Anda di halaman 1dari 14

Micah Chan.

DOS, MSI Tenzin Dadul, MDS:


Robert Langlais, DDS, MS Dasid Russel, DDSI
Mansur Ahmad, BDS, PhD
Latar Belakang.
Radiograf Extra oral bitewing (EB) merupakan teknologi pengambilan
gambar yang digunakan dalam kedokteran gigi

METODE
•Para peneliti merekrut 116 pasien yang menerima radiograf IB untuk
melakukan radiograf EB.
•dikalibrasi melakukan diagnosis untuk karies proksimal dan kehilangan
kristal tulang
•peneliti mendapatkan radiograf EB
•Menghitung sensitivitas, spesifisitas, dan tingkat false positive untuk
setiap radiograf
HASIL
•Radiograf EB pasien menunujukkan jumlah karies dan temuan kehilangan
crest alveolar yang lebih besar secara signifikan dibanding radiograf IB

•Radiograf EB memiliki sensitivitas yang tinggi dan spesifisitas sedang


hingga rendah untuk karies dan kehilangan crest alveolar

Kesimpulan
•Radiograf EB menghasilkan gambaran permukaan proksimal
tumpang tindih yang lebih sedikit

•Keuntungan lebih banyak mendeteksi lesi karies dan kehilangan


crest alveolar lebih banyak dibandingkan radiograf IB

•Kerugiannya lebih banyak diagnosis false positive.


Tujuan dari penelitian ini yaitu
mengevaluasi kemampuan
keakuratan diagnosis dari
Radiograf Ekstra Oral Bitewing (EB)
dibandingkan dengan radiograf
Intra Oral Bitewing (IB)
• Radiograf bitewing tetap menjadi alat klinis untuk
pemeriksaan

•Bitewing radiograf dilaporkan hanya menunjukkan


sekitar 60% dari lesi karies proksimal

•Beberapa penelitian menunjukkan bahwa radiograf


dengan menggunakan film panoramik menunjukkan
diagnosis rendah dalam mendeteksi karies proksimal /
tingkat crest alveolar

•Penelitian tersebut mengkonfirmasi bahwa radiograf


bitewing merupakan satu-satunya metode radiograf
untuk pemeriksaan karies proksimal dan diagnosis
kehilangan crest alveolar
menggunakan program radiograf pada mesin panoramik
(ProMax 2D Sɜ, [Planmeca)

ditunjukan secara tegak lurus dengan sumbu panjang dari gigi pasien.

Dihasilkan secara bilateral dengan sekali perpindahan dari mesin

Menangkap mahkota yang lengkap dan akar caninus sampai molar ketiga
pada kedua lengkung rahang

Membandingkan ketepatan diagnosis dari radiograf IB dan EB yang


dihasilkan dari unit panoramik
Peserta :
Pasienyang memiliki bukti radiograf dari karies atau kehilangan
tulang

Kriteria inklusi : Kriteria Eklusi :


 lebih banyak orang yang memakai ortodonti
keterlibatan dari gigi posterior crowded posterior yang parah,
penjajaran gigi, dan dan
 kontak antara gigi posterior Kehamilan

Penguji :
5 orang penguji

Kalibrasi pemeriksaan.
•memeriksa 20 radiograf IB horizontal dan 20 radiograf EB

Evaluasi Radiograf
Mengevaluasi setiap gigi pasien dan setiap permukaan proksimal
baik karies maupun kehilangan crest alveolar pada tiap Radiograf
IB dan EB
Melakukan skoring

•Peneliti mencatat kondisi yang paling kritis

•(contoh : kontak tumpang tindih namun terdapat juga lesi karies)

•Peneliti mencatat kondisi yang paling parah dari kehilangan crest


alveolar
•Pemeriksaan kehilangan tulang dilakukan untuk satu gigi,
•Dilihat dari yang paling parah dari bagian mesial / distal

Analisis statistik :

•Perhitungan jumlah dan persentase pada karies dan kehilangan tulang

•Peneliti menggunakan software statistik (SAS Version 9,3, SAS Institute)


KARIES

•4.056 permukaan proksimal karies


dievaluasi
•918 permukaan proksimal tidak
tampak pada radiograf IB
•55 Permukaan proksimal tidak tampak
pada radiograf EB
•105 tidak dapat didiagnosis

•Pada Radiograf IB 437


permukaan proksimal tanpa tanda
karies
•Pada Radiograf EB 1364
permukaan proksimal
Radiograf EB Radiograf IB

Sensitivitas Tinggi (71,91%), Sensitivitas Rendah (33,71%)


Spesifisitas Sedang (61,99%) Spesifisitas Tinggi (89,06%)
False Positive (38,01%) False Positive ( 10,94%)

Jika IB dijadikan sebagai Jika EB dijadikan sebagai


Kriteria Standar Kriteria Standar

P>0,0001 Menunjukkan bahwa Radiograf EB (46,26%)


Secara Signifikan > daripada Radiograf IB (21,12) dalam
mendeteksi Karies Proksimal
KEHILANGAN TULANG

2.184 gigi untuk kehilangan crest alveolar

Radiograf EB Radiograf IB

•15 gigi (,69%) tidak dapat


•442 gigi (20,24) tidak dapat dilihat
dilihat
•166 gigi (7,6%) tidak terlihat
•83 (3,80%) gigi Tidak
tinggi crest alveolar
terlihat tinggi Crest Alveolar
•981 gigi (44,92) terjadi kehilangan
•1.474 gigi (67,49%) terjadi
crest alveolar
kehilangan crest alvrolar

Radiograf EB Radiograf IB

Sensitivitas Tinggi (94,50 %), Sensitivitas Tinggi (90,78 %),


Spesifisitas Rendah (26,86 %) Spesifisitas Sedang (64,40 %)
False Positive (73,14 %) False Positive (35,60 %)

Jika IB dijadikan sebagai Jika EB dijadikan sebagai


Kriteria Standar Kriteria Standar
Permukaan proksimal lesi karies lebih sedikit terdeteksi pada
radiograf IB dibandingkan radiograf EB.

Terdapat minimal gigi yang tumpang tindih ( 3,80 % ) pada


radiograf EB Hasil ini lebih sedikit dari bagian gigi yang tidak
bisa dilihat dengan radiograf IB (7,60%).

Deteksi lesi karies sampai ke dentin lebih tinggi pada radiograf


EB (20,83%) dibandingkan dengan Radiograf IB (13,28 %)

Radiograf EB memiliki beberapa keuntungan dibandingkan


radiograf IB yaitu : meningkatnya kenyamanan pasien,
berkurangnya waktu yang dibutuhkan untuk mengambil gambar,
dan meningkatnya bidang pandang
Radiograf EB dapat digunakan sebagai pilihan untuk mendiagnosis
karies dan kehilangan tulang periodontal.

radiograf EB dapat mengurangi jumlah kontak tumpang tindih


dibandingkan dengan radiografi panoramik

Jika radiograf EB sebagai Radiograf IB tradisional tidak


kriteria standar, radiograf IB sensitif untuk mendeteksi lesi
kurang sensitif daripada karies awal, dan tidak
radiograf EB untuk karies dan memperhatikan kedalaman lesi
kehilangan tulang. karies.

Radiograf EB menggunakan peralatan, biaya yang mahal dan beresiko


terjadi false positive.

Radiograf EB dan IB dapat digunakan pada kedokteran gigi