Anda di halaman 1dari 25

SISTEM KETAHANAN

PANGAN

YUNISA PUTRI
1411222033
OUTLINE
• Konsep sistem ketahanan pangan
• Elemen-elemen sistem ketahanan pangan
• Kelembagaan dalam sistem ketahanan
pangan
• Upaya dalam sistem ketahanan pangan
KONSEP SISTEM
KETAHANAN PANGAN
DEFINISI KETAHANAN
PANGAN
• Ketahanan pangan merupakan situasi
dimana setiap orang sepanjang waktu
mempunyai akses fisik, sosial dan
Menurut ekonomi terhadap pangan yang
bergizi, aman dan cukup untuk
FAO memenuhi kebutuhan gizinya sesuai
dengan selera budaya, untuk
melaksanakan hidup yang sehat dan
aktif.

Menurut UU • Ketahanan pangan merupakan kondisi


terpenuhinya pangan bagi rumah
Pangan tangga yang tercermin dari tersedianya
pangan yang cukup, baik jumlah
No.7 th maupun mutunya, aman, merata, dan
1996 terjangkau.
• Ketahanan Pangan merupakan kondisi
Menurut terpenuhinya Pangan bagi negara sampai
dengan perseorangan, yang tercermin dari:
UU • tersedianya pangan yang cukup, baik
jumlah maupun mutunya, aman, beragam,
Pangan bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak
bertentangan dengan agama, keyakinan,
No.18 th dan budaya masyarakat (output/ukuran
kinerja),
2012 • untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif
secara berkelanjutan (outcome)

• ketahanan pangan merupakan adanya


Secara jaminan bahwa kebutuhan pangan dan gizi
setiap penduduk adalah sebagai syarat
umum utama dalam mencapai derajat kesehatan
dan kesejahteraan yang tercukupi.
• Ketahanan pangan terkait dengan mata rantai sistem
pangan dan gizi mulai dari distribusi, produksi, konsumsi
dan status gizi.

• Konsep ketahanan pangan (food security) dapat


diterapkan untuk menyatakan ketahanan pangan pada
beberapa tingkatan :
1.global,
2.nasional,
3.regional dan
4.tingkat rumah tangga dan individu.
RUANG LINGKUP
KETAHANAN PANGAN
• Cukup, baik dari segi jumlah maupun mutunya serta
keragamannya, sehingga terpenuhi kebutuhan akan gizi
untuk hidup sehat dan produktif
• Aman, bebas dari cemaran biologi, kimia, benda lain
yang mengganggu, merugikan dan membahayakan
kesehatan serta aman dari kaidah agama
• Merata, pangan harus tersedia setiap saat dan merata
pada lokasi yang membutuhkan di seluruh Indonesia
• Terjangkau, secara fisik pangan mudah diperoleh setiap
waktu oleh rumah tangga dengan harga yang terjangkau
ELEMEN-ELEMEN SISTEM
KETAHANAN PANGAN
• Ketahanan pangan merupakan suatu
sistem yang terintegrasi yang terdiri atas
berbagai subsistem.
• Terwujudnya ketahanan pangan
merupakan sinergi dari interaksi ketiga
subsistem tersebut.
1. KETERSEDIAAN PANGAN
• Subsistem ketersediaan pangan mencakup aspek
produksi, cadangan serta keseimbangan antara impor
dan ekspor pangan.
• Ketersediaan pangan dapat dilihat dari jumlah stok-stok
pangan yang dapat disimpan setiap tahun, dalam hal ini
pangan bisa lebih dispesifikkan sebagai beras. Selain itu
bisa juga dilihat dari jumlah produksi pangan misalnya
beras, serta hal lain yang dapat mempengaruhi produksi
pangan, seperti luas lahan serta produktivitas lahan.
2. DISTRIBUSI/ KETERJANGKAUAN PANGAN

