan kerja (team work) dan
timbul keinginan untk mencapai hasil kerja yang baik. Kemudian timbul
rasa ikut memiliki perusahan atau organisasi.
14. Stability of Turn-Over Personnel (Kestabilan Masa Jabatan)
Pimpinan berusaha agar mutasi dan keluar-masuknya karyawan tidak
sering dilakukan karena akan mengakibatkan ketidakstabilan
organisasi/perusahan, biaya semakin besar dan hal-hal lain yang tidak
menguntungkan perusahan.
B. DEFINISI MANAJEMEN
1. George Terry
Manajemen adalah suatu proses yang khas yang
terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian
yang dilakukan utk menentukan serta mencapai
sasaran-sasaran yg telah ditentukan melalui
pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-
sumber lainya.
2. SP Hasibuan
Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur
proses pemanfaatan sumber daya manusia dan
sumber lainya secara efektif dan efisien untuk
mencapai tujuan.
3. Harold Koontz dan Cyril O’Donnel
Manajemen adalah usaha mencapai suatu tujuan
tertentu melalui kegiatan orang lain.

PENTINGNYA MANAJEMEN
Pada dasarnya kemampuan manusia itu terbatas
(fisik,pengetahuan,waktu dan perhatian) sedangkan
kebutuhannya tidak terbatas. Usaha memenuhi
kebutuhan dan terbatsnya kemampuan dlm
melakukan pekerjaan maka mendorong manusia;
membagi pekerjaan,tugas, dan tanggungjawabnya.
C. FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN
1. George G. Terry (Planning, Organizing, Actuating,
Controlling).
2. John F Mee (Planning, Organizing, Motivating,
Controlling).
3. Henry Fayol (Planning, Organizing, Commanding,
Cordinating, Controlling)
4. SP Siagian (Planning, Organizing, Motivating,
Controlling, Evaluating)
5. MC Namara (Planning, Programming, Budgeting,
System)
1. Forecasting
Forecating adalah kegiatan meramalkan, memproyeksikan atau
memprediksi terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi
sebelum suatu rencana di lakukan.
2. Planning
Perencanaan adalah pemilihan atau penetapan tujuan-tujuan
organisasi dan penentuan strategi, kebijaksanaan, program,
prosdur, metoda, sistem, anggaran dan standar yang dibutuhkan
untuk mencapai tujuan organisasi.
3. Organizing
Organizing merupakan pengelompokan orang-orang, penetapan
tugas, fungsi, wewenang, serta tanggungjawab masing-masing
dengan tujuan terciptanya aktivitas yang berdaya guna dan
berhasil guna dalam mencapai tujuan organisasi.
4. Actuating
Fungsi actuating adalah sesudah rencana dibuat, organisasi dibentuk dan
disusun personalianya maka langkah berikutnya adalah menugaskan atau
menggerakkan karyawan untuk beraktivitas menuju tujuan yang telah
ditentukan.
5. Sttafing
Merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia sejak
merekrut karyawan, pengembangan, pelatihan, sampai dengan penempatan
karyawan fungsi ini erat kaitannya dengan fungsi organizing.
6. Facilitating
Facilitating merupakan kegiatan memfasilitasi karyawan dengan alat atau
model yang dibutuhkan. Fasilitas bisa berupa barang atau jasa sesuai
kebutuhan karyawan untuk mencapai tujuan organisasi.
7. Directing atau Kommanding
Adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi
bimbingan, saran, perintah atau instruksi kepada karyawan dalam
melaksanakan tugas masing-masing dalam upaya merealisasikan tujuan
organisasi yang telah ditetapkan.
D.TINGKATAN MANAJEMEN
TOP MANAGEMENT
TM
MIDDLE
MANAGEMENT

MM LOWER
MANAGEMENT

LM

IV. Tingkatan Manajemen


TUGAS MANAJER TERHADAP FUNGSI-FUNGSI
MANAJEMEN
1. Top Manager (TM), tugasnya lebih dominan pada
fungsi Planning dan Organizing, krn sifat
pekerjaan adalah “Pikir”.
2. Middle Manager (MM), tugasnya seimbang
antara Planning dan Organizing dengan Directing
dan Controlling, karena pekerjaan Pikirnya sama
dengan pekerjaan Fisiknya
3. Lower Manager, tuganya dominan pd
directing/actuating dan controlling dp fungsi
planning dan organizing, krn LM sbg manajer
oprasional.
GAMBAR TUGAS MANAGER
P O A C
(Planning) (Organizing) (Actuating) (Controlling)
E. PERAN-PERAN MANAJER
Peran pengambilan
Peran Interpersonal Peran Informasional keputusan

Bagaimana seorang Bagaimana seorang Bagaimana seorang


manajer manajer menukar manajer memanfaatkan
berhubungan dengan dan memproses informasi dalam
orang lain informasi pengambilan keputusan

- Pemimpin lambang, -Pengawas - Enterpreneur


(figurehead) -Penyebar informasi - Penanganan
- Pemimpin: (leader) -Juru bicara kerusakan/gangguan
menggerakan, - Pengalokasian sumber
membimbing daya
- Penghubung : liaison - Negoisasi

Peran-peran manajer
F. KETERAMPILAN MANAJEMEN
Tipe Manajer dan Keterampilan Manajerial Yang Dibutuhkan

Ketrampilan Manajerial Tipe Manajer

Manajer Puncak Manajer Tengah Manajer Bawah


(Eksekutif) (Manajer Unit) (Penyelia)
1. Konseptual Tinggi Sedang Rendah
2. Hubungan Manusia Tinggi Tinggi Tinggi
3. Teknik Rendah Sedang Tinggi

