Anda di halaman 1dari 30

Identitas Pasien

• Nama Lengkap : An. H


• Jenis kelamin : Perempuan
• No RM : 170687
• Tanggal lahir/usia : 25/10/2017 ( 2 tahun
4 bulan )
• Suku bangsa : Sunda
• Alamat : Jl. Lembur no.1, Rt 02/
Rw 05, Kel. Makasar, Kec. Makasar, Jakarta Timur
• Agama : Islam
• Pendidikan : belum sekolah
• Tanggal rawat : 19/03/2019
Identitas Orang Tua
AYAH IBU

• Nama : Tn. F Kec. Makasar, Jakarta • Nama : Ny. S

• Usia : 27 Timur • Usia : 24 Thn

Thn • Pekerjaan : PNS • Agama : Islam

• Agama : Islam • Alamat : Jl. Lembur no.1, Rt 02/ Rw 05,

• Alamat : Jl. Kel. Makasar, Kec. Makasar, Jakarta Timur

Lembur no.1, Rt 02/ • Pekerjaan : IRT

Rw 05, Kel. Makasar,


Anamnesis
Dilakukan secara alloanamnesis terhadap Ibu pasien
pada tanggal 19-03-2019 di Ruang Rawat Inap Parkit
RSAU dr. Esnawan Antariksa

Keluhan Utama :
Demam

Riwayat Penyakit Sekarang :


Pasien masuk dibawa ke IGD RSAU dr. Esnawan Antariksa dengan keluhan demam sejak jumat
malam (4 hari), demam naik-turun, mimisan (-), Gusi Berdarah (-), Bintik - bintik merah pada
kulit (+), Batuk (-), Pilek (-) muntah (-), BAK (N), BAB (N)

Riwayat Penyakit Dahulu : Asma (-), Alergi (-), Jantung (-), Trauma (-)

Riwayat Penyakit Keluarga : Asma (-), Alergi (-), Jantung (-),

Riwayat pengobatan : tidak ada


Riwayat kehamilan
Kehamilan G1P1 A0
Perawatan Antenatal : Ibu melaksanakan ANC di
Puskesmas, sebanyak 4x,
Penyakit Kehamilan : hiperemesis gravidarum (-), Pre-
eklamsi/eklamsi (-), Diabetes Gestasional (-), dan penyakit
lainnya (-).
Riwayat kelahiran
• Tempat kelahiran : Rumah sakit
• Cara persalinan : Spontan, partus normal dengan prematur
• Penolong : Bidan
• Masa gestasi : 35 minggu - 36 minggu, SMK-BKB
• Keadaan Bayi : Langsung menangis, gerak aktif
• BBL : 2300 gr
• PB : 45 cm
• LK,LD,LP ibu pasien tidak mengingat
• Apgar score : ibu pasien tidak ingat
• Kelainan bawaan : -
Riwayat Perkembangan
Gigi pertama : 6 bulan

Psikomotor :
-Tengkurap : 4 bulan
-Duduk : 6 bulan
-Berdiri : 12 bulan
-Berjalan : 15 bulan
-Berbicara : 18 bulan
Riwayat Imunisasi
Vaksin Dasar ( umur ) Ulangan ( umur )

