Anda di halaman 1dari 46

TANAMAN OBAT

 Tumbuhan obat adalah tumbuhan yang mengandung


metabolit sekunder atau senyawa yang bermanfaat untuk
mencegah dan menyembuhkan penyakit.
 Terdapat 9 macam tumbuhan obat unggulan Indonesia:
 mahkota dewa
 sambiloto
 pegagan
 daun dewa
 daun salam
 temu mangga
 temu putih
 temu lawak
 tapak liman
 merupakan senyawa yang dihasilkan oleh
makhluk hidup dan bersifat essensial bagi
proses metabolisme sel tersebut. Senyawa ini
dikelompokkan menjadi 4 yaitu karbohidrat,
protein, lipid,dan asam nukleat
 KARBOHIDRAT
 merupakan kelompok makromolekul yang
tersusun atas atom C,H,dan O. kelompok ini
sering disebut juga gula-gula hidrokarbon
 Berdasarkan jumlah monomer penyusunnya,
karbohidrat terbagi atas:
 Monosakarida
 Disakarida
 Polisakarida
 PROTEIN merupakan suatu senyawa
makromolekul yang tersusun atas atom C, H, O,
N, dan S.
 Berdasarkan fungsinya protein dikelompokkan
menjadi dua kelompok besar, yaitu:
 Protein fungsional yaitu kelompok Enzim
 Protein Struktural yaitu protein yang menyusun
bagian struktural dari dalam sel seperti protein
integral dan protein perifer yang menyusun
bagian membran sel
 Lemak merupakan golongan senyawa
metabolit primer yang bersifat hidrofobik.
 Senyawa ini dapat dibagi menjadi beberapa
kelompok yaitu:
 lemak yang tersusun atas asam lemak dan
gliserol,
 sterol yang merupakan penyusun membran
sel makhluk hidup, dan
 kolesterol.
 Asam nukleat merupakan komponen yang terdiri
atas atom C, H, O, dan P. Biasanya asam nukleat
terdiri atas 3 bagian yaitu gula ribosa, basa
nitrogen, dan fosfat.
 Berdasarkan fungsinya, asam nukleat dibagi
menjadi 4 kelompok yaitu :
 Sebagai komponen materi genetik, contohnya :
DNA, RNA
 Sebagai energi kimia, contohnya: ATP
 Sebagai kofaktor, contohnya : Koenzim A
 Sebagai komponen regulator, contohnya : cAMP,
cGMP
 senyawa metabolit yang tidak esensial bagi
pertumbuhan organisme dan ditemukan dalam
bentuk yang unik atau berbeda-beda antara
spesies yang satu dan lainnya.
 Setiap organisme biasanya menghasilkan
senyawa metabolit sekunder yang berbeda-beda,
bahkan mungkin satu jenis senyawa metabolit
sekunder hanya ditemukan pada satu spesies
dalam suatu kingdom.
 Senyawa ini juga tidak selalu dihasilkan, tetapi
hanya pada saat dibutuhkan saja atau pada fase-
fase tertentu.
 Daftar isi
 Fungsi metabolit sekunder adalah untuk:
 mempertahankan diri dari kondisi
lingkungan yang kurang menguntungkan,
misalnya untuk mengatasi hama dan penyakit
 menarik polinator
 sebagai molekul sinyal
metabolit sekunder digunakan organisme
untuk berinteraksi dengan lingkungannya.
 Senyawa metabolit sekunder diklasifikasikan menjadi
3 kelompok utama, yaitu:
 Terpenoid (Sebagian besar senyawa terpenoid
mengandung karbon dan hidrogen serta disintesis
melalui jalur metabolisme asam mevalonat.)
Contohnya monoterpena, seskuiterepena, diterpena,
triterpena, dan polimer terpena.
 Fenolik (Senyawa ini terbuat dari gula sederhana dan
memiliki cincin benzena, hidrogen, dan oksigen
dalam struktur kimianya.) Contohnya asam fenolat,
kumarina, lignin, flavonoid, dan tanin.
 Senyawa yang mengandung nitrogen, Contohnya
alkaloid dan glukosinolat.
Kelas Contoh Senyawa Contoh Sumber Efek dan kegunaan

