Anda di halaman 1dari 11

By.

Yuniar Islamiyati
Suatu peralatan di bidang
radiologi yang digunakan untuk
menangkap seluruh bagian mulut
dalam suatu gambar,
termasuk gigi atas dan rahang
bawah, struktur dan jaringan
sekitarnya dengan menggunakan
sinar-x, umumnya teknik yang
digunakan untuk mendiagnosa
dengan cara sumber sinar-x dan
film berputar mengelilingi pasien,
gerakan film kaset berputar pada
sumbunya bergerak mengelilingi
pasien, sumber sinar-x dan
tempat kaset bergerak secara
bersamaan dan berlawanan satu
sama lain.
1. Column
2. Carriage
3. Main support
4. Rotating Unit
5. On/Off Switch and main rules
6. Tubehead assembly
7. Touchscreen display
8. Columns control
9. Sensor head
10. Head Support
11. Chin rest
12. Handgrips
13. Ceph Unit
14. Ceph Sensor
15. Secondary Collimator
16. Positioning Panel
 Tube head sinar-X
 Kaset film dan Kaset Carriage
 Peralatan untuk memposisikan pasien
Hand Grips
Wheel Chair
Light Beam
Bite Block
Prinsip kerja pesawat panoramic menggunakan tiga pusat putaran. Pada
peawat ini pasien dalam keadaan diam, sumber sinar – x dan film berputar
mengelilingi pasien, gerakan kurva film kaset berputar pada sumbunya dan
bergerak mengelilingi pasien. Sumber sinar – x dan tempat kaset bergerak
bersamaan dan berlawanan satu sama lain. Celah sempit pada tabung
mengeluarkan sinar yang menembus dagu pasien mengenai film yang
berputar berturut – turut pada tiga sumbu rotasi, satu sumbu konsenris untuk
region anterior pada rahang (tepatnya di sebelah incisivus pada region
premolar). Dan dua sumbu rotasi eksentris untuk bagian samping rahang
(tepatnya di belakang molar tiga kiri dan kanan).
Persiapan Alat
Persiapan Pasien
Persiapan Operator
Persiapan Lingkungan Terhadap Proteksi Radiasi
 Bagi dokter gigi, foto mempermudah dan mempersingkat waktu untuk menilai
suatu kasus secara keseluruhan.
 Memperoleh gambar daerah yang luas beserta seluruh jaringan yang berada di
dalam focal trough (image layer) walaupun penderita tidak membuka mulutnya.
 Gambaran di foto panoramik mudah dimengerti sehingga foto ini berguna untuk
menjelaskan kepada penderita atau untuk bahan pendidikan.
 Pengaturan posisi pasien dan pengaturan pesawat relatif mudah.
 Gambar keseluruhan rahang yang diperoleh memungkinkan deteksi kelainan
penyakit yang tidak diketahui sebelumnya.
 Diperoleh gambaran kedua posisi rahang yang memungkinkan penilaian keadaan
fraktur, bagi pasien dengan luka-luka akibat fraktur, proyeksi ini lebih nyaman.
Foto Panoramik mempunyai bentuk keterbatasan yaitu gambaran foto yang
dihasilkan kurang detil. Selain itu, apabila salah satu sisi rahang membengkak
misalnya abses, tumor, atau fraktur, maka gambar yang dihasilkan kabur.