Anda di halaman 1dari 8

FILSAFAT DAN PERKEMBANGAN

TEORI PENDIDIDKAN

BENY VENALOSA 20186013239


ERISNA 20186013222
KOMALASARI 2018601228
LATAR BELAKANG
Aksiologi merupakan cabang filsafat ilmu yang mempertanyakan
bagaimana manusia menggunakan ilmunya. Pembahasan aksiologi
menyangkut masalah nilai kegunaan ilmu, teori pengetahuan aksiologi
adalah cabang filsafat yang berurusan dengan hakikat dan linkup
pengetahuan, pengandaian-pengandaian dan dasar-dasarnya serta
pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang
dimiliki.

RUMUSAN MASALAH

Menjelaskan pengertian aksiologi dalam filsafat


Menjelaskan tentang moral
Hubungan antara ilmu dan moral
Tanggung jawab sosial ilmuan
Objek aksiologi
Pengertian Aksiologi

Jujun S. • sebagai teori nilai yang berhubungan dengan


Suriasumantri kegunaan dari pengetahuan yang di peroleh

• Moral conduct: merupakan tindakan moral, bidang ini melahirkan


disiplin khusus, yaitu etika.
• Esthetic expression: merupakan ekspresi keindahan, bidang ini
Bramel menimbulkan atau melahirkan suatu keindahan.
• Sosio-political life: merupakan nilai-nilai sebagai tolak ukur kebenaran,
etika serta moral sebagai dasar normative penelitian, penggalian, dan
juga penerapan ilmu.

• sebagai ilmu pengetahuan yang menyelediki


Kattsoff (2004: 319) hakekat nilai yang umumnya ditinjau dari sudut
pandang kefilsafatan.
Moral

Menurut Darsono (2010:247):


 Moral adalah sistem nilai (sesuatu yang dijunjung tinggi) yang
berupa ajaran (agama) dan paham (ideologi)sebagai pedoman
untuk bersikap dan bertindak baik yang diwariskan dari generasi
ke generasi berikutnya.
 Tujuan moral adalah mengarahkan sikap dan perilaku manusia
agar menjadi baik sesuai dengan ajaran dan paham yang dianutnya.
 Manfaat moral adalah menjadi pedoman untuk bersikap dan
bertindak atau berperilaku dalam interaksi sosial yang dinilai baik
atau buruk. Tanpa memiliki moral, seseorang akan bertindak
menyimpang dari norma dan nilai sosial dimana mereka hidup dan
mencari penghidupan.
Tanggung Jawab Sosial Ilmuan

 Seorang ilmuwan harus mampu mengidentifikasi kemungkinan


permasalahan sosial yang akan berkembang berdasarkan
permasalahan sosial yang sering terjadi dimasyarakat.
 Seorang ilmuwan harus mampu bekerjasama dengan
masyarakat yang mana dimasyarakat tersebut sering terjadi
permasalahan sosial sehingga ilmuwan tersebut
mampu merumuskan jalan keluar dari permasalahan sosial
tersebut.
 Seorang ilmuwan harus mampu menjadi media dalam rangka
penyelesaian permasalahan sosial dimasyarakat yang mana
masyarakat yang terdiri dari keanekaragaman ras, agama, etnis
dan kebudayaan sehingga berpotensi besar untuk timbulnya
suatu konflik.
Objek Aksiologi

• Etika deskriptif : cara melukiskan tingkah laku moral


dalam arti luas seperti: adat kebiasaan, anggapan
tentang baik atau buruk, tindakan yang di perbolehkan
Etika atau tidak
• Etika Normatif : sistem-sistem yang dimaksudkan untuk
memberikan petunjuk atau penuntun dalam mengambil
keputusan yang menyangkut baik atau buruk

• Cabang filsafat yang memberikan perhatian pada sifat


keindahan, seni, rasa, atau selera, kreasi, dan apresiasi
tentang keindahan.
Estetika • Estetika deskriptif menguraikan dan melukiskan
fenomena-fenomena pengalaman keindahan.
• Estetika normative mempersoalkan dan menyelidiki
hakikat, dasar, dan ukuran pengalaman keindahan.
Kesimpulan

Dalam mendefinisikan Aksiologis banyak para filusuf


mendefinisikannya dengan berbagai macam ragam definisi
salah satunya itu Menurut Bramel, aksiologi terbagi dalam
tiga bagian. Pertama, moral conduct, yaitu tindakan moral,
bidang ini melahirkan disiplin khusus, yakni etika. Kedua,
esthetic expression, yaitu ekspresi keindahan. Bidang ini
melahirkan keindahan. Ketiga, sosio-political life, yaitu
kehidupan social politik, yang akan melahirkan filsafst sosio-
politik.
TERIMA KASIH