Anda di halaman 1dari 17

MINYAK ATSIRI CENDANA

Kelompok 6

Megantara Syamsi 1614051063


Arfa Nisa 1654051009
Nida Rianda 1614
Muhammad Diyaur R 1614
Siti Nurhasanah 1654
Regina Caely Saing 1654051023
Cendana (Santalum album Linn)

Cendana (Santalum album


Spesies cendana (Santalum
Linn) merupakan jenis tanaman
album Linn) termasuk ke dalam
asli Indonesia yang tumbuh
Family Santalaceae dikenal
endemik di daerah Nusa
sebagai East Indian
Tenggara Timur (NTT) yang
Sandalwood, merupakan salah
banyak dijumpai di Pulau Timor,
satu jenis yang paling tinggi
Sumba, Alor, Solor, Pantar,
nilai kayu teras dan minyak
Flores, Roti dan pulau-pulau
esensialnya
lainnya.
Bentuk dan Morfologi

Pohon Cendana
• Secara morfologis tanaman cendana memiliki karakteristik diantaranya
pohon kecil sampai sedang, menggugurkan daun, dapat mencapai tinggi
20 m dan diameter 40 cm, tajuk ramping atau melebar, batang bulat agak
berlekuk-lekuk, akar tidak berbanir

Daun Cendana
• Daun cendana merupakan daun tunggal, berwarna hijau, berukuran kecil-kecil
yaitu (4–8) cm x (2–4) cm dan relatif jarang. Bentuk daun bulat memanjang,
ujung daun lancip, dasar daun lancip sampai seperti bentuk pasak, pinggiran
daunnya bergelombang dan tangkai daun kekuning-kuningan dengan panjang 1 -
1,5 cm

Batang Cendana
• Pohon cendana mempunyai ciri-ciri arsitektur tanaman berupa batang
monopodial, mengarah ke atas, pertumbuhan kontinyu
Buah Cendana
• Bentuk buah cendana merupakan buah batu (drupe), jorong, kecil, berwarna
merah kehitam-hitaman dengan diameter ± 0,75 cm
• Pada waktu masak daging kulit buah berwarna hitam, mempunyai lapisan
eksocarp, mesocarp berdaging, endocarp keras. Buah terletak di ujung
ranting berjumlah 4 – 10 buah.

Bunga Cendana
• Bunga tumbuh di ujung dan atau di ketiak daun
• Bentuk bunga seperti payung menggarpu atau malai, dengan hiasan
bunga seperti tabung, berbentuk lonceng dan panjangnya ± 1 mm, yang
pada awalnya berwarna kuning, kemudian berubah menjadi merah gelap
kecoklat-coklatan.

Teras Cendana
• Teras kayu cendana ada yang berwarna gelap dan ada pula yang berwarna
terang. Teras cendana yang berwarna terang mengandung minyak lebih
banyak daripada yang berwarna gelap.
Klasifikasi dan Syarat tumbuh

Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Santalales
Suku/Famili : Santalaceae
Marga/Genus : Santalum.
Jenis/Spesies : Santalum album Linn.

Cendana tumbuh optimal pada daerah


dengan ketinggian 600-1000 m di atas
permukaan laut (mdpl) dengan curah hujan
antara 600-1.000 mmm/tahun dimana terdapat
bulan kering antara 9 - 10 bulan. Cendana yang
tumbuh di daerah dengan curah hujan tinggi tidak
menghasilkan kayu dengan kualitas baik walaupun
secara baik secara pertumbuhan vegetatifnya
Ciri Khas Cendana
Jenis dan Struktur Kimia

Santalol merupakan komponen utama minyak


cendana dan telah digunakan sebagai indikator
dalam menentukan kualitas minyak cendana. Minyak
cendana mempunyai kandungan senyawa
santalol sekitar 80-90 %.

Standar perdagangan internasional minyak


cendana menunjukkan bahwa minyak cendana
dengan kandungan santalol minimal 90%
merupakan kualitas utama.

Senyawa yang termasuk golongan sesquiterpenoid


yang dihasilkan melalui lintasan asam mevalonate
adalah α-santalol dan -santalol.
• Minyak atsiri yang berasal dari tanaman cendana mengandung santalol
(sesquiterpenalkohol), santalen (sesquiterpena), santen, santenon, santalal,
1 santalon, dan isovalerilaldehida.

