Anda di halaman 1dari 27

Konsep Negara

Soltou Laski
Negara adalah alat (agency) Negara adalah suatu
atau kewenangan (authority) masyarakat yang di
yang mengatur atau integrasikan karena
mengendalikan persoalan- mempunyai wewenang
persoalan bersama, atas yang bersifat memaksa dan
nama masyarakat. yang secara sah lebih agung
daripada individu atau
kelompok yang merupakan
bagian dari masyarakat itu.

Apa negara itu?


Negara pada dasarnya
adalah suatu organisasi
masyarakat manusia.

Prof. Mr. Soenarko dan


Prof. Mr. Djokosutono
Negara adalah suatu organisasi
kekuasaan yang dapat
mengatur masyarakat dengan
alat-alat perlengkapannya
sekalipun dengan
menggunakan paksaan.

Logemann (1892-1969)
Karena dengan kekuasaanlah
negara dapat memaksakan
kehendaknya terhadap siapa saja
yang ada di wilayah
kedaulatannya. Dengan kata lain,
kekuasaan dapat membedakan
antara negara dengan organisasi-
organisasi lainnya.

Prof. Mr. Soenarko


1.Sifat memaksa
2.Sifat monopoli
3.Sifat mencakup semua

Bagaimana sifat hakikat negara itu?


1. Terjadinya negara secara primer.
2. Terjadinya negara secara
sekunder.

George Jellinek
adat (rites), musik (music), nyanyian
(odes), sejarah (history), kebaikan
(virtue), kesusilaan (moral culture),
hormat kepada orang tua (filial
ficty), keharusan bersaudara
(brotherly duty), kejujuran
(integrity), dan kebijakan
(sophistry).

Shang Yang (523-428 SM)


Raja dalam memerintah tidak perlu
memperhatikan kesusilaan dan agama
bahkan tidak perlu menepati janji. Raja
harus berwibawa dan ditakuti rakyat
sehingga semua rakyat dapat tunduk
kepada Raja. Seorang Raja harus seperti
kancil yang cerdik, tidak mudah dijerat
dan seperti singa yang tidak takut sama
siapa pun.

Niccolo Machiavelli (1429-1527)


Kekuasaan
Dante Alighieri (1265-1321)

Menurut Dante Alighieri perdamaian dunia


hanya dapat tercapai apabila hanya ada
satu kerajaan dunia atau imperium dan
keseragaman dalam undang-undang.

Teori Perdamaian Dunia


Imanuel
kant
Kekuasaan atau lembaga legislatif (pembuat undang-
undang)

Eksekutif ( Pelaksana undang-undang )

Yudisial ( pelaksana peradilan )


Tujuan negara bukan hanya menjaga
ketertiban dan keamanan sehingga hak-
hak dan kebebasan manusia dapat
terjamin melainkan negara juga ikut serta
secara aktif menciptakan kesejahteraan
rakyat atau warganya. Teori dari
Kranenburg ini dikenal pula teori negara
hukum dalam arti luas atau negara
kesejahteraan (welfare state).

Kranenburg
1) Melindungi segenap bangsa Indonesia
dan seluruh tumpah darah Indonesia
2) Memajukan kesejahteraan umum
3) Mencerdaskan kehidupan bangsa; dan
4) Ikut melaksanakan ketertiban dunia
yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Pembukaan UUD 45
a) melaksanakan penertiban dan
keamanan
b) mengusahakan kesejahteraan dan
kemakmuran rakyatnya
c) pertahanan
d) menegakkan keadilan

Apa fungsi negara itu?


Hukum di Indonesia
1)Kepastian hukum.
2)Kemanfaatan.
3)Keadilan.

Gustav Radbruch
a)Kepolisian.
b)Kejaksaan.
c)Kehakiman.

Lembaga Hukum di Indonesia


1) Peradilan Umum;
2) Peradilan Agama;
3) Peradilan Militer;
dan
4) Peradilan Tata
Usaha Negara.
Kekuasaan Kehakiman
1) Apa yang dimaksud dengan hukum
Publik dan Hukum Privat?
2) Jelaskan bagaimana hubungan antara
hukum obyektif dengan hukum
subyektif?
3) Dalam pelaksanaan hak selalu diikuti
dengan kewajiban. Jelaskan hubungan
antara hak dan kewajiban?
1) Hukum Publik merupakan hukum yang mengatur masalah-
masalah yang menyangkut kepentingan umum. Hukum Privat
yaitu hukum yang mengatur hubungan antara orang yang satu
dengan yang lain, dengan menitikberatkan kepada kepentingan
perseorangan.
2) Hukum obyektif adalah peraturan hukumnya; sedangkan
hukum subyektif adalah peraturan hukum yang dihubungkan
dengan orang tertentu, sehingga menjadi hak dan kewajiban.
Hukum obyektif dan subyektif dibedakan, tetapi tidak dapat
dipisah-pisahkan. Hukum subyektif timbul jika hukum obyektif
beraksi, karena hukum obyektif yang beraksi tersebut
melakukan dua pekerjaan yaitu disatu pihak memberikan hak
dan dilain pihak meletakkan kewajiban.
3) Hak dan kewajiban merupakan satu
kesatuan, dimana setiap hak mengandung
kewajiban dan demikian pula sebaliknya
dalam setiap kewajiban terdapat hak yang
dapat dituntut. Kedua-duanya merupakan
dua sisi dari mata uang yang sama. Hak dan
kewajiban tidak dapat dipisahkan dan harus
selalu ”digandengkan”, dengan maksud
untuk memelihara ketertiban, keamanan,
dan keharmonisan dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Terima Kasih
a. Tahap bentuk persekutuan
masyarakat
b. Tahap bentuk kerajaan
c. Tahap bentuk negara
d. Tahap bentuk negara demokrasi
e. Tahap bentuk diktator
1) Tujuan negara adalah untuk memperluas
kekuasaan sehingga disebut teori
kekuasaan negara, pelopornya Shang
Yang & Niccolo Machiavelli;
2) Tujuan negara adalah untuk
menciptakan perdamaian dunia,
sehingga disebut teori perdamaian
dunia, pelopornya Dante Aleghieri; dan
3) Tujuan negara adalah untuk menjamin
hak dan kebebasan manusia sehingga
tercapai tingkat kesejahteraan rakyat,
pelopornya Immanuel Kant &
Kranenburg.
1) menerima laporan atau pengaduan dari
seseorang tentang adanya tindak Pidana;
2) Mencari keterangan dan barang bukti;
3) menyuruh berhenti seorang yang dicurigai
dan menanyakan serta memeriksa tanda
pengenal diri;
4) mengadakan tindakan lain menurut
hukum yang bertanggung jawab.
Atas perintah penyidik, penyelidik
dapat melakukan tindakan berupa:
1) penangkapan, larangan
meninggalkan tempat, penggeladahan
dan penyitaan;
2) pemeriksaan dan penyitaan surat;
3) mengambil sidik jari dan memotret
seseorang;
4) membawa dan menghadapkan
seseorang pada penyidik.