Anda di halaman 1dari 49

[CBD (CASE BASED

DISSCUSION)]

Aditya Reza Prianugraha


30101407113
Pembimbing :
dr. Gunawan Kuswondo, Sp.OG
Identitas Pasien
 Nama penderita: Ny. SR
 Umur : 23 tahun
 Jenis kelamin : Perempuan
 No CM : 01.37.XX.XX
 Agama :Islam
 Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
 Pendidikan : SMA
 Status : Menikah
 Alamat : Tambakroto RT 04/01 Sayung Demak
 Status penikahan : Menikah
 Tanggal Masuk : 18 April 2019
 Masuk Jam : 08.10 WIB
 Status Care : BPJS Non PBI


Anamnesis 18 Aprii 2019
Pukul 10.00

Keluhan Utama :
Keluar air merembes dari jalan lahir
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien G1P0A0 usia 23 tahun hamil 38 minggu
datang dengan keluhan keluar air dari jalan lahir
sejak pukul 15.00 WIB SMRS saat bangun tidur.
Cairan yang keluar berwarna bening, lengket,
berbau, dan lender (+), darah (-). Pasien mengaku
pernah merasa kenceng-kenceng namun masih
jarang. Demam (-). Gerakan janin (+)
Riwayat Menstruasi
 Menarche : 12 tahun
 Siklus mestruasi : teratur, 28 hari
 Lama menstruasi : 5-7 hari
 Dismenore : (-)
 Leukore : (-)
 Menopause : (-)
Riwayat Obstetri Riwayat ANC

• Di bidan Pemeriksaan
• G1P0A0 kehamilan dilakukan 1
bulan sekali dan
G1 : Hamil sekarang
diberikan vitamin dan
• HPHT suplemen besi.
:18/11/2018
• Tidak ada pesan khusus
• HPL : 25/8/2019 dari bidan mengenai
• Usia Kehamilan : 38 keadaan kehamilannya.
minggu • Riwayat suntik TT (+)
Riwayat Perkawinan dan KB
Riwayat Perkawinan
• Pasien menikah yang pertama kali dengan
suami yang sekarang.
• Usia pernikahan ± 1 tahun.

Riwayat KB : (-)
Riwayat Penyakit Dahulu

o Riwayat hipertensi (-).


o Riwayat penyakit jantung (-)
o Riwayat penyakit paru(-)
o Riwayat DM (-)
Riwayat Penyakit Keluarga

o Riwayat hipertensi (-)


o Riwayat penyakit jantung (-)
o Riwayat penyakit paru (-)
o Riwayat DM (-)
Riwayat Sosial Ekonomi

 Pasien adalah ibu rumah tangga,


pekerjaan suami wiraswasta, untuk
biaya kesehatan ditanggung
pemerintah (BPJS NON PBI).
 Kesan ekonomi : cukup
Riwayat Gizi

Selama kehamilan pasien tidak ada


gangguan nafsu makan, tidak mual
dan muntah selama usia kehamilan
trimester pertama sampai
pertengahan trimester kedua
Pemeriksaan Fisik
KU , Vital Sign, Status Gizi

• Keadaan Umum : Baik Vital Sign :


• Kesadaran : ▸ Tensi : 120/70 mmHg
Compos Mentis ▸ Nadi : 80 x/menit
• TB : 146 cm ▸ RR : 16 x/menit
• BB : 54 kg ▸ Suhu : 38,1 °C
• BMI : 25
kg/m2 (Normoweight)
Status Internus
• Kepala : Mesocephale
• Mata : Conjungtiva anemis (-/-), sclera ikterik
(-/-)
• Hidung : Discharge (-), nafas cuping hidung (-)
• Telinga : Discharge (-), bentuk normal
• Mulut : Bibir sianosis (-), bibir kering (-)
• Tenggorokan : Faring hiperemis (-), pembesaran tonsil
(-)
• Leher : Simetris, pembesaran kelenjar
limfe (-)
• Kulit : Turgor baik, ptekiae (-)
• Mamae : Simetris, tegang (+/+), hiperpigmentasi
(+/+), puting menonjol (+/+)
Jantung
Inspeksi : Hemithorax dekstra dan sinistra simetris
Palpasi : Stemfremitus dekstra dan sinistra sama,
nyeri tekan (-)
Perkusi : Sonor seluruh lapang paru
Auskultasi : Suara dasar vesikuler, suara tambahan (-)

Paru-Paru
Inspeksi : Ictus cordis tidak tampak
Palpasi : Ictus cordis tidak teraba
Perkusi : Redup, batas-batas jantung tidak
dapat ditentukan karena terhalang oleh pembesaran
pada mamae
Auskultasi : Suara jantung I dan II murni, regular,
suara tambahan (-)
Abdomen

