Anda di halaman 1dari 26

PEMBENTUKAN KADER

PERLINDUNGAN ANAK TERPADU


BERBASIS MASYARAKAT (PATBM)
Data Kasus Kekerasan thd anak menurut Data KPAI :

Tahun 2011 : 2.178


Tahun 2012 : 3.512
Tahun 2013 : 4.311
Tahun 2014 : 5.066
Tahun 2017 : 4.579
Tahun 2018 : 4.885

@. ABH : 1.434
@. Terkait Keluarga : 857
@. Pornografi : 679
@. Pendidikan : 451
@. NAFZA : 364
@. Trafficking & Eklploitasi anak : 329
Kekerasan thd anak & perempuan
Prov. Kal-sel

Tahun Anak Perempuan


2010 5 anak 2 orang
2011 7 anak 9 orang
2012 7 anak 11 orang
2013 8 anak 17 orang
2014 11 anak 32 orang
2015 15 anak 19 orang
2016 31 anak 12 orang
2017 115 anak 32 orang
2018 134 anak 80 orang
KEKERASAN TERHADAP ANAK Prov.Kal-
Sel
s.d MEI 2017
Kekerasan thd anak & perempuan
termasuk yang berhadapan dengan
hukum Kab. Balangan
Tahun Anak Perempuan

2016 10 anak 2 orang

2017 10/13 anak 11/12 orang

2018 7 / 6 anak 4 / 1 orang


JENIS KEKERASAN TERHADAP ANAK
KAB. BALANGAN TAHUN 2018

4,5 4
4
3,5 3
3
2,5
2
1,5
1
0,5 0 0 0 0 0
0
JENIS KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN
KAB. BALANGAN TAHUN 2018

2,5
2
2
1,5
1 1
1
0,5
0 0 0 0
0
Definisi PATBM
• Sebuah jaringan atau kelompok warga pada
tingkat masyarakat yang bekerja secara
terpadu untuk mencapai tujuan perlindungan
anak
Perlindungan Anak
• Segala kegiatan untuk menjamin dan
melindungi Anak dan hak-haknya agar dapat
hidup, tumbuh, berkembang, dan
berpartisipasi secara optimal sesuai dengan
harkat dan martabat kemanusiaan, serta
mendapat perlindungan dari kekerasan dan
diskriminasi (UU 23 tahun 2002)
31 hak anak dalam Undang-Undang Nomor 23
Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
ANAK MEMPUNYA HAK UNTUK (9 poin):
1. bermain
2. berkreasi
3. berpartisipasi
4. berhubungan dengan orang tua bila terpisahkan
5. bebas beribadah menurut agamanya
6. bebas berkumpul
7. bebas berserikat
8. hidup dengan orang tua
9. kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang
Untuk mendapatkan (7 poin) :
1. Nama
2. Identitas
3. Kewarganegaraan
4. Pendidikan
5. Informasi
6. Standar kesehatan paling tinggi
7. Standar hidup yang layak
Untuk mendapatkan perlindungan (15 poin)

1. Pribadi
2. dari tindakan penangkapan sewenang-wenang
3. dari perampasan kebebasan
4. dari perlakuan kejam, hukuman dan perlakuan tidak manusiawi
5. dari siksaan fisik dan non fisik
6. dari penculikan, penjualan dan perdagangan atau trafiking
7. dari eksploitasi seksual dan kegunaan seksual
8. dari eksploitasi /penyalahgunaan obat-obatan
9. dari eksploitasi sebagai pekerja anak
10. dari eksploitasi sebagai kelompok minoritas/kelompok adat terpencil
11. dari pemandangan atau keadaan yg menurut sifatnya belum layak untuk dilihat
anak
12. khusus, dalam situasi genting/darurat
13. khusus, sebagai pengungsi/orang yg terusir/tergusur
14. khusus, jika mengalami konflik hukum
15. khusus, dalam konflik bersenjata atau konflik sosial
Berbasis Masyarakat
• Masyarakat: komunitas (kelompok orang yang
saling berinteraksi) yang tinggal di suatu
wilayah tertentu (geografis atau batas-batas
adminstrasi pemerintahan – desa/kalurahan)
• Intervensi berbasis masyarakat: upaya
pemberdayaan kapasitas masyarakat untuk
dapat mengenali, menalaah dan mengambil
inisiatif untuk memecahkan permasalahan
yang ada secara mandiri.
Peran Masyarakat dalam PA
• Pasal 72 (3) UU 35 tahun 2014 : Peran Masyarakat
dalam penyelenggaraan Perlindungan Anak :
a) memberikan informasi melalui sosialisasi dan
edukasi mengenai Hak Anak dan peraturan
perundang-undangan tentang Anak;
b) memberikan masukan dalam perumusan kebijakan
yang terkait Perlindungan Anak;
c) melaporkan kepada pihak berwenang jika terjadi
pelanggaran Hak Anak;
d) berperan aktif dalam proses rehabilitasi dan
reintegrasi sosial bagi Anak;
……………Peran Masyarakat

d) melakukan pemantauan, pengawasan dan ikut


bertanggungjawab terhadap penyelenggaraan
Perlindungan Anak;
e) menyediakan sarana dan prasarana serta
menciptakan suasana kondusif untuk tumbuh
kembang Anak;
f) berperan aktif dengan menghilangkan pelabelan
negatif terhadap Anak korban sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 59; dan
g) memberikan ruang kepada Anak untuk dapat
berpartisipasi dan menyampaikan pendapat
Terpadu
• Semua aspek dan komponen dipahami dalam
hubungannya antara satu dengan yang lain, dan
harus - dalam konteks yang luas - sebagai bagian dari
upaya mempromosikan hak-hak anak - serta
dianggap sebagai sebuah kontinum, yang berperan
sebagai kerangka berpikir utama
Tingat Intervensi

