Anda di halaman 1dari 77

1.

Yang termasuk
autoimun spesifik organ
yaitu
a. Multiple skelorosis
B. SLE
C.AR
D.Wegner granulomatosa
E. scelroderma
1. Khas organ (organ specific) dengan
pembentukan antibodi yang khas organ;
contoh : Thiroiditis, dengan auto-antibodi
terhadap tiroid; Diabetes Mellitus, dengan
auto-antibodi terhadap pankreas; sclerosis
multiple, dengan auto-antibodi terhadap
susunan saraf; penyakit radang usus, dengan
auto-antibodi terhadap usus.
2. Bukan khas organ (non-organ specific), dengan pembentukan auto
antibodi yang tidak terbatas pada satu organ.
Contoh : Systemic lupus erythemathosus (SLE), arthritis rheumatika,
vaskulitis sistemik dan scleroderma, dengan auto-antibodi terhadap
berbagai organ.
2. Diabetes melitus tipe 1 merupakan salah
satu penyakit autoimun yang ditandai dengan
adanya kelainan berupa
 A. Humoral
 B. Pankreas antigen
 C. HLA – antigen
 D. Komplek imun
 E. Insulin reseptor
DM tipe 1 terjadi karena pankreas tidak bisa
memproduksi insulin. Pada DM tipe 1 ini
terdapat sedikit atau tidak sama sekali
sekresi,sedangkan pasien yang menderita
diabetes tipe 2 adalah jika tubuhnya masih
dapat memproduksi insulin, namun insulin
yang dihasilkan tidak cukup atau sel lemak
dan otot tubuh menjadi kebal terhadal
insulin
3. Autoantibodi yang terdapat pd
penyakit graves....
 A. Anti-throglubulin
 B.ANA
 C. Anti GBM
 D. Anti TSH reseptor
 E. Anti thyroperoxidase
 Pada penyakit Graves, adanya antibodi terhadap reseptor TSH di membran sel
folikel tiroid, menyebabkan perangsangan produksi hormon tiroid secara terus
menerus, sehingga kadar hormon tiroid menjadi tinggi. Kadar hormon tiroid
yang tinggi ini menekan produksi TSH di kelenjar hipofisis, sehingga kadar TSH
menjadi rendah dan bahkan kadang-kadang tidak terdeteksi. Pemeriksaan TSH
generasi kedua merupakan pemeriksaan penyaring paling sensitif terhadap
hipertiroidisme, oleh karena itu disebut TSH sensitive (TSHs), karena dapat
mendeteksi kadar TSH sampai angka mendekati 0,05 mIU/L. Untuk konfirmasi
diagnostik, dapat diperiksa kadar T-4 bebas (free T-4/FT-4) (Subekti, 2001;
Shahab, 2002; Price dan Wilson, 1995).
4. Penderita anemia hemolitik perlu
melaukan transfusi darah,transfusi apa yang
cocok?
 A. Whole blood
 B. Packed red blood
 C. Washed red blood
 D. Fresh whole blood
 E. Packed cell
 Darah lengkap (whole blood). Mengandung semua komponen darah secara utuh, baik plasma maupun sel darahnya. Terbagi dua,
yakni (1) darah segar (fresh blood), yang disimpan kurang dari 6 jam, masih lengkap dengan trombosit dan faktor pembekuannya;
dan (2) darah yang disimpan (stored blood), yang disimpan lebih dari 6 jam (darah hanya bisa disimpan sampai 35 hari, jumlah
trombosit dan faktor pembekuan sudah menurun). Diberikan pada indikasi dimana tubuh kekurangan semua komponen darah, baik
eritrosit, leukosit, trombosit dan plasma. Biasanya keadaan semacam ini terjadi setelah adanya kehilangan darah yang banyak
dalam waktu yang singkat, misalnya pasca perdarahan akut > 20% volume darah. Atau pada neonatus yang menderita
eritroblastosis fetalis, dimana semua darahnya harus diganti dengan jalan transfusi.

 Packed Red Cells (PRC). Sebahagian besar terdiri dari sel darah merah/ eritrosit, akan tetapi masih mengandung sedikit sisa-sisa
leukosit dan trombosit. Indikasi pemberiannya adalah pada pasien anemia, dengan syarat: akan dilakukannya operasi besar, tetapi
Hb < 10; atau anemia yang menimbulkan keluhan dan mengancam keselamatan.

 Washed Red Cells (WRC). Bedanya dengan PRC adalah, kadar sisa leukosit dan trombositnya jauh lebih rendah. Indikasinya
adalah untuk mencegah terjadinya febris (demam) atau alergi akibat aktifitas leukosit maupun trombosit. Misalnya pada penderita
thalassemia yang sering dilakukan transfusi, jika bukan WRC yang diberikan, bisa saja terjadi reaksi hipersensitifitas pada pasien
tersebut akibat pemaparan leukosit asing yang berulang.

 Deep Freezing Red Cells. Yaitu eritrosit yang didinginkan, untuk mencegah adanya virus, akan tetapi belum menjamin
sepenuhnya.

