Anda di halaman 1dari 33

GIZI LANSIA

PERUBAHAN-PERUBAHAN YG TERJADI
PADA LANSIA
PERUBAHAN FISIK
1. Otak
Pada lansia yang sehat sekitar 10% mengalami atropi sehingga rentan terhadap iskemi
otak.

2. Jantung
Denyut jantung mengalami perubahan antara lain berkurangnya frekuensi jantung, respon
terhadap stress dan fungsi jantung.
PERUBAHAN-PERUBAHAN YG TERJADI
PADA LANSIA
PERUBAHAN FISIK
3. Paru
Terjadinya penurunan fungsi dan aktivitas paru akibat terjadi osteoporosis dan kifosis yang
mengganggu fleksibilitas paru sehingga menurunkan fungsi paru.
4. Ginjal / Saluran Kemih
jumlah darah yang difiltrasi oleh ginjal berkurang, Bisa terjadi karena DM, HT, hipertropi
prostat dan kemampuan otot dasar panggul.
PERUBAHAN-PERUBAHAN YG TERJADI
PADA LANSIA
5. Saluran Pencernaan
• Pada rongga mulut, terjadinya gigi yang
tanggal,
• Sekresi air ludah menurun mengakibatkan
pengeringan rongga mulut dan kemungkinan
menurunnya cita rasa,
• Produksi asam lambung dan enzim pencernaan
yang menurun memengaruhi penyerapan
vitamin B12, asam folat dan juga menghambat
penyerapan kalsium.
PERUBAHAN-PERUBAHAN YG TERJADI
PADA LANSIA
6. Sistem Endokrin (Hormon)
Terjadi perubahan dalam kecepatan dan jumlah seksresi, respon terhadap stimulus dan
struktur kelenjar endokrin.
Produksi hormon seks (estrogen) menjelang menopause menurun
Pada laki-laki terjadi penurunan produksi sperma dan kesuburan
Terjadi peningkatan hormon endorphin dan parathiroid
7. Sistem Hematologi (Darah)
penurunan jumlah limfosit
kekuatan, ketahanan, dan kelenturan otot rangka menurun,
Gizi pada proses menua

• Penurunan kecepatan metabolisme basal (setelah usia 30 th)


Kebutuhan kalori turun cenderung gemuk
• Penurunan aktivitas fisik kebiasaan makan berlebih, masukan
kalori lebih kebutuhan, cenderung gemuk
• Penyakit periodental/ kehilangan gigi (80% lansia alami)
memilih makanan lembut-lunak-rendah serat serta tinggi kalori,
akibatkan kelebihan kalori, gemuk/ obes
• Penurunan pendapatan kurang tertarik pada makanan, kadang
anoreksia, turun konsumsi makanan bergizi, menyebabkan kurang gizi
• Penurunan atau kehilangan indra pengecap & kerusakan indra
penciuman kesulitan makan, menghindari makanan keras,
menyebabkan kekurangan protein-Vitamin-mineral
• Penurunan sekresi asam & enzim pencerna makanan ganggu
penyerapan K, Fe, Zn, protein, lemak & vit larut lemak, sebabkan
defisiensi vitamin & mineral
• Penurunan mobilitas saluran cerna susah BAB sebabkan pola
makan terganggu, hemoroid sebabkan perdarahan-anemia.
• Sering menggunakan obat-obatan potensi turun nafsu makan, turun
penyerapan zat gizi atau tingkatkan kebutuhan zat gizi, cenderung
kurang gizi.
• Kurang sosialisasi, kesepian nafsu makan turun, turun BB & terjadi
gizi kurang.
• Gangguan kemampuan motorik sulit makan
menyuap diri, dpt turun konsumsi makanan,
cenderung gizi kurang.
KEBUTUHAN GIZI LANSIA

