Anda di halaman 1dari 31

Oleh

Rias Pratiwi Safitri,S.Psi,M.Psi,Psikolog


Perkembangan anak dalam Teori Psikoseksual/Psikoanalisa
Usia Tahap Fokus Karakteristik Perilaku Hasil yang tidak diharapkan
Psikoseksua Perasaan (fiksasi)
l Senang
Lahir-18 Oral Mulut, Bibir Mencari stimulasi oral, Alkoholisme, merokok, menggigit
bulan menghisap meski tidak kuku, tidak matang,
lapar kepribadian menuntut

18 bln —3 Anal Rektum Menikmati saat Konformisme tinggi, kerapian


tahun mengeluarkan dan kompulsive, permusuhan,
menahan feses kepribadian menantang

3—6 tahun Phalik Genital Tertarik genital, jatuh cinta Problem seksual (impoten,
pada orangtua dengan frigiditas), homoseksual,
jenis kelamin berbeda ketidakmampuan menangani
kompetisi
6—11 tahun Latensi Relasi Mengembangkan Regresi, Normatif, Egois,
kecakapan sosial dan kepribadian tidak matang
intelektual (dependen)
Pubertas Genital Genital Membangun hubungan Transisi
… dengan lawan jenis
Perkembangan Anak dalam Teori Psikososial (Erikson)
Tahap Krisis Psikososial Hasil yang baik Fiksasi
Infancy Kepercayaan vs Kepercayaan dan Takut dan merasa tidak
Usia 0-1 tahun kecurigaan optimisme aman dengan
lingkungan
Toddlerhood Otonomi vs Keraguan Pengendalian dan Mudah menyerah, lepas
Usia 1-3 tahun menghargai diri kendali, semaunya
Early Inisiatif vs Rasa Bersalah Kemampuan memulai Berdiam dan menutup diri,
Childhood aktivitas sendiri menghindari
Usia 4-5 tahun kesalahan, bohong
Middle & Late Industri vs Inferioritas Kompetensi dalam Rendah diri
Childhood kemampuan
Usia 6-12 intelektual. Sosial
tahun dan fisik