SENYAWA MENGANDUNG
NITROGEN
Mempengaruhi neurotransmisi
Alkaloid Nikotin, kokain, teobromin Tembakau, coklat
dan menghambat kerja enzim

TERPENOID

Mempengaruhi neurotransmisi,
Tumbuhan mint dan banyak
Monoterpena Mentol, linalool menghambat transpor ion,
tumbuhan lainnya
anestetik

Diterpena Gossypol Kapas Menghambat fosforilasi, toksik

Triterpena, glikosida kardiak Stimulasi otot jantung,


Digitogenin Digitalis (Foxglove digitalis sp.)
(jantung) memengaruhi transpor ion
Mempengaruhi kerja hormon
Sterol spinasterol Bayam
hewan

FENOLIK

Menyebabkan kerusakan
Asam fenolat Kafeat, klorogenat Semua tanaman oksidatif, timbulnya warna
coklat pada buah dan wine.
Mengikat protein, enzim,
Tannins gallotanin, tanin terkondensasi oak, kacang-kacangan menghambat digesti,
 Divisi: Magnoliophyta
 Kelas: Magnoliopsida
 Ordo: Lamiales
 Famili: Acanthaceae
 Genus: Andrographis
 Spesies: Andrographis paniculata
 Daun sambiloto banyak mengandung
senyawa Andrographolide, yang merupakan
senyawa lakton diterpenoid bisiklik.
 Senyawa kimia yang rasanya pahit ini pertama
kali diisolasi oleh Gorter pada tahun1911.
 Andrographolide memiliki sifat melindungi
hati (hepatoprotektif), dan terbukti mampu
melindungi hati.
 mengatasi hepatitis, infeksi saluran empedu,disentri
basiler, tifoid, diare, influenza, radang amandel
(tonsilitis), abses paru, radang paru (pneumonia),
radang saluran napas (bronkhitis), radang ginjal akut
(pielonefritis akut), radang telinga tengah (OMA),
radang usus buntu, sakit gigi,demam,
malaria,kencing nanah (gonore), kencing manis (DM),
TB paru, skrofuloderma, batuk rej an (pertusis), sesak
napas (asma), darah tinggi (hipertensi), kusta
(morbus hansen = lepra), leptospirosis, keracunan
jamur, singkong, tempe bongkrek, makanan laut,
kanker: penyakit trofoblas seperti kehamilan anggur
(mola hidatidosa) dan penyakit trofoblas ganas
(tumor trofoblas), serta tumor paru.
Keringkan terlebih dahulu daun sambiloto
sebanyak 10-20g, bisa direbus atau digiling
hingga halus lalu diseduh, minum 3-4 kali sehari
atau 4-6 tablet apabila serbuk yang halus tadi
dimasukan ke dalam kapsul.
untuk mengobati kanker digunakan cairan infus,
injeksi, atau tablet.
Untuk pemakaian luar, daun segar direbus lalu
airnya digunakan untuk cuci atau digiling halus
dan dibubuhkan ke tempat yang sakit, seperti
digigit ular berbisa, gatal-gatal, atau bisul.
 Gynura divaricata
 senyawa flavonoid, saponin, dan minyak
atsiri.
 PENGOLAHAN: bisa dengan daun segar yang
disajikan langsung ataupun dalam bentuk
ekstrak, yaitu daun disterilkan dan
dikeringkan. Setelah benar-benar kering,
daun digiling hingga menjadi tepung atau
simplisia. Kemudian tepung disaring agar
halus rata, lalu siap dimasukkan dalam
kapsul.
 Analgesik (meredakan rasa nyeri) - Anti
Inflamasi (anti radang), melancarkan sirkulasi
darah. menurunkan tekanan darah tinggi.
mengobati luka memar. - pereda rasa nyeri. -
obat anti radang. - untuk menghentikan
pendarahan. - obat meluruhkan kencing. -
obat penurun panas. - sebagai obat kencing
manis atau diabetes mellitus. - obat
pembersih racun dalam tubuh.
 Ambil 7 lembar daun dewa yang lebar dan
siap panen. - Rebus dengan 3 gelas air
hingga tersisa 2 gelas. - Minum 2 kali sehari
sesudah makan. - Lebih baik lagi kalau daun
dewa dijadikan lalapan.
 Ambil daun dan umbi daun dewa seberat 20
gram. - Daun jarak segar 10 lembar. -
Haluskan ketiga bahan, setelah halus
tapalkan pada daerah yang sakit.
Ordo: Apiales

