Anda di halaman 1dari 33

METODE PENGUMPULAN DATA

KELOMPOK 9
INAS NURFADIA FUTRI (F0217053)
RABI’AH HANUN AFIFAH (F0217085)
VINA AYU YULIYANTI (F0217115)
METODE PENGUMPULAN OBSERVASI
Definisi dan Tujuan Observasi
• Metode observasi tepat untuk penelitian yang
membutuhkan data deskriptif bukan angket, yaitu
ketika perilaku akan diteliti tanpa bertanya secara
langsung kepada responden sendiri
• Data observasi tidak terkontaminasi dengan bias
angket
• Metode ini memakan waktu dan memiliki banyak
kesulitan hal
Empat Dimensi yang Menggolongkan Jenis
Observasi
 Studi Observasi yang Terkontrol VS Tidak
Terkontrol
Terkontrol :
a. Situasi atau kondisi dimanipulasi atau direncanakan
oleh peneliti
b. Dapat dilakukan di dalam laboratorium atau di
lapangan
c. Dilakukan dengan kondisi yang diatur dengan teliti
Tidak Terkontrol:
a. Tidak berusaha untuk mengontrol, memanipulasi,
atau memengaruhi situasi
b. Peristiwa terjadi secara alami dan peniliti
mengamati peristiwa tersebut tanpa melakukan
intervensi terhadap situasi kehidupan nyata
c. Orang-orang dapat diamati di lingkungan kerja
d. Sulit untuk memahami situasi kompleks yang sering
terjadi
 Observasi Partisipan VS Nonpartisipan
Partisipan:
• Sering digunakan dalam studi kasus, studi etnografi,
dan studi teori dasar
• Peneliti mengumpulkan data dengan berpartisipasi
dalam kehidupan
• Tingkat terendah adalah partisipan pasif
Nonpartisipan:
• Terjadi ketika peneliti tidak secara aktif berpartisipasi
Studi Observasional Terstruktur VS Tidak
Struktur
Terstruktur:
a. Pengamat memiliki rangkaian kategori kegiatan atau
fenomena yang direncanakan akan diteliti
b. Format pencatatan dapat didesain dan dibuat secara
spesifik
c. Bersifat kuantitatif
d. Masalah yang berhubungan dengan karakteristik
Tidak Terstruktur:
a. Peneliti tidak memiliki ide yang jelas dari aspek
tertentu
b. Mencatat sesuatu yang diteliti secara praktis
c. Bersifat kualitatif
d. Menghasilkan hipotesis tentatif yang diuji dalam
penelitian berikutnya yang bersifat deduktif
Observasi Tersembunyi VS Tidak Tersembunyi
Tersembunyi:
1. Subjek penelitian tidak terpengaruh dengan
kesadaran bahwa mereka sedang diamati
2. Kurang reaktif
3. Dapat merusak subjek
Tidak tersembunyi:
1. Bersifat lebih jelas
2. Dapat mengubah kebenaran dari perilaku yang
diteliti
Dua Pendekatan Untuk Observasi
A. Observasi Partisipan
• Pengantar
Peneliti mengumpulkan data dengan partisipasi
dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang memiliki
tujuan untuk memahami sifat dari suatu fenomena.
• Aspek Partisipatif dari Observasi Partisipan
Peneliti berpartisipasi dalam kelompok sosial yang
diteliti. Peneliti dapat melakukan pada tingkat berbeda.
Tingkat tertinggi adalah partisipasi lengkap.
Dalam partisipasi lengkap, peneliti dapat
• Aspek Observasi dari Observasi Partisipan
Aspek penting adalah membangun hubungan.
Membangun hubungan termasuk membangun
hubungan memercayai kelompok sosial yang diteliti,
dengan menunjukkan rasa hormat, menjadi orang
yang dapat dipercaya, dan menunjukkan komitmen,
sehingga mereka merasa aman dalam memberikan
informasi.
Hubungan yang dibangun memengaruhi tingkat
informasi yang dikumpulkan dalam observasi
• Apa yang Diamati
Observasi Deskriptif
a. Tata ruang dari kondisi fisik
b. Elemen fisik benda
c. Rincian terkait pelaku dari orang yang terlibat
d. Waktu
e. Kejadian
Observasi Selektif dan Terfokus
a. Mengamati kejadian, tindakan, dan perilaku
B. Observasi Terstruktur
• Pengantar
Fokus pada sifat. Dapat digunakan untuk
menghasilkan data numerik untuk menguji hipotesis.
• Penggunaan Skema Pengkodean dalam Observasi
Terstruktur
terdiri dari kategori yang sudah ditentukan
sebelumnya untuk mencatat apa yang diamati.