 Trombosit konsentrat. Terdiri dari komponen trombosit saja, dan hanya bertahan paling lama sekitar 3 hari. Diberikan pada pasien
yang mengalami trombositopenia berat dengan kadar trombosit <100.000/mm3 dan ditemukannya perdarahan serta sindroma
perdarahan (ptekie, purpura, ekimosis, pendarahan gusi, dll). Atau juga diberikan pada pasien trombositopenia sangat berat dengan
kadar trombosit <40.000/mm3 dengan atau tanpa perdarahan, karena ditakutkan akan terjadinya perdarahan serebral.

 Granulosit konsentrat. diberikan pada kasus netropenia berat, dengan kadar neutrofil < 0,5 x 109/L.

 Plasma. Jenisnya ada 7 macam: (1) Plasma Protein Fraction: mengganti plasma yang hilang pada luka bakar, kedaruratan abdomen
dan jika ada trauma yang luas. (2) Fresh frozen plasma: mengandung faktor pembekuan VIII dan V, pada pasien dengan gangguan
hemostasis yang labil. (3) Kriopresipitat: mengandung F.VIII, faktor von willebrand, F.XIII, fibronektin dan fibrinogen. Indikasi
untuk pasien hemofilia A, penyakit von willebrand, dan sindroma defibrinektin akut. (4) Faktor VIII konsentrat, untuk terapi
hemofilia A. (5) Faktor IX-protrombin kompleks konsentrat, untuk hemofilia B. (6) Fibrinogen konsentrat: untuk pasien DIC. (7)
Imunoglobulin konsentrat pada pasien defisiensi imunoglobulin.
5. Anemia hemolitik yang terjadi di daerah
dingin pada pemeriksaan dapat dijumpai

 A. Coomb tes positif dengan antibodi hot


 B. Coomb tes positif dengan antibodi warm
 C. Coomb tes positif dengan antibodi cold
 D. Coomb tes negatif dengan antibodi hot
 E. Coomb tes negatif dengan antibodi cold
 Klasifikasi
 Anemia hemolitik autoimun ada dua jenis, tipe hangat dan tipe dingin.
 A. Tipe Hangat
 Yaitu hemolitik autoimun yang terjadi pada suhu tubuh optimal (37 derajat celcius).
 Manifestasi klinis: gejala tersamar, gejala2 anemia, timbul perlahan, menimbulkan demam bahkan ikterik. Jika diperiksa
urin pada umumnya berwarna gelap karena hemoglobinuri. Bisa juga terjadi splenomegali, hepatomegali dan
limfadenopati.
 Pemeriksaan Lab: Coomb’s test direk positif, Hb biasanya
 Prognosis: hanya sedikit yang bisa sembuh total, sebagian besar memiliki perjalanan penyakit yang kronis namun
terkendali. Survival 70%. Komplikasi bisa terjadi, seperti emboli paru, infark limpa, dan penyakit kardiovaskuler. Angka
kematian 15-25%.
 Terapi: (1) pemberian kortikosteroid 1-1,5 mg/kgBB/hari, jika membaik dalam 2 minggu dosis dikurangi tiap minggu 10-
20 mg/hari. (2) splenektomi, jika terapi kortikosteroid tidak adekuat; (3) imunosupresi: azatioprin 50-200 mg/hari atau
siklofosfamid 50-150 mg/hari; (4) terapi lain: danazol, imunoglobulin; (5) tansfusi jika kondisinya mengancam jiwa
(misal Hb <3mg/dl)
 B. Tipe Dingin
 terjadi pada suhu tubuh dibawah normal. Antibodi yang memperantarai biasanya adalah IgM. Antibodi ini akan langsung
berikatan dengan eritrosit dan langsung memicu fagositosis.
 Manifestasi klinis: gejala kronis, anemia ringan (biasanya Hb:9-12g/dl), sering dijumpai akrosianosis dan splenomegali.
 pemeriksaan lab: anemia ringan, sferositosis, polikromasia, tes coomb positif, spesifisitas tinggi untuk antigen tertentu
seperti anti-I, anti-Pr, anti-M dan anti-P.
 Prognosis:baik, cukup stabil
 terapi: hindari udara dingin, terapi prednison, klorambusil 2-4 mg/hari, dan plasmaferesis untuk mengurangi antibodi
IgM.
6. Pemeriksaan yang mudah dilakukan
untuk menilai keparahan RA adalah....
 A. Serologi serum
 B. Antibodi Serum
 C. Darah rutin
 D. X-Ray
 E. MRI
 Ada beberapa tes yang bisa membantu mendiagnosis rheumatoid arthritis,
yaitu pemeriksaan fisik, tes darah, dan pemindaian X-ray.
7. Seorang wanita berusia 55 tahun dengan
keluhan bengkak lutut kiri. Pemeriksaan
untuk menegakan rheumatoid artritis sesuai
ARA
 A. ANA
 B. Rheumatoid factor
 C. Darah rutin
 D. Urinalisa
 E. Transminase
 kriteria RHEUMATOID ARTHRITIS. Menurut American College of Rheumatology tahun 1987, kriteria rheumatoid arthritis adalah
sbb:
1. Kekakuan di waktu pagi pada atau di sekitar sendi yang berlangsung satu jam atau lebih sebelum mengalami perbaikan
maksimal.
2. Pembengkakan pada tiga sendi atau lebih.
3. Pembengkakan sendi pangkal jari-jari tangan, sendi buku-buku jari tangan bagian atas, atau pergelangan tangan.
4. Pembengkakan sendi harus simetris mengenai sisi kanan dan kiri.
5. Benjolan di bawah kulit (nodul subkutan).
6. Tes faktor rematik yang positif di dalam darah.
7. Erosi dan/atau pengeroposan tulang di sekitar sendi-sendi jari-jari dan/atau pergelangan tangan.
Untuk keperluan klasifikasi, seseorang dikatakan menderita artritis reumatoid jika ia sekurang-kurangnya memenuhi 4 dari 7
kriteria di atas. Kriteria 1 sampai 4 harus terdapat minimal selama 6 minggu.
KRITERIA REMISI PADA ARTRITIS REUMATOID
Lima atau lebih dari syarat di bawah ini harus dipenuhi dan hams berlangsung paling sedikit 2 bulan.
1) Lamanya kaku pagi hari tidak lebih dari 15 menit.
2) Tidak ada kelelahan.
3) Menurut riwayat tidak ada nyeri sendi.
4) Tidak ada nyeri tekan atau nyeri gerak.
5) Tidak ada pembengkakan jaringan lunak pada sendi atau sarung tendon.
6) Laju Endap Darah (Westergreen) kurang dari 30 mm/jam untuk wanita atau 20 mm/jam untuk pria
8. Bila ditegakan diagnosis artritis
rheumatoid, maka pilihan utama terapi
adalah....
 A. Fisioterapi
 B. DMARD
 C. Anti mikroba
 D. Operatif
 E. Injeksi artikular
Pengobatan arhritis

