Anda di halaman 1dari 41

CASE PRESENTATION

DIAGNOSIS HOLISTIK DAN PENATALAKSANAAN


KOMPREHENSIF TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA PASIEN
Ny. H DI PUSKESMAS GENUK

Disusun oleh :
Hannydita Lutfi B.A
012095918

Pembimbing :
Dr. Siti Thomas Zulaikha, SKM, M.Kes

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG
SEMARANG
2018
Latar belakang
• Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan
masyarakat di negara berkembang seperti di Indonesia.
Angka kesakitan masih tinggi sebesar 411 per 1000
penduduk pada tahun 2010 (Menkes RI, 2011).

• Penderita dengan diare cair mengeluarkan tinja yang mengandung


sejumlah elektrolit. Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi dalam
keadaan yang paling berbahaya dapat menyebabkan kematian bila tidak
diobati dengan tepat (Juffrie, 2010)
Pada tahun 2000 IR (Insiden Rate) penyakit diare
301/1000 penduduk, tahun 2003 naik menjadi
374/1000 penduduk, tahun 2006 naik menjadi
423/1000 penduduk dan tahun 2010 sedikit
menurun menjadi 411/1000 penduduk.

Menurut Riskesdas 2013, insiden diare untuk


seluruh kelompok umur di Indonesia adalah 3,5%
dan insiden diare pada kisaran usia 50-60 tahun
sebesar 3,6%.

Berdasarkan tingkat pendidikan, insiden diare


tertinggi pada kelompok yang tidak sekolah
sebesar 3,8%. Petani/nelayan/buruh mempunyai
proporsi tertinggi untuk kelompok pekerjaan yaitu
sebesar 7,1%.
Data dari Dinas Kesehatan Kota Semarang
menyebutkan bahwa kejadian diare pada tahun 2016
sebesar 32.100 kasus, dengan jumlah kasus terbanyak
pada kelompok umur > 5 tahun sebanyak 16.823 kasus
dan terendah pada kelompok umur < 1 tahun sejumlah
2.792 kasus.

Data dari Puskesmas Genuk menyebutkan terdapat 911


kasus diare pada tahun 2016.Kemidian terjadi
peningkatan pada tahun 2017 sebanyak 1002 kasus. Pada
bulan Januari - April 2017 terdapat 360 kasus sedangkan
pada bulan Januari – April 2018 terdapat 422 kasus.
Rumusan Masalah & Tujuan
RUMUSAN MASALAH

Bagaimana diagnosis holistik dan penatalaksanaan komprehensif


terhadap kejadian diare pada pasien Ny. H di Puskesmas Genuk?

Tujuan Umum
• Untuk memperoleh informasi mengenai diagnosis
holistik dan penatalaksanaan komprehensif terhadap kejadian
diare pada pasien Ny. H di Puskesmas Genuk
Tujuan Khusus
 Untuk memperoleh informasi mengenai aspek personal pada kejadian
diare pada pasien Ny. H
 Untuk memperoleh informasi mengenai aspek medis umum pada kejadian
diare pada pasien Ny. H
 Untuk memperoleh informasi mengenai aspek faktor risiko internal pada
kejadian diare pada pasien Ny. H
 Untuk memperoleh informasi mengenai aspek faktor risiko eksternal
pada kejadian diare pada pasien Ny. H
 Untuk memperoleh informasi mengenai aspek derajat fungsional pada
kejadian diare.
 Untuk memperoleh informasi dan mendeskripsikan penyebab masalah
pada kejadian diare dengan pendekatan segitiga epidemiologi.
 Untuk mengetahui penatalaksanaan komprehensif melalui kegiatan
promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.
Manfaat
Bagi Menambah wawasan Bagi
Mahasiswa tentang diare, Masyarakat
Memberi rekomendasi
penyebab diare serta langsung kepada
faktor yang masyarakat untuk
mempengaruhinya. memperhatikan
perilaku dan
lingkungan tempat
tinggalnya.
Mahasiswa mengetahui
secara langsung
permasalahan yang ada
di lapangan. Memberikan edukasi
dan intervensi yang
berkaitan dengan
Sebagai modal dasar pencegahan diare.
untuk melakukan
penelitian bidang ilmu
kesehatan masyarakat
pada tataran yang lebih
lanjut.
Manfaat

Manfaat bagi tenaga kesehatan


• Memberi masukan kepada tenaga kesehatan untuk
lebih memberdayakan masyarakat dalam upaya
kesehatan promotif dan preventif terhadap
kejadian diare
CARA DAN WAKTU PENGAMATAN

CARA PENGAMATAN

Data Primer : wawancara dan kunjungan rumah.

