Anda di halaman 1dari 18

Tugas 2 Manajemen Proyek

Dosen Pengampu : Dr. Anton Soekiman

Peran Konsultan Manajemen Konstruksi

DISUSUN OLEH : BAYU PURNAMA - NIM : 8101801006

MAGISTER TEKNIK SIPIL


KONSENTRASI MANAJEMEN KONSTRUKSI
UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
2018
OUTLINE

Landasan KAK
Hukum Jenis dan Pengadaan
Penggunaan Bentuk Kontrak Konsultan
Konsultan Konsultan Manajemen
Pendahulan Manajemen Manajemen Konstruksi Kesimpulan
Konstruksi Konstruksi untuk
untuk Berbasis DB & Pekerjaan
Pekerjaan DB & DBB Berbasis DB &
DBB DBB
Pendahuluan

 Perkembangan dunia konstruksi di Indonesia yang begitu cepat menyebabkan


pembangunan proyek-proyek konstruksi sekarang semakin kompleks dan penuh
risiko.
 Untuk pekerjaan konstruksi yang memiliki kompleksitas tinggi diperlukan suatu tim
kerja untuk dapat mengelola penyelenggaraan pekerjaan konstruksi yang
meliputi tahap perencanaan serta tahap pelaksanaan dan pengawasannya
 tim ini berfungsi sebagai konsultan dari pelaksanaan proyek dan sebagai wakil
dari pemilik proyek dalam menjalankan komunikasi dengan para pelaksana
kegiatan. Penggunaan jasa konsultan proyek ini lebih dikenal dengan Konsultan
Manajemen Konstruksi. Konsultan Manajemen Konstruksi ini memegang peranan
yang sangat penting di dalam keberhasilan sebuah proyek.
Landasan Hukum Penggunaan Konsultan
Manajemen Konstruksi untuk Pekerjaan DB & DBB

Ketentuan mengenai penggunaan Konsultan Manajemen


Konstruksi di Indonesia belum diatur secara mendetail,
tetapi ada salah satu landasan hukum penggunaan
konsultan manajemen konstruksi pada bangunan gedung
negara yaitu terdapat dalam Peraturan Menteri Pekerjaan
Umum Nomor 45 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis
Pembangunan Bangunan Gedung Negara.
Landasan Hukum Penggunaan Konsultan
Manajemen Konstruksi untuk Pekerjaan DB & DBB

Dalam Permenpu No. 45 Tahun 2007 bab lima tentang tata cara pembangunan
bangunan gedung negara yaitu pada klausul nomor 2.a dijelaskan bahwa
penyedia jasa manajemen konstruksi digunakan untuk pekerjaan :
 Bangunan bertingkat diatas 4 lantai; dan/atau
 Bangunan dengan luas total di atas 5.000 m2; dan/atau
 Bangunan khusus; dan/atau
 Yang melibatkan lebih dari satu penyedia jasa perencanaan maupun pelaksana
konstruksi; dan/atau
 Yang dilaksanakan lebih dari satu tahun anggaran (multiyears project)
diharuskan melibatkan penyedia jasa manajemen konstruksi, sejak awal tahap
perencanaan.
Landasan Hukum Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi

Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2017


Tentang Jasa Konstruksi

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 29 Tahun


2000 beserta Perubahannya Tentang Penyelenggaraan
Jasa Konstruksi

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat


Nomor 19 Tahun 2015 tentang Standar dan Pedoman
Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Rancang dan
Bangun
Landasan Hukum Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi
1. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Jasa
Konstruksi

Pasal 12 ayat 3
Penjelasan huruf c
Jenis usaha Jasa Konstruksi meliputi:
Pekerjaan Konstruksi terintegrasi
a. usaha jasa Konsultansi Konstruksi;
merupakan gabungan antara Pekerjaan
b. usaha Pekerjaan Konstruksi; dan Konstruksi dan jasa Konsultansi
c. usaha Pekerjaan Konstruksi Konstruksi.
terintegrasi.
Pasal 15 ayat 2 Penjelasan huruf a
Layanan usaha yang dapat diberikan Pekerjaan Konstruksi rancang bangun
oleh Pekerjaan Konstruksi terintegrasi menunjukkan integrasi penyediaan jasa
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) antara pekerjaan Konstruksi dengan
meliputi: Konsultansi Konstruksi yang mencakup
a. rancang bangun; dan seluruh aspek penyelenggaraan Jasa
b. perekayasaan, pengadaan, dan Konstruksi, tetapi tidak mencakup proses
pelaksanaan. pengadaan.
Landasan Hukum Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi
2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2000 beserta
Perubahannya Tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi

Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2000 tentang


Penyelenggaraan Jasa Konstruksi dalam pasal 13 dijelaskan bahwa :
1) Pemilihan penyedia jasa terintegrasi (DB) dilakukan mengikuti tata cara pemilihan pelaksana
konstruksi dengan cara pelelangan terbatas.
2) Pekerjaan yang dapat dilakukan layanan jasa konstruksi secara terintegrasi adalah pekerjaan
yang :
 Bersifat kompleks
 Memerlukan teknologi tinggi
 Mempunyai risiko tinggi
 Memiliki biaya besar
3) Pemilihan penyedia jasa terintegrasi dilakukan dengan syarat :
 Diumumkan secara luas memlaui media elektronik dan/atau media cetak
 Jumlah penyedia jasa terbatas
 Melalui proses prakualifikasi
Landasan Hukum Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi
3. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 19 Tahun
2015 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi
Terintegrasi Rancang dan Bangun