Tipe Keterampilan Yang Dibutuhkan Berdasarkan Level Manajer

Manajer
Puncak

Manajer
Tengah
Manajer
Bawah

Konseptual Manusia Teknik


1. Keterampilan Teknis (technical skill)

Keterampilan teknis merupakan


kemampuan untuk menggunakan
keahlian khusus dalam melakukan tugas
tertentu. Seorang akuntan, insinyur,
peneliti pasar, dan ahli komputer,
misalnya, adalah mereka yang memiliki
keterampilan teknis. Keterampilan ini
sangat dibutuhkan bagi manajer pada
tingkat yang lebih rendah.
2. Keterampilan Kemanusiaan (human skill)
Kemampuan bekerja sama dengan orang lain
disebut human skill. Di tempat kerja, keterampilan
tersebut muncul dalam bentuk rasa percaya diri,
antusiasme, keterlibatan secara tulus dalam
hubungan interpersonal. Seorang manajer yang
memiliki human skill yang baik akan mempunyai
tingkat kewaspadaan diri yang tinggi serta
kemampuan untuk dapat memahami perasaan
orang lain.
3. Keterampilan Konseptual ( conceptual skill )

Pada akhirnya semua manajer harus


mempunyai kemampuan untuk melihat
situasi secara luas (comprehensive) untuk
kemajuan perusahan serta mampu
memecahkan persoalan yang akan
memberikan manfaat bagi mereka yang perlu
diperhatikan,juga untuk organisasi.
ALAT ANALISA MANAJEMEN
A. 5 W + 1 H
1. What
2. Why
3. When
4. Where
5. Who
6. And How

B. SWOT/TOWS
Pencermata K
Penetapan Penetapan
n A
Prioritas Prioritas
Lingkungan F
Internal Internal
Internal I

VISI, A
RENCANA
MISI S RENCANA
KINERJA
NILAI- A STRATEJIK
TAHUNAN
NILAI P

Pencermata K
Penetapan Penetapan
n A
Prioritas Prioritas
Lingkungan F
Eksternal Eksternal
Eksternal E
FORMAT IDENTIFIKASI LINGKUNGAN STRATEJIK

INTERNAL EKSTERNAL
KEKUATAN (STRENGTHS) PELUANG (OPPORTUNTIES)
1. ………………………. 1. ………………………
2. ………………………. 2. ………………………
3. ……………….. ……... dst 3. ……………………… dst

KELEMAHAN (WEAKNESSES) TANTANGAN/ANCAMAN (THREATS)


1. ………………………. 1. ……………………….
2. ………………………. 2. ……………………….
3. ……………….. ……... dst 3. ……………….. ……... dst
FORMAT KAFI
(Kesimpulan Analisis Faktor Internal
IFAS (Internal Factor Analysis Summary)
FAKTOR-FAKTOR SKOR KESIMPULAN
NO BOBOT RATING
INTERNAL STRATEJIK (3x4) (PRIORITAS)
1 2 3 4 5 6
PELUANG
1
2
3
4

ANCAMAN
1
2
3
4

100
FORMAT KAFI
(Kesimpulan Analisis Faktor Eksternal
IFAS (External Factor Analysis Summary)
FAKTOR-FAKTOR SKOR KESIMPULAN
NO BOBOT RATING
EKSTERNAL STRATEJIK (3x4) (PRIORITAS)
1 2 3 4 5 6
PELUANG
1
2
3
4

ANCAMAN
1
2
3
4

100
MATRIKS SWOT
Strengths (Kekuatan) Weaknesses (Kelemahan)
KAFI Susunan daftar (ranking)*) Susunan daftar (ranking)*)
1. ………………………… 1. …………………………
2. ………………………… 2. …………………………
KAFE 3. ………………………… 3. …………………………

Opportunities (Peluang) Asumsi Strategi SO Asumsi Strategi WO


Susunan daftar (ranking)*) (Kekuatan vs Peluang) (Kelemahan vs Peluang)
1. ………………………… Pakai kekuatan untuk Tanggulangi kelemahan
2. ………………………… Memanfaatkan peluang Dg memanfaatkan peluang
3. ………………………dst 1. ………………………. 1. ……………………….
2. ………………………. 2. ……………………….
3. ……………………dst 3. ……………………dst

Threats (Tantangan) Asumsi Strategi ST Asumsi Strategi WT


Susunan daftar (ranking)*) (Kekuatan vs Tantangan) (Kelemahan vs Tantangan)
1. ………………………… Pakai kekuatan untuk Perkecil kelemahan dan
2. ………………………… menghadapi tantangan atau Hindari tantangan
3. ………………………dst Mengubahnya menjadi 1. ……………………….
peluang 2. ……………………….
1. ………………………. 3. ……………………dst
2. ……………………….
3. ……………………dst
G . Konsepsi Manajemen Strategik
Manajemen stratejik adalah suatu proses untuk selalu
menempatkan posisi organisasi pada titik yang stratejik
sehingga dalam perjalanan organisasi dapat memperoleh
manfaat.
Manajemen stratejik diklasifikasikan kedalam 3 (tiga) aspek
kegiatan yaitu :

1. Formulasi Strategi
Formulasi strategi sangat penting untuk dilaksanakan
sehubungan dengan adanya keterbatasan sumber daya yang
dimiliki organisasi dengan tujuan penetapan tujuan yang
rasional, rasionalitas ini dalam perkembangannya semakin
kompleks karena pesatnya perkembangan lingkungan
dimana organisasi tersebut berada.
Tiga pertanyaan yang harus dijawab dalam formulasi strategi
ialah:
a. Dimana kita berada saat ini ?
Jawaban akan diperoleh dengan melakukan environmental
scanning yaitu Pencermatan Lingkungan Internal dan
Pencermatan Lingkungan Eksternal (PLI dan PLE) serta
mengakomodasi serta mengidentifikasi harapan-harapan
pelanggan dan stakeholder.
b. Kemana tujuan kita ?
Jawaban akan diperoleh dengan merumuskan visi , misi dan
nilai – nilai, untuk menetapkan tujuan dan sasaran.
c. Bagaimana cara mengukur kemajuan ?
Melalui perbandingan pencapaian kinerja organisasi dengan
rencana aksi (Action Plan).
Berdasarkan formulasi stratejik diatas, maka diwujudkan dalam rencana
stratejik dengan langkah – langkah sebagai berikut :
a. Visi :
Visi menyatakan keadaan atau kondisi ideal yang ingin dicapai organisasi
pada masa tertentu yang akan datang dan dengan memperlihatkan
fenomena serta tuntutan yang diperkirakan akan terjadi pada masa
datang. Kondisi dimaksud realistik, dapat dicapai dan berusaha untuk
dicapai serta potensial dapat dicapai.