WAKTU PENGAMATAN

26 Mei 2018 : kunjungan rumah ke-1


27 Mei 2018 : intervensi
DATA PASIEN

Nama : Ny. H
Tempat, tanggal lahir : Demak, 27 Oktober 1964
Umur : 54 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Pendidikan terakhir : MI
Pekerjaan : Pedagang
Alamat : Genuk Rt 11 Rw 4
Kewarganegaraan : WNI
Cara pembayaran : Jamkesmas
Keluhan Utama : BAB cair 10 kali perhari.

Harapan : Keluhan menghilang, buang air besar


menjadi normal baik kualitas maupun kuantitasnya,
pasien dapat bekerja seperti biasa.

Kekhawatiran : Sakit yang dialami bertambah parah


seperti dehidrasi sehingga pasien tidak dapat bekerja
lagi seperti sebelumnya.
Anamnesis

RPS

Pada tanggal 25 Mei 2018 pasien bernama Ny.H datang ke Puskesmas


Genuk, pasien mengeluh BAB cair 10 kali perhari sejak sehari sebelumnya.
BAB cair tanpa lendir, ampas dan darah, berwarna kuning kecoklatan,
berbau tengik, nyemprot, dan volume sedikit. Pasien menjadi lebih lemah
setelah beberapa kali BAB. Pasien sudah membeli obat diare di warung
tetapi tidak ada perubahan. Keluhan muncul setelah pasien memakan
makanan yang diberikan tetangga sebelah.
RPD

 Pasien pernah sakit seperti ini sebelumnya dan


sembuh setelah minum obat warung. Tidak ada
riwayat alergi obat maupun makanan.

RPK
 Keluarga tidak ada yang sakit seperti ini
Riwayat SOSEK

Pasien adalah seorang ibu rumah tangga dengan tujuh orang


anak tetapi saat ini pasien hanya tinggal bersama 2 anak
terakhirnya. Suami pasien bekerja sebagai buruh di daerah
manyaran. Pekerjaan pasien sehari-hari berjualan dengan
penghasilan tidak tetap, rata-rata perhari 150 ribu rupiah.
Pembiayaan kesehatan menggunakan biaya sendiri. Tetangga
tidak ada yang mengalami sakit serupa.
Faktor resiko internal

 Pasien berusia 54 tahun, pasien


berpendidikan terahir MI. Berat badan pasien
40 kg, dan tinggi badan 144 cm dimana BMI
pasien = 19,3 Kg/m2. Berdasarkan analisa
tersebut pasien termasuk normoweight
berat badan ideal.
Faktor resiko internal
• Data Perilaku :
• Perilaku Makan
• Pasien rutin makan tiga kali sehari dengan porsi
yang cukup. Pasien makan dengan lauk seperti
tahu, tempe, ayam, ikan dan sayur. Pasien memiliki
kebiasaan mengambil tananaman di belakang
rumahnya untuk dimasak. Pasien tidak
memperhatikan porsi makanannya dalam sehari.

• Perilaku Higenitas Personal


Pasien jarang mencuci tangan sebelum memasak
dan sebelum makan, pasien tidak terbiasa mencuci
tangan dengan sabun. Pengetahuan pasien menganai
perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kurang.
Faktor resiko eksternal

• Lingkungan
Pasien dan keluarga tinggal di rumah berukuran ± 5m x 12m = 36 m2 yang
dihuni 2 orang. Rumah pasien berdinding semen, berlantai kramik hingga ke
bagian belakang rumah, dan beratap genteng tanpa eternit. Terdapat jendela di
ruang tamu. Kamar pasien terdapat jendela. Pencahayaan di kamar pasien cukup.
Terdapat 2 kamar mandi di belakang rumah pasien, keadaan kamar mandi
cukup bersih, terdapat wc leher angsa. Terdapat tempat sampah terbuka didekat
kamar mandi pasien. Keadaan lingkungan rumah saling berdampingan dengan
rumah tetangga lainnya. Sumber air minum, mandi, dan cuci didapatkan dari air
artesis. Kondisi banjir mempengaruhi kebersihan air sumur di rumah. Untuk
memasak pasien menggunakan bahan bakar gas LPG.
Anamnesis keluarga
PEMERIKSAAN FISIK

STATUS TTV
KU • TD: 130/80 mmHg
GENERALIS • HR: 88 x/min
• Composmentis • BB: 58 Kg • RR: 20 x/min
dan baik • TB : 155 cm • Suhu : 36 0C

BMI = 24,14 kg/m2.


Status gizi: Normowheight
Kepala : mesosefal
Rambut : Putih, tidak mudah dicabut
Kulit : Tidak sianosis, Ikterus (-), Petechie (-),
kelembaban cukup, turgor cukup, kulit kering.

