Anda di halaman 1dari 18

Kusuma Dewi 21030116120067

M. Ghimnastiar Ulsak 21030116140192


Malvin Muhammad Zain 21030116140173
Afif Dharmawan 21030116140123
Pengertian Polietilena

• Polietilena (disingkat PE) (IUPAC: Polietena) atau


yang lebih dikenal plastik adalah produk yang
digunakan hampir dalam semua bidang. Baik dalam
rumah tangga sampai industri, pasti terdapat produk
polietilena atau plastik baik itu dalam bentuk tandon
air, pipa peralon, maupun tempat makan
(tupperware).
Klasifikasi Polietilena
Polietilena terdiri dari berbagai jenis berdasarkan kepadatan dan percabangan
molekul. Sifat mekanis dari polietilena bergantung pada tipe
percabangan,struktur Kristal dan berat molekkulnya.

1. Polietilena bermassa molekul sangat tinggi (Ultra high molecular weight


polyethylene / UHMWPE)
2. Polietilena berdensitas tinggi (High density polyethylene / HDPE)
3. Polietilena ''cross-linked'' (Cross-linked polyethylene / PEX atau XLPE)
4. Polietilena berdensitas menengah (Medium density polyethylene / MDPE)
5. Polietilena berdensitas rendah (Low density polyethylene / LDPE)
6. Polietilena linier berdensitas rendah (Linear low density polyethylene / LLDPE)
7. Polietilena berdensitas sangat rendah (Very low density polyethylene /VLDPE)
Struktur Molekul
• Polietilena merupakan hasil polimerisasi dari etena (C2H4), sehingga
rumus molekulnya (C2H4)n.

Atau

Rumus Bangun Polietilena


Berdasarkan densitas dan berat molekul penyusunnya,
polietilena memiliki tiga produk, yaitu :
1. Low Density Polyethylene (LDPE)
 Densitas : 0,912 – 0,925 gr/cm3
 Berat molekul : 10.000 – 15.000 gr/mol

2. Medium Density Polyethylene (MDPE)


 Densitas : 0,925 – 0,94 gr/cm3
 Berat molekul : 15.000 – 35.000 gr/mol

3. High Density Polyethylene (HDPE)


 Densitas : 0,94 – 0,965 gr/cm3
 Berat molekul : 35.000 – 100.000 gr/mol
Karakteristik Polietilena
Sifat – sifat fisika dari polietilena.
 Fase : Padat
 Warna : Putih
 Titik lebur kristal : 109 – 183 ºC
 Koefisien fraksi : 0,06 – 0,3
 Kristalinitas : 55 – 85%
 Kekuatan tarik : 1250 – 4100 psi
 Konduktivitas termal : 2,3 – 3,4 Btu in/hr ft2