ENERGI
• Kebutuhan Energy turun (sel2 byk inaktif) & kegiatan fisik turun.
• Kebtuhan kalori turun sekitar 5% pd usia 40-49th; 10% pd usia 50-59th & 60-
69th
• Kecukupan gizi yg dianjurkan pd usia >= 60th  laki-laki: 2200kal, wanita:
1850kal
KARBOHIDRAT
• Sebagai sumber energi utama tubuh.
• Penggunaan relatif menurun pada
lansia karena kebutuhan kalori juga
turun
• Lansia dianjurkan mengkonsumsi
karbohidrat kompleks karena juga
mengandung vitamin & serat
PROTEIN
• Perbandingan protein nabati dan hewani  3:1
• Berguna untuk ganti sel2 jaringan yangg rusak & atur fungsi fisiologis tubuh.
• Untuk lansia laki-laki: 55gr/ hari
• Untuk lansia wanita: 48gr/ hari
• Hindari konsumsi protein berlebih pada gangguan fungsi ginjal & hati.
• Pada lansia dengan kondisi infeksi & stress berat dibutuhkan protein lebih.
LEMAK
• Sebagai sumber tenaga selain karbohidrat
• Lemak berlebih disimpan didalam tubuh
sebagai cadangan tenaga
• Bila berlebihan akan ditimbun sebagai
lemak tubuh (sel lemak)
• Kebutuhan lemak pada lansia lebih
sedikit, batasi konsumsi lemak tidak boleh
lebih dari ¼ kebutuhan energi tubuh.
VITAMIN
• Lansia dianjurkan tingkatkan
konsumsi sumber Vitamin A,D,E
untuk cegah penyakit degeneratif
(antioksidan)
• Konsumsi sumber vit B12, asam
folat, B1 untuk tanggulangi risiko
penyakit jantung
MINERAL
• Dianjurkan konsumsi sumber Fe, Zn, Selenium & kalsium untuk
cegah anemia & keropos tulang  terutama lansia wanita
AIR & SERAT
• Air penting utk keluarkan sisa pembakaran
energi tubuh
• Serat dianjurkan untuk lansia agar BAB
lancar
Faktor yg mempengaruhi kebutuhan gizi lansia

• Umur
• Jenis kelamin
• Aktivitas/kegiatan fisik
• Lingkungan
• Kondisi Kesehatan
• Postur tubuh
• Iklim/Suhu udara
• Umur: seiring pertambahan usia, kebutuhan
zat gizi karbohidrat dan lemak menurun,
sedangkan kebutuhan protein, mineral dan
vitamin meningkat karena sebagai antioksidan
untuk melindungi sel tubuh dari radikal bebas

• Jenis kelamin: lansia pria lebih banyak


memerlukan kalori, protein, dan lemak. Ini
disebabkan karena perbedaan tingkat aktivitas
fisik
• Aktivitas fisik: semakin bertambahnya usia, Aktivitas fisik pada lansia
semakin menurun, asupan energi juga harus dikurangi untuk mencapai
keseimbangan energi dan mencegah terjadinya obesitas. Aktivitas yg
memadai diperlukan untuk mengontroberat badan, selain itu juga untuk
memberikan latihan pada jantung, dan menurunkan resiko Diabetes
• Lingkungan
Perubahan kondisi ekonomi karena pensiun, kehilangan pasangan  isolasi
diri, depresi  penurunan nafsu makan, penurunan status gizi
• Kondisi Kesehatan
Meningkatnya usia menyebabkan seseorang menjadi
rentan terserang penyakit. Penyakit-penyakit tertentu
sering menyebabkan keadaan gizi buruk misalnya
penderita diabetes mellitus, TBC, kanker
• Postur Tubuh
Postur tubuh yang lebih besar memerlukan energi lebih banyak
dibandingkan postur tubuh yang kecil

