Anda di halaman 1dari 42

Laporan Kasus

Keratitis
Pembimbing :
dr. Rety Sugiarti, Sp. M
Oleh : Astri Kartika Sari
(2011730124)

STASE MATA
RSUD KOTA BANJAR
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
 Nama : Tn.M
 Jenis Kelamin : Laki-Laki
 Usia : 47 tahun
 Pekerjaan : Karyawan
 Agama : Islam
 Alamat : Cilengkong, Banjar
 Ke Poli Mata : 18 Maret 2016
- KELUHAN UTAMA
 Mata kanan terkena lumpur sejak 6 hari yang lalu

RIW. PENYAKIT SEKARANG


Pasien datang ke Poli Mata RSUD Kota Banjar dengan keluhan mata
kanan terkena lumpur di sawah sejak 6 hari yang lalu, awalnya pasien merasa
penglihatannya kabur dan mata kanannya terasa perih, gatal dan terasa seperti
ada yang mengganjal. 2 hari setelah terkena lumpur mata kanan pasien tampak
kemerahan dan silau terhadap sinar matahari dan penerangan langsung. Keluhan
mata sering berair juga dikeluhkan oleh pasien. Pasien tidak mengeluh kelur
kotoran banyak terutama pada pagi hari.
b. ANAMNESIS
• Riwayat keluhan sama (-)
• Hipertensi (-), DM (-)
RPD • Riwayat trauma (-)
• Riwayat sakit mata (-)
• Riwayat penggunaan kacamata (-)

• Riwayat keluhan sama (-)


RPK • Hipertensi (-), DM (-), Asma (-), Stroke (-)

RIW. Psiko • Pasien sering terpapar debu dan polusi


sosial dan • Alergi cuaca, debu dan dingin disangkal
Alergi • Alergi makanan dan obat – obatan disangkal

RPO Disangkal polusi


Pemeriksaan Fisik
Status generalis

Kesadaran : Composmentis

Tanda vital
Tekanan darah : 120/80 mmHg
Nadi : 76x/menit
Laju napas : 18 x/menit
Suhu : 36,5C

Kepala : Normosefal, distribusi rambut merata


Mata : lihat status oftalmologis
Leher : Pulsasi a.carotis regular, tidak teraba pembesaran KGB
Thoraks
Jantung : Bunyi Jantung I Normal, Bunyi jantung II Normal, regular, tidak
terdengar murmur dan gallop
Paru : Suara napas vesikuler, tidak terdengar ronchi, tidak terdengar
wheezing
Abdomen
Inspeksi : Datar
Auskultasi : Bising Usus (+)normal
Palpasi : Supel,nyeri tekan (-),nyeri lepas (-),tidak teraba massa,tidak
teraba pembesaran lien dan hepar
Perkusi : timpani,nyeri ketuk (-)

Ekstremitas : Tidak ada deformitas,akral hangat,udem (-)


STATUS OFTALMOLOGI
Pemeriksaan OD OS

Visus 1/60 PH sulit dinilai 6/6

KEDUDUKAN BOLA MATA

Posisi Ortoforia Ortoforia

Eksoftalmus (-) (-)

Endoftalmus (-) (-)


STATUS OFTALMOLOGI
PERGERAKAN BOLA MATA

Atas (+) baik (+) baik

Bawah (+) baik (+) baik

Temporal (+) baik (+) baik

Temporal atas (+) baik (+) baik

Temporal bawah (+) baik (+) baik

Nasal (+) baik (+) baik

Nasal Atas (+) baik (+) baik

Nasal Bawah (+) baik (+) baik


STATUS OFTALMOLOGI
PALPEBRA

Hematom (-) (-)

Edema (-) (-)

Hiperemis (-) (-)

Benjolan (-) (-)

Ulkus (-) (-)

Fistel (-) (-)

Hordeolum (-) (-)

Kalazion (-) (-)

Ptosis (-) (-)

Ektropion (-) (-)

Entropion (-) (-)

Sekret (-) (-)

Trikiasis (-) (-)


STATUS OFTALMOLOGI
PUNCTUM LAKRIMALIS

Edema (-) (-)