b. Misi :
Misi adalah pernyataan mengenai hal – hal yang harus dicapai organisasi
dimasa mendatang oleh semua pihak yang berkepentingan dalam
organisasi.
Pernyataan misi menggambarkan mengapa organisasi eksis dan berguna,
kegiatan dominan, khas dan sekaligus menjelaskan tentang segala sesuatu
untuk mencapai visi yang diinginkan. Pernyataan misi juga
mengemukakan apa yang harus dilaksanakan agar organisasi berhasil
menjalankan tugas pokok dan fungsinya.
c. Nilai – Nilai :
Nilai merupakan prinsip sosial, tujuan atau norma yang diterima dan
diperlukan organisasi atau masyarakat. Nilai – nilai yang menorong dan
mendukung tercapainya dan terwujudnya visi dan misi organisasi perlu
diidentifikasi, dipelihara dan dimanfaatkan.

d. Pencermatan Lingkungan Internal ( PLI ) :


Pencermatan lingkungan internal pada dasarnya melakukan identifikasi
terhadap kondisi internal organisasi, baik yang merupakan kekuatan
(strenght) Atau kelemahan (weakness) organisasi dalam rangka
mewujudkan tujuan dan sasaran organisasi.

e. Pencermatan Lingkungan Eksternal ( PLE ) :


Pencermatan lingkungan eksternal adalah melakukan identifikasi terhadap
kondisi diluar organisasi yang dapat terdiri dari lingkungan ekonomi,
teknologi, sosial, budaya, politik, ekologi dan keamanan. Identifikasi ini
akan menghasilkan indikasi mengenai peluang (opportunities) dan
tantangan (threats) organisasi dalammewujudkan tujuan dan sasaran
organisasi.
f. Kesimpulan Analisis Faktor Internal (KAFI) dan Kesimpulan Analisis
Faktor Eksternal (KAFE) :
Dengan memperhatikan hasil PLI dan PLE telah dirumuskan dalam
organisasi maka merumuskan beberapa Kesimpulan Analisisi Faktor
Internal (KAFI) dan Kesimpulan Analisis Faktor Eksternal (KAFE), untuk
mencapai visi dan misi organisasi melaui rating dan pembobotan.

g. Analisis stratejik dan pilihan (ASAP ) :


Komponen ketiga dalam Renstra adalah analisis stratejik dan pilihan,
merupakan kesimpulan beberapa faktor internal maupun eksternal yang
telah dirumuskan dan sebelum dievaluasi dan ditelaah melaui rating dan
pembobotan.

h. Faktor Penentu Keberhasilan ( FKK ) :


Faktor penentu keberhasilan adalah hal – hal yang angat menentukan
terwujudnya visi, dimana organisasi dan masyarakat pengguna jasa turut
menentukan keberhasilan tersebut. FKK diambil dari rangking tertinggi
ASAP yang telah melalui pembobotan dikaitkan dengan keeratan dengan
visi, misi dan nilai – nilai organisasi.
i. T u j u a n :
Tujuan merupakan target kuantitatif dan pencapaian target merupakan
ukuran kinerja faktor penentu keberhasilan. Tujuan harus mencakup apa
yang harus dicapai.

j. S a s a r a n :
Sasaran organisasi merupakan bagian integral dari proses renstra.. Sasaran
menggambarkan hal yang ingin diwujudkan melalui kegiatan, berfokus pada
kegiatan, tindakan dan alokasi sumber daya.

k. Strategi :
Strategi pada dasarnya menjelaskan bagaimana organisasi mencapai tujuan
dan sasaran organisasi. Strategi merupakan rencana tindakan untuk
mewujudkkan sasaran, dan juga merupakan pilihan dari cara untuk
mencapai tujuan dan sasaran serta memberikan fokus pada bagaimana
organisasi melayani masyarakat pelanggannya.
2. Implementasi Strategi
Implementasi strategi menjelaskan bagaimana
outcomes dicapai. Tujuan utama implementasi strategi
adalah tindakan mengimplementasikan strategi yang telah
disusun kedalam berbagai alokasi sumber daya secara
proporsional dan optimal, dengan kata lain dalam membuat
implementasi strategi diggunakan formulasi strategi untuk
membantu penetapan target kinerja, alokasi dan prioritas
sumber daya.

Manajemen kinerja merupakan aplikasi dari proses


pemantauan kinerja dan mengevaluasi kenerja pelaksanaan
stratejik serta berguna untuk memperoleh bahan balikan
yang dapat dimanfaatkan untuk mendiagnosa letak
penyimpangan dalam pelaksanaan strategi.
3. Evaluasi strategi.
Fokus utama dalam evaluasi strategi adalah pengukuran kinerja dan
penciptaan mekanisme balikan yang efektif. Pertanyaan-pertanyaan mendasar
adalah bagaimana caranya mengikuti kemajuan setiap saat, bagaimana kita
mengukur dan menganalisis kinerja serta bagaimana mekanisme pelaporan dan
akuntablitasnya.
Pengukuran kinerja merupakan tahapan yang penting untuk melihat dan
mengevaluasi capaian atau hasil pekerjaan yang telah dilakukan organisasi
dalam proses pencapaian tujuan yang menjadi sasaran pekerjaan tersebut.
Pengukuran Kinerja dimaksudkan untuk mengetahui sampai sejauh mana
tingkat keberhasilan atau kegagalan dari rencana stratejik yang telah
diimplementasikan.
Setelah rencana strategi tersusun, sebagai langkah berikutnya adalah
mengimplementasikan, memantau dan mengawasi setiap implementasi program
dan kegiatan. Implementasi, pemantauan dan pengawasan ini dilaksanakan
secara terus menerus dalam kurun waktu sesuai periode renstra/renja
Aspek akhir dari evaluasi strategi adalah pelaporan yang merupakan
penyampaian perkembangan hasil usaha (kinerja) baik secara lisan atau tulisan
mapun dengan komputer yang meliputi pelaporan pencapaian hasil kinerja
pemerintah kepada level yang lebih diatas, pihak lain (internal, dan eksternal)
legislatif dan juga publik sebagai perwujudan dari akuntabilitas publik
H. Analisis Aspek Manajemen Stratejik
Analisis aspek manajemen stratejik mengidentifikasi
permasalahan penataan kelembagaan penyelenggaraan
pemerintahan pada Badan Keuangan Provinsi XYZ dilihat dari
indikator daya dukung sumberdaya aparatur terhadap
efektifitas pengelolaan keuangan .

