Anda di halaman 1dari 43

TERMODINAMIKA DASAR II

PERTEMUAN X
Materi Pertemuan :
Siklus Motor Bakar Torak / Otto

T.M.B. 18 / 2 SKS
Eko Sulistiyono, M.Si
Download di : dosen01638@unpam.ac.id
HP: 081219322114 WA : 085719379824
Program Studi Teknik Mesin Universitas Pamulang
Tahun 2016
TERMODINAMIKA DASAR II
Tujuan Pengajaran :
Mampu menyelesaikan persoalan / perhitungan dan analisa sistem termodinamika
pada mesin motor bakar dengan baik dan benar.

METODA PENGAJARAN :
• Pengajaran diberikan dalam bentu kombinasi kuliah, diskusi dan tugas serta
kegiatan mandiri dari mahasiswa .
• Diberikan pemahahaman teori dan konsep teknik-teknik analisis kuantitatif
deskriptif .
• Memberikan contoh aplikasinya
• Dilakukan diskusi pembahasan soal-soal dan tugas.
TERMODINAMIKA DASAR II
MESIN Motor Bakar Torak
Mesin pembakaran dalam atau sering disebut sebagai Internal
Combustion Engine (ICE), yaitu dimana proses pembakarannya
berlangsung di dalam motor bakar itu sendiri sehingga gas
pembakaran yang terjadi sekaligus berfungsi sebagai fluida kerja.
1. Pemakian bahan bakar irit karena tidak ada proses
pengeluaran panas melalui pendinginan
2. Berat tiap satuan mekanis lebih kecil sehingga cocok untuk
pekerjaan skala kecil .
3. Konstruksi lebih sederhana sehingga mudah dibawa keana
mana / mobile
TERMODINAMIKA DASAR II
Prinsip Motor Bakar Torak

Prinsip dari kerja motor bakar torak adalah proses pembakaran bhan
bakar dilakukan dalam ruang silinder yang dihubungkan dengan
torak. Pada proses ini setelah terjadi pembakaran dalam silinder
maka terjad ekspansi gas pembakar dan baan bakar dengan cepat
yang mendorong torak / piston keluar , kemudian gaya keluar dari
piston disalurkan untuk memutar silinder.
Proses pembakaran bahan bakar dan gas (udara ) terjadi di dalam
silinder . Kemudian gas sisa pembakaran menjadi fluida gerak yang
diambil tenaganya berkat adanya piston dan torak yang terhubung
dengan silinder. Silinder yang berputar tersebut dihubungkan ke
roda penggerak atau generator untuk menghasilkan listrik.
TERMODINAMIKA DASAR II
SISTEM PENYALAAN Motor Bakar Torak
Sistem penyalaan elektrik
Busi menghasilkan loncatan bunga api listrik yang membakar campuran bahan
bakar dan udara karena motor ini cenderung disebut spark ignition engine.
Pembakaran bahan bakar dengan udara ini menghasilkan daya. Di dalam siklus
otto (siklus ideal) pembakaran tersebut dimisalkan sebagai pemasukan panas pada
volume konstan.

Sistem penyalaan Suhu Tinggi


Proses penyalaannya bukan menggunakan udara panas saat ruangan
bertekanan tinggi. Pada waktu torak hampir mencapai titik TMA bahan bakar
disemprotkan ke dalam ruang bakar. Terjadilah pembakaran pada ruang bakar
pada saat udara udara dalam silinder sudah bertemperatur tinggi.
TERMODINAMIKA DASAR II
SIKLUS OTTO
Mesin bensin atau mesin Otto dari Nikolaus Otto adalah sebuah
tipe mesin pembakaran dalam yang menggunakan nyala busi untuk
proses pembakaran, dirancang untuk menggunakan bahan bakar
bensin atau yang sejenis.
Pada mesin bensin, pada umumnya udara dan bahan bakar
dicampur sebelum masuk ke ruang bakar. Pencampuran udara dan
bahan bakar dilakukan oleh karburator atau sistem injeksi,
keduanya mengalami perkembangan dari sistem manual sampai
dengan penambahan sensor-sensor elektronik.
Sistem Injeksi Bahan bakar di motor otto terjadi di luar silinder,
tujuannya untuk mencampur udara dengan bahan bakar
seproporsional mungkin. Hal ini dsebut EFI
TERMODINAMIKA DASAR II
TERMODINAMIKA DASAR II
SIKLUS OTTO 2 tak
Motor bakar dua langkah adalah mesin pembakaran dalam yang dalam satu siklus
pembakaran akan mengalami dua langkah piston.
TERMODINAMIKA DASAR II
Langkah Pertama

