Anda di halaman 1dari 15

Sistem pengendalian stratejik –

keterkaitan dengan sistem


kompensasi

LINA OKTAVIANI
KHAERANI MAHDINUR AULIA
BUNGA PRABANDINI
KOMPENSASI MANAJEMEN
(PEMBERIAN INSENTIF KEPADA MANAJEMEN)
Latar Belakang
• Kebutuhan kepuasan individu seseorang sangat dipengaruhi oleh
insentif yang positif (pemberian penghargaan) atau yang negatif
(hukuman).
• Pemberian penghargaan akan merangsang kepuasan kebutuhan
seseorang pada saat bergabung pada organisasi tersebut.
• Hasil penelitian pemberian insentif cenderung:
1. Individu termotivasi oleh suatu penghargaan pendapatan
potensial dari pada suatu rasa takut akan adanya hukuman.
2. Penghargaan pribadi bersifat relatif dan situasional.
3. Individu sangat termotivasi dengan adanya laporan atau umpan
balik atas kinerjanya.
4. Insentif tidak efektif jika periode antara tindakan pemberian
insentif dan umpan balik semakin panjang.
5. Motivasi mereka menjadi lemah apabila mereka merasa bahwa
untuk memperoleh insentif terlalu sulit atau terlalu mudah.
6. Insentif harus disusun bersama-sama dengan atasannya pada
saat menetapkan suatu tujuan dan anggaran.

2
TUJUAN KOMPENSASI
Pada dasarnya tujuan sistem kompensasi adalah :
a. Menghargai Prestasi Kerja
Pemberian Kompensasi yang memadai merupakan suatu
bentuk penghargaan perusahaan terhadap prestasi kerja
karyawannya.
b. Menjamin Keadilan
Sistem kompensasi yang baik akanmenjamin terwujudnya
keadilanbagi dan diantara karyawan dalam perusahaan.
Masing-masing karyawan akan memperoleh imbalanyang
sesuai dengantugas, fungsi,jabatandan prestasi kerja.
c. Mempertahankan Karyawan
Sistem kompensasi yang baik akan membuat karyawan
betah sehingga akan mengurangi tingkat keluarnya
karyawan.

3
TUJUAN KOMPENSASI
d. Memperoleh Karyawan yang Bermutu
Sistem kompensasi yang baik akan menarik lebih banyak
calon karyawan, sehingga perusahaan akan
banyakalternatif dalam memilih karyawan yang bermutu.
e. Pengendalian Biaya
Sistem kompensasi yang baik,akan mengurangi seringnya
melakukan rekrutmen, sebagai akibat dari makin
banyaknya pelamar yang keluar kerja, hal ini berarti
penghematan biaya.

4
KARAKTERISTIK RENCANA PEMBERIAN
INSENTIF (KOMPENSASI) KEPADA MANAJEMEN

Kompensasi yang diterima manajemen terdiri dari 3 (tiga)


komponen, yaitu :
1. Gaji Saling mempunyai
2. Tunjangan Pensiun dan Kesehatan ketergantungan, dan
proporsinya berbeda
3. Kompensasi atau Insentif

Paket tersebut diatas yang diberikan kepada Manajemen pada


perusahaan yang besar dan kecil berbeda, terutama
perusahaan pada industri yang sama akan bersaing  Manajer
Garuda dengan Manajer Batavia.
Peraturan pasar modal dan perusahaan mengharuskan agar
rencana kompensasi atau revisinya harus disetujui oleh
Pemegang Saham  melalui DEKOM sebelumnya baru ke RUPS.

