Anda di halaman 1dari 35

EVALUASI

GRANUL DAN TABLET


DISUSUN OLEH:
M. Naufal Azhar (10060316001)
Adinda Rachmanissa (10060316005)
Nurfadillah Hazar (10060316010)
Abdul Rahman Hakim (10060316014)
Destini Amalia Rahman (10060316020)
Moch. Zandan Firmansyah (10060316031)
Nadia Zulfa Sabrina (10060316035)
Gita Ratu Kuswantara (10060316040)
Adellya Fardiani (10060316043)
FARMASI - A
EVALUASI GRANUL
Evaluasi terhadap serbuk/granul/massa kapsul/massa tablet, meliputi:

1. Uji kelembaban/kandungan air (Moisture Analytical Balance)


2. Uji sifat alir; Laju alir dan Sudut baring (Flow-tester)
3. Uji keseragaman ukuran partikel (Granulometer)
4. Uji bobot jenis/densitas kemampatan (Tapped density tester)
5. Uji kadar zat aktif (sesuai monografi zat aktifnya)

Urutan pengerjaannya harus sistematis


EVALUASI GRANUL
Uji kelembaban/kandungan air
(Moisture Analytical Balance)
TUJUAN DAN PRINSIP
• Tujuan pengujian: mengontrol kandungan lembab / air pada serbuk /
granul
• Prinsip pengujian: pengukuran kadar air berdasarkan metode
gravimetri
• Persyaratan: kadar air 1-3%
Moisture Analytical Balance
• Prinsip alat: pengukuran kandungan lembab yang
terkandung dalam zat uji yang menguap akibat panas
yang dikeluarkan oleh alat moisture analyzer
Tabel hasil pengukuran kadar air granul effervescent

Formula Kadar air (%)


1 3,1
2 3,2
3 2,2

Hasil penafsiran: uji kadar kelembaban / kandungan air


sudah sesuai dengan persyaratan.
EVALUASI GRANUL
Uji sifat alir
Laju alir dan Sudut baring
(Flow-tester)
TUJUAN DAN PRINSIP
• Tujuan : Untuk menentukan sifat alir granul dan Mengetahui
kecepatan aliran dari granul sehingga akan menjamin keseragaman
kandungan dan bobot dari tablet
• Prinsip : Memperhitungkan waktu kemampuan granul yang
diperlukan untuk mengalir melalui lubang corong. Berdasarkan laju
alir dan sudut baring.
UJI
ALIRAN

Metode sudut
Metode corong
baring

Semakin kecil sudut Mengukur bobot granul yang


istirahat yang mengalir dalam waktu tertentu atau
terbentuk maka waktu yang diperlukan untuk
semakin baik mengalirakan bobot granul tertentu
alirannya (kecepatan alir)
ALAT PENGUJIAN LAJU ALIR DAN SUDUT
BARING

Corong Flow Tester


SUDUT BARING SIFAT ALIR
25˚-30˚ SANGAT BAIK LAJU ALIR SIFAT ALIR
(gram/detik)
31˚-35˚ BAIK
>10 SANGAT BAIK
36˚-40˚ CUKUP BAIK
41˚-45˚ AGAK BAIK 4-10 BAIK
46˚-55˚ BURUK 1,6-4 BURUK
56˚-65˚ SANGAT BURUK <1,6 SANGAT BURUK
>66˚ SANGAT BURUK
SEKALI

PENAFSIRAN HASIL
Memenuhi syarat apabila:
• Laju alir granul 100 g/1 detik atau waktu < 10
detik
atau
• Sudut Baring kurang dari 30˚
EVALUASI GRANUL
Uji keseragaman ukuran partikel
(Granulometer)
TUJUAN DAN PRINSIP
• Granulometri adalah analisis ukuran dan distribusi ukuran-ukuran
granul
• Tujuan granulometri: untuk melihat keseragaman dari ukuran granul
• Prinsip granulometri: digunakan susunan pengayak dengan berbagai
ukuran dengan mesh terbesar diletakkan paling atas dan dibawahnya
disusun pengayak dengan mesh yang makin kecil.
• Metode granulometri dengan alat pengayakan/ granulometer
GRANULOMETER
PENAFSIRAN HASIL
• Penafsiran hasil
Ukuran granul sebaiknya seragam hal ini sehingga dapat menjamin
aliran granul dan juga keseragaman kandungan granul
Analisis Penafsiran Hasil