1. Saat bergerak dari TMA ke TMB, piston akan menekan ruang bilas yang berada
di bawahnya. Semakin jauh piston meninggalkan TMA menuju TMB akan
semakin meningkat pula tekanan di ruang bilas.
2. Pada titik tertentu, piston (ring piston) akan melewati lubang pembuangan gas
dan lubang pemasukan gas. Posisi masing-masing lubang tergantung dari
desain perancang. Umumnya ring piston akan melewati lubang pembuangan
terlebih dahulu.
3. Pada saat ring piston melewati lubang pembuangan, gas di dalam ruang bakar
keluar melalui lubang pembuangan.
4. Pada saat ring piston melewati lubang pemasukan, gas yang tertekan di dalam
ruang bilas akan terpompa masuk ke dalam ruang bakar, sekaligus mendorong
keluar gas yang ada di dalam ruang bakar menuju lubang pembuangan.
5. Piston terus menekan ruang bilas sampai titik TMB, sekaligus memompa gas
dalam ruang bilas menuju ke dalam ruang bakar.
TERMODINAMIKA DASAR II
Langkah Kedua
1. Saat bergerak dari TMB ke TMA, piston akan menghisap gas hasil
percampuran udara, bahan bakar dan pelumas ke dalam ruang bilas.
Percampuran ini dilakukan oleh karburator atau sistem injeksi
2. Saat melewati lubang pemasukan dan lubang pembuangan, piston akan
mengkompresi gas yang terjebak di dalam ruang bakar.
3. Piston akan terus mengkompresi gas dalam ruang bakar sampai TMA.
4. Beberapa saat sebelum piston sampai di TMA (pada
mesin bensin busi akan menyala, sedangkan pada mesin diesel akan
menyuntikkan bahan bakar) untuk membakar gas dalam ruang bakar.
Waktu nyala busi atau penyuntikan bahan bakar tidak terjadi saat piston
sampai ke TMA, melainkan terjadi sebelumnya. Ini dimaksudkan agar
puncak tekanan akibat pembakaran dalam ruang bakar bisa terjadi saat
piston mulai bergerak dari TMA ke TMB, karena proses pembakaran
membutuhkan waktu untuk bisa membuat gas terbakar dengan sempurna
oleh nyala api busi atau dengan suntikan bahan bakar.
TERMODINAMIKA DASAR II
Mesin 4 tak
TERMODINAMIKA DASAR II
Mesin 4 tak
Mesin empat tak adalah sebuah mesin dimana untuk menghasilkan
sebuah tenaga memerlukan 4 proses langkah naik-turun piston, dua
kali rotasi kruk as, dan satu putaran noken as (camshaft) : Adapu
empat langkah adalah :
Langkah pertama adalah proses hisap udara dan bahan bakar bertujuan untuk
memasukkan kabut udara – bahan bakar ke dalam silinder. Sebagaimana tenaga
mesin diproduksi tergantung dari jumlah bahan-bakar yang terbakar selama
proses pembakaran.

Langkah kedua adalah kompresi yaitu dmulai saat klep inlet menutup dan piston
terdorong ke arah ruang bakar akibat momentum dari kruk as dan flywheel.
Tujuan dari langkah kompresi adalah untuk meningkatkan temperatur sehingga
campuran udara-bahan bakar dapat bersenyawa. Rasio kompresi ini juga
nantinya berhubungan erat dengan produksi tenaga.
TERMODINAMIKA DASAR II
Mesin 4 tak
Langkah ketiga adalah proses pembakaran dimulai ketika campuran udara/bahan-
bakar dinyalakan oleh busi. Dengan cepat campuran yang terbakar ini merambat
dan terjadilah ledakan yang tertahan oleh dinding kepala silinder sehingga
menimbulkan tendangan balik bertekanan tinggi yang mendorong piston turun ke
silinder bore. Gerakan linier dari piston ini dirubah menjadi gerak rotasi oleh kruk
as. Enersi rotasi diteruskan sebagai momentum menuju flywheel yang bukan
hanya menghasilkan tenaga, counter balance weight pada kruk as membantu
piston melakukan siklus berikutnya.
Langkah keempat adalah proses pembuangan gas buang dimulai dari piston
bergerak mendorong gas sisa pembakaran keluar dari silinder menuju pipa
knalpot. Proses ini harus dilakukan dengan total, dikarenakan sedikit saja terdapat
gas sisa pembakaran yang tercampur bersama pemasukkan gas baru akan
mereduksi potensial tenaga yang dihasilkan.
TERMODINAMIKA DASAR II
Mesin 4 tak
TERMODINAMIKA DASAR II
Mesin 4 tak
TERMODINAMIKA DASAR II
Rasio Kompresi

Rasio kompresi adalah perbandingan antara volume silinder ketika


piston berada di titik terendah dengan posisi piston pada titik paling
atas.
Perbandingan kompresi rendah berarti ruang bakar otomatis luas,
tapi bila tinggi berarti ruang bakar sempit. Torsi akan membesar
saat perbandingan rasio makin tinggi, efisiensi makin meningkat
dengan semakin tingginya perbandingan kompresi.

