Anda di halaman 1dari 36

AGNES KRISYLVA

SOFYAN RIZALANDA

PROGRAM MAGISTER ILMU KESEHATAN REPRODUKSI


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
2017
 Pendahuluan
 Model terjadinya penyakit
 Simbiosis
 Definisi parasitisme dan istilah-istilah yang berkaitan
dengannya
 Jenis parasitisme
 Ruang lingkup parasitisme
 Kasus khusus parasitisme
 Contoh-contoh parasitisme dalam Kesehatan Reproduksi
 transisi epidemiologi dari penyakit menular ke
arah penyakit degeneratif.
 penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit
masih merupakan masalah kesehatan yang
besar, baik di kota maupun di desa.

Prianto J.L.A, Tjahaya P.U, dan Darwanto. 2001. Atlas Parasitologi Kedokteran. Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Utama.
 seorang tenaga medis harus mengenal dengan
baik bentuk parasit yang menyebabkan seorang
pasien menderita infeksi.
 faktor sosial ekonomi yang rendah, kebersihan
yang buruk, hubungan seksual dan
perkembangan demografik

1. Prianto J.L.A, Tjahaya P.U, dan Darwanto. 2001. Atlas Parasitologi Kedokteran. Jakarta:
PT. Gramedia Pustaka Utama.
2. Ratnasari A.F. dan Sungkar Saleha. 2014. Prevalensi Skabies dan Faktor-faktor yang
Berhubungan di Pesantren X Jakarta Timur. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
2(1): 7-12.
TUJUAN

•Untuk memberikan bahan referensi serta penjelasan


tentang konsep parasitisme.

•Untuk memenuhi tugas pembuatan makalah Konsep


Parasitisme pada Mata Kuliah Epidemiologi dan
Kependudukan.
 Komponen : host, agen, Enviroment
 Perubahan pada salah satu faktor / komponen akan
mengubah keseimbangan
 Faktor lingkungan adalah titik tumpu dari konsep
segitiga epidemiologi yang disebutkan di atas
 Konsep Epidemiological Triad sangat sederhana,
yaitu diibaratkan sebuah timbangan (equilibrium)
 Model segitiga epidemiologi lebih cocok untuk
menjelaskan proses interaksi antara faktor – faktor
yang berperan pada penyakit infeksi

Sulistyaningsih. 2012. Epidemiologi Dalam Praktik Kebidanan.Yogyakarta: Graha Ilmu.


Sulistyaningsih. 2012. Epidemiologi Dalam Praktik Kebidanan.Yogyakarta: Graha Ilmu.
Agent Host

Pada Model ini


seseorang berada
pada kondisi sehat
dimana host, agent
dan environment
berada pada kondisi
Enviroment
seimbang

Sulistyaningsih. 2012. Epidemiologi Dalam Praktik Kebidanan.Yogyakarta: Graha Ilmu.


 Keadaan pada gambar diatas
adalah titik keseimbangan
pada host (pejamu).
 Hal ini terjadi misalnya
adanya peningkatan daya
tahan (imunitas) penduduk
atau hard immunity atau oleh
karena perubahan komposisi
penduduk menurut jenis
kelamin dan umur atau
makin bertambah tuanya
penduduk.
 Gambar diatas menunjukan bahwa titik
berat keseimbangan terletak pada agen
penyakit.
 Keadaan seperti ini terjadi pada penyakit
infeksi yaitu munculnya strain baru dari
organisme penyebab.
 Gambar diatas menunjukan bahwa titik berat
keseimbangan terletak pada agen akibat
bergesernya lingkungan.
 Hal ini menjelaskan saat kerentanan host
meningkat akibat adanya pencemaran
lingkungan.
 Gambar diatas menunjukan titik berat
keseimbangan terletak pada host akibat
bergesernya faktor lingkungan.
 Hal ini untuk menjelaskan perubahan lingkungan
yang berdampak pada peningkatan daya tahan
individu (host) terhadap penyakit, misalnya
perbaikan lingkungan tempat tinggal.
 Suatu substansi atau elemen makhluk
hidup/bukan makhluk hidup yang kehadirannya
/ketidakhadirannya dapat menimbulkan
/mempengaruhi perjalanan suatu penyakit
 Jenis:
 Nutrien
 Kimia
 Biologik
 Fisik
 Mekanik

Sulistyaningsih. 2012. Epidemiologi Dalam Praktik Kebidanan.Yogyakarta: Graha Ilmu.