Bentuk skema pengkodean:
a. Fokus
Kelebihan dan Kekurangan Observasi
• Kelebihan
a. Bersifat langsung
b. Dapat mengumpulkan data perilaku tanpa mengajukan
pertanyaan
c. Memungkinkan untuk mengamati kelompok individu
tertentu
d. Data yang diperoleh lebih reliabel dan bebas dari bias
responden
Kekurangan
a. Reaktivitas
b. Subjek yang diteliti akan lebih relaks
METODE PENGUMPULAN DATA−KUESIONOER
Kuesioner adalah seperangkat pertanyaan yang
diformulasikan dan ditujukan kepada responden dan
sekaligus sebagai alat untuk merekam jawaban mereka.
Jenis Kuesioner
1. Kuesioner yang Diberikan
Secara Langsung
2. Kuesioner Melalui Surat
dan Elektronik
Pedoman Desain Kuesioner
Prinsip-prinsip desain kuesioner harus fokus pada tiga hal. Yang
pertama berkaitan dengan kata-kata dari pertanyaan. kedua
mengacu pada perencanaan isu tentang bagaimana variabel akan
dikategorikan, skala, dan kode setelah diterimanya tanggapan.
Yang ketiga berkaitan dengan penampilan umum dari kuesioner.
Ketiga hal tersebut adalah isu-isu penting dalam desain
kuesioner karena mereka dapat meminimalkan bias dalam
penelitian.
a. Prinsip Penyusunan Kata
Prinsip-prinsip kata mengacu pada faktor-faktor seperti
(1) kesesuaian isi pertanyaan, (2) bagaimana
pertanyaan bisa menyatu dengan tingkat kecanggihan
bahasa yang digunakan, (3) jenis dan bentuk
pertanyaan yang diajukan, ( 4) urutan pertanyaan, dan
(5) data pribadi yang dicari dari responden.
b. Jenis dan Bentuk Pertanyaan
• Pertanyaan terbuka dan tertutup
• Pertanyaan yang disusun secara negatif dan positif
• Pertanyaan yang memiliki respon ganda
• Loaded question
• Keinginan sosial
• Panjang, urutan pertanyaan
• Klasifikasi data atau informasi pribadi
c. Prinsip pengukuran
Seperti halnya pedoman yang harus diikuti untuk
memastikan bahwa kata-kata dari kuesioner tepat
untuk meminimalkan bias penelitian, juga ada
beberapa prinsip pengukuran yang harus diikuti
untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan
sesuai untuk menguji hipotesis.
d. Tampilan Umum atau “Susunan” Kuesioner
Kuesioner yang atraktif dan rapi dengan pendahuluan dan instruksi
yang tepat, serta alternatif respon dan kumpulan pertanyaan yang
dipersiapkan dengan baik akan memudahkan responden untuk
mejawab.
• Pendahuluan yang baik
• Menyusun pertanyaan, memberikan instruksi, dan petunjuk, serta
penjajaran (alignment) yang baik
• Informasi tentang penghasilan dan data pribadi lainnya yang sensitif
• Pertanyaan terbuka di bagian akhir
• Menyimpulkan kuesioner
e. Tinjauan Desain Kuesioner
Semua prinsip-prinsip desain kuesioner harus di ikuti
dengan teliti untuk meninimalkan bias dan kesalahan
pengukuran.
f. Uji Coba Pertanyaan Terstruktur
Apakah wawancara terstruktur dimana pertanyaan diberikan kepada
responden dalam urutan yang telah direncanakan sebelmnya, atau
kuesioner yang digunakan dalam sebuah survei, penting utnuk
mencoba terlebih dahulu instrumen guna memastikan bahwa
pertanyaan dipahami oleh responden (yaitu, tidak ada ambiguitas
dalam pertanyaan) dan bahwa tidak ada masalah dengan susunan kata
atau pengukuran. Uji coba tersebut melibatkan beberapa responden
untuk menguji ketepatan pertanyaan dan pemahaman mereka. Hal
tersebut membantu untuk memperbaiki setiap kekurangan sebelum
memberikan instrumen tersebut secara lisan atau melalui kuesioner
kepada responden sehingga mengurangi bias.
g. Desain Survei dan Kuesioner Elektronik
sistem desain survei elektronik mempermudah dalam
mempersiapkan dan memberikan kuisioner terutama
efektif untuk peneitian pemasaran. Kuesioner
elektronik saat ini sangat populer, karena tingkat
nonrespon kuesioner elektronik tidak lebih rendah dari
tingkat respon kuesioner melalui surat terlebih dengan
dukungan kemajuan tingkat teknologi komputer yang
semakin maju.