 NSAID anti radang bukan steroid


 Steroid
 DMARD anti rheumatik pengubah sesuai penyakit
 Biologik DMAR

Operasi
Arhroplasty
Arhtrodesis
sinovektomi
9. Seorang laki-laki berumur 42 tahun
melakukan transplantasi ginjal mengalami
kerusakan yang disebabkan oleh sistem
imun.Sel imun apakah yang berperan dalam
sistem imun tersebut.
 A. Sel eritrosit
 B. Sel NK
 C. Sel T supressor
 D. Sel limfosit CD 8
Respon Kekebalan

 Interaksi Molekul MHC kelas I


 Pada sel yang telah terinfeksi virus, molekul MHC kelas I yang baru disintesis oleh sel tersebut
bergerak menuju permukaan sel. Molekul itu menangkap fragmen kecil dari salah satu protein lain
yang disintesis oleh sel tersebut. Jika sel tersebut mengandung virus yang bereplikasi, fragmen
peptida protein virus itu ditangkap dan diangkut ke permukaan sel. Dengan cara ini, molekul MHC
kelas I memaparkan protein asing, yang disintesis dalam sel terinfeksi atau sel abnormal, ke sel T
sitotoksik. Interaksi antara sel penyaji antigen dan sel T sitotoksik sangat ditingkatkan oleh
kehadiran protein permukaan sel T yang disebut CD8. CD8 terdapat di sebagian besar sel T
sitotoksik, dan mempunyai afinitas tehadap sebagian molekul MHC kelas I. Interaksi molekul MHC
kelas I dan CD8 membantu mempertahankan aktivasi antigen yang bersifat spesifik sedang
berlangsung.
 Sebuah sel T sitotoksik, yang diaktifkan oleh kontak spesifik dengan kompleks MHC kelas I dan
antigen pada sel yang terinfeksi atau sel tumor, dan dirangsang lebih lanjut oleh IL-2 dari sel T
helper, berdiferensiasi menjadi sel pembunuh yang aktif. Sel ini membunuh apa yang disebut sel
target terutama dengan cara pembebasan perofin, yaitu protein yang membentuk pori atau lubang
pada membran sel target. Karena ion dan air mengalir dalam sel target, maka sel itu membengkak
dan akhirnya lisis. Kematian sel-sel yang terinfeksi itu bukan saja menghilangkan tempat bagi
patogen untuk berproduksi, tetapi juga memaparkannya ke antibodi yang sedang beredar, sehingga
menandainya untuk dibuang dan dihancurkan. Setelah merusak sel yang terinfeksi, sel TC terus
bergerak membunuh sel-sel lain yang terinfeksi dengan patogen yang sama.
 Interaksi Molekul MHC kelas II
 Sebuah makrofaga yang telah menelan dan merusak bakteri mengandung fragmen kecil protein bakteri (peptida), sementara
permukaan makrofaga, molekul itu menangkap salah satu di antara peptida bakteri itu dalam lekukan pengikat antigenya dan
membawanya ke permukaan, sehingga memperlihatkan peptida asing itu ke sel T helper. Interaksi antara sel penyaji antigen
dengan sel T helper semakin meningkat dengan kehadiran protein permukaan sel T yang disebut CD4. Terdapat pada sebagian
besar sel T helper, CD4 mempunyai afinitas terhadap sebagian protein MHC kelas II. Interaksi antara molekul CD4 dan molekul
MHC kelas II membantu mempertahankan sel T helper dan sel penyaji antigen (APC) tetap menyatu sementara aktivasi antigen
yang bersifat spesifik sedang berlangsung.
 Ketika sel T helper diseleksi melalui kontak spesifik dengan kompleks MHC kelas II dan antigen pada sebuah APC, sel TH akan
memperbanyak diri dan berdiferensiasi menjadi klon sel T helper yang diaktifkan dan sel T helper memori. sel T helper yang
diaktifkan mensekresikan beberapa sitokin yang berbeda, yang merupakan protein atau peptida yang berfungsi untuk
merangsang limfosit lain. Sebagai contoh sitokin interleukin-2 (IL-2) membantu sel B yang telah mengadakan kontak dengan
antigen untuk berdiferensiasi menjadi sel plasma yang mensekresi antibodi. IL-2 juga membantu sel T sitotoksik untuk menjadi
pembunuh yang aktif
 Sel T helper itu sendiri patuh pada pengaturan sitokin. Sementara makrofag memfagositosis dan menyajikan antigen, makrofag
itu dirangsang untuk mensekresi suatu sitokin yang disebut interleukin-1 (IL-1). IL-1, dalam kombinasi dengan antigen yang
disajikan, mengaktifkan sel T helper untuk menghasilkan IL-2 dan sitokin lain. Merupakan satu contoh umpan balik posiftif
adalah peristiwa saat IL-2 yang disekresi oleh sel T helper juga kan merangsang sel tersebut untuk memperbanyak diri lebih
cepat lagi dan untuk menjadi penghasil sitokin yang lebih aktif lagi. Dengan cara ini, sel T helper memodulasi respons
kekebalan humoral (sel B) maupun respons kekebalan yang diperantarai oleh sel (sel T sitotoksik).
10. Mekanisme ini adalah clonal deletion
mekanisme terjadinya hal ini didalam tubuh?

