Anda di halaman 1dari 74

1

KEGAWATDARURATAN MEDIK
NYERI OROFASIAL:
DIAGNOSIS DAN TERAPI
PEDRO BERNADO

RSUD PROF DR MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO


PERSATUAN AHLI BEDAH MULUT DAN MAKSILOFASIAL
INDONESIA
2016
2
KEGAWATDARURATAN MEDIK TERHADAP
NYERI OROFASIAL
DIAGNOSIS DAN TERAPI
3
MENGAPA NYERI MENARIK UNTUK DIPELAJARI ?

 SESEORANG DENGAN KONDISI NYERI OROFASIAL  KUALITAS


HIDUP MENURUN
 PASIEN DENGAN NYERI OROFASIAL  DOKTER GIGI/DOKTER

DOKTER GIGI

1. DAPAT MENILAI/MENDIAGNOSIS NYERI OROFASIAL.


2. DAPAT MENGELOLA NYERI OROFASIAL.
4
KOMPETENSI PEMBELAJARAN NYERI OROFASIAL

A. NYERI
A. APAKAH DEFINISI NYERI ?
B. KLASIFIKASI NYERI OROFASIAL
B. EPIDEMIOLOGI NYERI DAN IMPAK NYERI OROFASIAL
C. NEUROBIOLOGI NYERI
A. MEKANISME PERIFER
B. SARAF PERIFER DAN NYERI
C. SENSITISASI PERIFER DAN SENSITISASI SENTRAL
D. MEKANISME NYERI NEUROPATIK
D. DIAGNOSIS DAN TERAPI NYERI OROFASIAL
A. NYERI DENTAL
B. NYERI INFLAMASI
C. NYERI MUKOSA
D. NYERI NEUROPATIK
5
A. NYERI

“THE SUBJECT’S CONSCIOUS PERCEPTION OF MODULATED NOCICEPTIVE IMPULSES


THAT GENERATE AN UNPLEASANT SENSORY AND EMOTIONAL EXPERIENCE
ASSOCIATED WITH ACTUAL OR POTENTIAL TISSUE DAMAGE, OR DESCRIBED IN TERMS
OF SUCH DAMAGE” (IASP, 1994)
6
A.NYERI

 DEFINISI NYERI MENURUT:


INTERNATIONAL ASSOCIATION FOR STUDY OF PAIN (IASP):
 KONDISI SENSORI SUBYEKTIF DAN EMOSIONAL YANG TIDAK
MENYENANGKAN
 TERKAIT DENGAN KERUSAKAN JARINGAN YANG AKTUAL MAUPUN
POTENSIAL, ATAU MENGGAMBARKAN KONDISI TERJADINYA
KERUSAKAN
(MERSKEY DAN BOGDUK, 1994)
 MENURUT WHITE ET AL., (2010), NYERI TELAH DITERIMA SEBAGAI VITAL SIGNS
KELIMA.
7
A. NYERI

 NYERI  SECARA AWAM DIKENAL SEBAGAI “SENSASI”


 NYERI LEBIH TEPAT DIGAMBARKAN SEBAGAI “PENGALAMAN MULTIDIMENSI”
 SENSASI SOMATIS YANG TERKAIT NYERI : TERSENGAT, TERTUSUK, TERBAKAR DAN
ACHING

 NYERI  PENGALAMAN EMOSIONAL YANG TIDAK NYAMAN  “PAINFUL” TERKAIT


PENGALAMAN EMOSIONAL

 FUNGSI PRIMER NYERI


NYERI  MEMPUNYAI KOMPONEN MOTIVASI  REFLEK MENGHINDAR DAN
SIKAP YANG TERTATA UNTUK MENJAUH (AVOIDANCE & ESCAPE ) 
ORGANISME TETAP “SURVIVE”

(MCNEILL DAN DUBNER, 2001)


8
KLASIFIKASI NYERI OROFASIAL

THERE ARE CURRENTLY FOUR MAIN PAIN CLASSIFICATION SYSTEMS RELEVANT TO


OROFACIAL PAIN (RENTON ET AL., 2012)