Dimensi Survei Internasional
1. Persoalan Tertentu dalam Instrumentasi untuk
Penelitian Lintas Budaya
2. Persoalan dan Pengumpulan Data
Tinjauan Kelebihan dan Kekurangan Berbagai Metode
Pengumpulan Data dan Kapan Menggunkan Masing-
masing Metode Tersebut
• Wawancara tatap muka (face-to-face interviews), banyak data, memberikan kesempatan untuk
membangun hubungan dengan orang yang diwawancara, serta membantu mengeksplorasi dan
memahami persoalan yang rumit. Sisi negatif, berpotensi memunculkan bias pewawancara dan
mahal apabila banyak subjek yang di wawancara.
• Wawancara melalui telepon (telephone interviews) membantu menghubungi subjek yang tersebar
di berbaai daerah geografis dan memperoleh rerspons langsung dari mereka. Sisi negatif,
pewawancara tidak dapat mengamati respons nonverbal responden, dan orang yg di wawancarai
dapat memblokir telepon.
• Studi observasional (observational studies) membantu memahami persoalan yg rumit melalui
observasi langsung, banyak data yg diperoleh dan bebas dari bias laporan sendiri. Sisi negatif, biaya
mahal, waktu lama, dan bias pengamat dapat muncul dalam data.
• Kuesioner langsung, membangun hubungan, memberikan klarifikasi secara langsung, dapat segera
dikumpulkan. Sisi negatif, biayanya mahal.
• Kuesioner surat (mail questionnairs) dan kuesioner elektronik (electronic questionnairs) mudah
disebarkan dan kemungkinan respon tinggi. Sisi negatif, respon kuesioner surat rendah dan bisa
terjadi bias.
Berbagai Metode Pengumpulan Data
• Karena hampir semua metode pengumpulan data memiliki
beberapa bias yang terkait, mengumpulkan data
menggunakan multimethods dan dari berbagai sumber
menjadi solusi bagi sebuah penelitian.
• Penelitian yang baik memerlukan pengumpulan data dari
berbagai sumber dan melalui metode pengumpulan data
ganda (multimethods) meskipun biaya yang dikeluarkan akan
lebih mahal dan memakan waktu tambahan
Implikasi Manajerial
Anda harus memperoleh informasi yang berhubungan dengan pekerjaan
melalui wawancara dengan klien, karyawan, atau orang lain, Anda akan tahu
bagaimana kalimat yang objektif atas suatu pertanyaan untuk memperoleh
jenis respon yang tepat dan berguna. Selain itu, Anda, sebagai sponsor
penelitian, akan dapat memutuskan tingkat kecanggihan yang ingin
dikumpulkan, berdasarkan kompleksitas dan gravitasi dari situasi. Selain itu,
sebagai bagian dari peserta yang diamati secara terus menerus atas semua
yang terjadi di sekitar anda di tempat kerja, Anda akan dapat memahami
dinamika situasi yang terjadi.
Etika Dalam Pengumpulan Data
A. Etidak dan Peneliti
1. memperlakukan informasi yang diberikan oleh responden sebagai rahasia dan
menjaga atau privasinya adalah salah satu tanggung jawab utama dari peneliti.
2. Peneliti tidak harus menggambarkan sifat penelitian kepada subjeknya, terutama
dalam percobaan laboratorium. Tujuan dari penelitian ini harus dijelaskan
kepada mereka.
3. Informasi pribadi yang tampaknya menyinggung tidak harus diminta, dan jika
benar-benar diperlukan untuk proyek tersebut, harus disampaikan dengan
penuh kehatihatian kepada responden, misalnya menawarkan alasan tertentu.
4. Apapun sifat dari metode pengumpulan data, harga diri dan kehormatan diri dari
subyek tidak boleh dilanggar.
Etika Dalam Pengumpulan Data
A. Etika dan Peneliti (2)
5. Tidak ada pemaksaan untuk menanggapi survei dan jika seseorang tidak ingin
berpartisipasi, keinginan individu harus dihormati.
6. pengamat nonpartisipan harus serendah hati mungkin
7. Dalam studi laboratorium, subyek harus ditanyai dengan pengungkapan penuh
alasan untuk percobaan setelah mereka berpartisipasi dalam studi.
8. Subyek tidak boleh berada dalam situasi di mana mereka bisa mengalami bahaya
fisik atau mental.
9. Peneliti harus menjamin tidak adanya keliru atau distorsi dalam melaporkan data
yang dikumpulkan selama penelitian.
Etika Dalam Pengumpulan Data
B. Perilaku Etis Responden
1. Subjek, setelah menggunakan pilihan untuk
berpartisipasi dalam studi, harus bekerja sama
sepenuhnya dalam tugas yang diberikan.
2. Responden juga memiliki kewajiban untuk
menyampaikan respon dengan benar dan jujur.