Kabupaten/Kota

Komunitas
(RT/RW, desa)

Keluarga

Anak
Tujuan PATBM
• Mencegah kekerasan terhadap anak - termasuk segala tindakan
yang dilakukan untuk mencegah kekerasan terhadap anak
– Mengubah norma sosial dan praktik budaya yang menerima,
membenarkan atau mengabaikan kekerasan
– Membangun sistem pada tingkat komunitas dan keluarga untuk
pengasuhan yang mendukung relasi yang aman untuk mencegah
kekerasan (peer to peer approach)
– Meningkatkan keterampilan hidup dan ketahanan diri anak dalam
mencegah kekerasan
• Menanggapi kekerasan - yang mengacu pada langkah-langkah yang
dilakukan untuk mengidentifikasi, menolong, dan melindungi anak-
anak yang menjadi korban kekerasan termasuk akses terhadap
keadilan bagi korban dan pelaku
– Melakukan jejaring (termasuk advokasi) dengan layanan pendukung
yang terjangkau dan berkualitas untuk korban, pelaku, dan anak dalam
risiko
Prinsip PATBM
• Kepentingan terbaik untuk anak, Partisipasi Anak,
Perlindungan Hak untuk hidup, kelangsungan hidup
dan perkembangan, Non-diskriminasi
• Memperkuat struktur perlindungan anak lokal yang
telah ada
• Membangun sinergitas dengan lembaga desa -
perangkat desa, posyandu, PKK, kader KB, PATBM
desa lain, LSM (jaringan horisontal) dan SKPD,
rujukan layanan primer (jaringan vertikal)
REGULASI & TATA KELOLA
• Tingkat Kabupaten/Kota, Prov, Pusat
– Pasal 12 (2) UU 23 Tahun 2014 tentang Urusan Pemerintahan
Wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar (butir b).
– Pasal 23 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang
Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang
Perlindungan Anak mewajibkan pemerintah untuk menjamin
dan mengawasi penyelenggaraan perlindungan anak
• Tingkat Desa (UU 6 Tahun 2014)
– Pasal 8 Kewenangan desa
– Pasal 94 Lembaga kemasyarakatan  partisipasi masyarakat
• Tingkat PATBM:
– Pedoman PATBM
Pendanaan
• Sumber dan Mekanisme Pendanaan:
– APBD/N (Hibah atau Bansos)
– Anggaran Desa
– Swadaya
– Kerja sama dengan Pihak ketiga (LSM L/N/I)
• Terintegrasi dengan skema pendanaan
kelembagaan layanan di tingkat desa
(posyandu, polindes, desa siaga, PKK, Dekila,
dll)
Kegiatan PATBM
Diarahkan untuk memampukan orang tua Diarahkan untuk membangun dan memperkuat
dalam mengasuh anak sesuai dengan norma anti kekerasan kepada anak yang ada di
perkembangan usia dan hak-hak anak. dalam masyarakat tersebut.
Bentuk Kegiatan: sarasehan dan sosialisasi
Bentuk Kegiatan: sarasehan orang tua,
yang diikuti oleh warga masyarakat atau
berbagi pengalaman pengasuhan di antara
mengembangkan kebijakan lokal tentang
orang tua atau peningkatan ketrampilan
penguatan perlindungan anak misalnya
pengasuhan anak
dengan pengawasan bermain, pengembangan
Komunitas/Desa rumah singgah bagi anak sekolah dan lain-lain.

Orang Diarahkan untuk memampukan anak


Tua/Keluarga melindungi hak-haknya termasuk melindungi
dari kekerasan yang terjadi.
Bentuk: kegiatan keagamaan, kegiatan
kreatif dan rekreatif, kegiatan
pendidikan termasuk juga
pengembangan forum anak.
Anak
Persiapan
• Tingkat Desa
a) Sosialisasi rencana PATBM di desa terpilih oleh
tim PATBM Kabu/kota dengan melibatkan
perangkat desa, tokoh masyarakat, perwakilan
anak-anak dan lembaga desa yang ada.
b) Pembentukan tim PATBM Desa
c) Melatih anggota tim PATBM Desa oleh fasilitator
kab/kota
d) Penyusunan RTL untuk operasionalisasi PATBM
Desa sekaligus penentuan budget selama 6 bulan
Pelaksanaan
• Melakukan asesmen awal situasi terkait dengan
perlindungan anak di desa itu sebagai baseline data.
• Melaksanaan kegiatan rutin PATBM
– pendidikan/penyuluhan tentang isu-isu strategis bagi
orang tua dalam perlindungan anak;
– pelaksanaan kegiatan bagi anak-anak – permainan,
perpustakaan, kegiatan kreatif lainnya;
– penguatan respon desa – mulai berbicara secara teknis
kepada aparat desa tentang dukungan desa terhadap
PATBM saat ini dan untuk masa depan/advokasi)
• Melakukan pendampingan rutin di tingkat desa untuk
memastikan rencana-rencana bisa dilaksanakan
5. Evaluasi Pelaksanaan
• Evaluasi pelaksanaan PATBM berdasarkan
metode evaluasi dan indikator yang
disepakati:
– Aspek teknis: kelayakan dan penerimaan Konsep
dan Operasionalisasi PATBM, bentuk dan jenis
kegiatan, ketepatan kelompok sasaran, capaian
kegiatan dsb
– Aspek tata kelola dan manajemen PATBM (tata
kelola, pembiayaan, pengelolaan informasi, SDM,
partisipasi masyarakat
Terima kasih