Hiperemis (-) (-)

Benjolan (-) (-)

Fistel (-) (-)

KONJUNGTIVA TARSAL SUPERIOR

Edema (-) (-)

Hiperemis (-) (-)

Sekret (-) (-)


KONJUNGTIVA TARSALIS INFERIOR

Kemosis (-) (-)

Hiperemis (-) (-)

Anemia (-) (-)

Folikel (-) (-)

Lithiasis (-) (-)

Simblefaron (-) (-)

KONJUNGTIVA BULBI

Kemosis (-) (-)

Pterigium (-) (-)

Pinguekula (-) (-)

Flikten (-) (-)

Simblefaron (-) (-)

Injeksi konjungtiva (-) (-)

Injeksi siliar (+) (-)

Perdarahan subkonjungtiva (-) (-)


STATUS OFTALMOLOGI
KORNEA
Kejernihan Infiltrat (+) bercak halus Jernih

Edema (-) (-)

Ulkus (-) (-)

Arkus senilis (+) (+)

SKLERA
Episkleritis (-) (-)

Skleritis (-) (-)

KAMERA OKULI ANTERIOR


Kedalaman Sedang Sedang

Hifema (-) (-)

Hipopion (-) (-)


STATUS OFTALMOLOGI
IRIS
Warna Cokelat Cokelat

Gambaran radien Jelas Jelas

Eksudat (-) (-)

Sinekia Anterior (-) (-)

Sinekia Posterior (-) (-)

PUPIL
Bentuk Bulat Bulat

Besar ± 3 mm ± 3 mm

Isokor (+) (+)

Letak Sentral Sentral

Refleks cahaya langsung DBN DBN


STATUS OFTALMOLOGI
LENSA

Kejernihan Jernih Jernih

Shadow iris (-) (-)


resume
Anamnesis :
Pasien datang ke poli mata RSUD Kota Banjar
dengan keluhan mata kanan kemasukan lumpur sejak 6
hari yang lalu dan mata kanani terasa sakit, gatal, seperti
ada yang mengganjal, penglihatan kabur (+), fotofobia
(+).

Pemeriksaan Oftalmologi :
 Konjungtiva bulbi : injeksi siliaris (+)
 Kornea : infiltrat (+) bercak halus
Gambar inspeksi bagian luar mata dan
segmen anterior
OD OS

Injeksi konjungtiva (-), injeksi konjungtiva


injeksi silliar (+), infiltrat (-), injeksi silliar (-),
kornea (+) infiltrat kornea (-)
DIAGNOSA
Keratitis Pungtata Superfisial OD

TATALAKSANA
• AB topikal • Menggunakan pelindung mata (kaca
mata hitam) untuk melindungi dari
• Air mata buatan
exposure dari luar seperti debu dan
• Sikloplegik sinar ultraviolet

PROGNOSIS
• Quo ad Vitam : Bonam
• Quo ad Fungtionam : Bonam
• Quo ad Santionam : Bonam
 Dari pemeriksaan didapatkan:

-mata merah
-visus turun
-Infiltrat (bercak halus) KERATITIS
-injeksi silier
-COA jernih Lokasi kornea : superfisial
-pupil normal Bentuk lesi : bintik-bintik kecil

KERATITIS PUNGTATA
SUPERFISIALIS
Tinjauan Pustaka

DEFINISI KERATITIS
 Kelainan akibat terjadinya infiltrasi sel radang
pada kornea yang mengakibatkan kornea menjadi
keruh sehingga tajamnya penglihatan akan
menurun.

FK UMJ – STASE OPTHALMOLOGY – RSUD BANJAR 17 May 2019


ETIOLOGI
 Bakteri
 Virus
 Jamur
 Paparan sinar UV
 Iritasi (penggunaan soft lens)
 Mata kering
 Benda asing di mata
 Efek samping obat-obatan

FK UMJ – STASE OPTHALMOLOGY – RSUD BANJAR 17 May 2019


Klasifikasi
 Berdasarkan lapisan yang terkena
 Berdasarkan penyebab
BERDASARKAN LAPISAN YANG TERKENA
Keratitis Pungtata
Keratitis yang terkumpul di daerah Bowman dengan
infiltrat berbentuk bercak-bercak halus. Keratitis
pungtata superfisial memberikan gambaran seperti
infiltrat halus bertitik-titik pada permukaan kornea.