Hepatitis B + (lahir) + 2 bln + 3 bln + 4 bln - -

Polio +1 bulan +2 bln + 3 bln + 4 bln 18 bln -

BCG + 1 bulan -

DPT + 2 bln + 3 bln + 4 bln - 18 bln -

Campak + 9 bln 18 bln -

MMR + 15 bln

Rotavirus +2 bln +4 bln +6 bln

Dilakukan di puskesmas
PEMERIKSAAN FISIK
Tanggal 19 Maret 2019 di R. Parkit

Data Antropometri
Keadaan Umum : Tampak sakit sedang
Berat Badan : 9 kg
Tanda Vital :
Tinggi badan : -
Nadi : 112 x/menit
Status gizi : CDC
Respirasi : 31 x/menit
-BB/U : Gizi Kurang
Suhu : 37,3 oC
(P-3)
Permeriksaan fisik
0 Kepala
Bentuk & Ukuran : Normocephali,
Rambut & kulit : rambut hitam, tumbuh merata, kulit halus
tidak bersisik
Mata : pupil bulat, isokor, reflex cahaya langsung
dan tidak langsung +/+ , secret (-) , CA -/- dan SI -/-
Telinga : Normotia, tidak ada fistula pre dan post
aurikuler, reflex cahaya + , membrane timpani intak
Hidung : Normosetpa, simetris, deviasi (-), secret (-)
Bibir : sianosis (-)
Gigi-geligi : Gigi tumbuh
Mulut : normal, tidak kering, sianosis (-), pucat(-), hiperemis (-)
Lidah : deviasi (-), tidak kotor
Tonsil : T1-T1, tenang
Faring : hiperemis (-)

0Leher : simetris, tidak ada bagian yang membesar,


perbesaraan KGB (-).
0 Paru
Inspeksi : simetris, retraksi sela iga (-), Petekie(+)
Palpasi : retraksi sela iga (-), bagian yang tertinggal (-)
Perkusi : Sonor dikedua lapang paru
Auskultasi : Vesikuler di kedua lapang paru, ronkhi (-)

0 Jantung
Inspeksi : ictus cordis tidak terlihat
Palpasi : ictus cordis tidak teraba
Aukultasi : BJ I-II murni, regular, murmur (-), gallop (-)
0 Abdomen
Inspeksi : normal, tidak membuncit, bekas operasi (-)
Aukultasi : bising usus (+)
Palpasi : Nyeri tekan epigastrium (-), limpa dan hati tidak ada
pembesaran
Perkusi : timpani (+)
0 Anus dan Rektum : Normal
0 Genitalia : Perempuan
0 Ekstremitas : Akral hangat, crt < 2 detik, petekie (+)
Hasil Laboratorium di RS Jati Sampurna

Tanggal 19-03-2019

HB : 12,4 gr/dl
Lekosit : 2.800 mm3
Hematokrit : 35 %
Trombosit : 115.000 mm3

Widal
Typhi O : + 1/80
Para Typhi AO :-
Para Typhi BO : + 1/80
Typhi H :-
Para Typhi AH :-
Para Typhi BH : + 1/80
Ringkasan
Pasien perempuan atas nama an. h/2 tahun 4 bulan/ 9kg datang ke IGD RSAU dr.
Esnawan Antariksa pada tanggal 19/2/2019 dengan keluhan demam sejak jumat malam
(4 hari), demam naik-turun, mimisan (-), Gusi Berdarah (-), Bintik - bintik merah pada
kulit (+), Batuk (-), Pilek (-) muntah (-), BAK (N), BAB (N), Makan dan Minum sedikit
Pemeriksaan fisik ditemukan bintik - bintik merah pada bagian ekstremitas dan thoraks
Pemeriksaan laboratorium Tanggal 19-03-2019
HB : 12,4 gr/dl
Lekosit : 2.800 mm3
Hematokrit : 35 %
Trombosit : 115.000 mm3
0Widal
Typhi O : + 1/80
Para Typhi BO : + 1/80
Para Typhi BH : + 1/80
WD : Demam Dengue DD : Infeksi Saluran kemih DD: Demam Chikugunya

Demam 2-7 hari, mendadak


tinggi, terus - menerus
Diagnosis
Demam Demam 3-7 hari, mendadak tinggi

Tubuh terasa dingin dan sakit kepala


Sakit kepala menggigil.
syok (-)
Nyeri retro-orbital Mual dan muntah.
artralgia
Myalgia Diare
bercak kemerahan pada kulit
Athralgia Nyeri saat buang air kecil dan muncul pada hari ke 4-5 demam
berbau
Ruam kulit hasil laboratorium :
Frekuensi buang air kecil leukopenia
Hasil laboratorium : meningkat, namun jumlah urine trombositopenia
Leukopenia sedikit.
Trombopenia
Peningkatan hematokrit (5- Hasil laboratorium :
10%) Tanpa bukti kebocoran Leukositosis
plasma
Anjuran pemeriksaan penunjang
- Cek lab ulang / 24 jam
- Tes Serologi
- NS 1
Tatalaksana
0 IVFD RL 750cc/24 jam
0 paracetamol syr 120mg/5ml : 3x1 cth
0 apialys syr 100ml : 1x1 cth
Tinjauan pustaka