Pasal 1 angka 12
Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Rancang dan Bangun
(Design and Build) adalah seluruh pekerjaan yang
berhubungan dengan pelaksanaan konstruksi bangunan
atau pembuatan wujud fisik lainnya, dimana pekerjaan
perencanaan terintegrasi dengan pelaksanaan
konstruksi.
Peran Konsultan MK pada Pekerjaan Terintegrasi
(Design Build)

Procure. Consultant Manajemen

Detail
Prelim. Design Procure. Construction
Design

Persiapan/
Perencanaan Pengadaan Pelaksanaan (design Build)
Jenis dan Bentuk Kontrak Konsultan Manajemen
Konstruksi Berbasis DB & DBB
PERPRES No. 16 / 2018

JENIS KONTRAK
JASA
KONSULTANSI
Jenis dan Bentuk Kontrak Konsultan Manajemen
Konstruksi Berbasis DB & DBB
PERPRES No. 16 / 2018

BENTUK
KONTRAK JASA
KONSULTANSI
KAK Pengadaan Konsultan Manajemen Konstruksi
untuk Pekerjaan Berbasis DB dan DBB

Dalam penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) pengadaan Jasa


Konsultansi Manajemen Konstruksi mengacu pada Peraturan
Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah (LKPP)
Nomor 7 Tahun 2018 tentang Pedoman Perencanaan Pengadaan
Barang / Jasa Pemerintah yang merupakan aturan turunan dari
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2018 tentang
Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Penunjukan LKPP sebagai
lembaga Pemerintah yang bertugas mengembangkan dan
merumuskan kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah diatur
dalam Perpres Nomor 16 Tahun 2018.
KAK Pengadaan Konsultan Manajemen Konstruksi
untuk Pekerjaan Berbasis DB dan DBB

Dalam Perlem LKPP Nomor 7 Tahun 2018 Pasal 23 Ayat 6 dijelaskan bahwa
penyusunan KAK Penyedia Jasa Konsultansi paling sedikit berisi :
 uraian pekerjaan yang akan dilaksanakan, meliputi : latar belakang,
maksud dan tujuan, lokasi pekerjaan, dan produk yang dihasilkan
(output);
 waktu pelaksanaan yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan
dengan memperhatikan batas akhir efektif tahun anggaran;
 spesifikasi teknis Jasa Konsultansi yang akan diadakan, mencakup
kompetensi tenaga ahli yang dibutuhkan dan untuk badan usaha
termasuk juga kompetensi badan usaha penyedia Jasa Konsultansi; dan
 sumber pendanaan dan besarnya total perkiraan biaya pekerjaan.
Kesimpulan

Payung Hukum Penggunaan Konsultan Manajemen Konstruksi untuk


Pekerjaan Design Bid Build, Design Build dan Engineering Procurement
Construction untuk saat ini mengacu pada Peraturan Menteri
Pekerjaan Umum Nomor 45 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis
Pembangunan Bangunan Gedung Negara bahwa Penyedia jasa
manajemen konstruksi digunakan untuk pekerjaan :
 Bangunan bertingkat diatas 4 lantai; dan/atau
Kesimpulan
 Bangunan dengan luas total di atas 5.000 m2; dan/atau
 Bangunan khusus; dan/atau
 Yang melibatkan lebih dari satu penyedia jasa perencanaan
maupun pelaksana konstruksi; dan/atau
 Yang dilaksanakan lebih dari satu tahun anggaran (multiyears
project)
Kesimpulan
Jenis dan bentuk kontrak jasa konsultansi manajemen konstruksi untuk
Pekerjaan Berbasis Design Bid Build, Design Build dan Engineering
Procurement Construction mengacu pada Peraturan Presiden Republik
Indonesia Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa
Pemerintah. Jenis untuk pekerjaan jasa konsultansi terdiri dari :
 kontrak keluaran (lumpsum)
 waktu penugasan (time base)
Kesimpulan  Kontrak Payung
Sedangkan untuk bentuk kontrak jasa konsultansi terdiri dari :
 SPK untuk Pengadaan Jasa Konsultansi dengan nilai paling banyak
Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah)
 Surat perjanjian untuk Pengadaan Jasa Konsultansi dengan nilai
paling sedikit di atas Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah)
 Surat pesanan untuk Pengadaan Barang/Jasa melalui E-purchasing
atau pembelian melalui toko daring.
Kesimpulan

Dalam Perlem LKPP Nomor 7 Tahun 2018 Pasal 23 Ayat 6 dijelaskan


bahwa penyusunan KAK Penyedia Jasa Konsultansi paling sedikit
berisi :
 uraian pekerjaan yang akan dilaksanakan, meliputi : latar
belakang, maksud dan tujuan, lokasi pekerjaan, dan produk yang
dihasilkan (output);
 waktu pelaksanaan yang diperlukan untuk menyelesaikan
Kesimpulan pekerjaan dengan memperhatikan batas akhir efektif tahun
anggaran;
 spesifikasi teknis Jasa Konsultansi yang akan diadakan, mencakup
kompetensi tenaga ahli yang dibutuhkan dan untuk badan usaha
termasuk juga kompetensi badan usaha penyedia Jasa
Konsultansi; dan
 sumber pendanaan dan besarnya total perkiraan biaya
pekerjaan