5
KARAKTERISTIK RENCANA PEMBERIAN
INSENTIF (KOMPENSASI) KEPADA MANAJEMEN

Rencana pemberian insentif (kompensasi) kepada Manajemen


terdiri dari 2 (dua) macam, yaitu:
1. Rencana Insentif (Kompensasi) Jangka Pendek
Diberikan dengan mempertimbangkan pencapaian kinerja
dalam tahun berjalan, yang diterima dalam bentuk :
a. Bonus Pool  diberikan berdasarkan rumusan profitabilitas
perusahaan secara keseluruhan, kemudian ditetapkan
persentasenya terhadap total laba atau per lembar saham.
Hal ini tidak mempertimbangkan peningkatan investasi
yang berakibat terhadap laba tahun berjalan, tetapi sudah
mempertimbangkan hak dari pemegang saham.
Metodenya :
1) Formula bonus yang paling sederhana, dengan
prosentase tertentu terhadap laba bersih:
Dana Bonus = X % x Laba Bersih.
2) Prosentase tertentu dari laba pada tingkat laba minimum
dapat dicapai :
Dana Bonus = X% x (Laba Bersih – Total EPS Minimum)

6
KARAKTERISTIK RENCANA PEMBERIAN
INSENTIF (KOMPENSASI) KEPADA MANAJEMEN
3) Metode lain menghubungkan laba dengan modal yang
digunakan.
Bonus = % EBIT atas hutang jangka panjang – {beban
modal atas (total kekayaan pemegang saham + hutang
jangka panjang)}.
4) Sama dengan metode ke 3, tetapi ditekankan pada
pengertian modal = kekayaan pemegang saham.
5) Bonus diberikan berdasarkan prosentase kenaikan laba
dibandingkan laba yang sebelumnya.
6) Bonus diberikan berdasarkan kemampuan memperoleh
laba relatif dibandingkan dengan kemampuan rata-rata
laba industri.

b. Carryover  adalah rencana insentif jangka pendek


dengan pengaturan agar setiap tahun dapat dibagi bonus,
caranya membentuk rekening khusus sehingga dapat
ditentukan berapa bonus yang dapat ditambahkan pada
dana bonus (carryover) dan berapa banyak yang dapat
digunakan jika kegiatannya terlalu rendah.

7
KARAKTERISTIK RENCANA PEMBERIAN
INSENTIF (KOMPENSASI) KEPADA MANAJEMEN
c. Kompensasi yang ditunda  jumlah bonus dihitung setiap
tahun dan pembayarannya bisa saja dilakukan
beberapa kali sepanjang periode tertentu, contoh : pada
tahun ke-1 pegawai hanya menerima 20%, dan tahun
ke-2 20% kemudian tahun ke-3 20% dan seterusnya.

2. Rencana Insentif (Kompensasi) Jangka Panjang  ini


diberikan dengan mempertimbangkan pertumbuhan nilai
saham perusahaan di pasar modal, karena menunjukkan
prestasi perusahaan dalam jangka panjang. Tipe insentif ini
meliputi :
a. Stock Options (opsi saham)  bonus dalam bentuk hak
membeli sejumlah saham di masa depan dengan harga
yang disetujui pada saat opsi dilakukan, ini biasanya
dibawah harga pasar saham pada saat itu.
b. Phantom Stock (saham fantom)  memberikan saham
sebagai penghargaan kepada Manajer untuk tujuan
pembukuan atau secara akuntansi saja, karena tidak
mempunyai biaya transasksi.

8
KARAKTERISTIK RENCANA PEMBERIAN
INSENTIF (KOMPENSASI) KEPADA MANAJEMEN

c. Stock Appreciation Right (hak apresiasi saham)  merupakan hak


menerima pembayaran kas berhubung kenaikan nilai saham
sejak saat pemberian hadiah hingga periode yang ditentukan
dimasa yang akan datang.
d. Performance Shares (Saham Kinerja)  pemberian sejumlah
saham karena kinerja jangka panjang telah tercapai, biasanya %
dari pertumbuhan laba per lembar saham pada periode 3 s/d 5
tahun.
e. Performance Units (Unit Kinerja)  penghargaan kinerja berupa
uang atas tercapainya target tertentu jangka panjang, ini
merupakan gabungan antara stock Appreciation Right dan
Performance Shares.

