Anda di halaman 1dari 19

Laba/Rugi=Pendapatan-Biaya

Volume x harga/unit
Laba = Volume x harga/unit – Biaya
Jika volume 10, harga/unit Rp 1.000,
dan biaya Rp 5.000,00
Maka
Laba=( 10 x Rp 1.000 )-Rp 5.000
= Rp 10.000 – Rp 5.000
= Rp 5.000
Laba ≠ 0
Sebab jika Laba = 0

Titik impas
Keadaan yang menunjukkan bahwa
jumlah pendapatan yang diterima
perusahaan (pendapatan total)
sama dengan jumlah biaya yang
dikeluarkan perusahaan (biaya
total)
 Laba =0
 Pendapatan = Biaya
 Untuk membuat 10 porsi nasi goreng dibutuhkan bahan-
bahan sebagai berikut:
1. Telur Rp 20.000
2. Beras Rp 8.000
3. Bumbu-bumbu dan minyak Rp 10.000,00
4. Bahan pelengkap Rp 7.500,00
Dengan mengabaikan penyusutan peralatan, berapa titik
impas nasi goreng tersebut?
Ada dua pendekatan:
1. Pendekatan Laba Operasi
2. Pendekatan Margin Kontribusi
Laba Operasi = (Harga jual per
unit x jumlah unit penjualan)-
(Biaya Variabel per unit x
jumlah unit penjualan) – Biaya
tetap total
 Laba Operasi = (Harga jual per unit x jumlah unit
penjualan)-(Biaya Variabel per unit x jumlah unit
penjualan) – Biaya tetap total
 Titik impas adalah laba operasi = 0
Jumlah unit = Biaya tetap total :
(Harga jual per unit-Biaya
variabel per unit)
1. Laba ditargetkan dalam bentuk rupiah
2. Laba ditargetkan dalam bentuk Persentase
Pendapatan Penjualan
3. Menetapkan target setelah pajak
laba operasi = Laba bersih : (1-tarif pajak)
 Berikut ini adalah data yang tersedia pada PT
Rejeki:

Harga jual per unit Rp 5.000


Biaya variabel per 2.000
unit
Biaya tetap total Rp 54.000.000,00
Ekspektasi Penjualan 20.000 unit

 Hitunglah titik impas dalam unit


 PT Anugerah memiliki data sebagai berikut:
Penjualan Rp 540.000.000,00
Biaya variabel Rp 378.000.000,00
Biaya tetap Rp 120.000.000,00
Ekspektasi produksi dan penjualan 40.000 unit

a. Hitunglah titik impas dalam rupiah penjualan!


b. Hitunglah jumlah rupiah penjualan yang diperlukan
untuk menghasilkan laba sebelum pajak sebesar Rp
30.000.000,00!
c. Hitunglah penjualan dalam rupiah yang diperlukan
untuk menghasilkan laba setelah pajak sebesar Rp
90.000.000, apabila tarif pajak yang berlaku adalah 40
persen
 Margin of Safety (MOS) : unit penjualan atau
yang diharapkan dapat dijual di atas volume
impas
 Contoh: jika volume impas adalah 200 unit
sedangkan perusahaan berhasil menjual 500 unit
maka MOS sebesar 300 unit
 Operating Leverage: penggunaan biaya tetap
untuk meningkatkan persentase laba yang lebih
besar sebagai akibat perubahan aktivitas
penjualan
 Degree of Operating Leverage= margin
kontribusi: Laba
Berikut ini adalah data yang tersedia pada PT
Karunia:
Harga jual per unit Rp 10.000,00
Biaya variabel per unit Rp 6.000
Biaya tetap total Rp 29.000.000
Ekspektasi penjualan 10.000 unit

Hitunglah margin of safety dalam rupiah!


Berikut ini adalah data yang tersedia pada PT
Sehat:
Harga jual per unit Rp 250.000,00
Biaya produksi variabel per Rp 75.000
unit
Biaya produksi tetap per unit Rp 90.000
Biaya Penjualan variabel per Rp 45.000
unit
Biaya Penjualan tetap per Rp 20.000
unit
Ekspektasi Produksi dan 2.000 unit
Penjualan
Hitung margin kontribusi per unit, rasio margin
kontribusi, dan titik impas produk!
 Bu Siti ingin berjualan soto. Untuk memulai usahanya, Bu
Siti menggunakan uang belanja hariannya sebesar Rp
500.000,00. Uang tersebut digunakan untuk membeli:
beras 5 kg (Rp 50.000), daging ayam 2kg (Rp 100.000,00),
bumbu-bumbu (Rp 10.000), bahan pelengkap (Rp
50.000). Teh, gula, dan es (Rp 50.000), gas Rp 20.000.
Semua biaya di atas dapat menghasilkan 50 porsi soto dan
50 gelas es teh. Dengan mengabaikan biaya penyusutan
peralatan, berapa volume yang harus dijual apabila Bu Siti
menginginkan keuntungan bersih Rp 2.500.000,00 per
bulan, jika per porsi soto dijual Rp 6.000,00 dan es teh Rp
2.000,00?