Anda di halaman 1dari 19

FISIOLOGI SISTEM OTOT

POLOS
Oleh :
Baiq Fitri Raudatul Hikmah (E1A016009)
Bergita Vebriani C. J. (E1A016011)
A. PENGERTIAN JARINGAN OTOT
 Jaringan otot merupakan jaringan yang mampu
melangsungkan kerja mekanik dengan jalan
kontraksi dan relaksasi sel atau serabutnya.
 Gerakan yang di hasilkan oleh otot pada
dasarnya ada 2, yaitu gerakan tubuh yang
mudah di amati dan gerakan tubuh yang tidak
mudah di amati.
 Gerakan tubuh yang mudah di amati meliputi
gerak perpindahan tempat dan gerakan bagian
tubuh tertentu
 Gerakan tubuh yang tidak mudah diamati
adalah gerakan organ-organ dalam tubuh.
B. FUNGSI JARINGAN OTOT
 Menggerakkan rangka (tulang)
 Menggerakkan organ-organ pencernaan

 Menggerakkan jantung

 Menahan tekanan
JENIS DAN PERBEDAAN OTOT
 Otot Rangka
Otot rangka menghasilkan gerak pada kerangka.
Otot ini seringkali disebut otot voluntar karena
otot ini dapat diatur sesuai dengan kehendak,
tetapi ada beberapa kegiatan otot tersebut yang
bersifat otomatis.
JENIS DAN PERBEDAAN OTOT
 Otot jantung
Otot jantung merupakan
otot “istimewa”. Otot ini
bnetuknya seperti otot
lurik perbedaannya ialah
bahwa serabutnya
bercabang dan bersambung
satu sama lain. Berciri
merah khas dan tidak
dapat dikendalikan
kmauan.Kontraksi tidak di
pengaruhi saraf, fungsi
saraf hanya untuk
percepat atau
memperlambat kontraksi
karena itu disebut otot tak
sadar.
JENIS DAN PERBEDAAN OTOT
 Otot polos
Otot polos pada
Vertebrata termasuk
manusia dapat dijumpai
pada dinding dan organ-
organ dalam dan
pembuluh darah:
saluran pencernaan
makanan, uterus,
kandung kencing, ureter,
arteri, arteriol, dan
sebagainya.
 Ciri – Ciri Otot Polos Manusia antara lain :
– Memiliki bentuk yang runcing pada bagian
ujungnya
– Mempunyai bentuk gelondong.
– Hanya memiliki satu jumlah inti sel.
– Letak inti sel berada pada bagian tengah sel.
– Sistem kerja dilakukan secara tidak sadar.
– Reaksi terhadap gerakan adalah lambat.
– Gerakannya tidak cepat lelah.
– Posisinya terdapat pada bagian sistem organ.
JENIS-JENIS OTOT POLOS
 Otot polos terbagi dua yakni otot polos unit
ganda (multi unit) dan otot polos unit tunggal
(single unit).
CIRI-CIRI OTOT POLOS
 Bentuk otot polos seperti gelondong
 Kedua ujungnya meruncing dan bagian tengahnya
menggelembung
 Tiap sel otot polos memiliki satu inti sel yang terletak di
tengah.
 Otot polos merupakan otot tak sadar (otonom)
 Waktu kontraksi otot polos dari 3 sampai 180 detik
 Biasanya otot polos terdapat pada bagian usus, saluran
peredaran darah, otot saluran kemih, pembuluh darah dan
lain-lainnya.
 Otot polos berkontraksi dengan refleks karna otot polos
merupakan otot tak sadar (otonom).
 Otot polos tidak memiliki garis yang melintang seperti
yang ada pada otot lurik
 Otot polos memiliki reaksi yang lambat dan tidak mudah
lelah atau terus menerus bekerja walaupun kita tidur.
MEKANISME KERJA OTOT POLOS
Dasar Kimiawi untuk Kontraksi Otot Polos
 Otot polos mengandung filamen aktin dan myosin
yang mempunyai sifat kimiawi mirip dengan sifat
kimiawi filamen aktin dan myosin pada otot rangka.
Otot polos tidak mengandung kompleks troponin
normal yang dibutuhkan pada pengaturan kontraksi
otot rangka, sehingga mekanisme pengaturan
kontraksninya berbeda.
 Penelitian kimiawi menunjukkan bahwa filamen
aktin dan myosin yang berasal dari otot polos akan
saling berinteraksi satu sama lain dengan cara yang
sama dengan interaksi kedua filament tersebut
lakukan di otot rangka. Selanjutnya proses kontraksi
diaktifkan oleh ion kalsium dan adenosine trifosfat
(ATP) yang dipecah menjadi adenosine difosfat (ADP)
untuk memberikan energy bagi kontraksi
 Dasar Fisika Kontraksi Otot Polos
 Otot polos tidak mempunyai susunan bergaris
filamen aktin dan myosin yang sama seperti yang
dijumpai di otot rangka. Namun teknik mikrografi
electron memberikan kesan adanya susunan fisik,
menunjukkan sejumlah besar filamen aktin yang
terlekat pada sesuatu yang
disebutbadanpadat(densebodies).

