Anda di halaman 1dari 26

KISTA BARTOLINI

PEMBIMBING KLINIK
dr. John A. Kaput, Sp.OG

Moh. Fiqri Mahmudin


10 777036
KASUS
• Tanggal Pemeriksaan : 16-09-2016
• Ruangan : Pav. Kasuari Atas RSU Anutapura Jam : 13.15 WITA

• IDENTITAS
• Nama : Nn. N.R
• Umur : 20 tahun
• Alamat : Ds. Kamarora B. Kec. Nokilalaki Sigi, Biromaru
• Pekerjaan :-
• Agama : Islam
• Pendidikan : SMK
• Status Perkawinan :Belum Menikah
• ANAMNESIS

• HPHT : ? - 05- 2016 Menarche : 14 tahun


• TP : - Lama Haid : 5 hari
Jumlah darah haid : 3 kali ganti
pembalut

• Keluhan Utama : Pasien datang ke IGD KB RSU Anutapura


dengan keluhkan adanya benjolan besar di daerah bibir kemaluan
sebelah kiri dialami sejak 3 hari sebelum masuk Rumah Sakit.
Awalnya benjolan berukuran kecil dan lama kelamaan semakin
membesar. Pasien merasakan nyeri pada benjolan saat pasien
duduk dan beraktivitas. Ada pengeluaran darah dari daerah yang
bengkak. Demam (-), pusing (-), sakit kepala (-), mual (-), muntah
(-). BAK dan BAB lancar. Riwayat coitus 2 bulan yang lalu.
• Riwayat Penyakit Dahulu : Pasien belum pernah
mengalami keluhan yang sama sebelumnya.
• PEMERIKSAAN FISIK
• KU : Sedang
• Kesadaran : Kompos mentis
• TD : 110/80 mmHg Nadi : 80 kali/menit
• Respi : 20 kali/menit Suhu : 36,7ºC
• TB : 150 cm BB : 50 kg

• Kepala – Leher :
• Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterus (-/-), edema
palpebra (-/-), pembesaran KGB (-), pembesaran
kelenjar tiroid (-).
• Thorax :
• I :Pergerakan thoraks simetris, sikatrik (-)
• P :Nyeri tekan (-), massa tumor (-)
• P :Sonor pada kedua lapang paru, pekak pada area
jantung, batas jantung DBN
• A :Bunyi pernapasan vesikular +/+, rhonki -/-,
wheezing -/-. Bunyi jantung I/II murni regular

• Genitalia :
Tampak benjolan pada daerah labia minora sinista
dengan ukuran 9 x 5 cm, massa kistik, hiperemis (-),
nyeri tekan (-), tidak ada discharge
Permasalahan
• Benjolan besar di daerah bibir kemaluan sebelah kiri
dialami sejak 3 hari sebelum masuk Rumah Sakit
• Pasien merasakan nyeri pada benjolan saat pasien
duduk dan beraktivitas
• Ada pengeluaran darah dari daerah yang bengkak.
• Tampak benjolan pada daerah labia minora sinista
dengan ukuran 9 x 5 cm, massa kistik, hiperemis (-),
nyeri tekan (-), tidak ada discharge
Diagnosis
• Benjolan pada bibir kemaluan kiri ec. Kista
Bartolini
Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik yang didapatkan sesuai
dengan teori mengenai tanda dan gejala kista bartholini yang
telah terinfeksi. Tanda kista bartholini yang terinfeksi berupa
penonjolan yang nyeri pada salah satu sisi vulva disertai
kemerahan atau pambengkakan pada daerah vulva. Jika kista
terinfeksi, gajala klinik berupa :
• Nyeri saat berjalan, duduk, beraktifitas fisik atau berhubungan
seksual.
• Umunnya tidak diserati demam kecuali jika terifeksi dengan
organisme yang ditularkan melalui hubungan seksual.
• Biasanya ada sekret di vagina.
• Dapat terjadi ruptur spontan (nyeri yang mendadak mereda,
diikuti dengan timbulnya discharge).
Intervensi

• Rawat Inap
• Pemeriksaan Laboratorium
• PEMERIKSAAN PENUNJANG

Darah Lengkap
• Parameter Nilai Normal Hasil
• WBC 4.0-12 x 103/ µl 13.95
• RBC 4.0-6.2 x 106/ µL 3.07
• Hb 11-17 g/dL 10.1
• HCT 35-55% 26.7
• PLT 150-400 x 103/µL 259
• CT 4-10 menit 7 menit
• BT 1-5 menit 3menit
Diagnosis Definitif
• Kista Bartolini Sinistra
Intervensi Pengobatan

