Anda di halaman 1dari 27

Etiologi, pathogenesis dan

rencana perawatan kelainan TMJ


TMJ DISORDERS
ETIOLOGY :Some factors proposed are:
1. Parafunctional habits
2. Emotional distress
3. Acute trauma from blows or imparts
4. Trauma from hyperextension
5. Instability of maxillomandibular relationships
6. Laxity of the joints
7. Comorbidity of other rheumatic or musculoskeletal
disorders.
8. Poor general health and unhealthy lifestyle.
DIAGNOSTIC CLASSIFICATION
Diagnostic category Diagnosis

Cranial bones (including Congenital and


the mandible ) developmental
disorders: aplasia,
hyperplasia,
hypoplasia,and dysplasia
Acquired disorders
:(neoplasia, fracture)
DIAGNOSTIC CLASSIFICATION
Diagnostic category Diagnosis
Temporomandibular joint Deviation in form
disorders Disk displacement
with reduction ,
without reduction)
Dislocation
Inflammatory conditions
(synovitis,capsulitis)
Arthritides
(osteoartheritis,
osteoarthrosis)
 Ankylosis & Neoplasia
DIAGNOSTIC CLASSIFICATION
Diagnostic category Diagnosis

Masticatory muscle Myofacial pain


disorder Myostitis
Spasm
Protectivesplinting
Contracture
Perawatan nonbedah
• Edukasi pasien
• Medikasi
• Fisioterapi
• Terapi splint
• Terapi oklusi
Edukasi pasien
• Pemberian informasi yang jelas kepada pasien
mengenai perawatan yang akan dijalankan
• Minimalkan stres dan kecemasan
• Menghindari kebiasaan buruk
• Diet lunak
• Latihan fisik rutin
Medikasi
Obat-obatan
• Analgetik (ex: Nsaids)
• muscle relaxan (ex: diazepam)
• Antidepressan (ex: amitriptilyne)
Fisioterapi

• Latihan buka dan tutup mulut


• Latihan relaxasi
• Ultrasound
• Spray dan stretch
• pemijatan
Reposisi dislokasi Temporomandibular
Joint
Dislokasi Temporomandibular joint
merupakan suatu kondisi yang
menyakitkan dimana kondilus
mandibula terkunci pada aspek
anterosuperior dari eminensia
artikularis.

Dislokasi TMJ dapat terjadi akibat


trauma atau pembukaan mulut
yang berlebihan, dapat terjadi
satu atau dua sisi sekaligus.
Diagnosisnya diperoleh melalui riwayat dan
pemeriksaan klinis. Pemeriksaan radiografis
terkadang dibutuhkan terutama bila terdapat
kecurigaan fraktur kondilus mandibula.

Penatalaksanaan dislokasi TMJ menggunakan


teknik konvensional (metode hipocrates)
umumnya menunjukkan tingkat keberhasilan
yang baik.
Reposisi dislokasi TMJ
• Operator menggunakan handscoon, masker
• Operator melindungi kedua ibu jari menggunakan
balutan kassa
• Posisikan pasien di depan operator , kepala
pasien lebih rendah dari siku operator
• Letakkan ibu jari pada daerah molar bawah paling
posterior atau ridge dari madibula intra oral,
sementara jari lain memegang permukaan bawah
mandibula ekstra oral.
• Berikan tekanan pada gigi- gigi molar rahang
bawah untuk membebaskan kondilus dari posisi
yang terkunci di depan eminensia artikularis.
• Dorong mandibula ke belakang untuk mengembalikan
ke posisi anatominya
• Reposisi berhasil ditandai dengan gigi-geligi kembali
ber oklusi dengan cepat karena spasme otot masseter.
• Pemasangan head bandage untuk mencegah
redislokasi dan membatasi pasien untuk tidak
membuka mulut terlalu lebar dalam 24-48 jam.
• Pemberian edukasi pada pasien:
• Hindari membuka mulut terlalu lebar
• Makan makanan yang lunak
• Kompres hangat pada daerah TMJ
• Pemberian obat-obatan analgetik seperti : NSAID dan
obat muscle relaxan bila diperlukan.
Perawatan Bedah
• Atrosentesis
• Atroscopy
• Pembedahan diskus
• Condylotomi
• Total joint replacement
• Distraction osteogenesis
Atrocentesis
• Merupakan suatu prosedur minimal invasive
dengan penempatan suatu ports (jarum dan
pipa kecil) kedalam TMJ untuk mencuci atau
membasuh sendi dan menghilangkan
perlekatan halus.

• Digunakan anestesi blok auriculotemporalis


dan bahan sedatif
• Tekniknya adalah dengan menempatkan suatu
jarum pada bagian rongga superior TMJ untuk
menyuntikkan cairan dan menempatkan jarum
lainnya pada rongga inferior TMJ untuk menarik
cairan kembali.

• Cairan yang diinjeksikan dapat berupa ringer


lactat, steroid dan anestesi lokal.

• Biasanya menunjukkan hasil yang baik terutama


untuk perawatan kelainan TMJ anterior disk
replacement tanpa reduksi
Atroscopy
• Pembedahan atroscopy merupakan salah satu
metode paling efektif dalam mendiagnosis
dan merawat TMD
• Tekniknya dengan menempatkan kanula kecil
pada rongga superior TMJ diikuti dengan
memasukan atroscop untuk mendapatkan
pandangan langsung dari fossa glenoid,
rongga superior sendi dan aspek superior dari
diskus.
Pembedahan diskus
• Pembedahan dengan membuka TMJ
• Biasanya dilakukan pada pasen dengan gejala
klicking yang berulang dan sakit dan pada
kasus closed locking
• Dilakukan pembetulan letak diskus yang
mengalami displacement dan melakukan
reposisi kembali
• Pembetulan letak diskus
• Penggantian diskus
Condylektomi
• Pembedahan dengan pembukaan TMJ
• Pengambilan keseluruhan dari condilus
• Penggunaan intermaxilary fixation 2-6 minggu
• Biasanya digunakan pada kasus dislokasi TMJ
yang berulang, Ankylosis TMJ
Condilotomi
• Pembedahan TMJ terbuka dengan membuat
osteotomi secara vertikal pada ramus
• Biasanya pada kasus replacment diskus
dengan atau tanpa reduksi, dislokasi TMJ
Total joint replacement
• Pembedahan dengan pembukaan TMJ
• Mengganti menggunakan sendi buatan dari
tubuh sendiri Autogenous atau menggunakan
protesa sendi alloplastik
• Dilakukan pada kasus kerusakan parah dari
struktur TMJ, Kehilangan vertikal dimensi dari
kondilus dll
Distraction osteogenesis
• Pembedahan dengan Pembukaan TMJ
• Pemasangan alat distraktor
• Digunakan pada kasus kehilangan vertial
dimensi dari ramus