Anda di halaman 1dari 48

AIR dan BIOMOLEKUL

Indah Saraswati
ELEMEN PADA
MANUSIA
ELEMEN MAKHLUK HIDUP
• 4 elemen utama
– O, C, H, N
• 7 mineral makro
– Ca, P, K, S, Na, Cl, Mg
• Beberapa mineral mikro (trace element)
– Cr, Mn, Fe, Co, Cu, Zn, Se, F, I, Ni, Mo
ELEMEN BERBAHAYA
• Trace element, jika dalam jumlah yang
berlebihan

• Golongan logam
– As, Be, Cd, Hg, Os, Pb

• Radioaktif
KONSEP AWAL
• Makhluk hidup terdiri atas zat-zat kimia
– unsur murni, senyawa, campuran
• Makhluk hidup melakukan reaksi kimiawi di
dalam tubuhnya
– Metabolisme
• Reaksi kimia berlangsung untuk membuat
atau menguraikan ikatan kimia
– hingga terbentuk suatu kondisi kesetimbangan
IKATAN KIMIA
IKATAN KIMIA
• Ikatan kovalen
• Ikatan nonkovalen
– Ikatan logam
– Ikatan ionik
– Ikatan hidrogen
– Ikatan van der Waals
IKATAN LOGAM
• Ciri khusus dari logam
– Elektron milik semua atom yang ada dalam ikatan
logam tersebut
• Elektron-elektron dapat terdelokalisasi, dapat
bergerak bebas dalam awan elektron yang
mengelilingi atom-atom logam
• Akibat dari hal ini, logam dapat
menghantarkan listrik dengan mudah
• Hanya ditemui pada ikatan yang seluruhnya
terdiri dari atom unsur-unsur logam
IKATAN IONIK
• Terbentuk karena transfer elektron dari unsur
logam kepada unsur nonlogam
• Gaya elektrostatik yang mempersatukan ion-
ion dalam suatu senyawa ionik
– Ikatan ion sangat dipengaruhi oleh besarnya
perbedaan keelektronegatifan dari atom-atom
pembentuk senyawa tersebut
• Ikatan ionik tergolong ikatan kuat
– Memiliki energi ikatan yang kuat sebagai akibat
dari perbedaan keelektronegatifan ion
penyusunnya
IKATAN HIDROGEN
• Gaya antar molekul, terbentuk antara atom
hidrogen dengan atom lain dengan selisih
keelektronegatifan besar
• Contoh : atom F, N, dan O
• Tidak dengan Cl, karena jari-jarinya besar
GAYA VAN DER WAALS
• Gaya antar molekul, relatif jauh lebih lemah
dibandingkan ikatan yang lain
– momen dipol sesaat
– momen dipol permanen
• Terjadi antara sesama molekul polar, sesama
molekul nonpolar, atau keduanya
IKATAN KOVALEN
• Terbentuk oleh pemakaian bersama pasangan
elektron oleh atom-atom yang tergabung
• Klasifikasi :
– Kovalen polar : tanpa PEB, homopolar, ada perbedaan
elektronegatif
– Kovalen nonpolar : ada PEB, heteropolar, tidak ada
perbedaan elektronegatif
• Sifat :
– Sangat kuat, tidak dapat dipisahkan tanpa reaksi kimia
– Sukar larut dalam air, larut dalam pelarut organik
SENYAWA ORGANIK
SENYAWA ORGANIK
• Kajian tentang senyawa karbon tanpa
mengetahui asal atau sumber senyawa
tersebut
• Sebagian besar senyawa organik yang berada
di alam dihasilkan organisme
• Molekul-molekul tersebut mewakili
keberagaman dan lebih rumit daripada
senyawa anorganik
SENYAWA ORGANIK
• Karbon : atom yang dapat membentuk lebih
banyak senyawa daripada unsur lainnya
– Ikatan tunggal, rangkap, rantai, cincin
• Unsur-unsur utama
– Karbon, oksigen, hidrogen, dan nitrogen
• Unsur-unsur lainnya
– Belerang, halogen, fosfor, magnesium, besi,
stibium, arsen, kobalt, dan tembaga
SENYAWA ORGANIK
• Penggolongan berdasarkan gugus fungsi
– Gugus fungsi : sekelompok atom yang
menyebabkan perilaku kimia molekul induk
– Molekul berbeda yang mengandung gugus fungsi
yang sama mengalami reaksi yang sama
• Penggolongan berdasarkan struktur
– Hidrokarbon alifatik
– Hidrokarbon aromatik
– Hidrokarbon siklik
GUGUS FUNGSI
• Hidroksil
• Karbonil
• Karboksil
• Amino
• Sulfihidril
• Fosfat
• Metil
KEISOMERAN
• Isomer struktur
– Kerangka
– Posisi
– Gugus fungsi
• Isomer ruang
– Geometri
– Optik
ENANSIOMER