Famili: Mackinlayaceae

Genus: Centella

Spesies: C. asiatica
 asiaticoside, thankuniside, isothankuniside,
madecassoside, brahmoside, brahmic acid,
brahminoside, madasiatic acid, meso-
inositol, centelloside, carotenoids,
hydrocotylin, vellarine, tanin serta garam
mineral seperti kalium, natrium, magnesium,
kalsium dan besi. Diduga glikosida
triterpenoida yang disebut asiaticoside
merupakan antilepra dan penyembuh luka
yang sangat luar biasa. Zat vellarine yang ada
memberikan rasa pahit.
 memiliki fungsi membersihkan darah,
melancarkan peredaran darah, peluruh
kencing (diuretika), penurun panas
(antipiretika), menghentikan pendarahan
(haemostatika), meningkatkan syaraf memori,
anti bakteri, tonik, antispasma, antiinflamasi,
hipotensif, insektisida, antialergi dan
stimulan. Saponin yang ada menghambat
produksi jaringan bekas luka yang berlebihan
(menghambat terjadinya keloid).
 dikonsumsi segar untuk lalapan, tetapi ada
yang dikeringkan untuk dijadikan teh, diambil
ekstraknya untuk dibuat kapsul atau diolah
menjadi krem, salep, obat jerawat, maupun
body lotion.
 Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Myrtales
Famili: Myrtaceae
Genus: Syzygium
Spesies: S. polyanthum
 Kandungan kimia yang dikandung tumbuhan ini
adalah minyak atsiri, tannin, dan flavonoida
 Bagian pohon yang bisa dimanfaatkan sebagai
obat adalah daun, kulit batang, akar, dan buah.[6]
 Secara tradisional, daun salam digunakan
sebagai obat sakit perut
 salam juga dapat digunakan untuk menghentikan
buang air besar yang berlebihan.
bisa juga dimanfaatkan untuk mengatasi asam
urat, stroke, kolesterol tinggi, melancarkan
peredaran darah, radang lambung, diare, gatal-
gatal, kencing manis, dan lain-lain.[6
 Ordo: Zingiberales
Famili: Zingiberaceae
Genus: Curcuma
Spesies: C. amada
 golongan monoterpen hidrokarbon, dengan
komponen utamanya mirsen (78,6%), β-
osimen (5,1%), β-pinen (3,7%) dan α-pinen
(2,9%) dan senyawa yang memberikan aroma
seperti mangga adalah δ-3-karen dan (Z)-β-
osimen.Kandungan Curcuminoid dalam temu
mangga sebesar 0.18-0.47%.
 Temu mangga kaya kandungan kimia seperti
tanin, kurkumin, gula, minyak atsiri,
flavonoid.
 mengatasi gangguan perut, nyeri dada, demam,
maag, dan perawatan post partum. Temu
mangga berkhasiat sebagai penurun panas
(antipiretik), penangkal racun (antitoksik),
pencahar (laksatif), dan antioksidan. Khasiat
lainnya untuk mengatasi kanker, sakit perut,
mengecilkan rahim setelah melahirkan,
mengurangi lemak perut, menambah nafsu
makan, gatal-gatal (pruritis), luka, sesak napas
(asma), radang saluran napas (bronkitis), demam,
kembung, dan masuk angin.
 Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Ordo: Zingiberales
Famili: Zingiberaceae
Genus: Curcuma
Spesies: C. zedoaria
 Rimpang mengandung zat warna kuning kurkumin
(diarilheptanoid). Komponen minyak atsiridari rimpangnya
terdiri dari turunan Guaian (kurkumol, kurkumenol,
Isokurkumenol, Prokurkumenol, Kurkurnadiol), turunan
Germakran (Kurdion, Dehidrokurdion); seskuiterpena
furanoid dengan kerangka eudesman (Kurkolon). Kerangka
Germakran (Furanodienon, Isofuranodienon, Zederon,
Furanodien, Furanogermenon); kerangka Eleman
(Kurserenon identik dengan edoaron, Epikurserenon,
Isofurano germakren); Asam-4-metoksi sinamat (bersifat
fungistatik). Dari hasil penelitian lain ditemukan
kurkumanolid A, kurleumanolid B, dan kurkumenon.