1. THE INTERNATIONAL ASSOCIATION FOR THE STUDY OF PAIN


2. INTERNATIONAL CLASSIFICATION OF HEADACHE DISORDERS
3. THE AMERICAN ACADEMY OF OROFACIAL PAIN
4. THE RESEARCH DIAGNOSTIC CRITERIA FOR TEMPOROMANDIBULAR DISORDERS

The classification and differential diagnosis of orofacial pain


Expert Rev Neurother. 2012 May;12(5):569-76,
9
KLASIFIKASI NYERI OROFASIAL

 THE AMERICAN ACADEMY OF OROFACIAL PAIN (HTTP://WWW.AAOP.ORG/)


10
KLASIFIKASI NYERI OROFASIAL

1. INTRACRANIAL/VASCULAR PAIN
2. NEUROVASCULAR PAIN (PRIMARY HEADACE)
3. SECONDARY HEADACE
4. NEUROPATIC PAIN
5. PAROXYSMAL PAIN DISORDERS
6. CONTINOUS PAIN DISORDERS
7. EXTRACRANIAL PAIN DISORDERS ( EYE, EAR, NOSE, THROAT)
8. INTRAORAL PAIN DISORDERS
9. MUSCULOSKELETAL PAIN DISORDERS
10. CERVICAL DISORDERS
11. TEMPOROMANDIBULAR DISORDERS
11
KLASIFIKASI NYERI OROFASIAL
12
FOKUS KOMPETENSI NYERI OROFASIAL:

INTRAORAL(PULPA
GIGI, PERIODONSIUM,
MUKOGINGIVAL,
LIDAH )

STRUKTUR TERKAIT
NEUROPATIK/
(THT, MATA, SINUS NYERI NEUROGENIK
PARANASALIS,
LIMFONODI, OROFASIAL (TRIGEMINAL
KELENJAR SALIVA, NEURALGIA)
LEHER)

TMJ DISORDERS
(OTOT
MASTKASI,TMJ)
13
REKOMENDASI TEXT BOOK

OROFACIAL PAIN: GUIDELINES FOR ASSESSMENT,


DIAGNOSIS, AND MANAGEMENT, FIFTH EDITION

Author(s)/Editor(s): de Leeuw, Reny and Klasser,


Gary D. (editors), 2013

Price: $ 48.00

(HTTP://WWW.AAOP.ORG/)
14
EPIDEMIOLOGI NYERI

PREVALENSI:
 NYERI GIGI DAN PERIODONTAL  12,2% - 14,1%
 NYERI GANGGUAN TMJ  8-15% (Wanita) 3-10% (Pria)
 NEURALGIA (TRIGEMINAL NEURALGIA)  3-5/100.000/tahun
 ORAL DYSESTHESIA (NYERI MULUT TERBAKAR)  <1% dari 42.370,
4.5-14,8%.
 ATYPICAL ODONTALGIA DAN ATYPICAL FACIAL PAIN  3%
 HEADACEHES  7% (PRIA), 20% (WANITA)
(LE RESCHE, 2001)
15
DAMPAK DARI NYERI OROFASIAL

 NYERI MERUPAKAN GEJALA YANG DAPAT MERUSAK


BEBERAPA ASPEK DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI:
 PEKERJAAN
 HUBUNGAN SOSIAL
 AKTIFITAS REKREASI
 TIDUR
 LOCKER DAN GRUSHKA (1987)IMPAK NYERI OROFASIAL:
 70% :KHAWATIR KESEHATANYA 44% KE DR./DRG.
 14% : GANGGUAN TIDUR
 4-8% : IJIN BEKERJA, DI TEMPAT TIDUR, MENGHINDARI KELUARGA DAN
TEMAN
16
NEUROBIOLOGI NYERI

A. SISTEM SARAF PERIFER DAN NYERI


B. MEKANISME PERIFER NYERI OROFASIAL
C. SENSITISASI PERIFER & SENSITISASI SENTRAL
D. MEKANISME NYERI NEUROPATIK
17
TERMINOLOGI NYERI NOSISEPTIF:

 NYERI YANG DISEBABKAN OLEH ADANYA STIMULI NOKSIUS (TRAUMA, PENYAKIT

ATAU PROSES RADANG).(KATZ, 2007 DAN MORGAN, 2006).