 A. Difisiensi sel imun


 B. Apopotosis dari sel autoreaktif
 C. Penekanan Sel T supressor
 D. Penghambatan Sel T
Teori penghapusan Teory anergy klonal Idiotype network theory
kolonal (clonal deletion (clonar anergy theory)
theory)
Diusulkan oleh burnet Diusulkan oleh nossal, Diusulkan oleh jerne
yang menyatakan bahwa dalam hal inni sel – sel T dalam hal ini jaringan
sel limfoid (yang reaktif atau B(yang reaktif (network) antibodi yang
terhadap diri sendiri) terhadap diri sendiri) mampu menetralkan
telah dihancurkan selama menjadi tidak aktif dalam antibodi2,(yg reaktif
pengembangan sistem individu normal dan tidak terhadap diri sendiri) ada
kekebalan tubuh dapat memperkuat secara alami dalam
seseorang. respon imu. tubuh.
11.Seorang anak 5 tahun sering sakit dan
susah sembuh,setelah diperiksa ternyata
anak tersebut tidak memiliki tymus.
Sel apa yang mengalami difisiensi
 A. Sel nk
 B. Sel neutrofil
 C.sel limfosit B
 D. Sel limfosit T
 E. Makrofag
12. Seorang bapak berumur 33 th
mendapatkan transfusi darah,kemudian dia
mengalami demam, mengigil... Kemudian dia
juga, mengalami ikterus. Bapak ini
bergolongan darah A dan ternyata dia
mendapat donor B. Bagaimana mekanisme yg
terjadi
 Terbentuknya igG dan igM pada eritrosis hipersensitivitas 2
13. Seorang anak berumur 10 th sering sesak
nafas, hasil pemeriksaan dokter secara
auskultasi nafas berbunyi wheezing dan
diagnosis asma atopi. Penyempitan bronkus
disebabkan oleh.
A.epinefrin
B. Leukotrin
C. Sitokin
 LT berperan pada bronkokonstriksi,peningkatan permeabilitas vaskular dan
produksi mukus.PGE2 menimbulkan bronkokonstriksi.
14.Seorang wanita hamil yang ke 2. anak
mengalami kematian saat lahir. Ibu memiliki
rhesus negatif sedangkan bayi di janin
memiliki rhesus positif. Kematian terjadi
karena antibodi ibu masuk kedalam tubuh
janin melalui plasenta,antibodi apa yang
dimaksud ?
 A. igA
 B. igM
 C. IgD
 D. igG .... jawabanya
 E. igE
 Imunoglobulin A (IgA).
 Imunoglobulin A adalah antibodi sekretori, ditemukan dalam saliva, keringat, air
mata, cairan mukosa, susu, cairan lambung dan sebgainya. Yang aktiv adalah
bentuk dimer (yy), sedangkan yang monomer (y) tidak aktif. Jaringan yang
mensekresi bentuk bentuk dimer ini ialah sel epithel yang bertindak sebagai
reseptor IgA, yang kemudian sel tersebut bersama IgA masuk kedalam lumen.
 Fungsi dari IgA ini ialah:
 Mencegah kuman patogen menyerang permukaan sel mukosa
 Tidak efektif dlam mengikat komplemen
 Bersifat bakterisida dengan kondisinya sebagai lysozim yang ada dalam cairan
sekretori yang mengandung IgA
 Bersifat antiviral dan glutinin yang efektif
 Imunoglobulin D (IgD)
 Imunoglobulin D ini berjumlah sedikit dalam serum. IgD adalah penenda
permukaan pada sel B yang matang. IgD dibentuk bersama dengan IgM oleh
sel B normal. Sel B membentuk IgD dan IgM karena untuk membedakan unit
dari RNA.
 Imunoglobulin E (IgE)
 Imunoglobulin E ditemukan sedikit dalam serum, terutama kalau berikatan dengan
mast sel dan basophil secara efektif, tetapi kurang efektif dengan eosinpphil. IgE
berikatan pada reseptor Fc pada sel-sel tersebut. Dengan adanya antigen yang
spesifik untuk IgE, imunoglobulin ini menjadi bereaksi silang untuk memacu
degranulasi dan membebaskan histamin dan komponen lainnya sehingga
menyebabkan reaksi anaphylaksis. IgE sangat berguna untuk melawan parasit.
 Imunoglobulin M (IgM)
 Imunoglobulin m ditemukan pada permukaan sel B yang matang. IgM mempunyai
waktu paroh biologi 5 hari, mempunyai bentuk pentamer dengan lima valensi.
Imunoglobulin ini hanya dibentuk oleh faetus. Peningkatan jumlah IgM
mencerminkan adanya infeksi baru atai adanya antigen (imunisasi/vaksinasi). IgM
adalah merupakan aglutinin yang efisien dan merupakan isohem- aglutinin
alamiah. IgM sangat efisien dalam mengaktifkan komplemen. IgM dibentuk setelah
terbentuk T-independen antigen, dan setelah imunisasi dengan T-dependent
antigen
 Imunoglobulin G (IgG)
 Imunoglobulin G adalah divalen antigen. Antibodi ini adalah imunoglobulin yang
paling sering/banyak ditemukan dalam sumsum tulang belakang, darah, lymfe dan
cairan peritoneal. Ia mempunyai waktu paroh biologik selama 23 hari dan
merupakan imunitas yang baik (sebagai serum transfer). Ia dapat mengaglutinasi
antigen yang tidak larut. IgG adalah satu-satunya imunoglobulin yang dapat
melewati plasenta.
 IgG adalah opsonin yang baik sebagai pagosit pada ikatan IgG reseptor.
Imunoglobulin ini merangsang “antigen-dependen cel-mediated cytotoxicity”
(ADCC)-IgG Fab untuk mengikat target sel, “Natural Killer”(NK) Fc-reseptor,
mengikat Ig Fc, dan sel NK membebaskan citotoksik pada sel target. IgFc juga
mengaktifkan komplemen, menetralkan toksin, imobilisasi bakteri dan
menghambat serangan virus
15. Seorang pria berumur 40 th, mengalami mual,muntah
dan hilang kesadaran setelah diberi antibiotik. Dokter
kemudian memberikan suntukan adrenarin subkutan dan
tidak lama pasien mulai sadar kembali, mekanisme imun
apa yang mungkin menyebabkan kondisi tersebut?
A. Reaksi cell mediated imunity... Hipersensitivitas 4
B. Penimbunan antibodi antigen ... H 3
C. Sel mast menghasilkan histamin .. H 1
D. Imunoglobulin g dan m terhadap sel target . H1
E. Makrofag menghasilkan histamin
16. Seorang pria 23 tahun melakukan
imunisasi dengan menggukanan serum kuda
secara berulang dan terjadi reaksi hemoragik
dan nekrosis pada bekas suntikan.
Mekanisme ini di perantai oleh?
 A. igG
 B. Sel T helper
 C. Sel T sitotoksik
 D. Komplek imun antigen antibodi
 E. igE
Hipersensitivitas tipe 3