Keratitis Marginal
Merupakan infiltrat yang tertimbun pada tepi kornea
sejajar dengan limbus. Penyakit infeksi lokal
konjungtiva dapat menyebabkan keratitis kataral atau
keratitis marginal

Keratitis Interstitial
Kondisi serius dimana masuknya pembuluh darah ke
dalam kornea dan dapat menyebabkan hilangnya
transparansi kornea. Keratitis interstitial dapat
berlanjut menjadi kebutaan.
Berdasarkan penyebabnya :
Keratitis Virus
Keratitis Herpetik
Berdasarkan lapisan yang terkena :
Keratitis
Keratitis Infeksi Herpes Zoster
Pungtata
Keratitis
Keratitis Infeksi Herpes Simplek :
Marginal
- Keratitis
Keratitis Dendritik dan Keratitis Disiformis
Interstisial
Keratitis bakterial
Berdasarkan bentuk klinisnya :
Keratitis jamur
Numuralis
Keratitis Alergi
Filamentosa
•Keratokonjungtivitis
Keratitis Lagoftalmus flikten
•Tukak
Keratitis atau ulkus fliktenular
Neuroparalitik
•Keratitis
Keratitis Sika fasikularis
•Keratokonjungtivitis
Keratitis Sklerotikan vernal

FK UMJ – STASE OPTHALMOLOGY – 24


RSUD BANJAR 17 May 2019
KERATITIS VIRUS

 Etiologi

Herpes Simpleks Virus (HSV) merupakan salah satu


infeksi virus tersering pada kornea.

17 May 2019
Patofisiologi
Pada epitelial :
 Kerusakan terjadi akibat pembiakan virus intraepitelial
mengakibatkan kerusakan sel epitel dan membentuk keratitis
superfisial (dendritik).
Pada stromal :
 Terjadi reaksi imunologik tubuh terhadap virus yang
menyerang yaitu reaksi antigen-antibodi yang menarik sel
radang ke dalam stroma. Sel radang ini mengeluarkan bahan
proteolitik untuk merusak virus tetapi juga akan merusak
stroma di sekitarnya. → keratitis profunda superfisial
(disiformis)

17 May 2019
• Nyeri
• Fotofobia
• Penglihatan kabur
Gejala dan • Mata berair
tanda klinis • Mata merah
• Tajam penglihatan turun
• Lesi kornea indolen

• Usapan epitel dengan Giemsa multinuklear


Pemeriksaan noda dapat menunjukkan sel-sel raksasa,
yang dihasilkan dari perpaduan dari sel-sel
penunjang epitel kornea yang terinfeksi dan virus
intranuclear inklusi
PENATALAKSANAAN
 Debridement
 Terapi Obat
 IDU (Idoxuridine) analog pirimidin (terdapat
dalam larutan 1% dan diberikan setiap jam)
 Vibrabin: sama dengan IDU tetapi hanya terdapat
dalam bentuk salep
 Trifluorotimetidin (TFT): sama dengan IDU,
diberikan 1% setiap 4 jam
 Asiklovir (salep 3%), diberikan setiap 4 jam.
 Asiklovir oral dapat bermanfaat untuk herpes
mata berat, khususnya pada orang atopi yang
rentan terhadap penyakit herpes mata dan kulit
agresif.
HERPES ZOSTER
• Virus Herpes Zoster → Ganglionin Gaseri
Etiologi saraf Trigeminus

• Nyeri
• Febris
Gejala Klinis •

Visus menurun dan merah
Kelopak → vesikel
• Kornea →infiltrat

• Simptomatik
Pengobatan • Asiklovir dan steroid

29
Keratitis bakteri
Faktor Gejala dan
Etiologi
risiko tanda

• Pemakaian kontak lens Mata merah


Staphylococcus • Trauma Berair
Steptococcus
Pseudomonas • Kontaminasi obat tetes Nyeri pada mata yang terinfeksi