 PADA NYERI NOSISEPTIK SISTEM SARAF NYERI BERFUNGSI SECARA NORMAL, SECARA
UMUM ADA HUBUNGAN YANG JELAS ANTARA PERSEPSI DAN INTENSITAS STIMULI

DAN NYERINYA MENGINDIKASIKAN KERUSAKAN JARINGAN. (KATZ, 2007).


18
NEUROBIOLOGI NYERI
A. SISTEM SARAF PERIFER DAN NYERI

 SEL SARAF YANG MENGINERVASI JARINGAN PERIFER DAPAT DIBAGI MENJADI TIGA
GRUP :

1. SERABUT SARAF A BETA


 SERABUT BESAR, 30-70 M/S (KECEPATAN KONDUSI)
 TEREKSITASI DENGAN SENTUHAN RINGAN
 RESEPTOR YANG TERKAIT KERUSAKAN JARINGAN
 NON-NOSISEPTOR
2. SERABUT SARAF A DELTA
 SERABUT KECIL, BERMYELIN, 3-30M/S
 NOSISEPTOR
3. SERABUT SARAF AFFERENT TIDAK BERMYELIN
 PALING BANYAK DIJUMPAI, 0,5-3 M/S
 NOSISEPTOR (McNeills dan Dubner, 2001)
NEUROBIOLOGI NYERI
A. SISTEM SARAF PERIFER DAN NYERI

KARAKTERISTIK SERABUT SENSORIS PULPA


Location of Pain Stimulation
Type Myelination
terminal characteristics threshold
Principally in
region of
A Yes Sharp, pricking Relatively low
pulp-dentine
junction
Burning,
Probably Relatively high,
aching, less
distributed usually
C No bearable than
throughout associated with
A fibre
pulp tissue injury
sensations

(TROWBRIDGE AND KIM, 1991)


NEUROBIOLOGI NYERI 20
B. MEKANISME PERIFER NYERI OROFASIAL

 NYERI DARI DENTIN DAN PULPA


 NYERI PERIODONTAL LIGAMEN DAN MUKOSA
INERVASI PADA
DENTIN, PULPA DAN
PERIODONTAL PADA
GIGI ERUPSI PENUH

( BYERS DAN NARHI,


1999)
NEUROBIOLOGI NYERI 21
B. MEKANISME PERIFER NYERI OROFASIAL

 NYERI DARI DENTIN DAN PULPA


 NYERI PERIODONTAL LIGAMEN DAN MUKOSA

3 TEORI AKTIFASI SERABUT


SARAF GIGI DENGAN
RANGSANG PADA EMAIL
ATAU DENTIN
A.TEORI NEURAL
B. TEORI HIDRODINAMIK
C. TEORI TRANSDUKSI
ODONTONBLASTIK

(Iwata et al., 1999)


22
TRANSMISI NOSISEPTIF NERVUS TRIGEMINUS
NEUROBIOLOGI NYERI 23
BAGAIMANA KITA BISA MERASAKAN NYERI ?

 (1)PERANGSANGAN PADA UJUNG SARAF


BEBAS YANG DIKENAL DENGAN ISTILAH
NOSISEPTOR PELEPASAN BRADIKININ, K+,
PROSTAGLANDIN, HISTAMIN, LEUKOTRIEN, DAN
SEROTONIN  MENIMBULKAN KEPEKAAN DAN
ATAU AKTIVASI NOSISEPTOR.
(2)MENIMBULKAN POTENSIAL AKSI YANG
DIHANTARKAN SEPANJANG SARAF PERIFER KE
SUMSUM TULANG BELAKANG.

 (3)DI SUMSUM TULANG BELAKANG,


NEUROTRANSMITER DILEPASKAN DAN
MENGAKTIFKAN SARAF LAINNYA YANG
MENGHANTARKAN SINYAL KE OTAK.

 (4)THALAMUS MENERUSKAN RANGSANGAN KE


KORTEKS SOMATOSENSORI (SENSASI NYERI),
KORTEKS FRONTAL (PIKIRAN NYERI), SISTEM
LIMBIK (RESPON EMOSI).
24
NEUROBIOLOGI NYERI
C. SENSITISASI PERIFER & SENTRAL

 JARINGAN YANG RUSAK  SESITIFITAS NOSISEPTOR MENINGKAT DITEMPAT INJURI


 SENSITISASI PERIFER  NOSISEPTOR MENUNJUKKAN AKTIFITAS SPONTAN,
AMBANG BATAS NYERI TURUN DAN PENINGKATAN RESPONS TERHADAP STIMULUS

NOXIUS BERIKUTNYA.