Inspeksi : Cembung, striae gravidarum (+), bundle of ring (-), bekas


operasi (-)
Auskultasi : Bising Usus (+) Normal
Perkusi : Timpani, Hepar pekak (+), liver span (dextra 11 cm,
sinistra 6 cm)
Lien : troube space (+),
Ginjal : nyeri ketok ginjal (-),
Pekak sisi (-), Pekak alih (-)
Palpasi : Nyeri tekan abdomen (-) , Hepar tidak teraba membesar,
lien schuffner (0), ginjal tidak teraba membesar defans muskular
(-), undulasi tes (-), shifting dullnes (-)
Ekstremitas

Superior Inferior
Oedem -/- -/-
Varises -/- -/-
Reflek fisiologis +/+ +/+
Reflek patologis -/- -/-
Status Obstetrik
Abdomen
Inspeksi : Perut tampak membesar,membujur, striae gravidarum (+),
linea nigra (+), bekas operasi (-)
Palpasi :
– Leopold I : teraba bagian janin besar, bulat dan lunak.
(bokong)
– Leopold II : teraba tahanan memanjang di sebelah kanan
dan
bagian kecil-kecil di sebelah kiri. (puka)
– Leopold III : bagian bawah janin teraba bulat, besar, dan
keras. (kepala)
– Leopold IV : Bagian terbawah janin belum masuk PAP
– TFU : 32 cm
• TBJ : (32-11) x 155 = 3100 gram
• His : Jarang
Auskultasi : DJJ 11-12-12
Genitalia
• Externa : lendir (+), darah (-), air ketuban (-),luka
parut (-), varices(-), oedem vagina (-). Anus : hemoroid (-)
• Interna / Vagina Toucher
– Vulva : tenang
– Pembukaan : 1 cm
– Penipisan :0%
– Portio : tebal,keras,posterior
– Kulit ketuban : (-)
– Bagian bawah janin :-
– POD :-
– Hodge :I
• Sarung tangan lendir (+), darah (-)
• Inspikulo : Cairan dari Ostium Uteri
Eksternum (+), Darah (-)
• Bishop’s score : 2
Pemeriksaan Penunjang
PEMERIKSAAN HASIL NILAI RUJUKAN SATUAN

HEMATOLOGY

Hemoglobin 13,8 11,7-15,5 g/dl

Hematokrit 42,1 33-45 %

Leukosit 14,90 (H) 3,6-11,0 Ribu/uL

Trombosit 281 150-440 Ribu/Ul

Golongan darah/Rh O/Positif -

IMUNOSEROLOGI

HbsAg kualitatif Non reaktif Non reaktif -

KIMIA

GDS 57 (L) 75-110 mg/dl


URINE Mikroskopis
Warna Kuning Epitel sel 5-6 5-15 /LPK
Kejernihan Jernih Eritrosit 0-1 0-1 /LPB
Protein Neg <30 (Negatif) mg/dl Leukosit 1-3 3-5 /LPB
Reduksi Neg <15 (Negatif) mg/dl Silinder 0 0-1 /LPK
Bilirubin Neg <1 (Negatif) mg/dl (hialin)
Reaksi/Ph 6,0 4,8-7,4 - Parasit - Negatif -
Urobilinogen 0,2 <2 mg/dl Bakteri Positif 1 Negatif -
Benda keton Neg <5 (Negatif) mg/dl Jamur - Negatif -
Nitrit Neg Negatif - Kristal - -
Berat jenis 1.020 1.015-1.025 - Benang mucus - -
Blood Neg <5 (Negatif) Eri/uL
Leukosit Neg <10 (Negatif) Leu/uL Tes Lakmus : (+)
RESUME

Pasien G1P0A0 usia 23 tahun hamil 38 minggu datang dengan keluhan


keluar air dari jalan lahir dan sekarang masih merembes sejak pukul
15.00 WIB SMRS saat bangun tidur. Cairan yang keluar berwarna
bening, lengket, berbau, dan terdapat lendir. Darah (-), demam (-).
Pasien mengaku merasa kenceng-kenceng namun masih jarang.
Pasien masih merasakan adanya gerakan janin.
Riwayat Obstetri :
G1P0A0
HPHT : 18– 11 - 2018
HPL : 25 - 8 – 2019
Usia kehamilan : 38 minggu
Status present : keadaan umum baik
RESUME
Status Obstetri :

a. Inspeksi : Perut tampak membesar, striae gravidarum (+), linea


nigra (+), bekas operasi (-)
b. Palpasi :
Leopold I : teraba bagian janin besar, bulat dan lunak. (BOKONG)
Leopold II : teraba tahanan memanjang di sebelah kanan dan bagian
kecil-kecil di sebelah kiri. (PUKA)
Leopold III : bagian bawah janin teraba bulat, besar, dan keras. Tidak
bisa digoyang (KEPALA)
Leopold IV : Bagian terbawah janin belum masuk PAP
TFU : 32cm
TBJ : (32-11) x 155 = 3100 gram
His : jarang
c. Auskultasi : DJJ 11-12-12
[DIAGNOSIS]