Hasil evaluasi distribusi ukuran partikel


menunjukkan bahwa ukuran partikel untuk
formula I, II, III memiliki granul yang paling
banyak tertahan pada ayakan no.35 (500 μm),
masing-masing jumlah yang tertahan 12,19 g,
16,32 g dan 10, 29 g. Hal ini menunjukkan
bahwa ketiga formula memiliki ukuran partikel
yang seragam dimana partikel yang lebih besar
(≥ 150 μm).
EVALUASI GRANUL
Uji bobot jenis/densitas kemampatan
(Tapped density tester)
TUJUAN DAN PRINSIP
Salah satu tujuan dan prinsip dari evaluasi uji bobot jenis adalah dapat
memberikan pengukuran dalam pemerian serbuk
Bobot jenis dibagi menjadi 3, yaitu :
1. BJ sejati, dengan menggunakan alat yaitu piknometer
2. BJ ruahan atau nyata, yaitu BJ sebelum pemampatan
3. BJ mampat, yaitu BJ setelah pemampatan
TUJUAN DAN PRINSIP

• Pada uji bobot jenis menggunakan alat yaitu tapped density tester
• Tapped density tester adalah alat yang digunakan untuk menentukan
kerapatan serbuk atau granul dengan metode pengetapan.
• Hubungan uji bobot jenis terhadap granul yaitu dapat mempermudah
dalam memformulasi obat, karena dengan mengetahui bobot jenis
maka dapat menentukan apakah suatu zat dapat bercampur atau
tidak dengan zat lainnya.
Gambar alat tapped density tester
PENAFSIRAN HASIL
Granul memenuhi syarat jika:
% KP (Kadar Pemampatan) kurang dari 20%

Maka:
Keteraturan fabrikasi akan tercapai
EVALUASI TABLET
Evaluasi terhadap serbuk/granul/massa kapsul/massa tablet, meliputi:

1. Uji organoleptis
2. Uji keseragaman ukuran; Diameter dan Tebal (Micrometer scale)
3. Uji kekerasan (Hardness tester)
4. Uji friabilitas/friksibilitas (Friability and Abrasion tester)
5. Uji keseragaman sediaan; Keragaman bobot dan Keseragaman kandungan
6. Uji waktu hancur (Desintegration tester)
7. Uji higroskopisitas (Desikator)

Urutan pengerjaannya harus sistematis


EVALUASI TABLET
Uji keseragaman ukuran
Diameter dan Tebal
(Micrometer scale)
TUJUAN DAN PRINSIP
• Tujuan: mengetahui keseragaman ukuran tablet (diameter dan
ketebalan)

• Prinsip: Ketebalan berhubungan dengan kekerasan sediaan padat


(tablet), selain percetakan, perubahan ketebalan merupakan indikasi
adanya masalah pada aliran massa cetak atau pada pengisi granul ke
dalam die oleh karena itu perlu dilakukan pengujian.
• Alat yang digunakan untuk mengukur ketebalan dan diameter adalah
jangka sorong
PENAFSIRAN HASIL

• Menurut Farmakope Indonesia, syarat uji keseragaman ukuran adalah


diameter tablet tidak lebih dari tiga kali dan tidak kurang dari satu
sepertiga kali ketebalan tablet.

• Rata-rata nilai diameter yaitu 12,05 mm tidak lebih dari rata-rata tiga
kali tebal tablet 13,02 mm dan juga tidak kurang dari rata-rata 1
sepertiga kali tebal tablet 5,78 mm.

• Hasil yang diperoleh dari pengujian keseragaman ukuran tablet


menunjukkan tampilan dari tablet seragam dan menunjukkan adanya
keseragaman bobot dan zat yang terkandung di dalam tablet
Sumber: seragam.
Syamsia dkk. (2017). Sifat Fisik Tablet Dihydroartemisinin-
piperaquin (Dhp) Sediaan Generik Dan Sediaan Dengan
Nama Dagang Yang Beredar Di Kotamadya Jayapura.
Pharmacon, Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 6 No. 3
AGUSTUS 2017
EVALUASI TABLET
UJI KEKERASAN (HARDNESS TESTER)
TUJUAN DAN PRINSIP
Tujuan : menjamin ketahan tablet terhadap gaya mekanik pada proses :
pengemasan. Penghantaran (shipping).