 Nanti cari h 1234


17. Ada beberapa penyakit autoimun terjadi
pada organ/jaringan tubuh tertentu,yang
termasuk sebagian sequetered antigen adalah
 Self antigen yang belum terpapar oleh sistem imun
 Sequestered antigen adalah antigen yang karena letak anatominya,pada
keaadaan normal tidak terpajan dengan sel B atau sel T
18.Seorang anak berusia 9 tahun sering
menderita penyakit yang berulang. Dari hasil
pemeriksaan diketahui pasien mengalami
difisiensi imun dimana tidak termukanya
gammaglobulin sel imun yang mengalami
difisiensi pada penderita ini adalah....
 A. Sel limfosit
 B. Makrofag
 C. Sil lim b
 E. Sel t sitotoksik
 Limfosit yang berperan dalam pembentukka ig adalah limfosit B
19. Penyakit LES lebih sering terjadi
pada wanita, karena
 A. Wanita melahirkan anak
 B. Hormon progesteron pada wanita sebagai penyebab penyakit ini
 C. Hormon estrogen pada wanita meningkatkan sintesa autoantibodi
 D. Hormon estrogen sebagai penyebab penyakit ini
 E. Sering terjadi pada wanita yang telah mengalami monopause
 Hormon estrogen memang dikenal sebagai immuno-enhancing yang dapat
meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Hormon ini membuat perempuan lebih
kuat ketimbang laki-laki karena mesti melahirkan dan mengasuh anak.

Namun, sistem imun yang kuat ini justru dapat menjadi bumerang dengan
menyerang kembali organ di dalam tubuh. Oleh karena itu, Iris menyebut
kaum wanita lebih berisiko ketimbang pria
20. Anak usia 7 tahun mengalami gatal-gatal
kemerahan pada kulit akibat memakan
udang.
 A. Penumpukan histamin di bawah kulit
 B. Leukotrien menyebabkan pembengkakan dibawah kulit
 C. Prostaglandin menyebeabkan kemerahan pada kulit
 D. Histamin merangsang vasodilatasi pada kulit,menyebabkan terjadinya
edem
 E. Pecahnya pembuluh darah
21. Seorang ibu berumur 38 tahun datang ke
poliklinik RS dengan keluhan ruam merah
didekat mata,batang hidung dan dahi. Diikuti
dengan lemas,lesu.setelah dilakukan
pemeriksaan lab diketahui kadar hb 8,8
leukosit 35.000 trombosit 125.000
 Pemeriksaan lanjutan yang harus dilakukan adalah ANA
Gambaran imunologik utama pada SLE

 ANA (+) titer tinggi >= 1/160,pola homogen,perifer,atau speckled.


 Sel LE (+) anti ds –DNA dan anti Sm (+)
 Kadar komplemen rendah
 Adanya endapan lg dan komplemen pada membran basalis glomerulus.
Malar rash adalah gejala klinis utama dari SLE
( sitemik lupus eritematosus), pemeriksaan
dilakukan dengan mengecek ANA dan anti –
dsDNA
 CRP ( c-reactive protein ), kadar c3 dan c4 dan LED ( laju endap dadrah)
diperiksa untuk mengetahui adanya inflamasi
 Rheumatoid factor diperiksa sebagai salah satu penegakan diagnosis arthritis
rheumatoid
22. Seorang laki – laki berusia 8 tahun datang
ke poliklinik Rs dengan keluhan demam terus
menerus selama 1 hari. Kelainann yang
dirasakan adalah mual dan muntah.
Bagaimana hasil penetapan reaksi inflamasi
yang diharapkan pada pasien ini
 A. LED LAMBAT
 B. Peningkatan CRP
 C. Peningkatan C3
 D. Peningkatan c4
 E. Penurunan fungsi fagositosis
 Penetapan reaksi inflamasi
 Kadar CRP ( c-reactive protein, protein fase akut)-> meningkat->100x pada
infeksi, kerusakan jaringan.
 Kadar komplemen t,u c3 dan c4
 ->> menurun karena terpakai dalam proses inflamasi
 Hasil yang diharapkan apabila terjadi inflamasi
 Laju endap darah (LED) cepat/meningkat
 CRP meningkat
 C3 dan c4 menurun karena banyak terpakai saat terjadi inflamasi
 Fungsi fagositosis menignkat
23. Seorang anak laki-laki usia 35 tahun
datang ke puskemas dengan keluhan demam
sejak 5 hari yang lalu, menurut pasien
demam sering hilang timbul selama 1 bulan,
berat badan pasien sebulan yang lalu 75kg
sekarang 55kg, dan pasien bekerja di panti
pijat. Pemeriksaan anti hiv dengan metode
apakah yang dianjurkan pada pasien ini
 A. Elisa
 B. RT.PCR
 C. Western blot
 D. Imunodifusi radial
 E. Imunokromatografi
DIAGNOSIS HIV

