Anda di halaman 1dari 33

PENILAIAN STATUS GIZI

(PSG)

RAMADHANA KOMALA, S.Gz., M.Si.


KOMPETENSI KHUSUS

Setelah mengikuti kegiatan tutorial Anda mampu:


 Menjelaskan pengertian, tujuan, dan kegunaan penilaian
status gizi secara langsung dan tidak langsung
 Menyebutkan tentang jenis dan perbedaan berdasarkan
masing-masing cara yaitu langsung dan tidak langsung
 Menyebutkan jenis parameter dan cara menggunakan
parameter tersebut
 Menentukan pengklasifikasian status gizi
OUTLINE PRESENTASI

Penilaian Metode Faktor


Status Gizi Metode
Definisi Langsung Tidak Pemilihan
(PSG) Langsung PSG
DEFINISI
Apa itu GIZI ?

Apa itu Zat Gizi?

Apa itu Status Gizi?


DEFINISI
 Gizi: Nutrition
keseimbangan antara zat gizi yang masuk ke dalam tubuh
(intake) dan yang digunakan untuk keperluan proses
pertumbuhan, aktivitas dan lainnya.
 Zat Gizi: Nutrient
zat-zat makanan yang diperlukan oleh tubuh untuk berbagai
proses pertumbuhan, aktivitas, pemeliharaan proses biologis,
proses penyembuhan penyakit dan daya tahan
 Status Gizi: Nutritional Status
Keadaan yang ditunjukkan sebagai konsekuensi dari
keseimbangan antara zat gizi yang masuk ke dalam tubuh
dan yang diperlukan.
PENILAIAN STATUS GIZI

 Malnutrition merupakan salah satu masalah kesehatan


masyarakat.

 Data dasar sangat penting dalam rangka membuat


perencanaan yang akurat dan logis.

 Dalam program intervensi gizi diperlukan identifikasi dan


deteminan, besarnya masalah gizi pada masyarakat.
Penilaian status gizi ditujukan untuk individu maupun
kelompok/masyarakat.

Tujuan umum:
 Mengumpulkan data dasar tentang status gizi yang
digunakan sebagai dasar pembuatan perencanaan,
rumusan dan modifikasi kegiatan untuk meningkatkan
gizi dan kesehatan pada populasi.
 Khusus:
• mengidentifikasi jenis masalah gizi,
• menentukan faktor determinan dan distribusi masalah
gizi
METODE PENILAIAN STATUS GIZI

•Metode Langsung
1

•Metode Tidak Langsung


2
METODE PENILAIAN STATUS GIZI

PSG LANGSUNG PSG TIDAK LANGSUNG

• ANTROPOMETRI • SURVEI KONSUMSI


• KLINIS MAKANAN
• BIOKIMIA • STATISTIK VITAL
• BIOFISIK • FAKTOR EKOLOGI
Metode Langsung
Metode langsung didasarkan terhadap perubahan atau tanda
fisik yang dipercaya berkaitan dengan gizi yang tidak
memadai:
Antropometri

Klinis

Biokimia

Biofisik
Metode Tidak Langsung
Penilaian status gizi secara tidak langsung dapat
dibagi menjadi 3 yaitu:

1 Survei Konsumsi Makanan

2 Statistik Vital

3 Faktor Ekologi
Metode Langsung
ANTROPOMETRI
 Pengertian
Merupakan ukuran tubuh manusia. Ditinjau dari sudut pandang
gizi, antropometri gizi berhubungan dengan berbagai macam
pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh

 Penggunaan
Antropometri secara umum digunakan untuk melihat
ketidakseimbangan asupan protein dan energi.
Ketidakseimbangan terlihat dari pola pertumbuhan fisik dan
proporsi jaringan tubuh seperti lemak, otot, dan jumlah air pada
tubuh
ANTROPOMETRI
 Kelebihan
• Objektif
• Dapat digunakan dalam pemantauan pertumbuhan, skrining dan
survailance.
• Dapat dilaksanakan dengan sumberdaya minimum sebagai dasar
intervensi dan rehabilitasi

 Kekurangan:
• Kesalahan pengukuran
• masalah presentasi data dan pemilihan reference (standart).
 Ukuran yang digunakan: BB, TB/PB, LLA, TLBK, RLPP
ANTROPOMETRI
Ukuran yang biasa digunakan

Tebal Rasio
Lingkar
Berat Tinggi Panjang
Lengan
Lemak Lingkar
Badan Bawah Pinggang
Badan Badan Atas dan Panggul
Kulit
ANTROPOMETRI

Apakah benar bahwa


badan Anda gemuk?
INDEKS MASSA TUBUH (IMT)
IMT = BB (kg)
TB2 (m)

Kategori Ambang Batas IMT untuk orang Indonesia


Kategori IMT
Kurus Kekurangan BB tingkat berat < 17,0

Kekurangan BB tingkat ringan 17,0-18,5

Normal > 18,7-25,0

Gemuk Kelebihan BB tingkat ringan > 25,0-27,0

Kelebihan BB tingkat berat > 27,0


KLINIS
 Pengertian
Pemeriksaan yang sangat penting untuk menilai status gizi
masyarakat. Metode ini berdasarkan perubahan” yang terjadi dan
dihubungkan dengan ketidakcukupan gizi
 Penggunaan
Pada umumnya untuk survei klinis secara cepat. Survei ini
dirancang untuk mendeteksi secara cepat tanda” klinis umum dari
kekurangan salah satu atau lebih zat gizi. Di samping itu,
digunakan untuk mengetahui tingkat status gizi dengan
melakukan pemeriksaan fisik yaitu tanda (sign) dan gejala
(symptom) atau riwayat penyakit.
KLINIS
Kelebihan:
• Dapat diterapkan pada populasi yang besar dan waktu terbatas.
• Tidak memerlukan alat yang canggih
• Dengan training, supervisi dan pedoman praktis, yang kurang pengalaman
dapat menentukan tanda-tanda klinis.

