Anda di halaman 1dari 19

PRESENTASI PENDIDIKAN

PANCASILA
KELOMPOK 7 : PANCASILA SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN
ILMU, TEKNOLOGI DAN SENI (IPTEKS)
1. Abdul Hamid (161411001)
2. Novianti (161411023)
3. Ririn Fitiana (161411025)
4. Syafiq Dhia Mu’afa (161411030)
Dimensi Pancasila
 Dimensi Realitas : Secara riil berakar dalam hidup
masyarakat
 Dimensi Idealisme : mengandung idealisme yang
memberi harapan tentang masa depan yang lebih
baik
 Dimensi Fleksibilitas : Merangsang perkembangan
pemikiran atau ide-ide yang baru
Ilmu Pengetahuan
The Liang Gie : “Ilmu adalah rangkaian aktivitas
penelaahan yang mencari penjelasan suatu metode
untuk memperoleh pemahaman secara rasional
empiris mengenai dunia ini dalam berbagai
seginya, dan keseluruhan pengetahuan sistematis
yang menjelaskan berbagai gejala yang ingin
dimengerti manusia.”
Pengembangan Ilmu Berdasarkan 3
Pilar
 Pilar Ontologi
 Pilar Epistemologi
 Pilar Aksiologi
Prinsip-Prinsip Berpikir Ilmiah
 Objektif
 Rasional
 Logis
 Metodologis
 Sistematis
 Di Indonesia, Pancasila merupakan dasar serta
falsafah bagi warga negara Indonesia dalam
bertindak maupun mengambil keputusan untuk
melaksanakan Pembangunan Nasional demi
mencerdaskan bangsa.
 Sehingga Pancasila penting untuk dijadikan sumber
acuan pengembangan IPTEK di Indonesia.
Sejarah Perkembangan IPTEK di
Indonesia
 Perkembangan ilmu pengetahuan teknologi di
Indonesia membawa dampak bagi semangat juang
bangsa Indonesia dan berkembang sangat pesat di
Indonesia yaitu tepat setelah merdeka pada abad
pertengahan.
Landasan Pengembangan IPTEK
 Pembukaan UUD 1945
 Batang Tubuh UUD 1945 pasal 31 dan 32
 GBHN 1993 dalam asas-asas Pembangunan
Nasional
 Ketetapan GBHN bidang IPTEK
Paradigma Pancasila dalam IPTEK
 Sila ke-1 : Perkembangan IPTEK tidak boleh
mengesampingkan atau justru menggerus nilai-nilai
ketuhanan atau keberagamaan umat manusia.
 Sila ke-2 : Perkembangan IPTEK haruslah menghargai
manusia tidak memperalat maupun memperbudak
manusia.
 Sila ke-3 : IPTEK harus membangun kebangsaan
Indonesia demi mempersatukan rakyatnya.
 Sila ke-4 : Perkembangan IPTEK harus menyeluruh
kepada tiap-tiap lapisan masyarakat Indonesia.
 Sila ke-5 : Kemajuan IPTEK harus memberi keadilan
untuk seluruh masyarakat Indonesia.
PERAN NILAI-NILAI DALAM SETIAP SILA DALAM PANCASILA
ADALAH SEBAGAI BERIKUT :

1) Sila Ketuhanan Yang Maha Esa: melengkapi ilmu


pengetahuan menciptakan perimbangan antara yang
rasional dan irasional, antara rasa dan akal. Sila ini
menempatkan manusia dalam alam sebagai
bagiannya dan bukan pusatnya.
2) Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab:
memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan.
Ilmu dikembalikan pada fungsinya semula, yaitu untuk
kemanusiaan, tidak hanya untuk kelompok, lapisan
tertentu.
 3) Sila Persatuan Indonesia: mengkomplementasikan
 universalisme dalam sila-sila yang lain, sehingga
supra
 sistem tidak mengabaikan sistem dan sub-sistem.
 Solidaritas dalam sub-sistem sangat penting untuk
kelangsungan keseluruhan individualitas, tetapi
tidak mengganggu integrasi.
4. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah
kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan,
mengimbangi otodinamika ilmu pengetahuan dan
teknologi berevolusi sendiri dengan leluasa.
Eksperimentasi penerapan dan penyebaran ilmu
pengetahuan harus demokratis dapat
dimusyawarahkan secara perwakilan, sejak dari
kebijakan, penelitian sampai penerapan massal.
5) Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,
menekankan ketiga keadilan Aristoteles: keadilan
distributif, keadilan kontributif, dan keadilan
komutatif. Keadilan sosial juga menjaga
keseimbangan antara kepentingan individu dan
masyarakat, karena kepentingan individu tidak
boleh terinjak oleh kepentingan semu. Individualitas
merupakan landasan yang memungkinkan
timbulnya kreativitas dan inovasi.
IPTEK dilihat dari hakikat Pancasila
 1. Pembangunan IPTEK hendaknya dapat
mengembangkan nasionalisme, kebesaran, keluhuran
bangsa.
 2. Setiap orang harus memiliki kebebasan untuk
mengembangkan IPTEK serta memiliki rasa hormat dan
menghargai pendapat orang lain untuk dikritis serta
dikaji ulang dan bersifat terbuka.
 3. Pembangunan IPTEK harus menjaga keseimbangan
dan keadilan dalam kemanusiaan terhadap Tuhannya,
manusia lain serta alam lingkungannya.
Implementasi Pancasila sebagai
paradigma pembangunan IPTEK
 Pancasila yang sila-silanya merupakan suatu
kesatuan yang sistematis haruslah menjadi sistem
etika dalam pengembangan IPTEK. Pancasila harus
dijadikan acuan yang mengakomodir dan
mengantisipasi laju perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Artinya setiap orang
haruslah memiliki kebebasan untuk
mengembangkan IPTEK.
Penyalahgunaan IPTEK
 Bidang Teknik Informatika : Cyber Espionage, sabotase,
Extortion, cyberstalking, hacking.
 Bidang Persenjataan : IPTEK dapat menimbulkan
kerusakan dan kerugia yang lebih besar dan korban
yang lebih banyak
 Bidang Biologi : Dapat menyebabkan kerusakan
lingkungan hidup
 Bidang Sosial : Kebutuhan membengkak, masyarakat
cenderung konsumtif
 Bidang Budaya : Budaya asing lebih mudah masuk dan
diakses
 Sudut pandang ataupun nilai-nilai Pancasila penting
menjadi sumber landasan pembangunan IPTEK
yang ditujukan untuk mengatur serta menjelaskan
manfaat IPTEK di Indonesia.
 Contoh kemajuan IPTEK di Indonesia : Tol laut, E-
Purchase, Social Media, Bibit Unggul, Internet
Sehat, dll.
 Oleh karena itu, untuk problematika keilmuan
dapat segera diantisipasi dengan merumuskan
kerangka dasar nilai bagi pengembangan ilmu.
Kerangka dasar nilai ini harus menggambarkan
suatu sistem filosofi kehidupan yang dijadikan
prinsip kehidupan masyarakat, yang sudah
mengakar dan membudaya dalam kehidupan
masyarakat Indonesia, yaitu nilai-nilai Pancasila.