 PENINGKATAN AKTIVITAS NOSISEPTOR  PENINGKATAN NEURONAL IMPULS KE


SSP  DIIKUTI PERUBAHAN FUNGSIONAL SPINAL CORD DAN OTAK YANG
BERKONTRIBUSI PADA NYERI PERSISTEN/ KRONIS  SENSITISASI SENTRAL
25
NEUROBIOLOGI NYERI
D. NYERI NEUROPATIK

 NYERI YANG DISEBABKAN LESI PRIMER ATAU DISFUNGSI PADA


SARAF PERIFER

 NYERI NEUROPATIK DIBAGI DUA YAITU NYERI : PAROXYSMAL DAN


CONTINOUS

 NYERI PAROXYSMAL  TRIGEMINAL NEURALGIA, GLOSSOPHARINGEAL


NEURALGIA, NERVOUS INTERMEDIUS NEURALGIA, SUPERIOR LARYNGEAL

NEURALGIA DAN OCCIPITAL NEURALGIA  NYERI TERJADI PADA DISTRIBUSI


SARAF YANG TERLIBAT KARAKTERISTIK: SENGATAN LISTRIK SINGKAT, DURASI

BEBERAPA DETIK – 2 MENIT, ADA PERIODE BEBAS NYERI


26
NEUROBIOLOGI NYERI
D. NYERI NEUROPATIK

 NYERI PAROXYSMAL OROFASIAL TRIGEMINAL NEURALGIA,


GLOSSOPHARINGEAL NEURALGIA, NERVOUS INTERMEDIUS NEURALGIA,
SUPERIOR LARYNGEAL NEURALGIA DAN OCCIPITAL NEURALGIA  NYERI
TERJADI PADA DISTRIBUSI SARAF YANG TERLIBAT KARAKTERISTIK: SENGATAN

LISTRIK SINGKAT, DURASI BEBERAPA DETIK – 2 MENIT, ADA PERIODE BEBAS NYERI

 TRIGEMINAL NEURALGIA, GLOSSOPHARINGEAL NEURALGIA, DAN SUPERIOR


LARYNGEAL  NYERI DAPAT DIPICU STIMULUS YANG TIDAK NYERI 
MENELAN, BICARA, GOSOK GIGI, SENTUHAN RINGAN DI WAJAH/MULUT
27
NEUROBIOLOGI NYERI
D. NYERI NEUROPATIK

 NYERI NEUROPATIK CONTINUOUS OROFASIAL KARAKTERISTIKNYA:


COMPRESSION/ DISTORTION, DEMYELINISATION, INFRACTION, INFLAMASI

NERVUS KRANIALIS

 PADA KONDISI ACUTE HERPES ZOZTER, CHRONIC POST HERPETIC NEURALGIA


DAN NEUROMAS
28
NEUROBIOLOGI NYERI
D. NYERI NEUROPATIK

 KADANG SARAF BERSIFAT ABNORMAL DAN SECARA SPONTAN


MENGHANTRAKAN IMPULS  MEMICU SENSITISASI SENTRAL  BERPERAN PADA
KONSISI NYERI PERSISTEN/KRONSI NEUROPATIC (CEDERA SARAF)

 SENSITISASI PERIFER DAN SENSOTISASI CENTRAL KEDUANYA DAPAT


MENYEBABKAN HIPERALGESIA

 HIPERALGESIA  RESPON YANG BERLEBIHAN/MENINGKAT  BERASAL DARI


STIMULUS YANG NORMALNYA JUGA NYERI.

