Anda di halaman 1dari 8

Rangkuman UAS MPSI

(Fika)
Penelitian Korelasional
Mengkaji keterlibatan 2 variabel Mengkaji keterlibatan >2 variabel

Penelitian Bi-Variate Penelitian Multi-Variate

Penelitian Korelasional

Melihat adanya hubungan/ keterikatan antara 2 variabel/ >2 variabel


‘Hubungan’ dalam penelitian korelasional bukan menyatakan
‘hubungan sebab-akibat’ & tidak membandingkan 2 kelompok  Penelitian Eksperimental

Menguji & menggambarkan Menetapkan bahwa memang ada


hubungan antar variabel hubungan antara 2 variabel/ >2 variabel

Tujuan Umum Tujuan Khusus

Penelitian Korelasional

Tidak ada upaya manipulasi, kontrol, dan mencampuri (interfere) variabel-variabel lain
Apa yg dapat diketahui dari Penelitian Korelasional?
1. Arah dari Hubungan 2. Kekuatan Hubungan 3. Bentuk Hubungan
Hubungan Positif Dinyatakan dlm ‘r’ (nilai Korelasi Linear
korelasi/koefisien korelasi) 
• Kedua variabel 0.0 ≤ r ≤ 1.0 • ↑ atau ↓ kedua
bergerak ke arah yg variabel secara
• r = 1.0 atau -1.0 = Hubungan konsisten dapat
sama (X ↑ maka Y ↑) yg sempurna (jarang terjadi) diramalkan besarannya
Co: Aku punya nilai • r = 0.0 = Tidak ada hubungan
lebih besar di variabel • Semua kemungkinan
• Semakin ‘r’ mendekati │1.0│ nilai variabel ke arah yg
X  Nilai variabel Y = semakin kuat hubungan sama
juga lebih besar antar variabel
Korelasi Monotonic
Hubungan Negatif ‘r’ menunjukkan derajat (Non-Linear)
konsistensi & prediktabilitas
• Kedua variabel dari hubungan • Hubungan konsisten &
bergerak ke arah yg dapat diramalkan, tapi
berlawanan (X ↑ maka • Keyakinan/ kepastian bahwa
perubahan variabel X diikuti non-linear
Y ↓) oleh perubahan variabel Y
Contoh Grafik Menunjukkan Arah Hubungan
Y
Y

X X
r = + .90 r = - .40

Y Y

X
X
r = -1.00 r = 0.00 6
Analysis of Variance (ANOVA)
Regression