Enterobacteriaceae • Riwayat keratitis bakteri Penglihatan silau

sebelumnya Adanya sekret dan penglihatan


menjadi kabur
• Riwayat operasi mata
Pada pemeriksaan bola mata
sebelumnya
eksternal ditemukan hiperemis
perikornea, blefarospasme,
edema kornea, infiltrasi kornea.
Penatalaksanaan
Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan kultur bakteri

Biopsi kornea
KERATITIS FUNGI (JAMUR)

ETIOLOGI
- Candida
- Fusarium
- Aspergillus
- Curvularia
KERATITIS ALERGI
Reaksi hipersensitivitas tipe I yang mengenai kedua
mata
Gejala Klinis
 Bentuk palpebra: cobble stone (pertumbuhan papil yang
besar), diliputi sekret mukoid.
 Bentuk limbus: tantras dot (penonjolan berwarna abu-abu,
seperti lilin)
 Gatal, Fotofobia , Sensasi benda asing, Mata berair dan
blefarospasme
Penatalaksanaan
 Biasanya sembuh sendiri tanpa diobati
 Steroid topikal dan sistemik
 Kompres dingin
 Obat vasokonstriktor
 Cromolyn sodium topikal
 Koagulasi cryo CO2.
 Antihistamin umumnya tidak efektif
 Kontraindikasi untuk pemasangan lensa kontak
• Ranang kornea dan konjungtiva yang
•merupakan reaksi imunyang
Wander phylcten yang
Keratitis mungkin sel mediate pada jaringan
Keratokunjungtiva membawa jalur pembuluh
yang sensitif terhadap antigen
flikten
fasikular darah baru sepanjang
• Papul atau pustul pada kornea dan
permukaan
konjungtiva kornea
berwarna . keabuan,
putih
dengan atau tanpa neovaskularisasi

•• sering
Merupakandi penyakit
temukan rekuren
sebagai
denganbenjolan
tonjolan peradangan
abu abutarsus
pada
Keratokonju dan konjungtiva bilateral.
kornea
ngtivitis
Ulkus fliktenular ••Terlihat
Etiologisebagai
tidak: Ulkus
di fasikular,
ketahui
vernal namun
Flikten didapatkan
multipel terutama
disekitar limbus,
Ulkus
padacincin
musim panas.
• Anak sebelum 14 tahun
• Keratitis numularis bentuk keratitis dengan
ditemukannya infiltrate yang bundar berkelompok
Keratitis dan tepinya berbatas tegas sehingga memberikan
gambaran halo
Dimmer
(numularis)

• Keratitis yang disertai adanya filamen mukoid dan


deskuamasi sel epitel pada permukaan kornea.
• Penyebabnya tidak diketahui
• Kelainan ini ditemukan pada gejala sindrom mata
Keratitis kering (dry eye syndrome), DM, pasca bedah katarak,
Filamenosa dan keracunan kornea oleh obat
Keratitis lagoftalmos
 Keratitis yang terjadi akibat adanya lagoftalmos
dimana kelopak tidak dapat menutup dengan
sempurna sehingga terdapat kekeringan kornea.
KERATITIS NEUROPARALITIK
akibat kelainan saraf trigeminus
• Visus menurun, fotofobia, tidak nyeri, jarang
Gejala berkedip, injeksi siliar

Tanda • Infiltrat dan vesikel

Pengobatan • Tarsorafi, menutup pungtum lakrimal


KERATITIS SKLEROTIKAN
Kekeruhan yang berbentuk segitiga pada kornea

• Perubahan susunan saraf serta kolagen yang


Mekanisme menetap

• Steroid
Pengobatan • Fenil butazon
KERATITIS
• Gangguan refraksi
• Jaringan parut permanent
Komplikasi • Ulkus kornea
• Perforasi kornea
• Glaukoma sekunder

• Virulensi organisme
Prognosis • Luas dan lokasi
• Vaskularisasi dan atau deposisi kolagen