 ALLODYNIA  NYERI YANG TIMBUL DARI STIMULI YANG NORMALNYA TIDAK


MEMICU NYERI.
29
DIAGNOSIS DAN TERAPI NYERI OROFASIAL

A.NYERI DENTAL
B.NYERI INFLAMASI
C.NYERI MUKOSA
D.NYERI NEUROPATIK
ASSESMENT NYERI

 VISUAL ANALOGUE SCALE (VAS)


KEELE PADA TAHUN 1948 YANG MERUPAKAN SKALA DENGAN
GARIS LURUS 10 CM, DIMANA AWAL GARIS (0) PENANDA TIDAK
ADA NYERI DAN AKHIR GARIS (10) MENANDAKAN NYERI HEBAT
NYERI OROFASIAL: DIAGNOSIS 31
32
PROSES DIAGNOSIS
33
PAIN HISTORY
EKSTRAORAL
34
FLOWCHART DIAGNOSIS FISIK NYERI 35
FOKUS KOMPETENSI TERAPI: 36
NYERI OROFASIAL

A.NYERI DENTAL
B.NYERI INFLAMASI
C.NYERI MUKOSA
D.NYERI NEUROPATIK
TERAPI NYERI OROFASIAL 37
A. NYERI DENTAL

1. NYERI PULPA
1. PULPITIS REVERSIBLE  BUANG IRITAN, PROTEKSI PULPA+RESTORASI , INDIREK KAPING PULPA

2. PULPITIS IRREVERSIBLE  TERAPI TEMPORER: KOMBINASI ANALGESIC AKSI PERIFER (NSAID) DAN SENTRAL (OPIATE,
PARACETAMOL)  TERAPI DEFINITIVE: PERAWATAN SALURAN AKAR/ EKSTRAKSI.

2. NYERI PERIODONTAL
1. PERICORONITIS  IMMEDIATE: IRRIGASI + ANALGESIC+ ANTIBIOTIC (PUS+). DEFINITIVE: PENCABUTAN M3+ CONTROL
INFEKSI

2. PERIRADIKULER PERIODONTITIS  DRAINASE/INSISI+NSAID/COMBINATION ANALGESIC+ANTIBIOTIK


3. POST ENDODONTIC TREATMENT DISCOMFORT  DRAINASE/INSISI+NSAID/COMBINATION ANALGESIC
4. CRACKED TOOTH SYNDROME  EKSTRAKSI
5. POST EKSTRACTION PAIN ( ACUTE ALVEOLAR OSTEITIS, DRY SOCKET)

3. NYERI REFERRED  NYERI YANG BERASAL DARI JARINGAN YANG RUSAK TIMBUL DI DAERAH LAIN
(NEURON SENTRAL YANG SAMA)
4. NEURALGIA, ATIPICAL ODONTALGIA
5. ANALGESIA UNTUK NYERI DENTAL  AKUT DAN INFLAMATIF  NSAID/KOMBINASI
ANALGESIC  JIKA NSAID TIDAK BOLEH PARACETAMOL/ACETAMINOPHEN.
TERAPI NYERI OROFASIAL 38
B. NYERI INFLAMASI

MANAGEMENT NYERI INFLAMASI:


 PRE EMPTIVE ANALGESIA (IBUPROFEN 400MG)
 LONG ACTING LOCAL ANESTESI (BUPIVACAINE 5%)
 MULTIMODAL PAIN MANAGEMENT
 THREE STEEP WHO LADDER
39
PAIN MANAGEMENT :
WHO THREE STEP ANALGESIC LADDERS
40
ADJUVAN ANALGESIK

SEBAGAI TAMBAHAN ANALGESIK MENINGKATKAN EFEK ANALGESIK :


 GLUKOKORTIKOID  METILPREDNISOLONE, DEXAMATHAZONE
 MUSCLE RELAXANT
 ANTI-EPILEPTIC DRUGS ( AEDS)
 ANTI-DEPRESSANTS  SEDATIF  BENZODIAZEPINE
41
EVIDENCE, UPDATE &
RECOMMANDATION
42
EVIDENCE BASE
43
44
45
46
47
MULTIMODAL PAIN MANAGEMENT

MULTIMODAL ANALGESIA
BERMANFAAT:
MENGURANGI DOSIS MASING-
MASING ANALGESIK,
MENINGKATKAN ANALGESIA
KARENA EFEK SINERGISTIK ATAU
ADITIF
TERAPI NYERI OROFASIAL 48
C. NYERI MUKOSA

KONDISI NYERI PADA MUKOSA:


1. INFEKSI : STOMATITIS HERPES, VARICELLA ZOSTER, CANDIDIASIS, ANUG
2. IMMUN/AUTOIMUN: ALERGI, LIKEN PLANUS, PEMPIGOID, STOMATITIS
APTHOUS, ERITEMA MULTIFORME, GRAF VS HOST DISEASE
3. TRAUMA DAN IATROGENIK: KEMOTERAPI, RADIATION
4. NEOPLASIA: SSC, MUCOEPIDERMOID CA, ADENOCYSTIC CA.
5. NEUROLOGICAL: NEURALGIA, POSTVIRAL NEURALGIA, SYNDROM MULUT
TERBAKAR, GLOSODINIA.
6. NUTRISIONAL DAN METABOLIC: DEFISIENSI B12,FOLATE, FE, DIABETIC
NEUROPATI, SYNDROM MALABSORBSI
7. LAIN-LAIN: XEROSTOMIA, REFERRED PAIN, ANGIOEDEMA, MUKOSITIS
TERKAIT REFLUK ESOPAGUS
TERAPI NYERI OROFASIAL 49
C. NYERI MUKOSA

1. ORAL HIGIENE DAN MANAGEMENT LINGKUNGAN JARINGAN


1. MELINDUNGI JARINGAN YANG RUSAK
2. MENGURANGI INFLAMASI DAN IRITASI JARINGAN
3. MENINGKATKAN PENYEMBUHAN DAN PERTUMBUHAN JARINGAN
4. MAINTAIN ALIRAN SALIVA
2. TOPIKAL AGENTS
TOPICAL LIDOKAIN, EMLA, ANTIHISTAMIN, DEKSAMETHAZONE, MORPHINE, ADESIVE POLIMER
FILM, CLONAZEPAM

3. SISTEMIC AGENTS
NSAID, OPIOID ANTIDEPRESSANT, BENZODIAZEPINE
4. MANAJEMEN TINGKAHLAKU DAN FAKTOR SENTRAL YANG MEMICU
ATAU MEMPENGARUHI NYERI DAN KETIDAKMAMPUAN
STRESS, DEPRESI, ANXIETY, CENTRAL NOCICEPTIVE PROSSES
TERAPI NYERI OROFASIAL 50
D. NYERI NEUROPATIK

REVIEW : ETIOLOGI NYERI NEUROPATIK OROFASIAL


1. TRAUMA SARAF KARENA TEKANAN
2. DEAFFERENTATION
3. AMPUTATION ( KOMPRESI VASKULER, NEOPLASIA, BONE FRACTURE,
PSA, BEDAH MAKSILOFASIAL.
4. INFEKSI (POST HERPETIK NEURALGIA, HIV)
5. GANGGUAN METABOLIK ( DIABETIK NEURALGIA)
TERAPI NYERI OROFASIAL 51
D. NYERI NEUROPATIK

OBAT OBAT NYERI NEUROPATIK

 OPIOID ( MORFIN, OXYCODONE, FENTANYL,DLL.@ POST HERPETIC NEURALGIA)

 TRAMADOL (50-100 MG 2-3X/HARI@ EFFECTIVE DIABETIK NEUROPATI)

 TRICYCLIC ANTIDEPRESSANT( AMITRIPTALINE, DESIPRAMINE, NORTRIPTALINE) START: 10-


25 MG/HARI, TITRATE TO 75-125 MG/HARI

 GABAPENTIN (NEUROTIN: 1800-3600MG/HARI @ EFFECTIVE DIABETIK NEUROPATI)


TERAPI NYERI OROFASIAL 52
D. NYERI NEUROPATIK

OBAT OBAT NYERI NEUROPATIK

 TOPICAL LIDOCAINE ( DPT MENGURANGI NYERI SEBAGIAN PADA POST HERPETIC


NEURALGIA)

 MEXILETINE (MEXITIL, 600-1200MG/HARI DIABETIK NEUROPATI)

 CARBAMAZEPINE (TEGRETOL, 600-1200 MG/HARI @ TRIGEMINAL NEURALGIA)

 CLONIDINE (0,2-0,3 MG/ HARI @ DIABETIK NEUROPATI)

 IBUPROFEN ( 600MG/6 JAM @ EFFECTIVE DIABETIK NEUROPATI)

