Anda di halaman 1dari 29

KASUS

MENDALAM
PAGT PADA
PASIEN CKD
DENGAN CHF DI
RSUD
PANEMBAHAN
SENOPATI BANTUL
OLEH:
DIVANDA DINI RENINTA
P07131116029
Latar Belakang
Gagal Ginjal Prevalensi Gagal PAGT pada GGK
Kronis Ginjal Kronis
GGK merupakan • Di dunia 10-13% Suatu tindakan primer
kerusakan ginjal tahap (pada 2009) yang harus dilakukan.
akhir karena destruksi
struktur ginjal yang • Di DIY terdapat
progresif selama lebih 461 kasus, di
dari 3 bulan Bantul ada 73
kasus GGK atau
15.8% (pada
2009)
2
Rumusan
Masalah
Bagaimana pelaksanaan PAGT
pada pasien GGK dengan CHF
yang rawat inap di RSUD
Panembahan Senopati Bantul?

3
Tujuan Penelitian

Tujuan Tujuan
Umum Khusus
• Mengkaji dan • Mendeskripsikan pelaksanaan Skrining
mendeskripsikan pelaksanaan
• Mendeskripsikan pelaksanaan Assessment Gizi
PAGT pasien GGK dengan CHF
di RSUD Panembahan • Mendeskripsikan pelaksanaan Diagnosis Gizi
Senopati Bantul
• Mendeskripsikan pelaksanaan Intervensi Gizi
• Mendeskripsikan pelaksanaan Edukasi Gizi
• Mendeskripsikan pelaksanaan Monitoring dan
Evaluasi Gizi

4
LANDASAN TEORI
• Definisi CKD dan
CHF
Gagal Ginjal Kronik dan • Kriteria CKD dan
Gagal Jantung CHF
• Patofisiologi CKD
dan CHF
• Diet CKD dan
CHF

PAGT  Meliputi
1. Assesment
2. Diagnosis
3. Intervensi
4. Edukasi
5. Monev Gizi

5
BAB III (HASIL)
A. IDENTITAS PASIEN
NAMA : BP. DM
JENIS KELAMIN : LAKI-LAKI
USIA : 55 TAHUN
ALAMAT : KAYEN RT 04, SENDANGSARI, PAJANGAN, BANTUL
NO RM : 61-82-92
BANGSAL/KAMAR : BAKUNG / 4A
TANGGAL MASUK : 12 FEBRUARI 2019
TANGGAL KASUS : 13 FEBRUARI 2019
STATUS : RUJUKAN DARI RS PKU MUH BANTUL
DIAGNOSIS MEDIS : CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DAN CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF)

6
B. SKRINNING GIZI (FORM NRS 2002)
RISIKO GIZI KRITERIA
Absen (skor=0) Kebutuhan gizi normal
Ringan (skor=1) Fraktur, pasien kronik (sirosis hati, COPD, HD
rutin, diabetes, kanker)
Sedang (skor=2) Bedah mayor, stroke, pneumonia berat, kanker
darah
Berat (skor=3) Cidera kepala, transplantasi sumsum, pasien
ICU

RISIKO GIZI KRITERIA


Absen (Skor=0) Status gizi normal
Ringan (skor=1) Kehilangan BB >5% dalam 3 bulan atau asupan
50-75% dari kebutuhan
Sedang (skor=2) Kehilangan BB >5% dalam 2 bulan atau IMT
18,5-20,5 atau asupan 25-50% dari kebutuhan
Berat (skor=3) Kehilangan BB >5% dalam 1 bulan (>15%
dalam 3 bulan) atau IMT 18,5 atau asupan 0-
25% dari kebutuhan

Skrining lanjut I Skrining lanjut II Usia >65 tahun TOTAL SKOR

SKOR 1 1 - 2

RISIKO MALNUTRISI/TIDAK RISIKO 7


ASSESMENT
1. ANTROPOMETRI
LLA Ulna Status gizi
(cm) (cm)
23,5 26,5 Berdasarkan percentile LLA status gizi kurang.