• Iklim/suhu Udara
orang yang tinggal di daerah yang bersuhu dingin (pegunungan)
memerlukan zat gizi lebih untuk mempertahankan suhu tubuhnya
Masalah TERKAIT Gizi Lansia
• Protein Energy Dysnutrition (PED)
penurunan massa tubuh (jaringan, air dan protein seperti otot dan organ seperti liver dan tulang )
peningkatan lemak abdominal
• Penyakit kronik tak menular : kelebihan lemak,jantung coroner, hipertensi, Diabetes Melitus, Gagal
Ginjal, Osteoporosis)
• Kanker
• Hipertropi Prostat
• Penyakit Degeneratif (Osteoarthritis, Gout, Dementia, Inkontinensia)
• Defisiensi zat-zat gizi
Kekurangan Zat Gizi mikro
• Biasanya menyertai lansia, namun dapat pula terjadi pada orang dengan status
gizi baik karena pola makan dengan menu tidak beragam
• Bentuknya:
- Kekurangan Vitamin A kering pada selaput lendir mata & kulit
- Kekurangan Vit B1, asam folat, vit B12 risiko penebalan pemb darah,
risiko PJK & HT
• Kekurangan vit C sariawan, perdarahan gusi. Sumber vitamin C dari
sayur & buah, sebagai antioksidan, cegah aterosklerosis
• Kekurangan vit D selain kekurangan kalsium, lansia terbatas
aktivitasnya, kurang terpapar sinar matahari densitas tulang
menurun
• Kekurangan vit E disebut Vitamin anti-penuaan karena
dihubungkan dengan peningkatan kesuburan, juga sebagai antioksidan
• Kekurangan Zn kurang konsumsi hewani. Muncul kurang daya
pengecap & kelainan kulit
FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA MASALAH
GIZI LANSIA

1. Faktor Sosial:
a. Kebiasaan/ Budaya makan, Kepercayaan / Pantangan
b. Sosial ekonomi: income terbatas, perubahan jenis tempat belanja
c. Informasi Gizi
FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA MASALAH
GIZI LANSIA
2. Faktor Ekonomi
Pendapatan yang rendah
Ketidakmampuan untuk membeli makanan yang cermat untuk meningkatkan
pengonsumsian makanan yang bergizi.
FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA MASALAH
GIZI LANSIA
3. Faktor Psikologi
• Tinggal sendiri
Seseorang yang hidup sendirian sering tidak mempedulikan tugas memasak untuk
menyediakan makanannya.
• Depresi
Menyebabkan kehilangan nafsu makan.
• Dukungan Anggota Keluarga
Lansia yang tidak memiliki keluarga atau sanak saudara seringkali menjadi terlantar
Penatalaksanaan Gizi Lansia
• Tujuan:
- mengubah faktor2 gizi yang dapat tingkatkan risiko penyakit
kronis atau penuaan dini
- Membantu lansia mempertahankan kesehatan, kesejahteraan &
fungsi sosial secara optimal
• Bentuknya: Informasi dan konseling gizi
Pedoman memilih diet sehat lansia
 Pilihlah makan bervariasi & beragam
hidangan minimal ada 1 jenis makanan dari
sumber zat tenaga, zat pembangun, zat
pengatur.
 Batasi Karbohidrat, lemak, protein terutama
sumber hewani pilih unggas, ikan
daripada daging (kambing, sapi, kerbau)
bila daging pilihlah yang tidak berlemak.
Batasi telur, krim & keju
Pedoman memilih diet sehat lansia
• Dianjurkan minum susu skim atau
rendah lemak (terutama wanita) utk
pertahankan konsumsi kalsium.

• Sumber kalsium lain sayur hijau tua &


ikan teri
Pedoman memilih diet sehat lansia
• Gunakan garam Iodium & batasi garam tidak lebih dari 1 sendok teh/ hr.
Garam kandungan natrium yang memicu Hipertensi

• Dianjurkan konsumsi sayur hijau & buah warna merah / orange sebagai
sumber vitamin A & Fe
• Hindari alkohol menghambat penyerapan zat gizi, cenderung KEK, kurang zat gizi
mikro, rusak saraf otak & jaringan, risiko HT-Penyakit Liver-Kanker

• Pilihlah bahan makan yang segar, tidak tercemar, tidak ada bahan kimia bahaya.
Hindari pengawet & pewarna bahaya

• Biasakan baca label sebelum membeli bahan makanan


dikemas
• Biasakan sarapan pelihara ketahanan
fisik & tingkatkan produktifitas saat
aktivitas

• Minum air putih matang minimal 8 gelas/hari perlancar


metabolism & cegah dehidrasi, turunkan resiko batu ginjal