1. Visi, Misi dan Nilai-Nilai Organisasi


Dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Badan
Keuangan XYZ mengacu kepada Rencana Stratejik (Renstra)
yang menggambarkan visi, misi dan nilai organisasi sebagai
berikut ;

VISI ”TERWIUJUDNYA ADMINISTRASI PENGELOLAAN


KEUANGAN YANG TRANSPARAN, AKUNTABEL DIDUKUNG
OLEH APARATUR YANG HANDAL TAHUN 2015”
MISI
1. Meningkatkan kualitas administrasi pengelolaan keuangan
2. Meningkatkan kualitas pelayanan
3. Meningkatkan sinergitas keterkaitan antar semua sektor
dan unit kerja
4. Meningkatkan administrasi keuangan secara terpadu,
terkendali dan terukur
5. Meningkatkan manajemen kepegawaian yang unggul
dalam pelayanan untuk menghasilkan SDM aparatur yang
berkualitas.
6. Meningkatkan pengelolaan keuangan yang efisien, efektif,
tansparan dan akuntabel.
NILAI – NILAI
Nilai-nilai yang dianut oleh segenap pegawai dijajaran Badan
Keuangan Provinsi XYZ adalah :
 Organizasional, berperilaku secara organisasional yakni
berinteraksi satu sama lain dalam memecahkan masalah ataupun
krisis.
 Inovatif, menjaga dan melanjutkan tradisi inovasi, mau dan dapat
mengadakan pembaharuan sesuai tantangan.
 Keunggulan, keyakinan untuk selalu menjadi yang terbaik
 Beretika, menyelenggarakan kegiatan dengan jujur dan tulus,
menjamin perlakuan yang adil dan sama terhadap karyawan, dan
menyediakan informasi yang lengkap dan tepat.
 Responsive, mengenali harapan masyarakat dan memenuhi janji
secara tepat waktu, menunjukkan rasa hormat kepada semua
karyawan, memberikan komitmen, dan mendorong partisipasi
karyawan dalam pelayanan masyarakat.
 Rasa memiliki, mengenali harapan masyarakat dan memenuhi
janji secara tepat waktu.
Faktor-faktor Lingkungan Strategik
Dalam rangka optimalisasi peningkatan kualitas pengelolaan keuangan pada Badan Keuangan
Provinsi XYZ, dapat diidentifikasi faktor-faktor lingkungan strategik yang berpengaruh melalui
pencermatan lingkungan internal dan eksternal organisasi sebagai berikut :

Tabel IDENTIFIKASI LINGKUNGAN STRATEJIK

INTERNAL EKSTERNAL
KEKUATAN PELUANG
Jumlah SDM Memadai Kewenangan pengelolaan keuangan
Sarana & Prasarana memadai Adanya petunjuk teknis
Alokasi Dana mendukung Anggaran yang cukup memadai
Adanya dukungan dari pimpinan dalam Berkembangnya informasi dan
penyusunan standar pelayanan publik teknologi
Tingginya semangat kerja dari personil
Adanya kemauan dan semangat belajar
aparat untuk terus berkembang
KELEMAHAN TANTANGAN
Kualitas SDM Rendah Kurangnya penguasaan teknologi
Disiplin & Motivasi Staf rendah Meningkatnya tuntutan akan kualitas
Koordinasi antar unit kerja kurang pelayanan prima
Belum disusunnya standar pelayanan publik Kebijakan pemerintah yang sering
yang baku berubah
Kewenangan yang memusat pada pimpinan Ego sektoral unit kerja tinggi
satuan kerja.
Tingkat Kesejahteraan Pegawai belum
memadai
3. Kesimpulan Analisis Faktor Internal (KAFI) dan
Kesimpulan Analisis Faktor Eksternal (KAFE).
a. Kesimpulan Analisis Faktor Internal (KAFI)
Berdasarkan faktor-faktor lingkungan stratejik
internal organisasi, dilakukan pembobotan dan
pemberian rating terhadap masing-masing faktor
stratejik untuk memilih faktor lingkungan internal
yang paling prioritas untuk dicermati sebagaimana
dijelaskan pada tabel 8 sebagai berikut :
Tabel 8.
Kesimpulan Analisis Faktor Internal (KAFI)
Bobot Rating Score (Bobot x
Lingkungan Stratejik Prioritas
(%) (1-4) Rating)
Kekuatan (Strengths)
Jumlah SDM Memadai 5 3 15 V
Sarana & Prasarana memadai 5 2 10 VI
Alokasi Dana mendukung 10 4 40 III
Adanya dukungan dari pimpinan dalam 15 3 45 II
penyusunan standar pelayanan publik
Tingginya semangat kerja dari personil 10 3 30 IV
Adanya kemauan dan semangat belajar aparat 15 4 60 I
untuk terus berkembang

Kelemahan (Weaknesses)
Kualitas SDM Rendah 5 4 20 II
Disiplin & Motivasi Staf rendah 5 4 15 III
Koordinasi antar unit kerja kurang 10 3 30 IV
Belum disusunnya standar pelayanan publik 5 2 10 V
yang baku
Kewenangan yang memusat pada pimpinan 10 4 40 I
satuan kerja.
Tingkat Kesejahteraan Pegawai belum memadai 5 3 15 VI
Jumlah 100
Kesimpulan Analisis Faktor Internal yang diperoleh berdasarkan
skor prioritas pada tabel 8 adalah :
Kekuatan utama :
1. Adanya kemauan dan semangat belajar aparat untuk terus
berkembang
2. Adanya dukungan dari pimpinan dalam penyusunan standar
pelayanan publik