Perhitungan estimasi TB berdasarkan Ulna :


TB = 97,252 + (2,645 x 26,5 cm) = 162,34 cm
Perhitungan estimasi BB berdasarkan LLA : Kesimpulan :
BB = 23,5/29 x (162,34-100) = 50,51 kg Berdasarkan data antropometri diketahui
Perhitungan BBI : status gizi pasien berdasarkan percentile
BBI = (162,34-100) – 10% (162,34-100) LLA dikategorikan Gizi Kurang.
= 62,34 – 10 % (62,34)
= 55,8 Kg
Perhitungan status gizi berdasarkan %percentile LLA :
% percentile LLA = 23,5 / 31,7 x 100%
= 74,13 %  gizi kurang (WHO,NCHS) 8
Biokimia
Indikator Hasil Nilai Normal / Keterangan
Rujukan
Hemoglobin 4,4 g/dl 14.0-18.0 g/dl Rendah
Hematokrit 15,1 % 42 – 52 % Rendah
Eritrosit 2,25 jt/ml 4,5 – 5,5 jt/ml Rendah
Trombosit 377 150-450 Normal
Leukosit 7,24 4,00 – 11,00 Normal
Monosit 9% 4-8% Tinggi
Limfosit 18 % 20-35% Rendah
GDS 114 mg/dl 80 – 200 mg/dl Normal
Ureum 192 mg/dl 17-43 mg/dl Tinggi
Creatinin 6,68 mg/dl 0,9 – 1,3 mg/dl Tinggi
Segmen 51-67 70 Tinggi

9
Urinalisa
Warna Kunin Kunimg Normal
g
Kekeruhan Jernih Jernih Normal

BJ 1,010 1,015-1,025 Tidak Normal

Darah samar 1+ - Tidak normal

pH 5,5 5,00-8,50 Normal


Protein 2+ - Tidak Normal
Urubilinogen 0,20 0,20 - 100 Normal

Kesimpulan:
Berdasarkan uji biokimia diperoleh hasil hemoglobin, hematokrit, dan limfosit yang rendah, Hemoglobin rendah
disebabkan oleh ketika ginjal sakit atau rusak maka darah sudah tidak mampu lagi memproduksi hormon
eritropotein sehingga menyebabkan hemoglobin menjadi rendah, sedangkan monosit, ureum, creatinin, dan
segmennya tinggi serta gula darah sesaat pasien normal. Pada pemeriksaan urin, terdapat darah samar dan 10
protein di dalamnya.
CLINIC / FISIK
Indikator Hasil Nilai Normal Keterangan
Tekanan darah 140/90 mmHg 120/80 mmHg Tinggi
Nadi 80 x/menit 60-100 x/menit Normal

Suhu 36,4 ºC 36-37ºC Normal


Respirasi 28x/menit 20-30 x/menit Normal
KU : SEDANG
PASIEN RUJUKAN DARI RS PKU BANTUL DENGAN DIAGNOSIS CKD DAN CHF DG ANEMIA. PASIEN
MENGELUH PUSING, MUAL, SESAK NAFAS, DAN GATAL-GATAL DI SEKITAR PANTAT DAN TANGAN. NAFSU
MAKAN MENURUN.

Kesimpulan:
Berdasarkan data clinic/fisik menunjukkan tekanan darah yang tinggi disebabkan oleh penyakit CKD yang
diderita pasien, sedangkan nadi, suhu, dan respirasi normal. Pasien mengeluh pusing, mual, sesak nafas
dan gatal-gatal. Serta nafsu makan menurun dalam ±1 minggu terakhir.
Dietary History
Recall 24 jam Pasien
No Waktu Menu Bahan Berat Energi KH Protein Lemak
Makan Makanan

1. Pagi Bubur nasi Beras putih 40 144,4 31,8 2,7 0,2


giling
Santan (kelapa 10 35,4 1,5 0,3 3,3
saja)
Ikan bb kuning Ikan segar 20 22,6 0,9 3,4 0,0
Minyak kelapa
sawit 2,5 22,6 2,5 0,0 0,2
Sup wortel Wortel 20 9,0 2,1 0,2 0,0

Air putih Air putih 200 - - - -


2. Siang Air putih Air putih 400 - - - -
3. Sore Sup Makaroni 10 35,3 7,1 1,2 0,2
Kapri muda 20 7,0 1,6 0,4 0,1
mentah
Wortel 20 9,0 2,1 0,2 0,0
Air putih 200 - - - -
Air putih