9
FILOSOFI PEMBERIAN INSENTIF (KOMPENSASI) KEPADA
MANAJER UNIT BISNIS
PEMBAYARAN TETAP

Merekrut orang yang baik

Membayar mereka dengan baik

Mengharapkan kinerja yang baik

PEMBAYARAN BERDASARKAN KINERJA


Merekrut orang yang baik

Mengharapkan kinerja yang baik

Membayar mereka dengan baik jika


kinerja benar-benar baik

10
PEMBERIAN INSENTIF (KOMPENSASI) KEPADA
MANAJER UNIT BISNIS
Ada beberapa pilihan paket kompensasi yang dapat diberikan
kepada Manajer Unit Bisnis, ini meliputi :
1. Jenis Insentif (Kompensasi)
a. Penghargaan keuangan, yang terdiri dari :
1) Peningkatan Gaji
2) Bonus
3) Manfaat
4) Fasilitas
b. Penghargaan sosial dan psikologi, yang terdiri dari :
1) Kemungkinan promosi
2) Peningkatan tanggungjawab
3) Peningkatan otonomi
4) Menempatkan pada wilayah geografis yang lebih
baik
2. Ukuran Relatif Bonus terhadap Gaji
a. Batas atas
b. Batas bawah

11
PEMBERIAN INSENTIF (KOMPENSASI) KEPADA
MANAJER UNIT BISNIS
3. Bonus didasarkan kepada :
a. Laba unit usaha
b. Laba perusahaan
c. Kombinasi laba unit usaha dan laba perusahaan
4. Kriteria Kinerja, ini terdiri dari :
a. Kriteria Keuangan, yang meliputi :
1) Kontribusi margin
2) Laba langsung unit usaha
3) Laba unit usaha yang bisa dikendalikan
4) Laba usaha sebelum pajak
5) Laba bersih
6) Tingkat pengembalian investasi (ROI)
7) EVA (Residual Income)
b. Periode Waktu :
1) Kinerja keuangan tahunan
2) Kinerja keuangan multi tahun
12
PEMBERIAN INSENTIF (KOMPENSASI) KEPADA
MANAJER UNIT BISNIS
4. c. Bobot Relatif yang diberikan berdasarkan kriteria
keuangan dan non keuangan
d. Tolok ukur (pengukur perbandingan :
1) Anggaran Laba
2) Kinerja masa lalu
3) Kinerja pesaing
5. Pendekatan Penentuan Bonus, yang terdiri dari :
a. Berdasarkan rumus
b. Subyektif
c. Kombinasi (gabungan) berdasarkan rumus dan subyektif
6. Bentuk Pembayaran Bonus, yang terdiri dari :
a. Tunai
b. Saham
c. Opsi Saham
d. Saham Fantom
e. Saham Kinerja
13
HUBUNGAN KEAGENAN (PRINCIPLE-AGENT) DAN
INSENTIF (KOMPENSASI) KEPADA MANAJEMEN
 Pemberian insentif (kompensasi) tidak terlepas (erat sekali)
dengan paradigma hubungan antara principle-agent.
 Konsep Agency Theory (teori keagenan) adalah hubungan
antara prinsipal (principle) yang menyewa pihak lain yaitu
(agent) untuk melaksanakan pekerjaan jasa.
 Untuk melaksanakan pekerjaan jasa tersebut Prinsipal
mendelegasikan otoritas pembuatan keputusannya kepada
Agen.
 Bentuk hubungan keagenan terdiri dari :
1. Ada kesepakatan antara Prinsipal secara Eksternal (Pemilik
Perusahaan/ Pemegang Saham suatu perusahaan)
menyewa CEO untuk menjadi Agen mereka untuk
mengelola perusahaan dengan menjaga kepentingan
terbaik perusahaan.
2. Ada kesepakatan antara Prinsipal secara Internal (CEO)
menyewa Manajer pada suatu Unit Bisnis atau Divisi
sebagai Agen, untuk mengelola suatu unit organisasi yang
telah didesentralisasi dengan harapan dapat memotivasi
Agen agar produktif sama halnya jika ia sebagai pemilik.

14
HUBUNGAN PENGENDALIAN STRATEJIK DAN
INSENTIF (KOMPENSASI) KEPADA MANAJEMEN
 Sebuah sistem kompensasi dikatakan efektif jika dalam
menghadapi suatu masalah, keputusan manajemen sama
dengan keputusan pemilik perusahaan.

15