Kelemahan utama :
1. Kewenangan yang memusat pada pimpinan satuan kerja.
2. Kualitas SDM Rendah
b. Kesimpulan Analisis Faktor Ekstenral (KAFE)
Berdasarkan faktor-faktor lingkungan stratejik eksternal organisasi, dilakukan pembobotan dan
pemberian rating terhadap masing-masing faktor stratejik untuk memilih faktor lingkungan
eksternal yang paling prioritas untuk dicermati sebagaimana dijelaskan pada tabel 9 sebagai
berikut :
Tabel 9
Kesimpulan Analisis Faktor Eksternal (KAFE)
Score (Bobot
Lingkungan Stratejik Bobot Rating Prioritas
x Rating)
Peluang (Opportunities) :
Kewenangan dlm pengelolaan keuangan 5 2 10 IV
Adanya petunjuk teknis 10 3 30 III
Anggaran yang cukup memadai 15 4 60 II
Berkembangnya informasi dan 30 4 120 I
teknologi

Tantangan (Threats)
Kurangnya penguasaan teknologi 10 4 40 III
Meningkatnya tuntutan akan kualitas 10 3 45 II
pelayanan prima
Kebijakan pemerintah yang sering berubah 5 3 15 IV
Ego sektoral unit kerja tinggi 15 3 45 I

Jumlah 100
Kesimpulan Analisis Faktor Eksternal yang diperoleh
berdasarkan skor prioritas pada tabel 9 di atas adalah :
Peluang utama :
1. Berkembangnya informasi dan teknologi
2. Anggaran yang cukup memadai
Tantangan utama :
1. Ego sektoral unit kerja tinggi
2. Meningkatnya tuntutan akan kualitas pelayanan prima

4. Analisis Strategi Alternatif Pilihan (ASAP) dan Faktor-Faktor


Kunci Keberhasilan
a. Analisis Strategi Alternatif Pilihan (ASAP)
Analisis Pilihan Asumsi Stratejik disusun melalui
Kesimpulan Analisis Faktor Internal dan Eksternal (KAFI
dan KAFE) yang telah ditetapkan pada table 8 dan 9.
Analisis strategi Alternatif Pilihan disusun berdasarkan
analisis SWOT sebagai berikut :
TABEL ANALISA SWOT
KEKUATAN (STRENGTHS) KELEMAHAN (WEAKNESSES)
KAFI
1. Adanya kemauan dan semangat aparat 1. Kewenangan yang memusat pada
untuk terus berkembang. pimpinan satuan kerja
KAFE 2. Adanya dukungan dari pimpinan 2. Kualitas SDM rendah
dalam penyusunan standar pelayanan
publik
PELUANG
STRATEGI SO STRATEGI WO
(OPPORTUNITIES)
1. Berkembangnya 1. Tingkatkan kemauan dan semangat 1. Delegasikan kewenangan pada
informasi dan belajar aparat dalam menjawab pimpinan satuan unit kerja dalam
teknologi perkembangan ilmu teknologi rangka perkembangan informasi dan
2. Anggaran yang 2. Tingkatkan kemauan dan semangat teknologi
cukup memadai belajar yang didukung oleh anggaran 2. Delegasikan kewenangan dalam
yang memadai rangka pengelolaan anggaran
TANTANGAN
STRATEGI ST STRATEGI WT
(THREATS)
1. Ego sektoral unit 1. Manfaatkan semangat dan kemauan 1. Delegasikan kewenangan dalam
kerja tinggi staf untuk belajar dengan mengurangi mengurangi ego sektoral unit kerja
2. Meningkatnya ego sektoral unit kerja 2. Tingkatkan SDM dalam upaya
tuntutan akan 2. Manfaatkan dukungan dari pimpinan meningkatkan kualitas pelayanan
kualitas pelayanan dalam penyusunan standar pelayanan prima
prima publik
b. Faktor-Faktor Kunci Keberhasilan
Untuk memperoleh faktor-faktor kunci keberhasilan (FKK),
dilakukan analisis berdasarkan keterkaitan faktor ASAP
dengan Visi, Misi dan Nilai-Nilai Organisasi dengan kriteria
nilai 4 sangat terkait; 3 terkait; 2 kurang terkait; 1 tidak
terkait.
TABEL 11.
MATRIKS PENETAPAN URUTAN ASUMSI PILIHAN STRATEGI
Keterkaitan Dengan Urutan
Analisis Strategi Alternatif Pilihan (ASAP) Misi Nilai-Nilai FKK
Visi
1 2 3 1 2 3 4
A. STRATEGI SO :
1. Tingkatkan kemauan dan semangat belaar aparat 4 4 3 3 2 4 4 24. I
dalam menjawab perkembangan ilmu teknologi 3 3 2 2 3 4 3 20 II
2. Tingkatkan kemauan dan semangat belajar yang
didukung oleh anggaran yang memadai
B. STRATEGI WO :
1. Delegasikan kewenangan pada pimpinan satuan unit 4 3 3 2 1 2 3 18. II
kerja dalam rangka perkembangan informasi dan 4 3 4 2 2 3 3 21 I
teknologi
2. Delegasikan kewenangan dalam pengelolaan
anggaran.
C. STRATEGI ST:
1. Manfaatkan semangat dan kemauan staf untuk 2 3 2 2 2 2 15. II
belajar dengan mengurangi ego sektoral unit kerja. 2 3 3 2 3 2 17 I
2. Manfaatkan dukungan dari pimpinan dalam
penyusunan standar pelayanan publik
D. STRATEGI WT :
1. Delegasikan kewenangan dalam mengurangi ego 2 2 3 3 3 3 2 20. I
sektoral unit kerja. 2 2 2 3 3 2 2 16 II
2. Tingkatkan SDM dalam upaya meningkatkan
kualitas pelayanan prima
Berdasarkan hasil pembobotan keterkaitan ASAP dengan visi, misi dan
nilai-nilai organisasi di atas, dapat diperoleh Faktor-faktor Kunci
Keberhasilan (FKK) sebagai berikut :
1. Tingkatkan kemauan dan semangat belaar aparat dalam menjawab
perkembangan ilmu teknologi
2. Delegasikan kewenangan dalam pengelolaan anggaran.
3. Manfaatkan dukungan dari pimpinan dalam penyusunan standar
pelayanan publik
4. Delegasikan kewenangan dalam mengurangi ego sektoral unit kerja