Rasio kompresi menentukan kandungan Research Octane Number


(RON) dalam bahan bakar yang wajib digunakan. Semakin tinggi
maka butuh RON / Oktan semakin besar, bila tidak sesuai maka
rentan knocking alias detonasi atau ngelitik.
TERMODINAMIKA DASAR II
Rasio Kompresi
TERMODINAMIKA DASAR II
Keuntungan Mesin 4 tak
1. Karena tiap proses berdiri sendiri sehingga lebih presisi, efisien
dalam penggunaan BBM dan tidak perlu oli samping.
2. Kerugian karena tekanan balik atau blow by lebih kecil dibanding
mesin 2 tak, sehingga efisiensi lebih baik dan panas yang
terbuang lebih kecil.
3. Tenaga pada putaran rendah lebih baik, dan panas mesin dapan
didinginkan oleh sirkulasi oli.
4. langkah pemasukan dan buang lebih panjang, sehingga efisiensi
pemasukan dan kompresi efektif lebih baik.
5. Proses pembakaran lebih semurna, sehingga gas buang lebih
ramah lingkungan, sedikit mengandung polutan.
TERMODINAMIKA DASAR II
Kelemahan Mesin 4 tak
1. Mekanisme penggerak klep lebih rumit, sehingga perawatan
lebih sulit. Pada mesn empat tak diperlukan klep yang membuk
dan menutup secara berkesinambungan yang dihubungkan
dengan rantai.
2. Suara yang dihasilkan dari mekanisme penggerak lebih berisik
dibandingkan mesim dua tak.
3. Perlu empat langkah sehingga mesin tidak dapat berjalan
dengan akselerasi yang cepat, tidak cocok untuk motor balap.
4. Langkah kerja terdiri dari 2 putaran kruk as, sehingga
keseimbangan putaran tidak stabil. Butuh lebih dari 1 silinder
dan damper penahan getaran untuk mesin yang ukuran besar.
THERMODINAMIKA DASAR II
Karburator
Karburator adalah sebuah alat yang mencampur udara dan bahan
bakar untuk sebuah mesin pembakaran dalam. Karburator masih
digunakan dalam mesin kecil dan dalam mobil tua atau khusus
seperti yang dirancang untuk balap mobil stok. Kebanyakan mobil
yang diproduksi pada awal 1980-an telah menggunakan injeksi
bahan bakar elektronik terkomputerisasi. Mayoritas sepeda motor
masih menggunakan karburator dikarenakan lebih ringan dan
murah, namun pada 2005 sudah banyak model baru diperkenalkan
dengan injeksi bahan bakar.
THERMODINAMIKA DASAR II
Karburator
THERMODINAMIKA DASAR II
Proses pengapian
Proses pengapian adalah proses terjadinya api akibat percikan
bunga api yang ditimbulkan oleh perdedaan tegangan yang tinggi
pada ujung busi. Komponen-komponen proses pengapian adalah :
distributor, koil, kabel koil, kabel busi danbusi. Ketika anda
menyalakan mobil, dan atas perintah komponen yang dilalui oleh
komponen -komponen pengapian. api terpecik dari busi dan
memanaskan udara serta bahan bakar diruang bakar. Diruang bakar
itu, udara dan bahan bakar yang telah dipanaskan ditekan oleh
gerakan piston keatas pada langkah kompresi. Beberapa saat
setelah proses kompresi terjadi, barulah terjadi ledakan yang
menghasilkan langkah usaha.
THERMODINAMIKA DASAR II
Proses pengapian
THERMODINAMIKA DASAR II
MESIN multi silinder
Mesin multi silinder adalah mesin yang memiliki dua silinder atau
lebih sehingga di dalam mesin tersebut proses langkah demi langkah
saling berkesinambungan.
Mesin multi silinder digunakan untuk mesin yang berkapasitas besar
diatas 250 cc. Hal ini karena untuk menghemat ruangan dan
mengefisienkan penggunaan bahan bakar. Ha ini karena proses
pembakaran lebih dari dua titik dengan proses pemakaran yang lebih
pendek untuk satu siklus sehingga terjadi kesinambungan energi.