Jumlah Asupan 375,0 10,1 10,8 61,1

Standar diit RS 1.916,2 47,7 50,3 322,1

% Asupan 19,56% 21,17% 21,47% 19,96%


Kategori Kurang Kurang Kurang Kurang
RIWAYAT KEBIASAAN MAKAN
RIWAYAT KEBIASAAN MAKAN PASIEN :
• POLA MAKAN : 3X/HARI
• MAKANAN POKOK : NASI 3X/HARI @2CTG
• LAUK HEWANI : JARANG MENGKONSUMSI LAUK HEWANI. TELUR @1 BH/MGG
• LAUK NABATI : TAHU, TEMPE 3X/HARI @1PTG
• SAYUR : SERING MENGONSUMSI MASAKAN BERSANTAN (LODEH TERONG, KACANG PANJANG)
1X/HR @1/2 SDS, OSENG DAUN PEPAYA 3X/MGU @1/2 SDS
• BUAH : YANG SERING DIKONSUMSI JERUK, MANGGA 3X/MGU @1/2BH, PEPAYA 1X/HR @1 PTG
• MINUMAN :
TEH TAWAR SETIAP PAGI DAN SORE @1GLS
AIR PUTIH 4 GLS/HR
• SNACK : GORENGAN (BAKWAN, MENDOAN, TAHU ISI) 1X/HR, KERUPUK 1X/HR

13
KESIMPULAN

 Asupan pasien kurang baik dari segi kualitas pemilihan bahan


makanan dan cara pengolahannya yang sering di goreng dan
menggunakan santan, serta kurang seimbang pada kuantitas
makannya dalam 1 hari.
Kode Uraian
DIAGNOSIS GIZI
NI-2.1 Kurangnya asupan makanan melalui oral berkaitan dengan nafsu makan yang menurun disertai mual dalam ±1 minggu terakhir
dibuktikan dengan hasil recall yang sangat kurang yaitu energi sebesar 19,56%, protein sebesar 21,17%, lemak sebesar 21,47%
dan karbohidrat sebesar 19,96%

NI-5.4 Penurunan kebutuhan zat gizi spesifik yaitu protein berkaitan dengan gangguan fungsi ginjal yang diderita dibuktikan dengan
kadar ureum dan creatinin yang tinggi yaitu ureum sebesar 192 mg/dl dan creatinin sebesar 9,68 mg/dl.

NI- 5.4 Penurunan kebutuhan zat gizi spesifik yaitu Natrium berkaitan dengan penyakit hipertensi yang diderita dibuktikan dengan
tekanan darah pasien pada hari pertama studi kasus yaitu 140/90 mmHg dan kemudian turun menjadi 120/80 mmHg pada hari
terakhir intervensi.

NC-2.2 Perubahan nilai laboratorium berkaitan dengan gangguan fungsi ginjal ditandai dengan tidak normalnya kadar ureum dan
kreatinin yaitu ureum sebesar 192 mg/dl dan creatinin sebesar 9,68 mg/dl

NB-1.2 Kebiasaan makan yang salah berkaitan dengan penyakit chronic kidney disiase (CKD) dan congestive heart failure (CHF)
dibuktikan dengan seringnya mengkonsumsi lauk nabati seperti tahu, tempe daripada lauk hewani dan seringnya mengkonsumsi
makanan bersantan.