5. Rencana Stratejik (Tujuan, Sasaran dan StrategI)


Rencana strategik ini meliputi Tujuan, Sasaran dan strategi yang disusun
berdasarkan faktor-faktor Kunci keberhasilan.
a. Penetapan Tujuan
Penetapan tujuan dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-
faktor kunci keberhasilan dan keterkaitannya dengan misi organisasi
sebagaimana dijelaskan pada tabel 12 berikut ini :
TABEL 12.
MATRIKS PENETAPAN TUJUAN

FKK 1. Tingkatkan kemauan dan semangat


belajar aparat dalam menjawab
perkembangan ilmu teknologi
2. Delegasikan kewenangan dalam
pengelolaan anggaran.
3. Manfaatkan dukungan dari pimpinan
dalam penyusunan standar pelayanan
publik
4. Delegasikan kewenangan dalam
MISI mengurangi ego sektoral unit kerja
1. Meningkatkan kualitas administrasi TUJUAN
pengelolaan keuangan 1. Meningkatkan sistem Informasi
2. Meningkatkan kualitas pelayanan Pengelolaan Keuangan
3. Meningkatkan sinergitas keterkaitan 2. Meningkatkan kewenangan Badan
antar semua sektor dan unit kerja Keuangan dalam pengelolaan
keuangan
3. Meningkatkan kualitas pelayanan
prima dalam pengelolaan keuangan
Dari ketiga butir tujuan yang telah dirumuskan dipilih butir 1 (satu) yaitu
”MENINGKATKAN SISTIM INFORMASI PENGELOLAAN KEUANGAN”
sebagai tujuan utama analisis yang akan ditindak lanjuti dalam
penyusunan sasaran dan strategi organisasi.

b. Penetapan Sasaran
Sasaran adalah sesuatu yang hendak dicapai berdasarkan tujuan yang
telah ditetapkan sebagai berikut :
TABEL 13.
TUJUAN DAN SASARAN
TUJUAN SASARAN
Meningkatkan Sistem Informasi 1. Meningkatkan kinerja
Pengelolaan Keuangan pengelolaan keuangan
2. Meningkatkan sarana sistem
informasi pengelolaan keuangan

c. Strategi Untuk Mencapai Tujuan dan Sasaran


Strategi untuk mencapai tujuan dan sasaran dapat dijelaskan
sebagaimana tabel 14 Rencana Stratejik berikut ini :
TABEL 14.
RENCANA STRATEGIS PADA BADAN KEUANGAN PROVINSI XYZ

SASARAN CARA MENCAPAI TUJUAN DAN SASARAN


TUJUAN KET
Uraian Indikator Kebijakan Program
1 2 3 4 5 6
Meningkatkan Meningkatnya Tersedianya tenaga Penyempurnaan Peningkatan
Sistim Informasi pengelola keuangan Standard kinerja kompetensi
pengelolaan Kinerja sebnyk 20 org kedisiplinan pengelola
keuangan. pengelolaan keuangn
Peningkatan
keuangan. disiplin tenaga
pengelola
keuangan

Meningkatnya Tersedianya sarana Penyempurnaan Peningkatan


komputerisasi sarana komputerisasi sarana
Sarana Sistim pengelolaan Komputerisasi.
Informasi keuangan Peningkatan
SDM pengelola
Pengelolaan keuangan
Keuangan
6. Rencana Kinerja Tahunan
Gambaran Draft Rencana Kinerja Tahunan Badan Keuangan XYZ dapat dijelaskan sebagaimana
tabel 15 berikut ini.
TABEL 15.
RENCANA KINERJA TAHUNAN
SASARAN KEGIATAN
Rencana Rencana K
Indikator Tingkat Uraian Tkt E
URAIAN PROGRAM Indikator Kinerja satuan
Kinerja Capaian Capan T
(Target) (Target)
Meningkat Tersedianya 5 orang Peningkatan 1. Bintek Masukan
nya kinerja tenaga tenaga Kinerja pengeloa Dana, Rp 20 jt
pengelolaa pengelola trampil pengelolaan keuangn SDM org 5
n keuangan keuangan pengelola keuangan. Keluaran org 5
yang sebnyk 20 keuangan Jlh Pengelola keuangan % 75
didukung org yg dikirim mengikuti Org 15
oleh sistim bintek % 50
informasi Hasil
yang Meningktnya
memadai Pengetahuan &
ketrampilan
Manfaat
Tersedianya pengelola
keuangan dgn potensi
yg memadai
Dampak
Meningkatnya kinerja
pengelola keuangan
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Peningkatan Peningkatan 1. Bintek SQ Masukan
disiplin disiplin & EQ Dana, Rp 20 jt
tenaga tenaga tenaga SDM org 20
pengelola pengelola pengelola Keluaran org 15
keuangan keuangan keuangan Jlh Penglla keuangan % 75
yg tersedia apabila tlh Org 15
mengkt bintek % 50
Hasil
Meningktnya disiplin
tenaga pengelola
keuangan
Manfaat
Tersedianya
pengelola keuangan
dgn disiplin yg tinggi
Dampak
Meningkatnya kinerja
pengelola keuangan
III. KEPEMIMPINAN
 Sejarah Pemimpin dan Kepemimpinan muncul
bersama-sama dengan adanya peradaban manusia
yaitu sejak zaman nabi-nabi dan nenek moyang
manusia.
 Kautilya dalam tulisannya “Arthasastra” (321 SM)
menuliskan ciri2 khas sesorang ditunjuk sebagai
pemimpin ialah;
a. Pribumi
b. Sehat, kuat, berani, ulet
c. Punya ingatan yg kuat,pandai, fasih berbicara, setia,
kokoh pendirianya, bijaksana, punya visi kedepan
d. Mempunyai pengaruh,ramah, baik hati, sopan santun.
A. DEFINISI KEPEMIMPINAN
1. Ordway Tead: Kepemimpinan adalah kegiatan
mempengaruhi orang-orang agar mereka
bekerjasama dlm mencapai tujuan yang
diinginkan.
2. George R Terry; Kepemimpinan adalah kegiatan
mempengaruhi orang-orang agar mereka suka
berusaha mencaai tujuan-tujuan kelompok.
3. Howard Hoyt; Kepemimpinan adalah seni untuk
mempengaruhi tingkah-laku manusia,
kemampuan untuk membimbing orang.
4. Robbins (2006) Kepemimpinan adalah
kemauan untuk mempengaruhi kelompok
menuju pencapaian sasaran.