Pasien G1P0A0 usia 23 tahun hamil 38


minggu, janin tunggal, hidup intrauterin,
letak kepala, kepala belum masuk PAP U,
punggung kanan, dengan ketuban pecah
dini pada kehamilan aterm.
TATALAKSANA
 Rawat inap
 Pengawasan : KU, vital sign, PPV, DJJ.
 Infus RL 20 tpm
 Cefotaxim 2x1
 Bedrest total
 Motivasi SC
EDUKASI
– Memberitahu kepada pasien dan keluarga
resiko ketuban pecah dini.
– Memberitahu kepada pasien dan
keluarga tujuan dilakukan SC.
– Memberitahu pasien untuk istirahat total.
PROGNOSIS
• Kehamilan : dubia ad bonam
• Persalinan : dubia ad bonam
FOLLOW UP
Jumat, 18 April 2019 pukul 09.30 WIB
S Keluar cairan ketuban sejak 15.00 WIB (Kamis, 17 April 2019)
O KU : Baik
Kesadaran : composmentis
TD:120/70 mmHg, N:80x/menit, RR:16x/menit, suhu:38°C
VT: pembukaan 1 cm, KK (-)
TFU: 32 cm
DJJ: 11.12.12
His : Jarang
PPV : (-)

A G1P0A0 usia 23 tahun hamil 38 minggu, janin tunggal, hidup


intrauterin, letak kepala U, punggung kanan, belum inpartu dengan
ketuban pecah dini pada kehamilan aterm.
P Infus RL 20 tpm
Inj. Cefotaxim 2x1
Bedrest total
Motivasi SC
Jumat, 18 April 2019 pukul 11.45 WIB
S keluar cairan ketuban, kenceng-kenceng
O KU : Baik
Kesadaran : composmentis
TD: 100/70 mmHg, N:82x/menit, RR:20x/menit, suhu: 38,1°C
His: jarang
DJJ: 11.12.11
VT: pembukaan 3 cm, KK (-)
PPV : (-)

A G1P0A0 usia 23 tahun hamil 38 minggu, janin tunggal, hidup intrauterin,


letak kepala U, punggung kanan, belum inpartu dengan ketuban pecah
dini pada kehamilan aterm.
P Infus RL 20 tpm
Inj. Cefotaxim 2x1
Bedrest total
Puasa
Pro SC jam 13.00 WIB
Jumat, 18 April 2019 pukul 15.30 WIB
S Kaki masih kaku, nyeri bekas operasi
O KU : Baik
Kesadaran : composmentis
TD: 120/80 mmHg, N:82x/menit, RR:20x/menit, suhu: 38,1°C
Skala nyeri 6
ASI +/+
Kontraksi : keras

A P1A0

P Monitor KU, TTV, PPV, kontraksi


Cefotaxime 2x125 mg
Sabtu, 19 April 2019 pukul 06.00 WIB
S nyeri bekas operasi
O KU : Baik
Kesadaran : composmentis
TD: 110/80 mmHg, N:82x/menit, RR:20x/menit, suhu: 37°C
Skala Nyeri 6

A P1A0 Post SC H1

P Monitor KU, TTV, PPV


Besok aff infus + DC
Vit B komplek dan Vit C 2x1
Bacitracin 2x1
Methergin 2x1
Minggu, 20 April 2019 pukul 07.00
S Nyeri berkurang, Pasien latihan duduk

O KU : baik
Kesadaran : Composmentis
TD : 120/80 mmHg, N : 80x/menit, RR : 20x/menit, suhu : 36,7°C

A P1A0 Post SC H2

P Monitor KU dan TTV


Anjurkan untuk mobilisasi
Senin, 21 Januari 2019 Pukul 10.00
S Nyeri post SC berkurang

O KU : baik
Kesadaran : Composmentis
TD : 110/70 mmHg, N : 80x/menit, RR : 20x/menit, suhu : 36°C

A P1A0 Post SC H3

P Monitoring KU, TTV


Pantau kondisi luka (Besok GB)
Terapi : Bacytracin 2x1
Vit C, BC 2x1
TINJAUAN PUSTAKA
DEFINISI
KPD
Ketuban pecah dini atau spontaneus /
early / premature rupture of membrans
(PROM) merupakan keadaan pecahnya
selaput ketuban secara spontan pada
saat belum menunjukkan tanda - tanda
persalinan / inpartu
Klasifikasi
KPD PRETERM
Ketuban pecah dini preterm adalah pecah ketuban yang
terbukti dengan vaginal pooling, tes nitrazin dan, tes fern KPD sangat preterm adalah pecah ketuban saatumur
atau IGFBP-1 (+) pada usia <37 minggu sebelum onset kehamilan ibu antara 24 sampai kurang dari 34 minggu
persalinan.