A1 : Untuk pemeriksaan pertama, biasanya digunakan rapid test untuk uji saring.
Tes dipilih yang memiliki sensitifitas paling tinggi
A2 : bila hasil A1 (+) periksa lagi dengan enzym – linked immunosorbent assay
(ELISA)
Atau rapid test yang meemmpunyai sepesifisitas lebih tingi dari pada tes pertama
A3: tes konfirmasi bisa menggunakan western blot (WB)
Radio immunoprecipitaion assay ( RIPA)
Immunoflourescense assay ( IFA)
24. Seorang laki2 usia 45 th datang ke
puskemas dengan keluhan demam 5 hari.
Berat badan pasien lalu 75 sekarang 55
diketahui pasien bekerja di panti pijat. Pada
pemeriksaan fisik terdapat tato di lengan
atas. Pada pemeriksaan anti hiv elisa hasil
positif, pemeriksaan apakah yang terpat
untuk memastikan penyakit pada pasien tsb.
 A. RT-PCR
 B. Western Blot
 C. Imunofluorensis
 D. Imunokromatografi
 E. Imunodifusi radial
25. Seorang perempuan berusia 43 tahun datang ke
poliklinik dengan keluhan pembesaran pada leher bagian
depan sejak 3 buln lalu. Menurut pasien, keluhan disertai
dengan jantung berdebar kencang setiap pasien melakukan
aktivitas, dengan tremor,dan kedua kaki membesar, oleh
dokter sebeumnya dikatakan pasien menderita penyakit
autoimun. Pemeriksaan laboratorium yang paling tepat
apakah yang dpilih pasien
 A. Anti – sm
 B. Anti – tg
 C. Anti – tpo
 D. Anti- actin
 E anti sma
Autoantibodi spesifik organ

 Autoantibodi tiroid
 Anti tiroperoksidase ( anti TPO)
Paling sensitif untuk deteksi penyakit tiroid autoimun
• Anti reseptor TSH (TRAb)
TSh reseptor simulating antibody (TSAb)= menyebabkan efek stimulasi shg terjadi
hipertiroid
TSH reseptor blocking antibody ( TBAb)
Menyebabkan efek hambatan shg terjadi hipotiroid
Anti tiroglobulin ( anti –TG)
- Berguna untuk deteksi penyakit tiroid autoimun pd penderita dgn goiter noduler
- Untuk memantau terapi yodium pd goiter endemik
26. Seorang laki-laki umur 52 th datang dengan keluhan nyeri sendi
lutu sejak 2 bulan. Dari yang dirasakan sendi lutut terlihat
bengkak,hangat dan kaku sehingga untuk bergerak terbatas. Dari
hasil lab
dari hasil laboratorium di atas maka pemeriksaan lanjutan diberikan
pada pasien adalah ....
 A. ANA
 B. CKMB
 C. Cairan sendi
 D. Anti ds-dna
 E. Rheumatoid factor
 Setelah dilakukan tes darah,biasanya dilakukan pemeriksaan antibodi RF dan
anti CCP
27. Seorang laki-laki 36 th mengeluhkan diare ssejak 3 hari
yang lalu. Menurut pasien, diare sering dirasakah sejak
hamnti hiv menunjukan hassil intermediet. Mana
pemeriksaan apakah yang harus dilakukan
 A. Pemeriksaan diulang dengan tehnik elisa
 B. Pemeriksaan diulang dengan tehnik immunoelektroforesis
 C. Pemeriksaan diulang immunodifusi radial
 D. Pemeriksaat diulan dengan RT-PCR
 E. Pemeriksaaan diulang dengan western blot
 Jika hasil intermediet,lakukan pemeriksaan ulang dengan elisa namun dengan
cara berbeda( misalnya pertama inderect, yang kedua bisa dengan
direct/sanwich/dll)
28. Di suatu tempat akan dilakukan kegiatan
donor darah. Dokter menganjurkan dilakukan
pemeriksaan HIV kepada para pendonor.
Strategi tipe berapa yang sedang dilakukan
 A strategi 1
 B. Strategi 2