• IVFD RL 28 tpm
• Inj. Ceftriaxinone 1gr / 12jam / IV
• Inj. Ketorolac 1ampul / 8jam / IV
• Siapkan darah 2 bag Whole blood
• Rencana Marsupialisasi
Terapi yang diberikan untuk mengobati infeksi
dan gejalanya sesuai dengan teori. antibiotik
yang bisa digunakan adalah antibiotik yang
berspektrum luas dan diberikan antinyeri untuk
mengurangi keluhan nyeri pada pasien ini.
Antibiotik Inj. Ceftriaxone 1 gram/12 jam/IV.
kemudian anti nyeri Inj. Ketorolac 1
Ampul/8jam/IV. Pemasangan infus bertujuan
untuk rencana transfusi post marsupialisasi.
• Marsupialisasi adalah membuat insisi elips
dengan scalpel di luar atau di dalam cincin
hymen (jangan di luar labia mayor karena
dapat timbul fistel). Insisi harus cukup dalam
mengiris kulit dan dinding kista di bawahnya
(untuk kemudian dibuang). Apabila terdapat
lokulasi, dibersihkan. Kemudian dinding kista
didekatkan dengan kulit menggunakan
benang 3.0 atau 4.0 dan dijahit interrupted.
Foto Kasus
FOLLOW UP
Hari ke-1, 16-09-2016 jam 08:00
• S. Nyeri pada bagian kemaluan, nyeri ulu hati (-), pusing (-),
mual (-), sesak (–), muntah (-), BAB (+), BAK (+)
• O. Keadaan umum : Baik
Konjungtiva anemis -/-
TD : 100/60 MmHg S : 36.7 ºC
P : 20x/ menit N : 82 x/menit
• A. Kista bartolini sinistra
• P. IVFD RL 28 tpm
Inj. Ceftriaxone 1gr/12jm/Iv
Inj. Ketorolac 1amp/8jm/Iv
FOLLOW UP
Hari ke-2, 17-09-2016 jam 08:00
• S. Nyeri pada bagian kemaluan, nyeri ulu hati (-), pusing (-),
mual (-), sesak (–), muntah (-), BAB (+), BAK (+)
• O. Keadaan umum : Baik
Konjungtiva anemis -/-
TD : 90/60 MmHg S : 36.7 ºC
P : 20x/ menit N : 82 x/menit
• A. Kista bartolini sinistra
• P. IVFD RL 28 tpm
Inj. Ceftriaxone 1gr/12jm/Iv
Inj. Ketorolac 1amp/8jm/Iv
Rencana Op besok (tgl: 18-09-2016)
FOLLOW UP
Hari ke-3, 18-09-2016 jam 08:00
• S. Nyeri pada bagian kemaluan, nyeri ulu hati (-), pusing (-),
mual (-), sesak (–), muntah (-), BAB (+), BAK (+)
• O. Keadaan umum : Baik
Konjungtiva anemis -/-
TD : 100/60 MmHg S : 36.7 ºC
P : 20x/ menit N : 82 x/menit
• A. Kista bartolini sinistra
• P. IVFD RL 28 tpm
Rencana marsupialisasi hari ini.
Marsupialisasi dilakukan pukul 11.50
Marsupialisasi dilakukan pukul 11.50
Marsupialisasi dilakukan pukul 11.50
• Laporan operasi
– Baringkan pasien dalam posisi litotomi dibawah pengaruh anstesi spinal
– Bersihkan vulva dan vagina dengan betadine
– Pasang dock steril
– Mengidentifikasi labia minora sinistra tampak kista bartolini yang pecah
– Dilakukan insisi pada benjolan dengan panjang ± 5 cm
– Dikeluarkan sisah cairan kista ± 10 cc berwarna coklat
– Spooling kantung kista dengan NaCl 0.9% + Betadine
– Kontrol perdarahan
– Kemudian dinding kista didekatkan dengan kulit menggunakan benang 3.0 dan
dijahit dengan metode interrupted
– Menutup luka dengan kasa steril
– Operasi selesai

• Instruksi post marsupialisasi


• IVFD RL 28 tpm
• Inj. Ceftriaxone 1gr/12 jam/IV
• Inj. Ketorolac 1 ampul/8 jam/ IV
FOLLOW UP
Hari ke-4. 19-09-2016 jam 08:00
• S. Nyeri bekas jahitan, nyeri ulu hati (-), pusing (-), mual (-),
sesak (–), muntah (-), BAB (+), BAK (+)
• O. Keadaan umum : Baik
Konjungtiva anemis -/-
TD : 100/70 MmHg S : 36.7 ºC
P : 18x/ menit N : 82 x/menit
• A. Post Op. Marsupialisasi H1 a/i kista bartolini sinistra
• P. Cefadroxil 2x1
Metronidazole 3x1
Nonflamine 2x1
Neurodex 2x1
Penyebab terjadinya kista bartholini pada
pasien ini adalah karena adanya sumbatan
pada kelenjar bartholini yang bisa
disebabkan oleh faktor personal hygine
pasien itu sendiri (kurang menjaga
kebersihan daerah kemaluan dan riwayat
coitus 2 bulan yang lalu), hal ini bisa
menjadi faktor risiko dari kista bartholini
yang dideritanya saat ini.
DAFTAR PUSTAKA
• Anonym. Bartholin's cyst. 2010. Available from:
http://en.wikipedia.org/wiki/Bartholin%27s_cyst
• Cunnningham, F.G., et al. Sexual Transmitted Diseas Dalam William
obstetrics edisi 22. 2005. USA: McGraw-Hill comp. inc
• Folashade omole, et al. American family physician. Management of
bartholin’s duct cyst and gland abscess. Am fam
physician. 2003 jul 1;68(1):135-140. Morehouse School Of Medicine,
Atlanta, Georgia
• Linda J. Vorvick, MD et al. 2010. Bartholin’s abscess. Available from:
http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/001489.html
• Mayo clinic Staff. 2010. Bartholin's cyst. Available from:
http://www.mayoclinic.com/health/bartholin-cyst/DS00667
• Wiknjosastro, Hanifa. 2008. Ilmu Kandungan Edisi Kedua Cetakan Keenam.
Jakarta. Penerbit : PT. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.