Sifat fisik polietilen kerapatan tinggi berbeda dengan polietilen kerapatan rendah. Polietilen
dengan kerapatan rendah memiliki sifat kenyal, tidak mudah sobek, dan tahan terhadap kelembapan dan
bahan kimia, sehingga banyak dipakai untuk pembungkus, dus, isolator listrik, pelapis kabel dan
sebagainya. Sedangkan polietilen dengan kerapatan tinggi memiliki daya regang dan ketegangan yang
solid, sehingga banyak digunakan untuk membuat pipa, tabung, bejana dan benda lainya.
Karakteristik Polietilena
Sifat kimia polietilena antara lain :
1. Tidak larut dalam pelarut apa pun pada suhu kamar tetapi mengendap oleh hidrokarbon
dan karbon tetraklorida
2. Tahan terhadap asam dan basa
3. Polietilen juga dapat dirusak oleh asam nitrat pekat, pengerusakan oleh asam nitrat ini
akan menyebabkan terjadinya proses pembakaran akibat kuatnya sifat oksidator dari asam
nitrat.Tidak tahan terhadap cahaya dan oksigen
4. Bila dipanasi secara kuat akan membentuk cross link yang diikuti dengan pembelahan
ikatan secara acak pada suhu lebih tinggi, tetapi dipolimerisasi tidak terjadi
5. Larutan dari suspense polietilena dengan karbon tetraklorida pada suhu sekitar 60 C
dapat direaksikan dengan Cl membentuk produk lunak dan kenyal. Pemasukan atom Cl
secara acak ke dalam rantai dapat menghancurkan kekristalan polietilena
6. Polietilena termoplastik dapat diubah menjadi elastomer tervulkanisir yang mengandung
sekitar 30% Cl dan 1,5% belerang melalui pengklorosulfonan. Vulkanisir pada umumnya
dilakukan melalui pemanasan dengan oksida logam tertentu. Hasil akhir berupa hipalon
yang tahan terhadap bahan kimia dan cuaca
Reaksi Pembentukan
Pada umumnya, semua polimer dibentuk dari proses polimerisasi. Begitu pula dengan
Polietilena, Polietilena dibentuk dari proses polimerisasi etena. Berikut adalah proses
pembentukan Polietilena. Reaksi polimer adisi adalah reaksi yang sering dilakukan dalam
pembentukan Polietilena. Reaksi ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu inisiasi, propagasi dan
terminasi.
1. Inisiasi
Untuk tahap pertama ini dimulai dari penguraian inisiator dan adisi molekul monomer
pada salah satu radikal bebas yang terbentuk. Bila kita nyatakan radikal bebas yang terbentuk
dari inisiator sebagai R’, dan molekul monomer dinyatakan dengan CH2 = CH2, maka tahap
inisiasi dapat digambarkan sebagai berikut:
2. Propagasi
Dalam tahap ini terjadi reaksi adisi molekul monomer pada radikal
monomer yang terbentuk dalam tahap inisiasi.
Bila proses dilanjutkan, akan terbentuk molekul polimer yang
besar, dimana ikatan rangkap C= C dalam monomer etilena akan berubah
menjadi ikatan tunggal C–C pada polimer polietilena.
3. Terminasi
Terminasi dapat terjadi melalui reaksi antara radikal
polimer yang sedang tumbuh dengan radikal mula-mula yang
terbentuk dari inisiator (R’) CH2 – CH2 + R - CH2 – CH2-R
atau antara radikal polimer yang sedang tumbuh dengan
radikal polimer lainnya, sehingga akan membentuk polimer
dengan berat molekul tinggi
R-(CH2)n-CH2 + CH2-(CH2)n-R’  R-(CH2)n-CH2CH2-(CH2)n-R’
Proses Pembuatan Polietilena
1. High pressure porcess
Menghasilkan Low Density Polietilen.
Polimerisasi tekanan tinggi menghasilkan polietilen
dengan banyak cabang, cabang cabang terbentuk
karena transfer rantai antar molekul selama proses
polimerisasi. Mekanisme untuk polimerisasi low
density polietilen adalah polimerisasi radikal bebas.
2. Diagram proses polietilen (proses phillip)
Teknologi ini merupakan teknologi yang paling tua
dalam pembuatan polyethylene. Philips Petroleum Company
telah mengembangkan proses slurry yang efisien untuk
memproduksi LLDPE. Reaktor dibangun menyerupai “large
folder loop” yang mengandung serangkaian pipa dengan
diameter 0.5 sampai 1 meter.
3. Diagram proses polietilen (proses Ziegler)
Secara sederhana proses ziegler Ata adalah sebagai berikut :
Aplikasi Polietilena
1. Bahan anti peluru
2. Botol susu
3. Pipa gas
4. Pipa air
5. Kemasan deterjen
6. Tempat sampah
7. Roda gigi
8. Implan pengganti bagian pinggang dan lutut
Manfaat Polietilena
• Polietilena bermanfaat sebagai bahan dasar pembuatan
plastik. Karena jenis polietilena sangat banyak, maka dapat
dihasilkan berbagai macam produk plastik, contohnya LDPE
dapat dimanfaatkan menjadi botol kemasan air mineral,
MDPE dapat dibuat menjadi Tupperware, dan HDPE dapat
dimanfatkan menjadi pipa-pipa 13 pada pabrik.
• Selain itu polietilena berdensitas tinggi dapat dibuat menjadi
tandontandon untuk menyimpan bahan kimia. Tandon-
tandon polietilena memiliki beberapa kelebihan misalnya,
tahan sinar UV, tahan cuaca ekstrim, dan installasi yang
mudah.
Pemilihan Proses
Perbandingan Proses Pembuatan Linear Low Density Polyethylene
Dalam Pra-rancangan pembuatan Pabrik Linear Low Density

Polyethylene (LLDPE) ini dipilih proses Gas Phase (Unipol).

Pemilihan proses dilakukan dengan memperhatikan :

 Pengoperasiannya mudah karena proses yang


sederhanan dengan unggun terfluidisasi menyebabkan
proses lebih stabil dan fleksibel.
 Dengan menggunakan fase gas dan tidak adanya
solvent, kemungkinan terjadinya aglomerasi lebih kecil

 Kebutuhan Utility Plant sedikit