Kelemahan mesin multi silinder dibanding single silinder adalah


terletak pada tingkat kerumitan konstruksi mesin, sehingga biaya
maintenance lebih besar.
THERMODINAMIKA DASAR II
MESIN multi silinder
THERMODINAMIKA DASAR II
MESIN diesel
Motor bakar diesel biasa disebut juga dengan Mesin
diesel (atau mesin pemicu kompresi) adalah motor bakar
pembakaran dalam yang menggunakan panas kompresi untuk
menciptakan penyalaan dan membakar bahan bakar yang telah
diinjeksikan ke dalam ruang bakar. Mesin ini tidak
menggunakan busi seperti mesin bensin atau mesin gas. Mesin ini
ditemukan pada tahun 1892 oleh Rudolf Diesel, yang
menerima paten pada 23 Februari 1893. Diesel menginginkan
sebuah mesin untuk dapat digunakan dengan berbagai macam
bahan bakar termasuk debu batu bara.
THERMODINAMIKA DASAR II
MESIN diesel
Mesin diesel menggunakan prinsip kerja hukum Charles, yaitu ketika udara
dikompresi maka suhunya akan meningkat . Udara disedot ke dalam ruang
bakar mesin diesel dan dikompresi oleh piston yang merapat dengan rasio
kompresi antara 15:1 dan 22:1 sehingga menghasilkan tekanan 40-bar (4.0 MPa;
580 psi), dibandingkan dengan mesin bensin yang hanya 8 to 14 bar (0.80 to
1.40 MPa; 120 to 200 psi). Tekanan tinggi ini akan menaikkan suhu udara sampai
550 °C (1,022 °F).

Beberapa saat sebelum piston memasuki proses kompresi, bahan bakar


diesel disuntikkan ke ruang bakar langsung dalamtekanan tinggi melalui nozzle
dan injektor supaya bercampur dengan udara panas yang bertekanan tinggi.
Injektor memastikan bahwa bahan bakar terpecah menjadi butiran-butiran kecil
dan tersebar merata. Uap bahan bakar kemudian menyala akibat udara yang
terkompresi tinggi di dalam ruang bakar.
THERMODINAMIKA DASAR II
Jumlah silinder MESIN diesel
Karena adanya dentuman pada mesin diesel yang kuat, maka mesin diesel dibuat
dengan jumlah silinder yang banyak, biasanya lebih dari empat silinder. Mesin
diesel pertama kali dibuat dengan satu silinder, satu silinder sampai saat ini
digunakan untuk pompa air, kompressor udara dan lain-lain non otomotif.
THERMODINAMIKA DASAR II
Jumlah silinder MESIN diesel
Mesin diesel untuk otomotif sudah menggunakan banyak silinder , jumlah silinder
pada umumnya 4 sampai 16 silinder.
THERMODINAMIKA DASAR II
MESIN diesel
Diagram siklus termodinamika
sebuah mesin diesel ideal.
Urutan kerja mesin diesel
berurutan dari nomor 1-4
searah jarum jam. Dalam
siklus mesin diesel,
pembakaran terjadi dalam
tekanan tetap dan
pembuangan terjadi dalam
volume tetap. Tenaga yang
dihasilkan setiap siklus ini
adalah area di dalam garis
siklus.
THERMODINAMIKA DASAR II
LANGKAH MESIN diesel
THERMODINAMIKA DASAR II
LANGKAH MESIN diesel

Langkah hisap yaitu torak bergerak dari titik mati atas (TMA) ke titik
mati bawah (TMB). Udara (ingat yang diisap pada mesin diesel
adalah UDARA saja) dihisap melalui katup atau saluran hisap.
Sehingga katup hisap dalam kondisi membuka dan katup buang
dalam kondisi tertutup.
langkah kompresi, ketika torak atau piston bergerak dari TMB
menuju TMA, udara murni tersebut dipampatkan atau
dikompresikan seiring dengan bergeraknya katup ke TMA. Posisi
katup hisap dan katup buang tertutup. Dengan kompresi ini maka
suhu udara dan tekanan udara meningkat atau naik drastis.
THERMODINAMIKA DASAR II
LANGKAH MESIN diesel
Langkah usaha yaitu sebelum piston mencapai TMA, bahan bakar
solar disemprotkan atau diinjeksikan oleh pengabut ke dalam ruang
bakar sehingga bercampur dengan udara bertekanan tinggi dan suhu
tinggi terjadilah pembakaran. Pada langkah usaha ini, piston mulai
bergerak dari TMA menuju TMB akibat adanya dorongan hasil
ledakan proses pembakaran. Pada saat terjadi pembakaran katup
hisap dan katup buang keduanya menutup.

