Anda di halaman 1dari 13

KELOMPOK 1

1.
2. DANA FAUZIYAH RAHMAT (2016210052)
3. FABIAINA NURWIDYANTI (2016210083)
4. RENDIKA FAJARRAHMAN (2016210192)
5. TASYA VERONICA (2016210229)
6. YOLANTI (2016210252)

UJI STERILISASI PADA SEDIAAN INJEKSI AMPUL, SEDIAAN OBAT


TETES MATA, PISAU BEDAH, DAN KAIN KASSA STERIL
I. JUDUL
UJI STERILISASI SEDIAAN FARMASI DAN ALAT KESEHATAN
BERDASARKAN FARMAKOPE INDONESIA
II. PENDAHULUAN
Sterilisasi adalah proses Maka untuk menjamin
yang dirancang untuk sediaan farmasi terutama
menciptakan keadaan steril. sediaan steril dan alat kesehatan
Keadaan steril adalah kondisi terbebas dari mikroorganisme
mutlak yang tercipta sebagai perlu dilakukan uji sterilitas.
akibat penghancuran dan Pada praktikum kali ini akan
penghilangan semua dilakukan uji sterilitas pada
mikroorganisme hidup. Tujuan sediaan injeksi dalam ampul,
proses sterilisasi adalah untuk OTM, kain kassa steril, dan pisau
menghancurkan semua bedah yang akan dilakukan
mikroorganisme di dalam atau di berdasarkan farmakope
atas permukaan suatu benda Indonesia edisi V. Prinsip uji
atau sediaan dan menandakan sterilitas adalah
bahwa alat untuk sediaan menginokulasikan atau
tersebut bebas dari resiko untuk membiakan mikroorganisme
menyebabkan infeksi. yang terdapat di dalam sediaan
uji pada media perbenihan yang
sesuai.
III. TUJUAN
• Memahami metode pengujian sterilitas sediaan
dan alat kesehatan berdasarkan Farmakope
Indonesia.
• Mampu melakukan uji sterilitas terhadap suatu
sediaan atau alat kesehatan yangdipersyaratkan
harus steril menurut Farmakope dengan
metode inokulasi langsung dan mengiterpretasi
hasil.
IV. SKEMA KERJA
Ampul
9 ml TSB
Injeksi Dibuka dan 9 ml
Ampul 1 ml aseptik FTM Diamati

Dibersihkan Diinokulasi Diinkubasi


tutup dgn dgn jarum
kapas suntik
beralkohol
Kain Kassa

Diinokulasi 9 ml FTM
Kain kassa
aseptik dan 9 ml TSB

Diamati Diinkubasi
Pisau Bedah

Media
Pisau Diinokulasi FTM 9 ml
Diinkubasi Diamati
bedah dgn pinset dan TSB 9
ml
OTM

Media FTM 9
Obat tetes Diinokulasi dgn
ml dan TSB 9
mata pipet
ml

Diinkubasi Diamati
V. HASIL PENGAMATAN
PENGAMATAN HARI KE-
SAMPEL MEDIA KELOMPOK
3 6 7 8 9 10 13 14
1 − − − − − − − −
3 − − − − − − − −
5 − − − − − − − −
6 − − − − − − − −
FTM 7 − − − − − − − −
8 − − − − − − − −
9 − − − − − − − −
10 + + + + + + + +
INJEKASI 11 − − − − − − − −
AMPUL 1 − − − − − − − −
3 − − − − − − − −
5 − − − − − − − −
6 − − − − − − − −
TSB 7 − − − − − − − −
8 − − − − − − − +
9 − − − − − − − −
10 − − − − − − − −
11 − − − − − − − −
2 + + + + + + + +
FTM
4 + + + + + + + +
OTM
2 + + + + + + + +
Pengamatan Hari ke-
Sampel Media Kelompok
3 6 7 8 9 10 13 14
4 + + + + + + + +
6 + + + + + + + +
FTM 7 + + + + + + + +
10 + + + + + + + +
KASSA 11 − + + + + + + +
STERIL 4 + + + + + + + +
6 + + + + + + + +
TSB 7 + + + + + + + +
10 + + + + + + + +
11 + + + + + + + +
1 − + + + + + + +
2 − + + + + + + +
3 − + + + + + + +
FTM
5 − + + + + + + +
8 − + + + + + + +
PISAU 9 − + + + + + + +
BEDAH 1 − − − − − − − −
2 − − − − − − − −
3 − + + + + + + +
TSB
5 − + + + + + + +
8 − + + + + + + +
9 − − − − − − + +
VI. PEMBAHASAN
• Sediaan Injeksi Ampul pada media FTM didapatkan semua hasil negatif sampai hari ke-14 menunjukkan
bahwa sediaan injeksi ampul tersebut steril, namun pada kelompok 10 didapatkan hasil dari hari ke-3
hingga 14 semuanya positif menunjukkan bahwa injeksi ampul kelompok tersebut tidak sterile, hal ini
dapat disebabkan oleh cemaran mikroba pada saat pembukaan ampul yang kurang aseptik. Sedangkan
pada media TSB didapatkan hasil semua kelompok negatif, menunjukkan bahwa injeksi ampul tersebut
steril, namun pada kelompok 8 didapatkan hasil positif pada hari ke-14, hal ini dapat disebabkan oleh
praktikan yang kurang aseptis saat pengerjaan.
• Pada sediaan obat tetes mata pada kedua media yaitu FTM dan TSB didapatkan hasil keduanya positif dari
hari ke-3 hingga hari ke-14 menunjukkan bahwa sedian obat tetes mata tersebut tidak steril, hal ini dapat
disebabkan karena penyimpanan sediaan obat tetes mata yang sudah lebih dari 30 hari dan tidak dalam
kondisi yang baik sehingga sediaan dapat terkontaminasi.
• Pada kassa steril didapatkan hasil pada kedua media yaitu FTM dan TSB keduanya positif dari hari ke-3
hingga hari ke-14 menunjukkan bahwa kassa steril tidak steril, hal ini dapat disebabkan karena adanya
kesalahan pada praktikan saat membuka kemasaan kassa steril tersebut, dan penyimpanan kassa steril
yang dapat terjadi kontaminasi.
• Pada pisau bedah dengan media FTM didapatkan hasil positif mulai hari ke-4 hingga hari ke-14 hal ini
menunjukkan bahwa pisau bedah tidak steril, sedangkan pada media TSB didapatkan hasil dari kelompok 1
dan 2 negatif hingga hari ke-14 sedangkan pada kelompok 3,5, dan 8 menunjukkan hasil positif mulai hari
ke-4, sedangkan pada kelompok 9 hasil positif mulai dari hari ke- 13. hal ini menunjukkan bahwa pisau
bedah kurang steril, hasil ini dapat disebabkan oleh praktikan yang kurang aseptis saat pengerjaan
sehingga pisau bedah dapat terkontaminasi.
VII. KESIMPULAN
• Sediaan injeksi ampul steril pada media TSB
• Sediaan obat tetes mata tidak steril pada media FTM maupun
TSB
• Kain kassa steril tidak steril pada media FTM maupun TSB
• Pisau bedah tidak steril pada media TSB
IX. SARAN
• Praktikan sebaiknya memakai perlengkapan lab dengan baik
dan benar.
• Sebaiknya bekerja dengan hati-hati dan bekerja secara aseptis
agar tidak terjadi kontaminan.