 C. 3
 D. 1dn 2
 E. 1 dan 3
Untuk pendonor darah dan organ
strategi 1 karena butuh hasil yang cepat
30. Salah satu organ limfoid ini mengalami
atopi pada masa pubertas dan terletak pada
mediastinum superior. Dari histologi sel atau
jaringan apa yang tidak terdapat pada organ
tersebut
 A. Makrofag
 B. Limfosit
 C. Sel plasma
 D. Sel retikulum
 Atopi = pengecilan = organ timus
 Pada timus terdapat : makrofag,limfosit, sel retikular
31. Sel apc yang berada di
mukosa/saluran pencernaan adalah
 A. Eritrosit
 B. Makrofag
 C. Plasma
 D. Limfosit
 E. dendritik
32. Seorang remaja 15 tahun datang bersama
orang tuanya dengan keluhan demam selama
5 haru, berdasarkan hasil pemeriksaan fisik
dan penunjang, dokter mendiagnosis pasien
tersebut demam tifoid.... Organ malt apakah
yang mengalami gangguan
 A. BALT
 B. CALT
 C. GALT
 D. NALT
 E. MALT
 CARI TAU LAGI
33. Leukoit yang beredar dalam pembuluh
darah berperan pada reaksi alergi.
Bagaimanakah gambaran histologi sel
tersebut.
Eosinofil. Sitoplasma bergranula warna
kemerahan
34. Seorang laki2 40 tahun datang dengan
keluhan bengkak pada kaki sejak 6 bulan.
Dokter mendiagnosisnya dengan infeksi
cacing filaria dan mengenai organ sistem
imunitas. Bagaimana gambaran histologis
organ tsb
 A. Terdapat bangunan khas medula yang disebut badan hassal timus
 B. Organ berbentuk seperti kacang kedelai dengan hilus dibagian cekungnya
nodus limfatikus
 C. Pada mpermukaan atasnya dilapisi epitel berlapis gepeng tanpa lapisan
tanduk tonsol palatina
 D. Merupakan kumpulan sel sel limfosit yang terdapat dibawah mukosa usu
halus csyterna cyli
 E. Terdapat bangunan kumpulan sel sel limfosit yang disebut pulpa alba lien
35. Ibu 50 th menderita carsinoma mamae
sinistra bagian lateral.... Nodus limfatikus
yang membesar sesuai aliran darah dari
payudara?
 A. Nnll,occipital
 B. Nnll,submandibularis
 C. Nnll.axilaris
 D. Nnll,trochanter dextra
 E. Nll. Ingunalis superficialis
36. Penyakit adenoid DI tonsila
pharyngea
54. Seorang laki – lai, 45 tahu, mederita
batuk kronis dan menunjukan adanya leis
berupa kavena pada pemeriksaan toraks
fotonya. Pemeriksaan sputumnya
memberikan hasil positif mycobacterium
tuberculosis. Respon kekebalan apakah yang
berperan utama untuk melawan bakteri tsb.
IMUNITAS THD BAKTERI INTRASELULAR Imunitas thd bakteri intraseluler
Contoh bakteri intraselular. - Kekebalan natural
salmonella sp. Patogen intraseluler mengaktivasi sel
Brucellia sp. NK secara: langsung,makrofag
Mycobacterium sp. menghasilkan IL-12 yang merangsang
Listeria monocytogenes sel NK menghasilkan IFN-gamma
Legionella pneumophila -mengaktivasi makrofag
IMUNITAS THD BAKTERI INTRASELULER
KEKEBALAN NATURAL - Imunitas seluler
Patogen intraseluler ini umumnya Mematikan bakteri yang telah
resisten terhadap fagositosis - difagositosis,dg cara mengaktivasi
>kekebalan naturan yang dilakukan makrofag dengan sitokin yang
PMN dan makrofag tidak efektif. dihasilkan oleh sel T(terutama IFN)
. Lisis sel yang terinfeksi yang dilakukan
oleh sel t cd8 (CTL)
. Aktivasi makrofag sbg respon thd
65.PENALATALAKSAAN ALERGI SUSU SAPI