Remaja Identitas vs Kebingungan Citra diri yang Memberontak, kehilangan


Usia 12-18 Identitas terintegrasi sebagai identitas
tahun pribadi unik
Definisi
 Child abuse pada anak didefinisikan sebagai segala
perlakuan buruk yang dilakukan terhadap anak ataupun
remaja oleh para orangtua, wali, atau orang lain yang
seharusnya memelihara dan merawat anak itu.
 Patricia (1985) mendefinisikan sebagai suatu kelalaian
tindakan/perbuatan oleh orangtua atau yang merawat anak
yang mengakibatkan terganggu kesehatan fisik, emosional,
serta perkembangan anak. Ini mencakup penganiayaan
fisik dan emosi, kelalaian dan eksploitasi seksual.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan anak
mengalami kekerasan. Baik kekerasan fisik maupun
kekerasan psikis, diantaranya adalah:
 Stress yang berasal dari anakFisik berbeda,
Mental berbeda, Temperamen berbeda, Tingkah laku
berbeda, Anak angkat.
 Stress keluargaKemiskinan dan pengangguran;
Mobilitas, isolasi, dan perumahan tidak memadai;
Perceraian; Anak yang tidak diharapkan.
 Stress berasal dari orang tuaRendah diri; Waktu
kecil mendapat perlakuan salah; harapan pada anak
yang tidak realistis.
Etiologi
Karakteristik orangtua dan keluarga rentan terjadinya kekerasan al:
 Para orangtua juga penderita perlakuan salah pada masa kanak-kanak.
 Orangtua yang agresif dan impulsif.
 Keluarga dengan hanya satu orangtua.
 Orangtua yang dipaksa menikah saat belasan tahun sebelum siap secara
emosional dan ekonomi.
 Perkawinan yang saling mencederai pasangan dalam perselisihan.
 Tidak mempunyai pekerjaan.
 Jumlah anak yang banyak.
 Adanya konflik dengan hukum.
 Ketergantungan obat, alkohol, atau sakit jiwa.
 Kondisi lingkungan yang terlalu padat.
 Keluarga yang baru pindah ke suatu tempat yang baru dan tidak
mendapat dukungan dari sanak keluarga serta kawan-kawan.
Beberapa faktor anak yang berisiko tinggiuntukperlakuan
salah adalah:
 Anak yang tidak diinginkan.
 Anak yang lahir prematur, terutama yang mengalami
komplikasi neonatal, berakibat adanya keterikatan bayi dan
orangtua yang membutuhkan perawatan yang
berkepanjangan.
 Anak dengan retardasi mental, orangtua merasa malu.
 Anak dengan malformasi, anak mungkin ditolak.
 Anak dengan kelainan tingkah laku seperti hiperaktif
mungkin terlihat nakal.
 Anak normal, tetapi diasuh oleh pengasuh karena orangtua
bekerja
 Beban dari lingkungan: Lingkungan hidup dapat
meningkatkan beban terhadap perawatan anak.
Klasifikasi Kekerasan PADA ANAK
 Kekerasan fisik :Yang termasuk dalam katagori ini meliputi
memar, perdarahan internal, perdarahan subkutan, fraktur,
trauma kepala, luka tikam dan luka bakar, keracunan, serta
penganiayaan fisik bersifat ritual.
 Kekerasan Psikologis: kekerasan ini biasa terjadi dalam
kehidupan kita sehari-hari seperti membandingkan
kemampuan anak yang satu dengan lain, tuntutan yang tidak
wajar terhadap anak, menjatuhkan dan tidak menghargai
anak, berkata tidak pantas dan me labeling anak
 Kekerasan seksual : Penganiayaan seksual dapat berupa
inces (penganiayaan seksual oleh orang yang masih
mempunyai hubungan keluarga), hubungan oro-genital,
pornografi, prostitusi, eksploitasi, dan penganiayaan seksual
yang bersifat ritual.
 Pengabaian : Pengabaian disengaja, tetapi dapat juga karena
ketidaktahuan ataupun akibat kesulitan ekonomi.
NEXT…
 Yang termasuk dalam kategori Pengabaian ini meliputi:
1. Pengabaian nutrisi atau dengan sengaja kurang memberikan
makanan, paling sering dilakukan pada bayi yang berat badan
rendah. Gagal tumbuh, yaitu suatu kegagalan dalam pemenuhan
masukan kalori serta kebutuhan emosi anak yang cukup.
2. Pengabaian medis bagi anak penderita suatu penyakit akut atau
kronik sehingga mengakibatkan memburuknya keadaan, bahkan
kematian.
3. Pengabaian pendidikan anak setelah mencapai usia sekolah, dengan
tidak menyekolahkannya.
4. Pengabaian emosional, dimana orangtua kurang perhatian terhadap
anaknya.
5. Pengabaian keamanan anak. Anak kurang pengawasan sehingga
menyebabkan anak mengalami risiko tinggi terhadap fisik dan
jiwanya.
Usia korban kekerasan berdasarkan
kelompok umur
450