• Bagian kayu dari akar cendana adalah yang paling potensial sebagai sumber
minyak atsiri dengan kandungan 10 %. Bagian kayu (teras) batangnya mengandung
2 4-8 % ininyak atsiri, sedangkan ranting utamanya mengandung minyak atsiri 2-4 %

• Bagian tengah dari batang cendana (heartwood) adalah yang paling tinggi
kandungan minyaknya. Kandungan minyak akan turun secara linier sejalan dengan
3 makin jauhnya jarak dari pusat lingkaran batang.

• Minyak cendana akan mengalami peningkatan santalolnya selama penyimpanan . Terjadi


perubahan warna dari kuning pucat menjadi kuning emas, dan kandungan santalolnya juga
mengalami kenaikan, sedangkan kandungan santalil asetat dan santalena mengalami
4 penurunan
Sumber dan Komponen Kimia

Kandungan kimia cendana dari 5 provenans dan 1 ras lahan


Rerata beberapa kandungan kimia pada tanaman cendana
dari beberapa negara
Teknologi Produksi Minyak Cendana

Cara ini sudah banyak dilakukan secara


kecil-kecilan sebagai industri rumahan
karena peralatan yang digunakan mudah
didapat dan hasil yang diperoleh cukup
baik. Alat yang digunakan semacam
dandang. Kayu cendana diletakkan di
atas bagian yang berlubang, sedangkan
air di lapisan bawah. Uap air dialirkan
melalui pendingin dan hasil sulingannya
ditampung dalam wadah. Minyak yang
diperoleh belum murni.

Proses Penyulingan dengan Air


Cara ini digunakan untuk membuat minyak
atsiri dari biji, akar, atau kayu yang umumnya
mengandung komponen minyak yang bertitik
didih tinggi. Peralatan yang dipakai tidak
berbeda dengan penyulingan yang
menggunakan air dan uap, hanya
memerlukan alat tambahan untuk memeriksa
suhu dan tekanan.

Proses Penyulingan dengan Air dan Uap


Minyak cendana yang dapat diperoleh dari
basil penyulingan uap air dari kayu bagian
tengah (kayu teras atau hati kayu) yang telah
tua. Cara pembuatan minyak ini, kayu yang
telah dirajang atau diserut, dikukus dalam
dandang. Uap air yang bercampur dengan
uap minyak yang naik ke atas diterima oleh
pendingin dan didinginkan sehingga
mengembun bersama. Selanjutnya air yang
bercampur minyak ditampung dalam wadah.
Setelah proses penyulingan selesai, minyak
cendana dipisahkan dari air.

Proses Penyulingan dengan Uap


Kayu cendana

Pretreatment

Umpan padat

Membungkus umpan dengan kertas


saring

Solvent Proses ekstraksi cendana

Destilasi Solvent

Minyak cendana

Proses ekstraksi soxhlet


Kegunaan Minyak Cendana

Mengatasi penyakit kencing nanah atau gonorrhea

Tumor Kulit

Aromaterapi

Antibakteri

Menurunkan penanda peradangan dalam tubuh

Anti -aging
Daftar Pustaka

• Ariyanti, M. dan Y. Asbur. 2018. Cendana (Santalum album L.) sebagai tanaman penghasil
minyak atsiri. Universitas Padjajaran. Bandung.
• Andria , A dan Yuliasri , J. 2001. Fitokimia dan Farmakologi Cendana (Santalum album L.)
. Balitbang Botani. NTT.
• Liliek ,H., Titis , B.W., Sumardi., Ari ,F.dan Yayan, H. 2007. Variasi Kandungan Kimia
Minyak Cendana (Santalum album Linn) dari Berbagai Provenans di Indonesia. Balai
Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan.
Yogyakarta.
• Ronny, K ., Salafudin., Zam,F. Dan Chandra, T. 2007. Pengambilan Minyak Cendana
Menggunakan Ekstraktr Soxhlet dengan Variasi Rasio Umpan dan Jumlah Sirkulasi.
ITENAS. Bandung.
THANK
YOU