 Semua faktor yang ada pada diri manusia yang
dapat mempengaruhi timbulnya serta
perjalanan penyakit. Misalnya:
 Keturunan
 Umur
 Jenis kelamin
 Ras
 Status perkawinan
 Pekerjaan
 Kebiasaan hidup

Sulistyaningsih. 2012. Epidemiologi Dalam Praktik Kebidanan.Yogyakarta: Graha Ilmu.


 Agregat dari seluruh kondisi dan pengaruh luar
yang mempengaruhi kehidupan dan
perkembangan organisme.
 Macam:
◦ Fisik
◦ Biologik
◦ Sosial ekonomi

Sulistyaningsih. 2012. Epidemiologi Dalam Praktik Kebidanan.Yogyakarta: Graha Ilmu.


 Suatu penyakit tidak tergantung pada satu sebab
yang berdiri sendiri melainkan sebagai akibat
dari serangkaian proses sebab-akibat 
penyakit dapat dicegah dengan memotong
rantai pada berbagai titik.
 Teori ini sering disebut juga sebagai konsep
multi faktorial
 Penyakit atau masalah kesehatan terjadi karena disebabkan oleh
interaksi antar faktor risiko.
 Penyakit atau masalah kesehatan bukan hanya disebabkan oleh satu
faktor.
 Model ini cocok untuk penyakit – penyakit kronis atau penyakit non
infeksi atau masalah kesehatan yang belum jelas penyebabnya,
misalnya penyakit keganasan (seperti kanker payudara).
 Cara untuk mencegah terjadinya penyakit atau masalah kesehatan
ini adalah dengan mengintervensi atau memutus rantai yang
menjadi penyebab utama (faktor 1, 2, 3, 4).
 Model roda dgunakan untuk menjelaskan hubungan
manusia dengan lingkungannya.
 Hal ini memberikan manfaat untuk analisis
epidemiologi, yaitu mengidentifikasi faktor resiko
tanpa menekankan penyebab dari suatu penyakit.
 Model roda memisahkan secara tegas antara host
dan faktor lingkungannya.
 Memerlukan identifikasi dari berbagai faktor yang
berperan dalam timbulnya penyakit dengan tidak
mementingkan pentingnya agent.
 Besarnya peran dari masing-masing faktor
bergantung pada penyakit yang bersangkutan
 Roda di atas terdiri dari lingkaran yang dalamnya
menggambarkan manusia (host) yang sifat genetiknya sebagai
inti.
 Host (pejamu) dikelilingi oleh lingkungan biologik, sosial dan
fisik. Ukuran relatif dari tiap komponen tergantung pada
penyakit yang ingin dipahami.
 Inti genetik relatif lebih besar untuk penyakit herediter. Model
ini menunjukan kebutuhan untuk mengidentifikasi faktor
etiologi ganda dari penyakit tanpa menekankan agen dari
penyakit.
 berasal dari bahasa Yunani sym yang berarti
dengan dan biosis yang berarti kehidupan
 interaksi antara dua organisme yang hidup
berdampingan
 Makhluk hidup yang melakukan simbiosis
disebut simbion

Hermawati. 2010. Ekosistem. (online). [http://hend-learning.blogspot.co.id/2009/05/ekosistem.html, diakses


Tanggal 5 September 2017].
 Parasitisme adalah di mana pihak yang satu
mendapat keuntungan dan merugikan pihak
lainnya.
 Mutualisme adalah hubungan sesama makhluk
hidup yang saling menguntungkan kedua pihak.
 Komensalisme, adalah di mana pihak yang satu
mendapat keuntungan tetapi pihak lainnya tidak
dirugikan dan tidak diuntungkan.

Hutagalung R.A. 2010. Ekologi Dasar. Jakarta.


 Amensalisme, yaitu saat satu pihak dirugikan dan pihak
lainnya tidak diuntungkan maupun dirugikan
 Kompetisi, di mana kedua pihak saling merugikan,
biasanya terjadi melalui kompetisi dalam
memperebutkan makanan
 Netralisme, di mana kedua pihak tidak saling
diuntungkan maupun dirugikan. Interaksi antar kedua
spesies tidak menyebabkan keuntungan maupun
kerugian bagi keduanya.