5. Gibson (1997) Kepemimpinan adalah suatu


usaha menggunakan suatu gaya
mempengaruhi dan tidak memaksa untuk
memotivasi individu dalam mencapai tujuan.

6. Rivai (2004) Kepemimpinan adalah peranan


dan juga suatu proses untuk mempengaruhi
orang lain.
 Kader diartikan sebagai orang yang telah dididik
dan dilatih oleh sebuah organisasi untuk mengabdi
pada kepentingan organisasi dimasa yang akan
datang.
 Perkaderan adalah proses, cara, perbuatan
mendidik atau membentuk seseorang menjadi
kader.
 Kaderisasi kepemimpinan berarti proses
mempersiapkan seseorang untuk menjadi
pemimpin dimasa depan.
 Kepemimpian HMI adalah kemampuan seorang
kader mempengaruhi orang lain berlandaskan
pengetahauan, ketrampilan dan nilai terpuji yang
telah diajarkan untuk mencapai tujuan organisasi.
B. PENGERTIAN PEMIMPIN
1. John Allee menyatakan; Pemimpin itu pemandu,
penunjuk, penuntun, komandan.
2. Henry Pratt; Pemimpin ialah seorang yang
membimbing memimpin dengan bantuan
kualitas-kualitas persuasifnya, dan penerimaan
secara sukarela oleh para pengikutnya.
3. Pemimpin adalah pribadi yang memiliki
kecakapan khusus dengan atau pengangkatan
resmi dpt mempengaruhi kelompok yg
dipimpinnya untuk berusaha mencapai sasaran-
sasaran tertentu.
C. TEORI KEPEMIMPINAN
1. Teori Sifat (Trait Theory)
Seseorang menjadi pemimpin karena sifat-sifatnya yang dibawa sejak
lahir bukan karena dibuat atau dilatih.

2. Teori Kepribadian Prilaku (Behavior Theory)


Pendekatan Prilaku, bahwa keberhasilan atau kegagalan pemimpin
ditentukan oleh sikap dan gaya kepemimpinan yang dimiliki oleh
pemimpin.

3. Teori Sistuasional (Situational Theory)


Teori ini biasa disebut juga teori Kontingensi, keberhasilan pemimpin
tidak hanya bergantung pada sifat-sifat bawaan dan perilaku semata.
Bahwa organisasi menghadapi masalah yang berbeda, lingkungan
berbeda, semangat,dan watak serta situasi yang berbeda maka
pendekatan kepemimpinan juga harus berbeda menyesuaikan situasi
lingkunganya.
D. Tugas dan Fungsi Kepemimpinan
1) Tugas Kepemimpinan

1. Initiating (memulai) yaitu usaha agar kelompok memulai


kegiatan atau gerakan tertentu.
2. Regulating (mengatur) yaitu tindakan untuk mengatur arah dan
langkah kegiatan kelompok.
3. Informating (memberitahu) yaitu kegiatan memberi inormasi,
data, fakta dan pendapat yang diperlukan.
4. Supporting (mendukung) yaitu usaha untuk menerima
gagasan, pendapat, usul dari bawahan dalam rangka
penyelesaian tugas bersama.
5. Evaluating (menilai) yaitu tindakan untuk menguji gagasan
yang muncul atau cara kerja termasuk hasil kerja organisasi.
6. Minyimpulkan (summarizing) yaitu mengumpulkan dan
merumuskan gagasan, usul, pendapat yang muncul untuk
ditindaklanjuti
Tugas Kepemimpian berhubungan dengan kelompok :
1. Mendorong (encouraging) yaitu bersikap hangat dan bersahabat.
2. Mengungkapkan Perasaan (Expresing Feeling) yaitu tindkan
menyatakan perasaan terhadap kerja dan kekompakan
kelompok; rasa puas, senang, bangga serta ikut seperasaan
dengan orang2 yang dipimpinnya.
3. Mendamaikan (Harmonizing tindakan mempertemukan dan
mendamaikan pendapat yang berbeda.
4. Menyesuiakan (compromizing) kemampuan unutk mengubah dan
menyesuaikan pendapat dan perasaan sendiri dengan
pendapat/perasaan orang-orang yang dipimpinnya.
5. Memperlancar (Gatekeeping), kesedian membantu
mempermudah anggota dan kelompok organisasi.
6. Aturan Main (setting Standarts), menyampaikan aturan dan tata
tertib organisasi.
2) Fungsi Kepemimpinan.
1. Berorientasi pada tugas dan memecahkan
masalah
2. Memelihara kelompok atau sosial