Langkah pembuangan ketika piston akan sampai atau menjelang


sampai di TMB, katup buang mulai terbuka sehingga gas sisa hasil
pembakaran terbuang dan kemudian piston bergerak lagi dari TMB ke
TMB mendorong gas sisa pembakaran keluar sehingga bersih dari
gas sisa pembakaran.
THERMODINAMIKA DASAR II
MESIN diesel 2 TAK MESIN diesel 4 TAK
THERMODINAMIKA DASAR II
KOMPONEN MESIN diesel
THERMODINAMIKA DASAR II
POMPA BAHAN BAKAR
Sebuah Pompa injeksi adalah perangkat yang memompa bahan
bakar ke dalam silinder pada mesin diesel. Secarat tradisional,
pompa injeksi digerakkan secara tidak langsung
dari crankshaft oleh gigi, rantai atau sabuk bergigi (biasanya timing
belt) yang juga mendorong camshaft. Berputar dengan kecepatan
setengah poros engkol pada mesin empat-tak konvensional.
Waktunya sedemikian rupa sehingga bahan bakar disuntikkan
hanya sesaat sebelum titik mati atas ketika tahap kompresi
silinder. Dalam beberapa sistem, tekanan injeksi dapat mencapai
200 MPa (30.000 PSI)
THERMODINAMIKA DASAR II
POMPA BAHAN BAKAR
THERMODINAMIKA DASAR II
INJEKSI BAHAN BAKAR
Sistem injeksi bahan bakar diesel berfungsi untuk menginjeksi
bahan bakar bertekanan angat tinggi ke dalam ruang
pembakaran silinder mesin bertekanan tinggi dan temperatur
tinggi sehingga terjadi proses pembakaran dengan sendirinya.
Pada proses injeksi ini dilengkapi dengan nosel yang akan
mengkabutkan bahan bakar menjadi butiran kecil. Proses injeksi
ini sangat sulit karena tidak boleh ada udara yang terikut, karena
menyebabkan mesin mati . Oleh karea itu dalam menjalankan
mesin diesel tidak boleh sampai kehabisan bahan bakar, jika
kehabisan maka harus dilakukan proses pemompaan bahan
bakar.
THERMODINAMIKA DASAR II
INJEKSI BAHAN BAKAR
THERMODINAMIKA DASAR II
INJEKSI BAHAN BAKAR
THERMODINAMIKA DASAR II
KELEBIHAN MESIN diesel

1. Mesin diesel lebih hemat , dimana untuk menghasilkan tenaga yang sama
diperlukan bahan bakar yang lebih sedikit.
2. Lebih tangguh dan tahan dari segala cuaca serta dapat digunakan untuk
berbagai bahan bakar misalnya diganti dengan minyak goreng bisa
berjalan.
3. Bahan bakar mesin diesel harganya lebih murah karena proses
penyulingan untuk menghasilkan solar tidak perlu menggunakan katalitic
reforming, sehingga biaya operasional jauh lebih murah.
4. Bahan bakar yang digunakan lebih aman daripada mesin bensin, karena
sulit terbakar dalam udara bebas sehingga tempat penyimpanan mesin
diesel lebih mudah dan resiko kebaran lebih rendah.
THERMODINAMIKA DASAR II
KEKURANGAN MESIN diesel
1. Proses pembakaran pada mesin diesel menghasilkan dentuman yang lebih
besar sehingga mesin menjadi lebih berisik dan bergetar dengan kuat.
Sehingga tidak cocok untuk kendaraan kecil seperti mesin diesel tidak
nyaman untuk dikendarai. Hanya cocok untuk kendaraan besar seperti bus
dan kereta api serta kendaraan niaga seperti truk.
2. Diperlukan proses pemanasan mesin terlebih dahulu dan proses starter
yang berat sehingga tidak bisa digunakan setiap saat. Kemudian
diperlukan accu yang lebih besar untuk proses sarter.
3. Ukuran mesin diesel mempunyai cc yang lebih besar sehingga tidak dapat
digunakan untuk kendaraan kecil seperti mobil kecil dan sepeda motor.
4. Proses injeksi bahan bakar yang cukup rumit karena harus bertekanan
tinggi dan tidak boleh ada udara atau air yang tercampur. Sehingga jika
digunakan untuk kendaraan tidak boleh kehabisan bakar bakar ditengah
jalan.