400

350

300

250
Laki-laki
200
Perempuan
150

100

50

0
0 - 5 tahun 6 - 12 tahun 13 - 18 tahun
Tindak kekerasan terhadap anak
450

400

350

300

250 Laki-laki

200 Perempuan

150

100

50

0
Fisik Psikis Seksual Eksploitasi Penelantaran Trafficking Lainnya
FENOMENA KEKERASAN SEKSUAL
INDONESIA 1994-2014
Ada dua jenis pelecehan seksual, yakni fisik dan verbal.
 Pelecehan seksual fisik ditandai dengan adanya sentuhan yang
bersifat sensual yang tidak diinginkan oleh korban di area-area
tubuh korban.
 Pelecehan seksual verbal ditandai dengan kata-kata sensual (dapat
berupa rayuan maupun komentar yang bersifat negatif ) yang
ditujukan kepada korban.
Anak-anak dengan latar belakang keluarga miskin, terutama
anak-anak jalanan, sangat rentan menjadi mangsa empuk
para pria yang mengidap kelainan seksual ini.
Tanda dan gejala PSIKOLOGIS terjadi kekerasan seksual
pada anak
 Ketakutan yang luar biasa dan  Perubahan perilaku yang tiba-tiba
mencolok akan seseorang atau (misalnya jadi lebih diam dan
tempat tertentu; patuh, atau sebaliknya jadi
 Respon anak yang tidak beralasan gampang marah);
ketika anak ditanya apakah ia telah  Gangguan tidur (susah tidur, mimpi
disentuh seseorang; buruk, dan ngompol);
 Ketakutan yang tidak beralasan  Menarik diri atau depresi;
akan pemeriksaan fisik;  Kesadaran akan alat kelamin dan
 Menghindari hal-hal terkait buka tindakan serta kata-kata seksual;
pakaian;  Upaya untuk membuat anak lain
 Membuat gambar-gambar yang melakukan tindakan seksual.
menakutkan atau menggunakan
banyak warna merah dan hitam;
Gejala dan Tanda FISIK Kekersan Seksual Pada Anak
 Memar pada alat kelamin atau mulut
 Iritasi kencing
 sakit kerongkongan tanpa penyebab jelas (indikasi seks oral)
 Penyakit menular seksual, seperti gonore atau herpes.
 Enuresis dan konstipasi tanpa sebab
 Pubertas prematur pada wanita
Pada pemeriksaan, dokter akan melihat adanya
perubahan alat kelamin atau anus yang menunjukkan
pelecehan.
Apa Dampaknya Bila Korban Kekerasan Seksual Pada
Anak Tidak Dilakukan Rehabilitasi?
Ada kemungkinan yang bisa terjadi bila trauma psikis yang dialami
anak akibat kekerasan seksual yang menimpanya diabaikan
 Pada anak perempuan, ia bisa memandang kejadian yang
menimpanya sebagai sebuah keterlanjuran, yang akhirnya
mendorongnya untuk memanfaatkan kondisinya untuk mencari
nafkah dengan cara menjajakan diri, seks bebas, ketagihan dan
hubungan seks tidak wajar.
 Pada anak laki-laki potensi membalas dendam kepada pelaku
kekerasan seksual terhadap dirinya lebih besar dalam diri anak lelaki,
hal tersebut juga menimbulkan penyimpangan sosial dalam
masyarakat.
MANIFESTASI KLINIS
 Akibat pada fisik anak, antara lain: Lecet, hematom, luka
bekas gigitan, luka bakar, patah tulang, perdarahan retinaakibat
dari adanya subdural hematom dan adanya kerusakan organ
dalam lainnya. Sekuel/cacat sebagai akibat trauma, misalnya
jaringan parut, kerusakan saraf, gangguan pendengaran,
kerusakan mata dan cacat lainnya. Kematian.
 Akibat pada tumbuh kembang anak. Pertumbuhan dan
perkembangan anak yang mengalami perlakuan salah, pada
umumnya lebih lambat dari anak yang normal, yaitu:
Pertumbuhan fisik anak pada umumnya kurang dari anak2
sebayanya; Perkembangan kejiwaan juga mengalami gangguan,
yaitu: Kecerdasan, retardasi mental, Emosi,Konsep diri, Agresif
dan Hubungan sosial
Ruang Lingkup

