Anda di halaman 1dari 24

PEMERIKSAAN PENUNJANG

DEMAM TIFOID
Alem Pramudita Wibowo
PEMERIKSAAN LABORATORIUM

 Hematologi rutin
 Urin rutin
 Kimia klinik
 Pemeriksaan feses
 Immunologi
 Mikrobiologi
HEMATOLOGI

 Hemoglobin  normal atau menurun jika terjadi


komplikasi perdarahan usus/perforasi
 Jumlah Lekosit  seringnya leukopeni
(tetapi dapat normal atau meningkat)
 Hitung jenis lekosit  normal atau tidak normal
 neutropenia dengan limfositosis relatif
 shift to the left
 aneosinofilia
 monositosis
HEMATOLOGI
 LED  meningkat
 Trombosit  normal/ trombositopenia
 PT dan APTT  meningkat ringan
URINALISA
 Protein
 bervariasi negatif sampai positif 
demam
 Sedimen urin
 Lekosit ↑
 Eritrosit ↑
KIMIA KLINIK

 Liver Function Test (LFT)


 Peningkatan SGOT dan SGPT
 Elektrolit
 Hiponatremi dan hipokalemi
 Fungsi ginjal
 Normal, abnormal jika terjadi komplikasi
PEMERIKSAAN FESES
 Makroskopis
 Konstipasi/ diare
 Darah dan lendir  perdarahan
 Mikroskopis
 Lekosit ↑  jenis MN
 Eritrosit ↑  perdarahan saluran cerna
IMMUNOLOGI
 Antibodi
 Widal
 Salmonella typhi IgG dan IgM Elisa
 Tes Tubex
 Rapid test IgG dan IgM
 Antigen
Deteksi Antibodi

 Felix-Widal test.
 Uji serologi tertua (1896) melacak peningkatan Ab terhadap
salmonella Typhi.
 Prinsipnya : terjadinya reaksi aglutinasi antara antigen S.
Typhi dengan aglutinin/Ab penderita. Atau dengan kata lain :
berupa penentuan kadar aglutinasi antibodi terhadap antigen
O ( somatik ) dan H ( Flagellar ) S.Typhi.
 Diukur dengan 2 cara: Tabung dan slide.
 Salah satu kelemahan dari uji widal yaitu spesifitas yang
agak rendah/moderate dan kesukaran untuk
menginterpretasikan hasil tersebut, sebab banyak faktor
yang mempengaruhi kenaikan titer.
 Widal bisa memberikan hasil negatif hingga 30% dari
sampel biakan positif demam tifoid.
 Selain itu antibodi terhadap antigen H mungkin dijumpai
dengan titer yang lebih tinggi, yang disebabkan adanya
reaktifitas silang
 Dengan alasan ini maka pada daerah endemis tidak
dianjurkan pemeriksaan antibodi H S.typhi, cukup
pemeriksaan titer terhadap antibodi O S.typhi.
 Uji Widal
INTERPRETASI HASIL

 Titer widal biasanya angka kelipatan : 1/40, 1/80 1/160,


1/320 , 1/640.
 Peningkatan titer uji Widal 4 x (selama 2-3 minggu) :
dinyatakan (+).
 Titer 1/160 : masih dilihat dulu dalam 1 minggu kedepan,
apakah ada kenaikan titer. Jika ada, maka dinyatakan
(+).
 Jika 1 x pemeriksaan langsung 1/320 atau 1/640,
langsung dinyatakan (+) pada pasien dengan gejala
klinis khas
TUBEX TF
 Suatu pemeriksaan diagnostik in vitro semikuantitatif
10 menit untuk mendeteksi demam tifoid melalui
deteksi spesifik adanya serum antibodi IgM terhadap
antigen Salmonella Typhi O9 lipopolisakarida dengan
cara mengukur kemampuan serum antibodi IgM
tersebut dalam menghambat reaksi antara antigen
dan monoklonal antibodi.
TUBEX® TF (mendeteksi antibodi IgM
tehadap antigen O LPS Salmonella typhi)
 tes aglutinasi kompetitif semi kuantitatif
 menggunakan partikel yang berwarna
untuk meningkatkan sensitivitas
 menggunakan antigen O yang benar-benar
spesifik yang hanya ditemukan pada
Salmonella
 hanya mendeteksi adanya antibodi IgM
dan tidak mendeteksi antibodi IgG
MEKANISME REAKSI
Reaksi Negatif.
 Apabila tidak terdapat human Ab IgM Salmonela typhi
dalam sampel serum, maka partikel indikator yang berlabel
M ab LPS – O9 langsung berikatan dengan partikel
magnetik berlabel Ag LPS O9 dan mengalami ko
sedimentasi. Proses tersebut terlihat secara visual melalui
perubahan warna dari biru ke merah muda atau pink.
Reaksi positif.
 Bila terdapat human Ab IgM salmonela, maka Ab IgM
akan menghambat ikatan antara partikel indikator
berlabel M Ab LPS O9 dengan partikel magnetik
yang berlabel Ag LPS O9. kemudian ikatan Ab IgM
Salmonela typhi dengan Ag LPS O9 mengalami ko
sedimentasi. Banyaknya konsentrasi Ab IgM
Salmonela yang menghambat ikatan antara Ag LPS
O9 dengan partikel indikator berlabel M Ab LPS O9
setara dengan kepekatan warna biru dari partikel
indikator berlabel M Ab LPS O9.
Cara Pengerjaan Tubex Tf
INTERPRETASI HASIL
<2 NEGATIF TIDAK MENUNJUKKAN
DEMAM TIFOID AKTIF
3 BORDERLINE PENGUKURAN TIDAK
DAPAT DISIMPULKAN,
ULANGI PENGUJIAN
APABILA MASIH RAGU,
LAKUKAN BEBERAPA
HARI KEMUDIAN.
4-5 POSITIF MENUNJUKKAN INFEKSI
DEMAM TIFOID
>6 POSITIF INDIKASI KUAT INFEKSI
DEMAM TIFOID AKTIF
Rapid test
 Typhidot Rapid IgM and Typhidot Rapid
IgG/IgM (combo) 
immunochromatography-based rapid
tests in cassette format.
 The test uses Salmonella typhi OMP
antigen to detect IgM (Typhidot Rapid
IgM) or IgG/IgM (Typhidot IgG/IgM combo)
antibody to S. typhi in the sample within
15 minutes
ISOLASI KUMAN
 Merupakan baku emas diagnosis penyakit ini.
 Pengambilan darah yang dianjurkan adalah
sebanyak 2X atau lebih dengan jarak ± 1 jam.
 Isolasi Salmonella Typhi dari pasien tifoid : diperlukan
10-15 ml pada pasien remaja dan dewasa untuk
mendapatkan hasil isolasi yang optimal. Untuk balita
dan anak : 2-4 ml.
 Pengambilan spesimen darah sebaiknya dilakukan
pada minggu pertama timbulnya penyakit. ( untuk
mencapai positif : 80-90%) khususnya yang belum
mendapat antibiotik.
Duration of Specimen %positivity
disease examination
1st week Blood culture 90%
2nd week Blood culture, 75%
Faeces 50%
culture Low titre
Widal test
3rd week Widal test 80-100%
Blood culture 60%
Faeces 80%
culture
Thank you