 DETROMETHORPAN (60-1200MG/ 6 JAM @ EFFECTIVE DIABETIK NEUROPATI


53
TERAPI NYERI

1. MEMAHAMI PENJALARAN NYERI  PERIFER-SSP


2. DAPAT MENILAI NYERI  PENILAIAN SUBYEKTIF PASIEN
3. MEMPREDIKSI TINGKAT NYERI PASCA TINDAKAN  BERSIFAT EMPIRIS
BERDASARKAN TRAUMA YANG ADA

4. MEMAHAMI GOLONGAN ANALGETIK  INDIKASI, KONTAINDIKASI, DOSIS, EFEK


SAMPING,DLL

5. FAHAM KONSEP WHO LADDER DAN PRE EMPTIVE ANALGESIA


PENGELOLAAN NYERI AKUT
6. KONSEP MULTIMODAL  MENGHAMBAT PERSEPSI NYERI PERIFER DAN
HINGGA SSP
54
APLIKASI KLINIS
MEMILIH ANALGESIK YANG
TEPAT DALAM
PENATALAKSANAAN NYERI
DALAM KEDOKTERAN GIGI
?
KASUS 1

SEORANG WANITA 28 TAHUN DATANG KE RSGM UNSOED DENGAN KELUHAN

GIGI BELAKANG BAWAH KANAN BERLUBANG, PASIEN INGIN MENCABUT GIGI

GERAHAM TERSEBUT.

PADA ANAMNESIS DIPEROLEH INFORMASI RIWAYAT KELAINAN SISTEMIK

GANGGUAN LAMBUNG 6 BULAN YANG LALU HINGGA PERNAH MONDOK 7 HARI

DI RS. RIWAYAT ALERGI DISANGKAL. RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA DISANGKAL.


PEMERIKSAAN

PEMERIKSAAN STATUS UMUM PASIEN BAIK, KESADARAN COMPOS MENTIS, VITAL


SIGNS DALAM BATAS NORMAL. BB:62 KG TB:168CM

PEMERIKSAAN INTRAORAL DITEMUI GIGI 46 KARIES DALAM DAN SUDAH BERUBAH


WARNA, SONDASI- PERKUSI-

DIAGNOSIS: NEKROSE PULPA 46 DENGAN SUSPECT POST ULKUS PEPTIC 6 BULAN


YANG LALU
PERAWATAN

RENCANA PERAWATAN: EKSTRAKSI GIGI, MEDIKASI PASCA


EKSTRAKSI.

PERAWATAN : PENCABUTAN GIGI DILAKUKAN DENGAN ANESTESI


LOKAL BLOK ANESTESI MENGGUNAKAN PEHACAIN 1 AMPUL,
DILAKUKAN PENCABUTAN BIASA MENGGUNAKAN FORCEP, TANPA

KOMPLIKASI.
ANALGESIK ?

 PASCA PENCABUTAN GIGI :


1. OBAT ANALGESIK APA YANG ANDA PILIH ? MENGAPA ?
2. DOSIS ANALGESIK BERAPA MG DAN ATURAN PAKAINYA ?
3. BERAPA LAMA ANALGESIK DIBERIKAN ?
PRINSIP MEMILIH ANALGESIK

1. DIAGNOSIS NYERI DAN KONDISI KESEHATAN


PASIEN
 NOSISEPTIK, AKUT.
 NYERI RINGAN-SEDANG
 PENYULIT ? KONTRAINDIKASI ?
2. WHO 3 STEPS ANALGESIC LADDER
PENGELOLAAN NYERI AKUT/KRONIS
3. MEMAHAMI PENJALARAN NYERI DAN
MEMAHAMI MEKANISME KERJA GOLONGAN
ANALGETIK DOSIS, ATURAN PAKAI, SEDIAAN
DIAGNOSIS NYERI

 PENCABUTAN GIGI : ADA TRAUMA PADA JARINGAN GINGIVA DAN SOKET GIGI,
ADANYA TRAUMA MEMICU PELEPASAN MEDIATOR INFLAMASI
(PROSTAGLANDIN)  NYERI.
 NYERI AKUT  NYERI INFLAMASI
 NYERI NOSISEPTIK  ADA TRAUMA GINGIVA DAN SOKET GIGI
 PREDIKSI INTENSITAS NYERI : TRAUMA YANG ADA SEDIKIT, PENCABUTAN CEPAT,
MENGGUNAKAN FORCEP, PREDIKSI NYERI RINGAN-SEDANG.
DIAGNOSIS KONDISI PASIEN

