Anda di halaman 1dari 32

JARINGAN KOMPUTER

LANJUT

Model Konektifitas
dan Standar IEEE 802
Model Konektivitas
Peer-To-Peer
 semua komputer atau mesin yang terhubung
mempunyai kedudukan dan fungsi yang sama (tidak
ada komputer yang menjadi pengendali utama)

 fasilitas yang tersedia untuk model ini adalah berbagi


file dan berbagi printer sehingga setiap mesin yang
terhubung dapat membuka file atau menggunakan
sumber daya di mesin yang lain tergantung dari hak
akses dari mesin tersebut
Model Konektivitas
Gambar Model Peer-To-Peer
Model Konektivitas
Client-Server
 pada model ini terdapat sebuah atau lebih mesin
yang bertindak sebagai file server dan mesin yang
lain sebagai client

 komunikasi pada model client-server pada umumnya


berbentuk pesan permintaan untuk melaksanakan
berbagai pekerjaan dari client kepada server, dan
setelah server melaksanakan tugasnya, kemudian
hasilnya akan dikirim kembali ke client
Model Konektivitas
Gambar Model Client Server
Model Konektivitas
Heterogen
 model ini memungkinkan terjadinya
pengaksesan client-server maupun peer-to-
peer dalam sebuah jaringan

 contoh :
jaringan yang memiliki server Novell dan
workstation Windows 95 yang di dalamnya diinstall
Client for Microsoft Network, dan melakukan
sharing file/printer
Model Konektivitas
Gambar Model Heterogen

W
I
N
WINDOWS 9x
D
O
Novell Netware
W
S

9
x

WINDOWS 9x
Standar IEEE 802
Datalink (IEEE Standard 802.2)
 menangani komposisi dari paket data yang
terdiri dari alamat logika, informasi kontrol,
dan data
Standar IEEE 802 (2)
Ethernet (IEEE Standard 802.3)
 didefinisikan dalam 2 kategori :
baseband
 menspesifikasikan sinyal digital
 10Base5, 10Base2, 10Base-T, 1Base5, 100Base-T