3. Sebagai Penengah

4. Sebagai Penganjur

5. Pemenuhan Tujuan

6. Katalisator

7. Pemberi Jaminan

8. Mewakili

9. Pembangkit Semangat
E. GAYA KEPEMIMPINAN
1. Gaya otokratis yaitu menentukan semua keputusan
dan kebijakan dalam organisasi tanpa melibatkan
bawahan, berkuasa absolut, kaku dan pemaksaan.
2. Gaya Demokrtais Yaitu pengambilan keputusan
dirumuskan melalui musyawarah organisasi,
pendelegasian otoritas kepada bawahan.
3. Gaya Laissez Faire, yaitu kelompok mempunyai
kebebasan sepenuhnya utk mengambil keputusan
dengan partisipasi minimal dari pimpinan.
4. Gaya Situasional, pimpinan harus menyesuaikan
gaya kepemimpinan mereka sebagai respon pada
keinginan untuk berhasil dalam pekerjaan,
pengalaman, kemauan dari bawahan yang terus
berubah.
5. Paternalistik; menganggap bawahanya belum
dewasa, bersikap terlalu melindungi, jarang
memberikan kesempatan kpd bawahan, maha
tahu/maha benar.
6. Militeristik; sistem komando, kepatuhan mutlak,
senang formalis, upacara-upacara, tanda
kebsaran
@ ASAS-ASAS KEPEMIMPINAN
1. Asas kemanusian yakni mengutamakan sifat2
kemanusian, mengembangkan potensi dan
kemampuan setiap individu demi tujuan human.
2. Asas efisien, yakni efisiensi teknis maupun
sosial berkaitan keterbatasan sumber daya.
3. Asas kesejahteraan dan pemerataan
F. KONSEP KEPEMIMPINAN ISLAM
@. Dalam Islam keharusan adanya pemimpin/khalifah dalam suatu
komunitas masyarakat merupakan hal wajib. Dalam hadis Nabi
Saw, riwayat Abi Hurairah “ Apabila keluar tiga orang untuk
musafir, maka angkat satu diantaranya sebagai pemimpin.
@. Imam Al-Mawardi dalam kitabnya “Al-ahkam as- Shultoniyah”
mengatakan keharusan adanyaa pemimpin merupakan
kewajiban kolektif ummat Islam. Artinya apabila seseorang
telah memenuhi syarat kmd mau diangkat utk memangku
jabatan khalifah maka gugurlah kewajiban muslim yang lain.
Sebaliknya jika tidak ada seorangpun yg mau menjadi
pemimpin maka kaum muslim mendapatkan dosa.
@. Sebagian ulama berpendapat bhw dosa tersebut hanya tertimpa
pada 2 golongn yaitu (1).Ahlu Ra’yi (cerdik-pandai). (2). mereka
yg memiliki syarat2 sbg pemimpin, sampai terpilih satu org
diantara mereka.
Sebagai seorang muslim, sudah barang tentu Islam
merupakan sumber rujukan aktivitas, motivasi,
inspirasi, dan landasan spiritual dalam
menggerakan roda organisasi dan kehidupan sosial
dalam masyarakat.
Karena muara seluruh perjuangan/jihad seorang
pemimpin atau masyarakat dalam islam tidak
ditujukan pada tujuan rendah seperti; popularitas,
akumulasi materi, prestise, kedudukan sosial akan
tetapi untuk memperjuangkan kedaulatan Allah Swt
dibumi, dengan mengamalkan syariatnya agar
tercipta suasana rahmat dan akhalkulqarimah yg
baik ditengah kehidupan sosial kemasyarakatan.
Kepemimpinan Islam adalah kepemimpinan yang
berdasarkan hukum Allah.
Dalam islam figur pemimpin ideal yang menjadi
contoh dan suriteladan yang baik adalah
Rasulullah Saw. Sbgm Firman Allah dalam al
quran Surah Al Ahzab: (33:21) yang artinya:
Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu
adalah suriteladan yang baik bagimu, bagi orang
yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan
hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”
Rasullulah Saw bersabda:
Ingat ! Setiap kamu adalah pemimpin dan akan
dimintai pertanggungjawaban tentang
kepemimpinannya, seorang suami adalah
pemimpin bagi keluarganya dan wanita adalah
pemimpin bagi kehidupan rumah tangganya,
suami dan anak2nya, dan dia akan diminati
pertanggungjawabnya”. (Al-Hadits)
 Gaya Kepemimpinan dalam agama Islam (Gaya
kepemimpinan Rasulullah SAW)

1. Siddiq (benar/jujur), pemimpin hrs


mengedepnkan kejujuran dan kebenaran,
objektif dan apa adanya.
2. Amanah (Terpercaya); pemimpin memiliki trus
yg tinggi, menjadi suri teladan (uswatun
hasanah)
3. Tabligh (komunikator); memiliki kualitas
komunikasi yg baik dgn semua kalangan.
4. Fathana (cerdas); harus memiliki kemampuan,
berpikir strategis.
G. DASAR KONSEP KEPEMIMPINAN ISLAM

Secara teori, Islam menwarkan konsep


kepemimpin, dalam 3 pendekatan :
1. Penedekatan Normatif adalah kepemimpinan
yang bersumber pada Alquran dan Hadits, yg
terbagi atas 4 prinsip pokok:
a. Prinsip Tanggung jawab dalam organisasi
b. Prinsip Etika Tauhid
c. Prinsip Keadilan
d. Prinsip Kesederhanaan
2. Pendekatan Hostoris
Alquran memuat banyak kisah-kisah ummat
manusia masa lalu sebagai pelajaran dan
perenungan ummat yang akan datang. Dengan
pendekatan historis ini diharapkan akan lahir
pemimpin-pemimpin islam yang memiliki sifat
Sidik, Amanah, Fathonah, Tablik, adil, rendah
hati, disiplin, toleransi, taat azas dan bertakwa
agar tidak tergelincir dlm dosa
3. Pendekatan Teoritis
Ideologi Islam adalah ideologi terbuka, tidak
menutup kesempatan mengkomunikasikan ide-
ide dan pemikiran dari luar islam selama ide dan
pemikiran tersebut tidak bertentangan dengan
Alquran dan Hadits.
 Prinsip Kepemimpinan modern adalah setiap
pemimpin harus memiliki Visi yang kuat, juga
sebagai manusia pembelajar, memiliki ide-ide
besar yg visioner. Ide-ide besar tsb menjadi
referensi utama bagi yg dipimpin.
 Pemimpin harus memiliki integritas, kapasitas,
keahlian, pengetahuan luas, berpengalaman,
memiliki pengaruh/influence, menggalang
solidaritas, bijaksana/wisdom, negarawan (tidak
pentingkan kepentingan kecil/kelompok)
Karakter Pemimpin Islam :
1. Iman dan Tauhid yang kuat

2. Mengikuti teladan Rasullullah

3. Penyucian

4. Menyiapkan kader

5. Bertanggungjawab

6. Bersikap lembut dan bijaksana


KONKLUSI :
Perkaderan kepemimpinan HMI adalah proses
mempersiapkan seorang kader pemimpin ummat
yang islami dengan memilki pengetahuan,
ketrampilan, nilai dan akhlak terpuji untuk
mencapai tujuan organisasi dan kemaslahatan
ummat manusia.
YAKIN-USAHA-SAMPAI
WASSALAM !!!