Anda di halaman 1dari 6

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN ANAK

USIA SEKOLAH ( TAHAP 5 )

1. Khusnul Khotimah ( 201601164 )


2. Fitri Nur Khalifah ( 201601173 )
3. Bangga Wicaksana Y ( 201601177 )
4. Salwa Aini ( 201601182 )
5. Indah Zelfie W ( 201601 )
Remaja
Adolescence artinya berangsur-angsur menuju kematangan secara fisik, akal,
kejiwaan dan sosial serta emosional.

Tahap Perkembangan Remaja


Menurut Sarwono (2006) ada 3 tahap perkembangan remaja dalam proses
penyesuaian diri menuju dewasa :
a. Remaja Awal (Early Adolescence)
b. Remaja Madya (Middle Adolescence)
c. Remaja Akhir (Late Adolescence)
Tugas Perkembangan Pada Masa
Remaja

Tugas-tugas perkembangan pada masa remaja menurut (Hurlock, 2001) antara


lain :
1. Mencapai hubungan baru dan yang lebih matang dengan teman
sebaya baik pria maupun wanita
2. Mencapai peran sosial pria, dan wanita
3. Menerima keadaan fisiknya dan menggunakan tubuhnya secara
Efektif
4. Mengharapkan dan mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab
Keluarga
keanggotaannya, keluarga dapat dibagi dalam 3
jenis (Duval, 1972 dalam Setiadi 2008), yaitu :
a. Nuclear family, sering disebut dengan keluarga inti, yaitu keluarga yang
anggotanya terdiri dari ayah, ibu dan anak yang
belum menikah.
b. Extended family, atau keluarga besar, yaitu keluarga yang anggotanya
terdiri dari ayah, ibu, serta family dari kedua belah
pihak.
c. Horizontal extended family, yaitu keluarga yang anggotanya terdiri dari
ayah, ibu dan anak yang telah menikah dan masih menumpang pada orang
tuanya.
Tugas Perkembangan Keluarga
dengan Anak Usia Remaja
1. Memperluas keluarga inti menjadi
keluarga besar.
2. Mempertahankan keintiman pasangan.
3. Membantu orang tua memasuki masa tua.
4. Membantu anak untuk mandiri di
masyarakat.
5. Penataan kembali peran dan kegiatan
rumah tangga.
Kasus

An. O berusia 18 tahun mengalami gangguan perkembangan dan


intelektual, kesulitan berbicara, serta rambut An. O mengalami
kebotakan. Selain itu ia sangat sulit untuk mempelajari hal baru. Ibu E
dulu sering membawa An. O ke pelayanan kesehatan. Namun Ibu E
merasa tidak ada perkembangan, Ibu merasa bosan dan
memutuskan untuk tidak membawa An. O ke pelayanan kesehatan
lagi.
Bp. B bekerja sebagai wiraswasta, dimana gaji perbulannya kira-kira
sekitar Rp 2.500.000, dan Ibu E tidak bekerja. Gaji Bapak B digunakan
untuk keperluan sehari-hari. Selain itu, keluarga Bapak B memiliki
tabungan di bank, setiap bulannya menabung sebanyak 20% dari
total gajinya.