broadband
 menspesifikasikan sinyal analog
 10Broad36
Standar IEEE 802 (3)
Ethernet (IEEE Standard 802.3)
 CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access
with Collision Detection)
menggunakan prinsip contention
 semua terminal yang hendak mengirimkan informasi
berlomba mendapatkan saluran yang diperlukan
 semua terminal memantau jaringan untuk melihat ada
transmisi atau tidak dari suatu terminal, jika ada maka
harus menunda proses pengiriman data sampai proses
pengiriman data terminal tersebut selesai
Standar IEEE 802 (4)
Ethernet (IEEE Standard 802.3)
 CSMA/CD
bila ada dua atau lebih terminal yang
menggunakan saluran maka terjadi tumbukan dan
secara otomatis masing-masing akan mengulang
usaha untuk mendapatkan saluran
 transmisi dihentikan dengan mengirim sinyal jamming
sehingga saluran dapat bebas
Standar IEEE 802 (5)
Ethernet (IEEE Standard 802.3)
 CSMA/CD
Standar IEEE 802 (6)
Ethernet (IEEE Standard 802.3)
 10Base5 (Thick Ethernet/Thicknet)
panjang tiap segmen 500 m & total panjang
keseluruhan maksimal 2500 m
jarak antar stasiun 2,5 m
topologinya bus
peralatan
 Kabel RG-8
 Transceiver MAU (Medium Access Unit)
 Kabel AUI (Attachment Unit Interface)
 Transceiver Tap
Standar IEEE 802 (7)
Ethernet (IEEE Standard 802.3)
 10Base5 (Thick Ethernet/Thicknet)
Standar IEEE 802 (7)
Ethernet (IEEE Standard 802.3)
 10Base2 (Thin Ethernet/Thinnet/Cheapnet)
biayanya lebih murah dan instalasi lebih mudah
topologinya bus
peralatan
 Kabel RG-58 (koaksial)
 NIC
 BNC-T
 Terminator Kabel
Standar IEEE 802 (7)
Ethernet (IEEE Standard 802.3)
 10Base2 (Thin Ethernet/Thinnet/Cheapnet)
Standar IEEE 802 (8)
Ethernet (IEEE Standard 802.3)
 10Base-T (Twisted-Pair Ethernet)
topologinya star
medianya kabel UTP
panjang maksimum kabel dari stasiun ke hub 100 m
peralatan ;
 Kabel UTP
 Konektor RJ-45
 NIC
 Hub
Standar IEEE 802 (9)
Ethernet (IEEE Standard 802.3)
 10Base-T (Twisted-Pair Ethernet)
Standar IEEE 802 (10)
Ethernet (IEEE Standard 802.3)
 1Base5
topologi dan peralatan hampir sama dengan
10Base-T
memungkinkan 10 stasiun dihubungkan ke hub
dengan sebuah kabel (daisy chaining)
Standar IEEE 802 (11)
Ethernet (IEEE Standard 802.3)
 Switched Ethernet
mengganti hub pada 10Base-T dengan switch
 mempunyai kemampuan untuk mengarahkan paket ke
stasiun yang dituju tanpa menyebarkan paket ke seluruh
saluran
pada hub setiap paket yang dikirimkan ke sebuah
stasiun akan disebarkan ke seluruh saluran sehingga
saluran akan menjadi penuh dan dapat
mengakibatkan banyaknya tumbukan
 saluran dapat digunakan oleh stasiun lain dan
kemungkinan tumbukan akan berkurang
Standar IEEE 802 (12)
Ethernet (IEEE Standard 802.3)
 Fast Ethernet
pengembangan jaringan Ethernet terutama dalam
hal kecepatan (sampai dengan 100 Mbps)
Standar IEEE 802 (13)
Ethernet (IEEE Standard 802.3)
 Gigabit Ethernet
jaringan Ethernet dengan kecepatan sampai
dengan 1000 Mbps atau 1 Gbps
biasanya digunakan untuk backbone
dapat diimplementasikan dengan kabel serat optik
maupun UTP/STP
Standar IEEE 802 (14)
Ethernet (IEEE Standard 802.3)
 Format Frame MAC
Standar IEEE 802 (15)
Token Ring (IEEE Standard 802.5)
 menspesifikasikan metode akses untuk
jaringan dengan topologi fisik ring
metode token passing
Standar IEEE 802 (16)
Token Ring (IEEE Standard 802.5)
 Prinsip Kerja
Standar IEEE 802 (17)
Token Ring (IEEE Standard 802.5)
 FDDI
mendukung LAN sampai kecepatan 100Mbps
diimplementasikan pada serat optik
dapat diimplementasikan pada kawat tembaga
(CDDI)
metode aksesnya token passing dengan ring
ganda (primer & sekunder)
Standar IEEE 802 (18)
Token Ring (IEEE Standard 802.5)
 FDDI
Standar IEEE 802 (19)
Token Bus (IEEE Standard 802.4)
 standar untuk jaringan dgn topologi fisik bus
yang menggunakan topologi logika ring
 lokasi fisik tidak berpengaruh terhadap urutan
logikal
 tiap terminal mengetahui terminal sbl &
ssdhnya
 sebuah/beberapa terminal bus harus
melakukan fungsi inisialisasi, menambah &
mengurangi ring, melakukan pengelolaan
saluran (fault management)
Standar IEEE 802 (20)
Token Bus (IEEE Standard 802.4)
Standar IEEE 802 (21)
Token Bus (IEEE Standard 802.4)
 prinsip kerja
Standar IEEE 802 (21)
Manajemen Ring
 Pengalamatan Token
setiap terminal punya alamat sendiri
setiap terminal mengenali tetangga sbl & ssdh
token & jenis frame dikirim scr broadcast
terminal memproses frame jika dialamatkan
untuknya
terminal yang akan melewatkan sebuah token
bebas harus mengubah alamat tujuan frame ke
alamat logika berikutnya
Standar IEEE 802 (22)
Manajemen Ring
 Penambahan Terminal
alamat diantara terkecil & terbesar
 mengirim frame solicit_successor_1 u/ mengundang
bergabung
alamat terbesar < alamat > alamat terkecil
 alamat terbesar mengirim frame solicit_successor_2 u/
mengundang bergabung
sembarang terminal
 tidak ada respon, tidak ada yang akan bergabung
 bila ada yang akan bergabung, harus mengirim frame set
successor ke pengundang
 terminal pengundang mencatat & kirim token