Mata : Oedema palpebra (-/-), konjungtiva anemis (-/-), sklera


ikterik (-/-), refleks cahaya (+/+), pupil isokor (3 mm/3mm
bulat-di tengah, tidak ada alat bantu penglihatan.
Hidung : Epistaksis (-/-).
Telinga :Aurikula dalam batas normal, discharge (-/-)

Mulut : Gusi berdarah (-), Bibir kering (+), Bibir


sianosis(-)
Leher : Simetris, pembesaran kelenjar limfe (-)
Tenggorok : Uvula di tengah, mukosa faring hiperemis(-
),Tonsil T1-T1 tenang.
Anggota Gerak : Atas Bawah
Capillary refill : < 2”
< 2”
Akral dingin : -/-
-/-
R. Fisiologis : +/+
+/+
R. Patologis : -/-
-/-

Ekstremitas atas bawah : Tidak terdapat


luka
PROMOTIF

Patient centered

• Memberikan penyuluhan/edukasi tentang penyakit


diare mulai dari definisi yang benar tentang diare,
penyebab, cara penularan, cara pencegahan dan
pengobatan yang benar untuk penderita diare
• Penyuluhan tentang PHBS
PROMOTIF
Family oriented

• Memberikan edukasi atau penyuluhan mengenai penyakit Diare


kepada keluarga mulai dari definisi yang benar tentang Diare,
penyebab, cara penularan, cara pencegahan dan pengobatan yang
benar untuk penderita Diare serta penyuluhan tentang PHBS
• Pemberian poster 7 langkah cuci tangan

Community oriented

Puskesmas atau pihak terkait dapat melakukan kunjungan


rumah pasien dan memberikan edukasi tentang penyakit diare,
PHBS, lingkungan yang sehat
PREVENTIF

Patient centered

• Memberikan edukasi tentang kebiasaan mencuci tangan


dengan 6 langkah cuci tangan serta 5 waktu penting cuci
tangan.
• Pemberian sabun cuci cair sebagai alat cuci tangan
PREVENTIF

Family oriented

• Semua anggota keluarga ikut melaksanakan kegiatan


pencegahan diare yaitu kebiasaan cuci tangan, mengolah
makanan-minuman dengan benar, dan membuang sampah di
tempat sampah tertutup.
• Menggunakan penutup makanan ketika makanan disajikan
untuk mencegah kontaminasi pada makanan dan minuman
PREVENTIF

Community oriented
• Mengadakan kerja bakti seminggu sekali
• Tidak menimbun sampah di rumah
• Membuang sampah pada tempat sampah tertutup
• Penataan tata ruang RT RW
• Renovasi daerah – daerah yang masih seperti rawa dan
rentan sebagai sumber penyakit
KURATIF
REHABILITATIF

Patient centered
• Minum obat teratur
• Perilaku hidup bersih dan sehat, seperti selalu mencuci
tangan
• Menjaga makan dan minum higenis

Family oriented
• Memfasilitasi pengamanan makanan dari kontaminasi
• Memotivasi pasien untuk kontrol ke puskesmas/RS hingga
dinyatakan sembuh oleh dokter
teori pendekatan
Agent
Bakteri

Host Lingkungan
1. Pasien tidak terbiasa mencuci tangan 1. Lingkugan rumah menggenang jika
dengan sabun terjadi hujan lebat.
2. Pasien tidak terbiasa menutup 2. Air menurun kualitasnya ketika hujan
makanan yang disajikan dan banjir
3. Tempat sampah di rumah pasien 3. Pasien berpendidikan MI, sehingga
tidak ditutup pengetahuan pasien mengenai diare
kurang
Alternatif pemecahan masalah
Masalah Pemecahan masalah

Pengetahuan tentang diare masih kurang. Edukasi dan leaflet tentang definisi diare,
gejala, penularan, pencegahan, dan
penanganan awal
Kebiasaan cuci tangan dengan sabun kurang Edukasi cuci tangan dengan 6 langkah cuci
tangan yang benar, pemberian poster langkah
cuci tangan, Pemberian sabun cuci tangan.

Makanan yang dihidangkan tidak ditutup. Edukasi dan Pemberian penutup makanan

Tidak ada tempat sampah tertutup di dalam Edukasi dan pengadaan tempat sampah tertutup
rumah
Lingkungan di sekitar rumah pasien Edukasi perilaku hidup bersih dan sehat
meningkatkan faktor risiko diare
Diagnosis holistik dan hasil
pendekatan segitiga epidemiologi • Host
terdapat faktor risiko yang
menjadikan pasien mengalami diare • Lingkungan.
pada kasus ini

Faktor internal pasien yang • faktor perilaku yaitu pasien tidak cuci
tangan dengan sabun sebelum dan
mempengaruhi terjadinya sesudah makan dan setelah BAB
• pencegahan serta penanganan diare
diare pada kasus ini masih kurang

• lingkungan yang
Faktor eksternal yang meningkatkan faktor
mempengaruhi terjadinya risiko diare
diare pada kasus ini • pengetahuan pasien
tentang diare