Penurunan kebutuhan cairan berkaitan dengan penurunan fungsi ginjal yang dialami oleh pasien dibuktikan dengan cairan yang
NI- 5.4 masuk lebih banyak daripada cairan yang keluar.
15
INTERVENSI GIZI
Tujuan
Meningkatkan asupan makan untuk meningkatkan status gizi normal tanpa memberatkan kerja ginjal
dan jantung
Mencegah penimbunan garam dalam tubuh
Mengurangi mual dan muntah yang dialami pasien
Membatasi cairan agar terhindar dari edema
Syarat/Prinsip
Energi cukup, untuk mencapai status gizi normal sebesar 1953,8 kkal
Protein dibatasi, yaitu 0,8 g/kg BB sebesar 48,14 g
Lemak dibatasi, yaitu 20% dari kebutuhan energi sebesar 41,52 g
Karbohidrat cukup, yaitu 346,64 g
Rendah garam,yaitu 1200 mg Natrium
Kalium dibatasi, yaitu 40mg/kg BB dalam sehari
Vitamin dan mineral cukup
Makanan mudah cerna dan tidak mengandung gas
Cairan dibatasi, yaitu sebesar urin yang keluar ditambah dengan 500mL
Preskripsi diet
Jenis Diit : DJ RGRPRK
Jumlah Zat Gizi yang Penting :, Protein 44,64 g, Lemak 43,41 g, Natrium 1200 mg, Kalium 2232 mg
Route : Oral
Bentuk Makanan : Makanan lunak
Frekuensi : 3 kali makanan utama dan 2 kali selingan
PERHITUNGAN KEBUTUHAN SEHARI
Perhitungan kebutuhan energi
• Energi = 35 kkal x BBI
= 35 kkal x 55,8 kg Karbohidrat = 1.953,8– (178,56 + 390,76)
= 1953,8 kkal = 1384,48 kkal
= 346, 64 gr
• Protein = 0,8 g/kgBB
Kebutuhan Cairan = Urin terbuang + 500 mL
= 0,8 x 55,8 kg = 600 mL + 500 mL
= 44,64 g = 1100 mL  1,1 L
Kebutuhan Kalium = 40 mg x 55,8
= 178,56 kkal
= 2.232 mg
• Lemak = 20% x kebutuhan energi
𝟐𝟎 Kebutuhan Natrium = < 1200 mg/ hari
= 𝟏𝟎𝟎 𝒙 𝟏𝟗𝟓𝟑, 𝟖
= 390,76 kkal
= 43,41 gr
Perencanaan Konseling
• Permasalahan
• Kurangnya asupan makanan dan minuman seimbang
• Pemilihan dan cara pengolahan bahan makanan yang salah
• Tujuan
• Agar pasien dan keluarga mengerti dan memahami prinsip, tujuan dan syarat diet jantung dan diet rendah
garam rendah protein rendah kaliun (RGRPRK)
• Agar pasien dan keluarga mengetahui makanan yang boleh dikonsumsi
• Agar pasien dan keluarga mengetahui makanan yang perlu dibatasi
• Agar pasien dan keluarga mengetahui makanan yang tidak boleh dikonsumsi
• Agar pasien mematuhi diet yang diberikan
• Materi
• Menjelaskan prinsip, tujuan dan syarat diet RGRPRK dan diet jantung
• Menjelaskan makanan yang boleh dikonsumsi pasien
• Menjelaskan makanan yang perlu dibatasi pasien
• Menjelaskan makanan yang tidak boleh dikonsumsi pasien
• Menjelaskan porsi makan yang diberikan dan frekuensi makan pasien
• Menjelaskan pentingnya mematuhi diet yang diberikan
19
• Sasaran
Pasien dan keluarga pasien
• Waktu dan tempat
15 menit bertempat di kamar rawat inap
• Metode
Tanya jawab
• Media alat bantu
Leaflet Diit Gagal Ginjal Kronik (RG RPRK) dan Diit Jantung

20
Anamnesis Yang diukur Waktu Pengukuran Evaluasi/ target
Antropometri Pemantauan LLA Setiap 2 hari sekali Tetap normal

Biokimia Hemoglobin Meningkat, menuju normal


Hematokrit Meningkat, menuju normal
Eritrosit Meningkat, menuju normal
Trombosit Tetap normal
Leukosit Tetap normal
Monosit Menurun, menuju normal
GDS
Ureum Sesuai waktu paruh / rekomendasi dokter Tetap normal
Kreatinin Menurun, menuju normal
Segmen Menurun, menuju normal
Menurun, menuju normal

Clinis/fisik Tekanan darah Setiap hari Menurun, menuju normal


Respirasi Setiap hari Tetap normal
Nadi Setiap hari Tetap normal
Suhu Setiap hari Tetap normal
Pusing dan mual Setiap hari Berkurang, menjadi tidak pusing dan tidak mual
Gatal - gatal Setiap hari Berkurang, menjadi tidak gatal lagi
Asupan Gizi Asupan energi Setiap hari Meningkat, mendekati 80-100%
Asupan lemak Setiap hari Meningkat, mendekati 80-100%
Asupan protein Setiap hari Meningkat, mendekati 80-100%
Asupan karbohidrat Setiap hari Meningkat, mendekati 80-100%
Natrium dan kalium Setiap hari Tidak melebihi batas
Cairan Setiap hari Tidak melebihi batas
21
IMPLEMENTASI
KAJIAN STANDAR DIIT GINJAL (RGRPRK) DI RS
Natrium Kalium
Karboh
Energi Protei Lemak (mg) (mg)
idrat
(Kkal) n (g) (g)
(g)

