Anda di halaman 1dari 14

MAKRORADIOGRAFI

Disusun oleh : Adela Trisandra


Alfi Luthfiya
Iman Ashari
Nelca Maulana
Resi Fajar
Rifki Hak Alhasani
 Makroradiografi ialah teknik radiografi yang
digunakan untuk memperoleh gambaran yang
diperbesar dari gambaran awalnya (gambaran
yang sebenarnya).

TUJUAN
Untuk memperoleh informasi yang lebih jelas,
yang tidak diperoleh dari hasil radiograf biasa
diakibatkan oleh ukuran dari bagian – bagian
tersebut yang teramat kecil misalnya tulang yang
berukuran kecil, saluran- saluran, dan
sebagainya.
PERSYARATAN
• Short exposure time  untuk mengurangi
movement blur
• mA yang digunakan sekitar 20-50mA ( fine
focus)
• Film dengan image detail yang tinggi untk
mengurangi photographic blur
PRINSIP PEMERIKSAAN
• Teknik makroradiografi menggunakan
prinsip magnifikasi atau pembesaran
ukuran objek dari ukuran sebenarnya
dengan cara meletakkan objek pada jarak
tertentu dari film.
Teknik makroradiografi dapat dilakukan
dalam dua cara yaitu :
•Mengubah FFD tanpa mengubah OFD
•Mengubah FOD tanpa mengubah FFD
• Pembesaran objek yang dihasilkan dapat diukur
menggunakan rumus : FFD per FOD
• *FOD Tetap dan FFD yang Berubah

• Keterangan :
MF = Faktor magnifikasi
FFD = Jarak Dari Sumber ke Film
FOD = Jarak antara Fokus ke Objek
contoh :jarak dari sumber ke film adalah 120, jarak dari fokus
ke objek adalah 60, pembesarannya adalah 2 kali.
FFD DAN OFD

• FFD

• FOD
PERALATAN:

• Radiolusen table top seperti sliding table


top kalau mungkin table top yang
transparan
• Kotak pengganjal film dibawah meja
pemeriksaan
• Bila menggunakan skull unit bucky tray
dan mirror device diangkat  1,5 kali
TEKNIK
MACRORADIOGRAFI
• Tergantung dari pesawat yang digunakan
• Bagian yang hendak digambar ditempatkan pada
bagian yang radiolusen surface dan film
ditempatkan dibawahnya
• Sentrasikan sinar tepat ketengah tengah film
• Atur jarak FFD = 80 cm dan FOD tergantung
perbesaran yang dikehandaki
• Faktor eksposi tergantung dari FFD, jenis film & IS
• Short distance tehcnique tidak digunakan 
skin dose naik
• Tdk perlu penggunaan grid karena air gap
technique
• Kontras foto tinggi karena scatter radiation
berkurang
• Short distance tehcnique tidak digunakan 
skin dose naik
• Tdk perlu penggunaan grid karena air gap
technique
• Kontras foto tinggi karena scatter radiation
berkurang
AIR GAP
• Adalah Jarak yang dibuat antara obyek dengan film

Air Gap
 Pemeriksaan Sella Tursica
 1. Teknik macroradiografi
 Teknik menjauhkan jarak objek – film (OFD) dilakukan untuk
pembesaran 2 kali
 2. Teknik radiografi
 · Pasien diposisikan semi prone di atas meja pemeriksaan
 · MSP tubuh sejajar dengan bidang film
 · Kepala diposisikan lateral, dengan menempatkan : MSP kepala
sejajar bidang film dan garis interpupilary tegak lurus bidang film
 · Atur kedua bahu agar berada pada bidang transversal yang
sama
 · Atur kepala sehingga garis IOML sejajar dengan garis khayal
horizontal film
 · Atur CR Tegak lurus bidang film
 · Central point 2,5 cm anterior dan 2,5 cm superior dari MAE.
TEKNIK
MAKRORADIOGRAFI
 3. Teknik Pembesaran
 · Atur jarak focus ke objek (FOD) : 80 cm
 · Letakkan kaset diatas lantai sehingga jarak
antara film dan objek pada meja pemeriksaan
(OFD) 80 cm dan jarak antara fokus film (FFD)
menjadi 160 cm.
 · Atur supaya sentrasi sinar tepat berada
tengah kaset.
 M = FFD = 160 = 2 , Jadi, M = 2 ( 2x Pembesaran )
 FOD 80
 4. Faktor Eksposi
 Pada pemeriksaan Sella Tursica dengan Faktor Eksposi
normal adalah 60 kV dan 20 mAs, maka pada
pembesaran 2x , faktor eksposinya menjadi :
 FFD12 = mAs12
 FFD22 mAs22

 802 = 202
 1602 mAs22
 mAs22 = 25600 x 400
 6400
 mAs2 = √1600
 mAs2 = 40
 Jadi, Untuk pemebesaran 2x pemakaian faktor eksposinya
adalah 60 kV dan 40 mAs