 ASI EKSLUSIf dan penghindaran susu sapi pada ibu


 Jika tidak mungkin diberi asi -> beri susu formula bebas susu sapipada bayi
berisiko tinggi yang diketahui mempunyai riwayat atopi
 Melakukan eleminasi susu sapi dan produknya pada diet ibu menyusui yang
beresiko atopi. Tidak dianjurkan untuk mengganti dengan susu kambing atau
hewan lain,karena takut ada reaksi silang
 Terapi medikamentosa sesuai dengan gejala yang muncul
71.A

 Andrenergenik urtikaria : peran norepinefrin


73

 Diagnosis penyakit : dermatitis atopi karena merupakan peradangan


berulang,terdapat eksema-susu,eritema,serta riwayat penyakit asma.
 PEMERIKSAAN PENUNJANG
- Peningkatan serum igE mayoritas pada pasien DA
- Pada pemeriksaan darah rutin peningkatan oesinofil dan basofil
- RAST (radio immunosorban assay)
- Prick tes
 Dermatitis atopi slide
76. Aplikasi hemaglutinasi -> blood grouping,
combs test ( antobodi tes),treponema
pallidum hemaglutination(TPHA).
78. Enfuvirtid + nevirapin + zidovudin

 Efek samping
 Enfuvirtid : nyeri,pusing,eosinofilia,pneumoni
 Niverapin : somnolen
 Abakavir : gangguan di GIT diare mual dll
 Sakuinavir : diare, nyeri
 Didanosin : diare, pankreatitis,neuropatiperifer
 Zidovudin : anemia,neuro,mual, sakit kepala
83. Untuk memperkuat sel mast,pasien
disarankan untuk meminum obat sebagai
berikut, yaitu....
 Natrium kromolat
 Obat terkait histamin
 - stabilisasi sel mast
Natrium kromolin,nedokromil.EX albuterol
Antagonis reseptor H1: AH 1 GEN 1,2 ,3
Antagonis reseptor h2 : ranitidin,simetidin
Agonis dan antagonis reseptor h3 : AH masa depan
84. Sirolimus menghambat Mtor signaling

Siklosporin & takrolimus menghambat calsineurin, menghambat fosfatase yang


diperlukan untuk Transkripsi IL-1
Glukokortikosteroid
Regulasi gen DNA,menghambat transkripsi gen
Mycophenolat mofetil.menghambat sintesis guanine nucleotida/purin)