 rimpangnya dipakai sebagai obat kudis,
radang kulit, pencuci darah, perut kembung,
dan gangguan lain pada saluran pencernaan
serta sebagai obat pembersih dan penguat
(tonik) sesudah nifas. Penelitian menunjukkan
bahwa temu putih juga memiliki aktivitas
antitumor, hepatoprotektif, anti-peradangan,
dan analgesik
 Ordo: Zingiberales
Famili: Zingiberaceae
Genus: Curcuma
Spesies: Curcuma xanthorrhiza
Rimpang ini mengandung 48-59,64 % zat
tepung, 1,6-2,2 % kurkumin dan 1,48-1,63 %
minyak asiri dan dipercaya dapat
meningkatkan kerja ginjal serta anti
inflamasi. Manfaat lain dari rimpang tanaman
ini adalah sebagai obat jerawat,
meningkatkan nafsu makan, anti kolesterol,
antiinflamasi, anemia, antioksidan, pencegah
kanker, dan antimikroba.
 Ordo: Asterales
Famili: Asteraceae
Genus: Elephantopus
Spesies: E. scaber
 Tumbuhan ini dapat digunakan sebagai obat
diare, namun masyarakat Gayo (disebut lape-
lape tanah) menggunakan ini sebagai obat
untuk mengatasi berak darah.
 Daunnya : Elephantopin, deoxyelephantopin,
isodeoxyelephantopin, dll. Juga terdapat
stigmasterol turunan steroid yang dapat
memacu gairah seksual.
Bunga : Flavonoidaluteolin-7-glucosida dan
akar mengandung epiprielinol. Lupeol dan
stigmasterin.
 Tapak liman yang mempunyai rasa pahit,
pedas, dan menyejukkan ini berkhasiat
sebagai penurun panas antibiotika, anti
radang, peluruh air seni, menghilangkan
pembengkakan serta menetralkan racun.
 1. Hepatitis. 120 - 180 gram akar segar direbus dengan daging, minum selama 4 - 5 hari.
2. Biri-biri. 30- 60 gram seluruh tanaman tambah 60 - 120 gram tahu dan air secukupnya di
tim, makan.
3. Perut kembung. Batang tapak liman 60 gram, direbus, bagi 2 kali minum.
4. Influenza, demam, peradangan amandel, radang tenggorok, radang mata. Tanaman kering
15 - 30 gram direbus. (Saran 3x2 kapsul per hari)
5. Dysentery, diare, gigitan ular Tanaman kering 15 - 30 gram direbus. (Saran 3x3 kapsul per
hari, banyak minum)
6. Epidemic encephalitis, batuk seratus hari (pertusis). Tanaman kering 15 - 30 gram direbus.
(Saran 3x2 kapsul per hari, banyak minum)
7. Radang ginjal yang akut dan kronis. Tanaman kering 15 - 30 gram direbus. (Saran 3x2
kapsul per hari, banyak minum)
8. Kurang darah, Tanaman kering 15 - 30 gram direbus. ( Saran 3x2 kapsul per hari)
9. Radang rahim, keputihan. Tanaman kering 15- 30 gram direbus. Atau tiga batang
tanaman+akar direbus 3 gelas air tinggal 2 gelas, minum sehari 2 kali satu gelas.(Saran 3x2
kapsul per hari, banyak minum)
10. Mempermudah proses kelahiran, pengobatan sesudah bersalin. Tanaman kering 15-30 g.
direbus.
11. Pelembut kaki, peluruh dahak, peluruh haid, pembersih darah Tanaman kering 15 - 30 g.
direbus.
12. Meningkatkan gairah pria yang terganggu sakit pinggang. Tiga batang tanaman bersama
akarnya dimasukkan ke dalam 3 gelas air. Kemudian direbus sampai tinggal 2 gelas, minum
sehari 2 kali satu gelas.