Preventif Terapeutik Kuratif


 Intervensi thd
 Bersifat gangguan mental •Intervensi thd
Pencegahan agar ringan gangguan
tdk muncul  Mencegah penyesuaian diri
gangguan mental terjadinya berat
 Dimulai dr gangguan mental •Tdk dirawat di RS
lingkup keluarga lebih berat •Profesional
& sekolah  Perhatian pd kesehatan mental
kelompok rentan
ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN
CHILD ABUSE
Pengkajian: 5. Monitor reaksi orang tua
1. Identifikasi orang tua observasi adanya rasa jijik, takut
atau kecewa dengan jenis kelamin
2. adanya riwayat abuse pada anak yang dilahirkan
orang tua di masa lalu,
depresi, atau masalah 6. pengetahuan orang tua tentang
psikiatri kebutuhan dasar anak dan
perawatan anak
3. situasi krisis yang dapat 7. respon psikologis pada trauma
menimbulkan abuse
8. adekuatan dan adanya support
4. bayi atau anak yang system
memerlukan perawatan 9. situasi Keluarga.
dengan ketergantungan
tinggi
 Evaluasi Diagnostik:
1. Riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik: Penganiayaan
fisik, Pengabaian, Penganiayaan seksual
2. Laboratorium. Jika dijumpai luka memar, perlu dilakuak
skrining perdarahan. Pada penganiayaan seksual,
dilakukan pemeriksaan:
a. Swab untuk analisa asam fosfatase, spermatozoa dalam
72 jam setelah penganiayaan seksual.
b. Kultur spesimen dari oral, anal, dan vaginal untuk
genokokus
c. Tes untuk sifilis, HIV, dan hepatitis B
3. Radiologi.
Diagnosa dan intervensi
Keperawatan
 Risiko mencederai diri sendiri, orang lain, lingkungan
berhubungan dengan perilaku kekerasan.
 Perilaku kekerasan berhubungan dengan Harga diri
rendah, baik pada orang tua atau anak.
 Isolasi social berhubungan dengan perilaku kekerasan,
keluarga yang tidak harmonis.
 Perilaku kekerasan berhubungan dengan koping
keluarga inefektif.
BAGAIMANA
MENCEGAH TERJADINYA
TINDAK KEKERASAN
TERHADAP ANAK
Melibatkan seluruh elemen masyarakat
dan pemerintahan
Anak
Ortu / Pengasuh
Keluarga Luas
Komunitas dan Masy Sipil
Pemerintah Desa
Pem. Kecamatan
Pemkab
Pemprov
Pem Pusat
Komunitas Internasional
PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN
PENGANIAYAAN PADA ANAK
 Pelayanan kesehatan
 Pendidikan
 Penegak hukum dan keamanan
 Media massa
PENCEGAHAN DAN PERLINDUNGAN
ANAK EFEKTIF

Rutgers WPF UNICEF

Pendekatan Berbasis
KELUARGA ANAK

Berbasis
MASYARAKAT
Diperlukan

INTERVENSI TERINTEGRASI
Perlindungan Anak

KELUARGA ANAK
(HARUS MERUBAH MINDSET, (ANAK HARUS TAHU CARA MEMBELA
SEMAKIN PEKA DAN RAMAH PADA DIRI KETIKA TERANCAM)
ANAK)

MASYARAKAT
(HARUS RAMAH DAN LAYAK BAGI
TUMBUH KEMBANG ANAK)
PENDIDIKAN SEKS PADA ANAK
Adalah Pemahaman mengenai segala hal yang terkait dengan
perkembangan seksualitas manusia, meliputi:
 Aspek Fisik dan kesehatan: fungsi, mekanisme kerja, menstruasi,
mimpi basah, kehamilan dan kelahiran.
 Aspek Psikologis: harga diri/kehormatan, perubahan emosi
 Aspek Sosial: peran, perilaku, pakaian sesuai gender
 Aspek Hukum: aturan, kelayakan, sesuai norma, hukum sosial dan
agama
Fokus EDUKASI SEKSUAL pada anak adalah KASIH
SAYANG
DAN KELEKATAN dengan orang tua, Kondisi
Lingkungan Sekolah dan bermain yang kondusif
RUANG LINGKUP MATERI
PENDIDIKAN SEKS PADA ANAK
1. Body awareness dan body integrity.
2. Kenalkan anak dengan 3 jenis sentuhan,
3. Identifikasi jenis kelamin dan perilaku gender
4. Perlindungan diri
5. Toilet Training dan Pemeliharaan Diri
IDENTIFIKASI JENIS KELAMIN DAN
PERILAKU GENDER
 Identifikasi jenis kelamin
 Kenali peran dan prilaku gender
 Bagaimana Pakaian,
 Jenis Mainan.
Pada hal ini Modelling orag tua dan guru
sangat penting dalam membentuk identitas
gender
Berikan informasi dan ajari hal yang benar
tentang seks pada anak. Kalau tidak ..........,
anak akan mencari informasi dari sumber
lain yang belum tentu benar dan
membiarkan dirinya untuk diperlakukan
buruk oleh orang lain

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu


dan keluargamu dari api neraka ... “ (QS 66:6)