 PASIEN DENGAN DUGAAN KELAINAN GASTROINTESTINAL:


RIWAYAT TUKAK LAMBUNG  NSAID KONVENSIONAL
KONTRAINDIKASI  GUNAKAN COXIB
WHO 3 STEPS ANALGESIC LADDER

 NYERI AKUT INFLAMATIF


 INTENSITAS RINGAN-SEDANG

 TERAPI :
 NSAID + WEAK OPIOID + ADJUVAN
.
ALTERNATIF ANALGETIK YANG SESUAI:

KOMBINASI MEDIKASI YANG RASIONAL:


 PARACETAMOL 600-1000 MG/ 4-6 JAM, 3 HARI
 COXIB (NSAID)
 CELECOXIB 200MG/12 JAM ,3 HARI, PO, KAPSUL.

 WEAK OPIOID
 CODEIN 30-60MG/4-6 JAM+ PARACETAMOL 500MG/4-6 JAM, 3
HARI , PO, TAB/PULVERES

 TRAMADOL 50MG/6 JAM, 3 HARI, PO


65
KASUS 2

SIMULASI KASUS:
 PASIEN WANITA 26TH,
 RIWAYAT MEDIS : ALERGI – ASMA – DM – HT - MAAG - 
TIDAK DITEMUKAN PENYAKIT SISTEMIK

 KU BAIK, CM, GIZI BAIK, BB: 60 KG. VS : TD:100/60 MMHG,


N: 76X/M, R:18X/M, T: AFEBRIS
66
KASUS

SIMULASI KASUS:
 DIAGNOSIS: MOLAR TIGA BAWAH KANAN IMPAKSI KLAS 2 B
HORIZONTAL

 TINDAKAN : ODONTEKTOMI DILAKUKAN SESUAI PROSEDUR


STANDAR,DISELESAIKAN DALAM WAKTU 30 MENIT (INSISI-JAHIT),
TIDAK TERDAPAT KOMPLIKASI.
67
SIMULASI KASUS:

MEDIKASI MEDIKASI APA


PENGELOLAAN YANG ANDA
NYERI.. ? BERIKAN UNTUK
PENGELOLAAN
PASIEN TERSEBUT ?
68
69
R/ Asam Mefenamat 500 mg no X
s 3dd I

R/ Ibuprofen 400 mg XV
S3dd I tab
R/Metilprednisolone 8 mg no VI
S 3 dd I tab

R/ Ibuprofen tab mg 400 no VI


S 3dd tab I
70
R/ Asam Mefenamat tab 500 mg
no XV
s 3dd I pc

R/ Asam Mefenamat 500 mg no X


S3dd I
R/Dexamethazone 0,5 mg no X
S 3 dd I

R/Dexamethazone 0,5 mg no VI
S2dd I
R/Danalgin 500 mg no X
S 3 dd I
71
R/ Kalium diklofenak mg 50 no X
s 2dd I pc

R/ Kaflam 50 mg no VI
S2dd I
R/Acetram tab no X
S 3 dd I

R/Ibuprofen mg 400 tab no X S2dd


tab I
R/Paracetamol mg 500 tab X S3 dd
tab I
R/ Na diklofenak X S 3dd I
72
Multimodal analgesia

 MENGANDUNG UNSUR “ART”  HARUS DALAM BATASAN RASIONAL.


 ART DALAM MENGKOMBINASIKAN OBAT ANALGETIK DAN ADJUVAN
(TAMBAHAN).
73
ART DALAM MEDIKASI

RESEP 1: RESEP 2:

R/Ibuprofen mg 400 no XV R/ Kalium diklofenak mg 50 no XV

S 4dd I S3 dd I
R/ Paracetamol mg 500 no XII
R/ Paracetamol mg 500 no
XII S4 dd I

S4 dd I R/ Dexamethazone 0,5 mg no VI

R/ Metil prednisolone mg 4 S2dd I


no XII R/ Tramadol mg 50 no III
S3dd I Sprn tab I
74
TERIMAKASIH