Prinsip : melihat keseragaman dari profesionalitas (antara bobot dan


tebal) tablet yang diukur berdasarkan rasio beban yang diberikan
perluas permukaan tablet (kg/cm2).
Alat yang digunakan: Hardness Tester
Penafsiran Hasil
• Pada umumnya tablet dikatakan baik, apabila mempunyai
kekerasan antara 4-8 kg (Parrott, 1970). Kekerasan tablet
Hasil : Nilai kekerasan tablet bergantung pada bobot kurang dari 4 kg masih dapat diterima asalkan
tablet. Semakin besar tablet, kekerasan yang kerapuhannya tidak melebihi batas yang ditetapkan.
Tetapi biasanya tablet yang tidak keras akan mengalami
diperlukan pun akan semakin besar. kerapuhan pada saat pengemasan dan transportasi.
Kekerasan tablet yang lebih dari 10 kg masih dapat
diterima, asalkan masih memenuhi persyaratan waktu
hancur/desintegrasi dan disolusi yang dipersyaratkan
(Rhoihana, 2008).
• Pada pengujian tablet digunakan beberapa tablet
ranitidin baik produk generik dan generik bermerek
dengan tingkat kekerasan tertinggi pada sampel A1 10,12
kg, sampel A2 10,91 kg, sampel A3 11,24 kg, sampel B1
10,30 kg, sampel B2 11,02 kg, dan sampel B3 9,07 kg.
Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa
tablet ranitidin yang digunakan dalam pengujian tidak
memenuhi persyaratan untuk uji kekerasan.

Parrot, E. (1970). Pharmaceutical Technology Fundamental Pharmaceutics.


Burgess Publishing Company. United States of America.
Rhoihana, D. (2008). Perbandingan Availibilitas In Vitro Tablet Metronidazol
Produk Generik dan Produk Dagang. Universitas Muhammadiyah Surakarta,
Surakarta.
EVALUASI TABLET
Uji friabilitas/friksibilitas
(Friability and Abrasion tester)
TUJUAN DAN PRINSIP
Tujuan : menguji ketahanan tablet bila dijatuhkan pada suatu
ketinggian tertentu. Dan menguji ketahan tablet jika tablet
mengalami gesekan antar tablet

Prinsip : mengukur ketahanan permukaan tablet terhadap


gesekan dan jatuhan yang dialaminya sewaktu pengemasan
dan pengiriman ke tujuan
PENAFSIRAN HASIL
• Dihitung % kerapuhan tablet.
𝑤1−𝑊2
% Kerapuhan tablet = x 100 %
𝑊1
• Keregasan dapat dievaluasi dengan menggunakan alat uji kerapuhan
(friability tester).
• Tablet dikatakan baik apabila kerapuhannya tidak lebih dari 0,8%
(Lachman, dkk, 1994).
• Uji keregasan berhubungan dengan kehilangan bobot akibat abrasi
(pengikisan) yang terjadi pada permukaan tablet.
PENAFSIRAN HASIL
Kode sampel W1 W2 Keregasan Keterangan
A1 7,2556 7,2554 0,00002 % Memenuhi syarat
B1 5,8872 5,8871 0,00001 % Memenuhi syarat
C1 7,4998 7,4996 0,00002 % Memenuhi syarat
A2 6,3797 6,3796 0,00001 % Memenuhi syarat
B2 6,2658 6,2655 0,00003 % Memenuhi syarat
C3 7,8214 7,813 0,00002 % Memenuhi syarat

Tabel 2. Hasil Uji Keregasan Tablet


PENAFSIRAN HASIL
Berdasarkan data di atas, dapat dilihat bahwa:
• Tablet ranitidin hanya memiliki persentase keregasan yang kecil.
• Hal ini mungkin disebabkan karena tablet ranitidine yang digunakan
merupakan golongan tablet bersalut (salut film)
• Sehingga persentase bobot tablet yang hilang hanya sedikit.