Anda di halaman 1dari 12

MINI PROJECT

dr. Septerina Purwasetya

GAMBARAN KESEHATAN MENTAL


EMOSIONAL REMAJA MELALUI SKRINING
PSIKOSOSIAL MENGGUNAKAN PSC-Y DI MTS
IZHARIL ULUM DESA MELAYU TENGAH, KEC.
MARTAPURA TIMUR
Latar Belakang
• Empat belas sampai 20% remaja mengalami
kelainan mental, emosional dan perilaku. Survey
menunjukkan bahwa 50% dari seluruh kasus yang
didiagnosa kelainan mental dimulai sejak usia 14
tahun dan tiga-perempatnya dimulai sejak usia 24
tahun. (Utami, 2012)
Rumusan Masalah
• Bagaimanakah gambaran kesehatan mental
emosional remaja, melalui skrining psikosial
menggunakan PSC-Y di MTs Izharil Ulum Desa
Melayu Tengah, Kecamatan Martapura Timur?
Tujuan Penelitian
• Mengetahui gambaran kesehatan mental
emosional remaja pada siswa siswi di MTs Izharil
Ulum Desa Melayu Tengah, Kecamatan Martapura
Timur
• Mengetahui hasil skrining psikososial menggunakan
PSC-Y di MTs Izharil Ulum Desa Melayu Tengah,
Kecamatan Martapura Timur
Manfaat Penelitian
• Memberikan informasi mengenai gambaran
kesehatan mental remaja di MTs Izharil Ulum Desa
Melayu Tengah, Kecamatan Martapura Timur.
• Memberikan informasi kepada masyarakat dan
sekolah mengenai penggunaan PSC-Y sebagai alat
skrining psikososial kesehatan mental dan
emosional pada remaja.
• Memberikan masukan kepada sekolah untuk
menindaklanjuti ataupun memberikan
pendampingan kepada siswa yang mengalami
masalah mental dan emosional.
• Sebagai bahan kajian untuk penelitian lebih lanjut.
Kesehatan Mental
Emosional Remaja
• Masa remaja merupakan bagian dari fase
perkembangan yang dinamis dalam kehidupan
seorang individu
• Perkembangan mental emosional adalah suatu
proses perkembangan seseorang dalam usaha
menyesuaikan diri dengan lingkungan dan
pengalaman-pengalamannya.
• Pencegahan dan penanganan masalah mental
emosional secara tepat sejak dini diharapkan
dapat membantu remaja untuk perkembangan
yang lebih baik bagi masa depannya (Utami, 2012).
Metode Penelitian
• Rancangan penelitian: Deskriptif
• Sampel penelitian: seluruh siswa-siswi MTs Izharil
Ulum
• Waktu dan tempat penelitian: 30 sep 2017/ MTs
Izharil Ulum
• Instrumen penelitian: Kuesioner PSC-Y
• Analisa data: Secara deskriptif disajikan dalam
distribusi frekuensi dan presentase
Hasil dan Pembahasan
Distribusi hasil skrining psikososial menggunakan PCS-Y pada siswa siswi
di MTs Izharil Ulum

No. PSC-Y Frekuensi (n) Presentase (%)

1. Mengalami masalah psikososial 3 3,8

2. Tidak mengalami masalah psikososial 76 96,2

Total 79 100
Hasil dan Pembahasan
Distribusi interpretasi PSC-Y berdasarkan individual problem area

No. Interpretasai PSC-Y berdasarkan individual problem Frekuensi (n) Persentase (%)
area

1. Masalah Internalisasi (contoh: depresi, ansietas) 11 13,9

2. Masalah Atensi (contoh: Attention deficit hyperactive 1 1,3


disorder/ADHD)

3. Masalah eksternalisasi (contoh: conduct disorder) 2 2,5

4. Memiliki pemikiran untuk bunuh diri 1 1,3


5. Normal/ tidak bermasalah 64 81,0
Total 79 100
Hasil dan Pembahasan
Distribusi interpretasi PSC-Y berdasarkan individual problem area
menurut jenis kelamin

No. Interpretasai PSC-Y berdasarkan individual problem Laki-laki n(%) Perempuan


area n(%)

1. Masalah Internalisasi (contoh: depresi, ansietas) 3(10,7) 8(15,69)

2. Masalah Atensi (contoh: Attention deficit hyperactive 1(3,57) 0(0,0)


disorder/ADHD)

3. Masalah eksternalisasi (contoh: conduct disorder) 1(3,57) 1(1,96)

4. Memiliki pemikiran untuk bunuh diri 1(3,57) 0(0,0)


5. Normal/ tidak bermasalah 22(78,59) 42(82,35)
Total 28(100) 51(100)
Kesimpulan
• sebagian besar remaja di MTs Izhari Ulum Desa
Melayu Tengah Kecamatan Martapura Timur
memiliki kesehatan mental emosional yang cukup
baik dan hanya sebagian kecil yang memilik
masalah psikosial dan membutuhkan evaluasi lebih
lanjut.
Saran
• Bagi puskesmas dapat melakukan kegiatan skrining
ini secara rutin dalam upaya mencegah masalah
kesehatan mental pada remaja.
• Bagi sekolah dan keluarga perlu melakukan
pendampingan kepada siswa yang memiliki
memiliki masalah psikosial beradarkan skor PSC,
agar tidak berkembang menjadi masalah mental
yang lebih berat.
• Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai
faktor resiko maupun faktor protektif yang
berhubungan dengan munculnya masalah mental
dan emosional pada remaja.