Beberapa dari badan ini melekat pada membrane sel,


sedangkan yang lainnya tersebar di dalam sel.
Beberapa membrane badan padat dari sel-sel yang
berdekatan terikat bersama-sama oleh jembatan
protein antarsel, melalui ikatan inilah kekuatan
kontraksi dijalarkan dari satu selkeselberikutnya.
SIKLUS LAMBAT DARI JEMBATAN SILANG
MYOSIN
 Fraksi waktu saat jembatan silang tetap melekat
pada filamen aktin, yang merupakan faktor
utama yang menentukan kekuatan kontraksi,
diduga sangat bertambah pada otot polos.
Kemungkinan siklus yang lambat ini adalah
karena kepala jembatan-silang memiliki
aktivitas ATP-ase yang jauh lebih lemah
daripada aktivitas ATP-ase pada otot rangka,
sehingga pemecahan ATP yang member energy
bagi pergerakan kepala jembatan-silang menjadi
jauh berkurang sesuai dengan lambatnya siklus.
KEBUTUHAN ENERGI UNTUK
MEMPERTAHANKAN KONTRAKSI OTOT POLOS
 Hanya dibutuhkan energy sebesar 1/10 hingga
1/300 untuk mempertahankan agar tegangan
kontraksi pada otot polos menjadi sama dengan
tegangan pada otot rangka. Hal ini diduga
berasal dari siklus pelekatan dan pelepasan
jembatan-silang yang berlangsung lambat dan
karena hanya satu molekul ATP saja yang
dibutuhkan untuk setiap siklus tanpa
memperhatikan lama kerjanya.
KELAMBATAN ONSET KONTRAKSI DAN
RELAKSASI SELURUH JARINGAN OTOT POLOS
 Jaringan otot polos yang tipikal akan mulai
berkontraksi 50 sampai 100 milidetik setelah
otot polos dirangsang, lalu mencapai kontraksi
penuh sekitar 0,5 detik kemudian, dan
selanjutnya kekuatan kontraksi otot ini
berkurang dalam waktu 1 hingga 2 detik
berikutnya, sehingga menghasilkan waktu
kontraksi total 1 hingga 3 detik. Karena ada
begitu banyak jenis otot polos, kontraksi pada
beberapa tipe dapat berlangsung sesingkat 0,2
detik atau selama 30 detik.
DAYA KONTRAKSI OTOT
 Walaupun secara relative terdapat sedikit
filament myosin dalam otot polos, dan meskipun
terdapat waktu siklus yang lambat pada
jembatan-silang, daya kontraksi maksimum
pada otot polos seringkali lebih besar daripada
daya kontraksi maksimum pada otot rangka---
sebesar 4 sampai 6 kg/cm2 daerah irisan
melintang untuk otot polos dibandingkan dengan
3 sampai 4 kg untuk otot rangka. Kekuatan
kontraksi yang besar berasal dari masa
pelekatan jembatan silang ke filamen aktin yang
berlangsung lama.
MEKANISME ‘LATCH’ UNTUK
MEMPERTAHANKAN KONTRAKSI YANG LAMA
PADA OTOT POLOS

 Makna penting dari mekasnisme latch adalah


bahwa mekanisme ini dapat mempertahankan
kontraksi tonik yang lama pada otot polos
selama berjam-jam dengan menggunakan sedikit
energy. Selain itu, dibutuhkan sedikit sinyal
eksitatorik berlanjut yang berasal dari serabut
saraf atau sumber hormonal.
KELOMPOK OTOT BERDASARKAN GERAK
DASAR TERTENTU
 Otot fleksor : otot yang menyebabkan gerakan fleksi (membengkokan tulang)
misalnya M bisep brachii membengkokan lengan bawah.
 Otot extensor : otot yang menyebabkan gerakan extensi (meluruskan tulang)
misalnya M trisep brachii meluruskan lengan bawah.
 Otot abductor : otot yang menyebabkan gerakan abduksi (menjauhi tubuh),
misalnya M deltoideus menyebabkan abduksi lengan atas pada sendi bahu.
 Otot adductor : otot yang menyebabkan gerakan adduksi (mendekati tubuh),
misalnya M pectoralis mayor (otot dada besar) menyebabkan gerakan
adduksi lengan atas pada sendi bahu, jadi berlawanan dengan M deltoideus.
 Otot pronator : otot yang menyebabkan gerakan pronasi (memutar kebawah)
misalnya M prenator kwadratus memutar telapak tangan sehingga
tertelungkup yang selalu bekerja sama secara sinergis dengan M prenator.
 Otot supinator : otot yang menyebabkan gerakan memutar/ke luar (supinasi).
Misalnya : M brachii yang memutar lengan bawah sehingga telapak tangan
menengadah.
 Otot rotator : otot yang menyebabkan gerakan rotasi (memutar). Misalnya M
gluteus maximus yang menyebabkan gerakan rotasi ke dalam tungkai atas
pada sendi pangkal paha.
LANGKAH-LANGKAH KONTRAKSI
 Pelepasan muatan dari neuron motorik
 Pelepasan transmitter/asetilkholin pada lempeng
ujung motorik/motor end plate.
 Pembangkitan potensial lempeng ujung
 Pembangkitan potensial aksi pada serabut otot
 Penyebaran depolarisasi ke dalam sepanjang saluran
 Pembebasan ion Ca+ dari reticulum sarkoplasma dan
difusi Ca++ ke filament kasar dan halus.
 Pengikatan Ca++ pada troponin C membebaskan
daerah pengikatan myosin pada aktin.
 Pembentukan ikatan melintang antara aktin dan
myosin dan pergeserkan pada filament kasar, yang
menyebabkan pemendekkan
LANGKAH-LANGKAH RELAKSASI
 Ca++ dipompa kembali masuk ke dalam
reticulum sarcoplasma.
 Pembebasan Ca++ dari tropin
 Penghentian interaksi antara aktin dan myosin

 Macam-macam kontraksi pada otot rangka ini


adalah Kontraksi isotonis yaitu kontraksi yang
melawan beban tetap dengan mendekatkan
kedua ujung otot. Sehingga ke dua otot sama-
sama menghasilkan tonus (otot menggadakan
pemendekkan) dan Kontraksi isometric, yaitu
kontraksi tanpa pemendekkan yang nyata tetapi
terjadi penambahan tonus.