Diit RS (Diit 1.916,2 47,7 50,3 322,1 349,3 2676,8


RGRPRK)
Kebutuhan 1953,8 44,64 43,41 346,21 1200 2232

%Pemenuh 100,37 106,8 115,8 93,03% 29,1 % 119,9%


an % 5% %

Kesimpulan :
Berdasarkan kajian diit DJ RGRPRK rumah sakit jika dibandingkan dengan kebutuhan zat gizi pasien didapatkan bahwa
lemak dan kalium melebihi kebutuhan yaitu sebesar 115 % dan 119,9 %.
22
Rekomendasi
Jenis dan Cara Pemesanan Diit
Tanggal 14 Februari 2019 Tanggal 16 Februari 2019
• Jenis diet = DJ RGRPRK Jenis diet = DJ RGRPRK
• Bentuk makanan = Lunak Bentuk makanan = Lunak
Cara pemberian = Oral
• Cara pemberian = Oral Frekuensi = 3 kali makanan utama dan
• Frekuensi = 3 kali makanan utama dan 2 kali selingan 2 kali selingan

Tanggal 15 Februari 2019


• Jenis diet = DJ RGRPRK
• Bentuk makanan = Lunak
• Cara pemberian = Oral
• Frekuensi = 3 kali makanan utama dan 2 kali selingan

23
MONITORING EVALUASI
ANTROPOMETRI

Tanggal LLA Ulna %percentile Status gizi


LLA
13 Februari 2019 23,5 26,5 74,13 % Kurang
cm cm

16 Februari 2019 23,5 26,5 74,13 % Kurang


cm cm

Kesimpulan :
Tidak terjadi perubahan ukuran LLA pada pasien. Status gizi pasien masih kurang.

24
BIOKIMIA
Indikator Tanggal Hasil Nilai Normal / Keterangan
Rujukan
Kesimpulan  Pada
Hemoglobin 12 – 02 - 2019 4,4 g/dl 14.0-18.0 g/dl Rendah pemeriksaan awal
Hematokrit 15,1 % 42 – 52 % Rendah pasien masuk RS kadar
Eritrosit 2,25 jt/ml 4,5 – 5,5 jt/ml Rendah Hb nya sangat rendah
yaitu sebesar 4,4 gr/dl.
Trombosit 377 150-450 Normal
Leukosit 7,24 4,00 – 11,00 Normal Setelah transfusi
Monosit 9% 4-8% Tinggi sebanyak 3 kalf, kadar
Limfosit 18 % 20-35% Rendah Hb dan hematokrit
GDS 114 mg/dl 80 – 200 mg/dl Normal
pasien meningkat
Ureum 192 mg/dl 17-43 mg/dl Tinggi menjadi 7,2 gr/dl dan
23,4 %. Setelah transfusi
Creatinin 6,68 mg/dl 0,9 – 1,3 mg/dl Tinggi
pada tanggal 15
Segmen 51-67 70 Tinggi Februari 2019 sebanyak
2 kalf darah lagi, kadar
Hemoglobin 14-02-2019 7,2 g/dl 14.0-18.0 g/dl Rendah Hb dan hematokrit
(Transfusi darah pasien meningkat
sebanyak 3 kalf)
menjadi 12,2 gr/dl dan
Hematokrit 23,4 % 42 – 52 % Rendah 33,2 %.
Hemoglobin 15-02-2019 12,2 g/dl 14,0 – 18,0 gr/dl Rendah
(Transfusi darah 2
kalf  total 5 kalf) 25
Hematokrit 33,2 % Rendah 42 – 52 %
CLINIC /FISIK
Kesimpulan:
Indikator Hasil Nilai Normal Keterangan Pada awal masuk rumah sakit
Kamis, 14 Februari 2019 tekanan darah pasien tinggi, nadi,
Tekanan darah 140/90 mmHg 120/80 mmHg Tinggi suhu, respirasi normal, pasien
Nadi 80 x/menit 60-100 x/menit Normal
mengeluh pusing, mual, sesak
Suhu 36,4 ºC 36-37ºC Normal
Respirasi 28x/menit 20-30 x/menit Normal
nafas, dan gatal-gatal. Tanggal 15
KU Sedang, CM Februari 2019 terjadi penurunan
Keluhan Pusing (+++), mual(++), sesak nafas (+++) gatal-gatal (++) tekanan darah pada pasien
sedangkan nadi, suhu, respirasi
Jumat, 15 Februari 2019 normal, pasien mengeluh masih
Tekanan darah 130/90 mmHg 120/80 mmHg Tinggi
pusing, mual, dan sesak nafas
Nadi 62 x/menit 60-100 x/menit Normal
Suhu 36,3 ºC 36-37ºC Normal
tetapi sudah berkurang. Tanggal
Respirasi 20x/menit 20-30 x/menit Normal 16 Februari 2019 tekanan darah
KU Sedang, CM pasien kembali turun dan sudah
Keluhan Pusing (++), mual (+), sesak nafas (++), gatal-gatal (+) normal, nadi, suhu, respirasi tetap
normal, namun pasien mengeluh
Sabtu, 16 Februari 2019
masih pusing, sesak nafas dan
Tekanan darah 120/80 mmHg 120/80 mmHg Normal
Nadi 86 x/menit 80-100 x/menit Normal
masih gatal.
Suhu 36,9 ºC 36-37ºC Normal
Respirasi 22x/menit 20-30 x/menit Normal
KU Sedang, CM
Keluhan Pusing, tidak mual, sesak nafas (+), masih gatal-gatal 26
ASUPAN MAKAN
Tanggal 14 Februari 2019
Protein Natrium Kalium
Energi (Kkal) Lemak (g) Karbohidrat (g) (mg)
(g) (mg)
Asupan RS 921,6 29,3 12,2 261,1 108,8 228,9
Asupan Luar 0
93,5 1,2 0,1 21,7 2,5
RS
Jumlah
Asupan 1015,1 30,5 12,3 282,8 111,3 228,9
Kebutuhan 1953,8 44,6 43,41 346,64 1200 2232
% Asupan 51,9 % 69,3 % 29 % 81,5 % 9,27 % 10,25 %
Kriteria Kurang Kurang Kurang Baik Kurang Kurang