• Subsistem distribusi pangan mencakup aspek


aksesibilitas secara fisik dan ekonomi atas pangan
secara merata.
• Sistem distribusi bukan semata-mata menyangkut aspek
fisik dalam arti pangan tersedia di semua lokasi yang
membutuhkan, tetapi juga masyarakat.
• Surplus pangan di tingkat wilayah belum menjamin
kecukupan pangan bagi individu masyarakatnya.
• Sistem distribusi ini perlu dikelola secara optimal dan
tidak bertentangan dengan mekanisme pasar terbuka
agar tercapai efisiensi dalam proses pemerataan akses
pangan bagi seluruh penduduk.
3. KONSUMSI PANGAN DAN GIZI
• Subsistem konsumsi pangan menyangkut upaya peningkatan
pengetahuan dan kemampuan masyarakat agar mempunyai
pemahaman atas pangan, gizi dan kesehatan yang baik, sehingga
dapat mengelola konsumsinya secara optimal.
• Konsumsi pangan hendaknya memperhatikan asupan pangan dan
gizi yang cukup dan berimbang, sesuai dengan kebutuhan bagi
pembentukan manusia yang sehat, kuat, cerdas dan produktif.
• Pemerintah harus bisa mengontrol agar harga pangan masih
terjangkau untuk setiap individu dalam mengaksesnya, karena
kecukupan ketersediaan pangan akan dirasa percuma jika
masyarakat tidak punya daya beli yang cukup untuk mengakses
pangan.
• Oleh karena itu faktor harga pangan menjadi sangat vital perannya
dalam upaya mencukupi kebutuhan konsumsi pangan.
KELEMBAGAAN DALAM
SISTEM KETAHANAN
PANGAN
BADAN KETAHANAN PANGAN
Sekretariat Badan, bertugas memberikan pelayanan teknis dan
administratif kepada seluruh unit organisasi di lingkungan BKP
Kementerian Pertanian;

Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, bertugas melaksanakan


pengkajian, penyiapan perumusan kebijakan, pengembangan,
pemantauan, dan pemantapan ketersediaan pangan, serta pencegahan
dan penanggulangan kerawanan pangan;

Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, bertugas melaksanakan


pengkajian, penyiapan perumusan kebijakan, pengembangan,
pemantauan, dan pemantapan distribusi pangan dan cadangan pangan.

Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, bertugas


melaksanakan pengkajian, penyiapan perumusan kebijakan,
pengembangan, pemantauan, dan pemantapan pola konsumsi,
penganekaragaman pangan, serta pengawasan keamanan pangan segar.
UPAYA DALAM SISTEM
KETAHANAN PANGAN
UPAYA MENINGKATKAN
KETAHANAN PANGAN
• Rencana strategis Badan Ketahanan Pangan 2010 – 2014 adalah
program peningkatan diversifikasi pangan dan peningkatan pangan
masyarakat.
• Program tersebut mencakup empat kegiatan, yaitu :

1. pengembangan ketersediaan dan penanganan kerawanan pangan

2. pengembangan distribusi dan stabilitas harga pasar

3. pengembangan penganekaragaman konsumsi dan peningkatan keamanan


pangan segar

4. dukungan manajemen dan teknis lainnya pada Badan Ketahanan Pangan


• Program aksi dari kegiatan pengembangan ketersediaan dan
penanganan kerawanan pangan adalah :
1. pengembangan desa mandiri pangan
2. penanganan daerah rawan pangan (PDRP).

• Strategi Badan Ketahanan Pangan tahun 2010 – 2014 khususnya


pada program aksi tersebut diimplementasikan dengan langkah
operasional melalui:
1. mendorong kemandirian pangan melalui swadembada pangan
untuk komoditas strategis (beras, jagungm kedelai, gula dan
daging sapi)
2. revitalisasi sistem kewaspadaan pangan dan gizi (SKPG)
3. memberdayakan masyarakat di daerah rawan pangan
4. meningkatkan akses pangan di tingkat wilayah dan rumah tangga.
REFERENSI
• http://gizi.fema.ipb.ac.id/wp-
content/uploads/2015/02/Perspektif-ekologi-dalam-PG-
edit-yfb.pdf
• http://rowland_pasaribu.staff.gunadarma.ac.id/Download
s/files/35483/ketahanan-pangan-nasional.pdf
• https://www.academia.edu/10357908/Konsep_Ketahana
n_Pangan
• http://digilib.unila.ac.id/5980/12/BAB%20II.pdf
• http://bkp.pertanian.go.id/tinymcpuk/gambar/file/profil_bk
p.pdf