Demam Dengue
Definisi
demam dengue adalah bentuk ringan dari infeksi virus
Dengue. Sama halnya dengan demam berdarah, demam
dengue dimulai dengan gejala demam. Gejalanya
muncul 4-7 hari sejak gigitan nyamuk, dan bisa
berlangsung selama 10 hari.
Etiologi
0 Virus Dengue menginfeksi tubuh manusia melalui
gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus
Di dalam tubuh, virus Dengue mengalami perlawanan
dari tubuh, dan menimbulkan manifestasi yang
beragam.
Epidemiologi
0 Sejak tahun 2000, sedikitnya 8 negara Asia yang tadinya bebas penyakit ini,
melaporkan wabah DHF. Pada tahun 2003, empat negara Asia Tenggara
melaporkan kasus dengue, salah satunya adalah Indonesia. Wabah dengue
sudah menjadi masalah utama kesehatan masyarakat di Indonesia, dan di
negara-negara Asia Tenggara lainnya. Faktor musim tropis monsoon dan
letak negara pada zona khatulistiwa menjadikan nyamuk Aedes aegypti
menyebar secara luas dan cepat baik di kota maupun pedesaan. Situasi ini
juga memungkinkan penyebaran berbagai serotipe virus dengue.

0 Vektor penular dengue telah tersebar secara global. Di Indonesia, spesies


Aedes aegypti adalah yang terbanyak, disusul oleh Aedes albopictus.
Patofisiologi
Manifestasi Klinis
0 DF Gejala dan Tanda
Demam diserta dua gejala dari :
Sakit kepala
Nyeri retro-orbital
Myalgia
Athralgia
Ruam kulit
0 Manifestasi perdarahan
Tanpa bukti kebocoran plasma
0 Temuan Laboratorium DF
Leukopenia (WBC ≤ 5000sel/mm3)
Trombositopenia (Platelet < 150.000 sel/mm3)
Peningkatan hematokrit (5-10%) Tanpa bukti kebocoran plasma
ANAMNESIS
Diagnosis
Pada anak-anak berusia kurang dari 15 tahun akan muncul demam yang tidak spesifik,
yang kadang disertai ruam makulopapular di kulit yang disebut sebagai eritema, dan
wajah kemerahan

Gejala klasik DF adalah:


Demam tinggi onset mendadak disertai menggigil
Demam, dapat mencapai 41 Celcius dan berakhir sekitar 2-7 hari
Pola demam klasik, yang lebih umum terjadi pada anak-anak, dengan pola Saddleback
fever, yaitu demam turun pada satu hari kemudian meningkat

Gejala lain yang dapat menyertai adalah:


Wajah kemerahan dan terasa sensitif
Nyeri retro orbital
Bercak kemerahan yang khas pada kulit berbentuk makular atau makulopapular
Ruam pada DF mulai timbul pada hari ke-3 dan menetap 2-3 hari
PEMERIKSAAN FISIK PEMERIKSAAN PENUNJANG

0 Pada inspeksi biasanya akan 0 Darah Rutin


tampak ruam kulit yang khas. 0 Tes Serologi
0 Uji tourniquet akan positif 0 NS 1
bila sudah mulai terjadi
manifestasi perdarahan
berupa gusi berdarah,
epistaksis, hematemesis dan
melena, atau menorrhagia
Penatalaksaan
1. Minum obat demam (parasetamol)

2. Istirahat total

3. Makanan lunak

4. Banyak minum

5. Kontrol ke dokter bila demam tidak menurun selama


2-3 hari dengan penggunaan obat demam.
Kompikasi Prognosis

0 Demam Berdarah Dengue 0 Prognosis demam dengue


(dengue fever/DF)
0 Dengue Syok Sindrom
umumnya baik, dengan
angka mortalitas kurang
dari 1 %, namun apabila
terjadi syok, maka angka
mortalitas bisa lebih
buruk.
TERIMA KASIH