Tanggal 15 Februari 2019


Energi Natrium Kalium
Protein (g) Lemak (g) Karbohidrat (g)
(Kkal) (mg) (mg)
Asupan RS 1626,0 35,9 32,0 253,2 367,0 321,5

Asupan Luar RS 0 0 0 0 0 0

Jumlah Asupan 321,5


1626,0 35,9 32,0 253,2 367,0
Kebutuhan 1953,8 44,6 43,41 346,64 1200 2232,0
% Asupan 83,2 % 81,3 % 74,6 % 74,1 % 30,5 % 14,4 %
27
Kriteria Baik Baik Kurang Baik Kurang Kurang
Tanggal 16 Februari 2019
Energi Kalium
Protein (g) Lemak (g) Karbohidrat (g) Natrium (mg)
(Kkal) (mg)
Asupan RS 1448,2 39,04 39,5 292,4 219,1 489,1
0,0
Asupan Luar RS 197 3,4 1,1 43,2 0,0

Jumlah Asupan
1645,2 42,5 40,6 335,6 219,1 489,1
Kebutuhan 1943,8 44,6 43,41 346,64 1200,0 2232,0
% Asupan 84,6 % 95,2% 93,5 % 96,8 % 18,2 % 21,9 %
Kriteria Baik Baik Baik Baik Kurang Kurang

Kesimpulan :
Berdasarkan data comstock dan recall diatas, pada hari pertama intervensi asupan makan pasien masih kurang,
dikarenakan pada sat itu pasien masih merasakan pusing dan mual ketika mauu makan. Pada hari kedua intervensi yaitu
tanggal 15 Februari 2019, asupan makan pasien meningkat energi,protein, dan lemak sudah baik sudah melebihi 80%
dari kebutuhannya tetapi lemaknya masih kurang. Hal tersebut terjadi karena pada saat itu, pusing dan mual pasien
sudah berkurang. Pada hari ketiga yaitu tanggal 16 Februari 2019, asupan makan pasien meningkat dan energi,protein,
lemak, dan KHnya melebihi 80% dari kebutuhan pasien. Hal ini disebabkan karena pasien sudah tidak lagi merasakan
mual dan pusing.
28
Sekian dan
Terima Kasih

29