KPD ATERM
Ketuban pecah dini/ premature rupture of membranes (PROM) adalah pecahnya ketuban sebelum waktunya yang
terbukti dengan vaginal pooling, tes nitrazin dan tes fern (+), IGFBP-1 (+) pada usia kehamilan ≥ 37 minggu
Faktor Predisposisi
 Infeksi yang terjadi secara langsung pada selaput
ketuban, asenderen dari vagina atau infeksi pada
cairan ketuban
 Servik yang inkompetensia, kanalis sevikalis yang
selalu terbuka oleh karena kelainan pada servik uteri
(akibat persalinan, curetage).
 Tekanan intra uterin yang meningkat secara berlebihan
misalnya trauma, hidramnion, gemelli.
 Kelainan letak misalnya sungsang sehingga tidak ada
bagian terendah yang menutupi pintu atas panggul
(PAP) yang dapat menghalangi tekanan terhadap
membrane bagian bawah
Patofisiologi
Pooling
KPD Ferning

Cairan dari fornix


Kumpulan posterior di tempatkan
cairan amnion pada objek glass dan
pada fornix didiamkan dan cairan
posterior amnion tersebut akan
Nitrazine Test memberikan gambaran
seperti daun pakis.

Kertas nitrazin
merah akan
jadi biru.
Pemeriksaan Penunjang
Dengan tes lakmus, cairan amnion akan mengubah kertas
lakmus merah menjadi biru.
Pemeriksaan darah rutin, kemungkinan ada infeksi.
USG untuk menentukan indeks cairan amnion, usia kehamilan,
letak janin, letak plasenta, gradasi plasenta serta jumlah air
ketuban.
Kardiotokografi untuk menentukan ada tidaknya kegawatan
janin secara dini atau memantau kesejahteraan janin. Jika ada
infeksi intrauterin atau peningkatan suhu, denyut jantung janin
akan meningkat.
Amniosintesis digunakan untuk mengetahui rasio lesitin-
sfingomielin dan fosfatidilsterol yang berguna untuk
mengevaluasi kematangan paru janin.
Penatalaksanaan
Konservatif
• Rawat di rumah sakit.
• Berikan antibiotik (ampisilin 4 x 500 mg atau eritromisin bila tidak tahan dengan ampisilin dan
metronidazol 2 x 500 mg selama 7 hari).
• Jika umur kehamilan < 32 minggu, dirawat selama air ketuban masih keluar atau sampai air
ketuban tidak keluar lagi.
• Jika umur kehamilan 32-37 minggu, belum inpartu, tidak ada infeksi, tes busa negatif : beri
deksametason, observasi tanda-tanda infeksi dan kesejahteraan janin. Terminasi pada kehamilan
37 minggu.
• Jika usia kehamilan 32-37 minggu, sudah inpartu, tidak ada infeksi, berikan tokolitik
(salbutamol), deksametason dan induksi sesudah 24 jam.
• Jika usia kehamilan 32-37 minggu, ada infeksi, beri antibiotik dan lakukan induksi.
• Nilai tanda-tanda infeksi (suhu, leukosit, tanda-tanda infeksi intrauterin).
• Pada usia kehamilan 32-34 minggu, berikan steroid untuk memacu kematangan paru janin dan
kalau memungkinkan periksa kadar lesitin dan spingomielin tiap minggu. Dosis betametason 12
mg sehari dosis tunggal selama 2 hari, deksametason i.m 5 mg setiap 6 jam sebanyak 4 kali.
Aktif
• Kehamilan > 37 minggu, induksi dengan oksitosin, bila gagal pikirkan seksio caesaria.
Dapat pula diberikan misoprostol 50µg intravaginal tiap 6 jam maksimal 4 kali.
• Bila ada tanda-tanda infeksi, berikan antibiotika dosis tinggi dan persalinan diakhiri
jika :
− Bila skor pelvik < 5, lakukanlah pematangan serviks, kemudian induksi. Jika tidak
berhasil, akhiri persalinan dengan seksio sesarea.
− Bila skor pelvik > 5, induksi persalinan, partus pervaginam.
Komplikasi
 Persalinan Prematur
 Partus lama/macet
 Infeksi maternal/janin
 Oligohidramnion  tali pusar
tertekanhipoksiaGawat janin
 Sindroma deformitas janin
TERIMA KASIH