Hutagalung R.A. 2010. Ekologi Dasar. Jakarta.


CONTOH-CONTOH SIMBIOSIS

Graha Gunawan. 2017. Pengertian


Parasitisme. (online)
[http://www.pengertianilmu.com/2015/03/p
engertian-parasitisme.html, diakses tanggal
5 September 2017].
◦ Parasit : Organisme yang hidup di dalam atau pada
tubuh organisme lain.
◦ Parasitisme : Persekutuan antara dua organisme
yang berbeda secara spesifik, merugikan satu
organisme dan menguntungkan organisme lainnya.
◦ Parasitologi : ilmu yang mempelajari tentang
penyakit-penyakit yang disebabkan oleh parasit.

Fakih Marjiyo, M. 2004. Bahan Ajar Parasitologi. Yogyakarta: Fakultas biologi Universitas Gajahmada.
 Parasit yang hidup pada inang mereka disebut
ektoparasit. Contoh ektoparasit adalah kutu,
dan tungau.
 hidup pada hewan yang lebih besar, seperti
kucing, anjing

Fakih Marjiyo, M. 2004. Bahan Ajar Parasitologi. Yogyakarta: Fakultas biologi Universitas Gajahmada.
 Parasit yang hidup di dalam inang mereka yang
disebut endoparasit.
 parasit cacing, bakteri, dan virus

Fakih Marjiyo, M. 2004. Bahan Ajar Parasitologi. Yogyakarta: Fakultas biologi Universitas Gajahmada.
 Ruang lingkup pertama dalam konsep
parasitisme adalah zoonosis
 faktor-faktor yang berpengaruh terhadap
kehidupan parasit meliputi:
 · Air
 · Temperatur
 · Sinar matahari
 · Waktu
 · Fauna dan flora

Fakih Marjiyo, M. 2004. Bahan Ajar Parasitologi. Yogyakarta: Fakultas biologi Universitas Gajahmada.
 Epiparasit adalah parasit yang memakan parasit
lain. Sebuah contoh umum ini adalah protozoa
yang hidup di saluran pencernaan kutu, yang
kemudian parasitis anjing atau kucing.

Fakih Marjiyo, M. 2004. Bahan Ajar Parasitologi. Yogyakarta: Fakultas biologi Universitas Gajahmada.
 Parasit sosial adalah parasit yang mengambil
keuntungan dari interaksi organisme lain. Salah satu
contoh akan menjadi lalat mengambil makanan dari
koloni semut.
 Burung yang meletakkan telurnya di sangkar burung
lain.

Fakih Marjiyo, M. 2004. Bahan Ajar Parasitologi. Yogyakarta: Fakultas biologi Universitas Gajahmada.
 Parasit pertahanan. Pertahanan yang paling
umum terhadap parasitisme adalah perilaku.
 Penataan rambut dapat menghilangkan parasit
seperti kutu dan tungau.
 Makan dengan tangan tidak bersih dapat
terinfeksi parasit, seperti cacing pita.

Fakih Marjiyo, M. 2004. Bahan Ajar Parasitologi. Yogyakarta: Fakultas biologi Universitas Gajahmada.
 Tricomonas vaginalis
◦ Penyebab vaginitis
◦ Hanya ada bentuk trofozoit dengan ukuran (7-23) u
X 95 — 15) U
◦ Axostyle jelas, ada membrana undulata, Kromatin
penyebarannya uniform
◦ Tempat hidup : vagina, prostat
 Cara reproduksi dengan pembelahan binair

Fakih Marjiyo, M. 2004. Bahan Ajar Parasitologi. Yogyakarta: Fakultas biologi Universitas Gajahmada.
 Sarcoptes Scabiei
◦ Penyebab gatal dengan vesikel kecil di daerah
kemaluan (gudik)
◦ merupakan tungau kecil, berbentuk oval,
punggungnya cembung, dan bagian perutnya rata.
Spesies betina berukuran 300 x 350 µm, sedangkan
jantan berukuran 150 x 200 µm.
 Stadium dewasa mempunyai 4 pasang kaki, 2
pasang kaki depan dan 2 pasang kaki
belakang.

Fakih Marjiyo, M. 2004. Bahan Ajar Parasitologi. Yogyakarta: Fakultas biologi Universitas Gajahmada.