• Sifat fisik sama kecuali aktivitas optik, namun


berbeda dalam sifat kimia
DIASTEREOISOMER

• Perbedaan sifat fisik dan sifat kimia


ISOMER CIS – TRANS

CIS TRANS
Polar Non polar (relatif)
TD lebih tinggi TD lebih rendah
TL lebih rendah TL lebih tinggi
ISOMER pada OBAT
ISOMER pada OBAT
• Thalidomide
• Nikotin
• Tiroksin
• Propanolol
• Tramadol
• Epinefrin
AIR
KIMIA AIR
• Sebuah atom oksigen, 2 atom hidrogen, terikat
secara kovalen
• Sifat fisik air : tidak berwarna, tidak berasa dan
tidak berbau pada kondisi standar
– Tekanan 100 kPa (1 bar), temperatur 273,15 K (00C)
• Densitas air dalam bentuk cair adalah 1,00 g/cm3
• Ikatan hidrogen antara molekulnya secara
konstan terputus dan terbentuk kembali karena
molekul air terus-menerus bergerak
ES
• Tersusun sedemikian rupa, 1 atom H terletak
di satu sisi sepasang atom O, molekul air
lainnya membentuk heksagon simetrik.
ES
 Molekul air mengikat 4 molekul air lain yang
berdekatan.
 Jarak atom H dengan O : 0,1 nm dan 0,176 nm
 Jarak atom O-O yang berdekatan sebesar 0,276 nm
 membentuk ruangan-ruangan
 Es mempunyai volume 1/11 kali lebih besar dari
bentuk cairannya dan kerapatannya lebih kecil.
 Mengapung dalam air
WATER ACTIVITY (Aw)
• Jumlah air bebas bahan yang dipergunakan
oleh mikroba untuk pertumbuhannya
• Aw ideal < 0.70 tahan dalam penyimpanan
• Untuk memperpanjang daya tahan suatu
bahan maka sebagian air dari bahan harus
dihilangkan sehingga mencapai kadar air
tertentu.

www.themegallery.com
AIR DALAM BAHAN
• Air bebas

• Air terikat secara fisik

• Air terikat secara kimia

www.themegallery.com
AIR dan CAIRAN TUBUH
• Komponen semua sel tubuh
– Sebanyak 50-60 % tubuh dewasa adalah air
– Jumlah air laki-laki lebih banyak dibandingkan
wanita (terkait jaringan otot)
• Air dalam jaringan otot lebih banyak
dibandingkan jaringan lemak
• Pada bayi komponen air sekitar 75 %
– Menurun dengan pertambahan umur
• Sumber air : makanan dan minuman
DISTRIBUSI AIR
DISTRIBUSI CAIRAN
• Ada 2 tipe cairan
– Intraselluler : air di dalam sel, sekitar 45 % dari
total tubuh
– Ekstraselluler : di luar sel, sekitar 20 % total tubuh
• Air di ekstraseluler ada di plasma darah,
cairan di antara jaringan (interstitial cairan
dan glandular secretion)
DISTRIBUSI CAIRAN TUBUH
FUNGSI AIR
• Komponen semua jaringan tubuh
• Pelarut zat gizi dan sisa metabolisme tubuh
• Alat angkut zat gizi (monosakarida, asam amino,
lemak, vitamin, mineral, oksigen, hormon) dan
sisa metabolisme (karbon dioksida, ureum)
• Penting dalam proses hidrolisis dan
metabolisme
• Pelumas sendi tubuh
• Pendingin tubuh/pengatur suhu
FUNGSI
AIR
KESEIMBANGAN CAIRAN
• Proses homeostatis harus dipelihara
– Keseimbangan cairan dan elektrolit
• Jumlah cairan yang hilang per hari harus
sesuai dengan yang masuk per hari
• Kehilangan cairan melalui urin, feses,
pernafasan, kulit yang diatur oleh kerja
saluran cerna, ginjal dan saraf otak.
KESEIMBANGAN CAIRAN
ASUPAN CAIRAN KELUARAN CAIRAN
• Cairan masuk : 550-1500 mL • Ginjal/urin : 500-1400 mL
• Makanan : 700-1000 mL • Kulit 450-900 mL
• Oksidasi seluler makanan : • Respirasi 350 mL
200 mL • Feses 150 mL
KONSUMSI AIR
• Diatur rasa haus &kenyang, dikendalikan oleh
hipotalamus dan saraf lambung.
• Konsentrasi bahan-bahan dalam darah terlalu
tinggi, menarik air dari kelenjar ludah
– Mulut kering, sensasi haus
• Kehilangan cairan terlalu cepat
– Dehidrasi
• Jumlah air yg diperlukan dan digunakan
bervariasi
– Usia, besar tubuh, aktifitas, lingkungan, kondisi fisik
KEKURANGAN AIR
• Kekurangan air biasanya diikuti kekurangan
elektrolit
– dehidrasi
• Kekurangan atau kehilangan cairan yg hebat
– Diare, muntah, luka bakar, banyak kencing,
banyak keringat
• Kehilangan 10 % cairan tubuh
– Volume darah & penyerapan zat gizi menurun,
gangguan ginjal
• Kehilangan 20 % cairan tubuh
– Gangguan sirkulasi dan kematian
KESEIMBANGAN ASAM-BASA
• Pengaturan ion hidrogen di dalam cairan
tubuh (mengatur keseimbangan pH)
• pH netral 7 pH darah : 7,35 -7.45
• Sistem buffer
– Mengatur ion hidrogen di dalam cairan tubuh.
– Lini pertahanan pertama dalam keseimbangan
asam dan basa
• Tubuh banyak menahan asam (asidosis), jika
banyak menahan basa (alkalosis)