Kekurangan:
• Tanda klinis tidak spesifik
• Overlapping---> tanda klinik tidak hanya gizi tetapi banyak faktor.
• Bias of the observer ---> kaitannya dengan training bukan medis.
• Bias of the obverser ----> kaitannya dengan cara pelaporan yang belum
distandardisasi.
BIOKIMIA
 Pengertian
Penilaian status gizi dengan biokimia yaitu pemeriksaan spesimen
yang diuji secara laboratoris yang dilakukan pada berbagai
macam jaringan tubuh, seperti: darah, urine, tinja, dan beberapa
jaringan seperti otot dan hati.
 Penggunaan
Metode ini digunakan untuk suatu peringatan bahwa
kemungkinan akan terjadi keadaan malnutrisi yang lebih parah
lagi. Banyak gejala klinis yang kurang spesifik, maka penentuan
kimia faali dapat lebih banyak menolong untuk menentukan
kekurangan gizi yang spesifik.
BIOKIMIA
Kelebihan:
• Dapat mendeteksi awal defisiensi gizi
• Menedeteksi defisiensi zat gizi spesifik
• Objektif
Kekurangan:
• Lebih mahal
• Perlu waktu
• Masalah interpretasi hasil
BIOFISIK
 Pengertian
Penentuan gizi secara biofisik merupakan metode penentuan
status gizi dengan melihat kemampuan fungsi (khususnya
jaringan) dan melihat perubahan struktur dari jaringan.
 Penggunaan
Pada umumnya untuk digunakan dalam situasi tertentu seperti
kejadian buta senja epidemik. Cara yang digunakan adalah tes
adaptasi gelap
BIOFISIK
Kelebihan:
• Dapat diterapkan pada populasi yang besar dan waktu terbatas.
• Tidak memerlukan alat yang canggih
• Dengan training, supervisi dan pedoman praktis, yang kurang pengalaman
dapat menentukan tanda-tanda klinis.

Kekurangan:
• Tanda klinis tidak spesifik
• Overlapping---> tanda klinik tidak hanya gizi tetapi banyak faktor.
• Bias of the observer ---> kaitannya dengan training bukan medis.
• Bias of the obverser ----> kaitannya dengan cara pelaporan yang belum
distandardisasi.
Metode Tidak Langsung
SURVEI KONSUMSI MAKANAN

 Pengertian
Merupakan metode penentuan status gizi secara tidak langsung
dengan melihat jumlah dan jenis zat gizi yang dikonsumsi
 Penggunaan
Pengumpulan data konsumsi makanan dapat memberikan
gambaran tentang konsumsi berbagai zat gizi pada masyarakat,
keluarga, dan individu. Survei ini dapat mengidentifikasi
kelebihan dan kekurangan zat gizi
SURVEI KONSUMSI MAKANAN
Survei Konsumsi Makanan
 Menilai kuantitas dan kualitas diet individu dan populasi

• Family food account


• Foof record Household food consumption
• Food list method

• Food recall
• Food weighing Individual food consumption
• Diet history
STATISTIK VITAL
 Pengertian
Pengukuran gizi dengan menggunakan statistik vital dengan
menganalisis data beberapa statistik kesehatan seperti angka
kematian berdasarkan umur, angka kesakitan dan kematian akibat
penyakit tertentu dan lainnya yang berhubungan dengan gizi
 Penggunaan
Penggunaannya dipertimbangkan sebagai bagian dari indikator
tidak langsung pengukuran status gizi masyarakat
STATISTIK VITAL
Berbagai statistik yang berkaitan dengan dengan lahir, mati
dan sakit.
Misalnya:
 Age spesific mortality rate
 Infant Mortality Rate
 Maternal Mortality Rate
 Morbidity Rate
 Incidence
 Prevalence
FAKTOR EKOLOGI
 Pengertian
Malnutrisi merupakan masalah ekologi sebagai hasil interaksi
beberapa faktor fisik, biologis, dan lingkungan serta budaya.
Jumlah makanan yang tersedia sangat tergantung dari keadaan
ekologi seperti iklim, tanah, irigasi, dll.
 Penggunaan
Pengukuran faktor ekologi dipandang sangat penting untuk
mengetahui penyebab malnutrisi di suatu masyarakat sebagai
dasar untuk melakukan program intervensi gizi.
Faktor dalam Pemilihan Metode PSG
1. Tujuan
 Misal: melihat perubahan fisik ---> antropometri
 Status vitamin dan mineral ---> biokimia
2. Unit sampel yang diukur
 Community ----> antropometri
3. Jenis informasi yang dibutuhkan
 Informasi asupan ---> survei konsumsi
 HB ---> biokimia
 BB/TB ----> antropomteri
 Situasi sosek ----> faktor ekologi
Faktor dalam Pemilihan Metode PSG

4. Tingkat reliabilitas dan akurasi yang dibutuhkan


5. Tersedianya fasilitas, peralatan dan tenaga.
6. Waktu
 Terbatas ----> antropometri
7. Dana
 Terbatas ---> cari metode yang murah tetapi akurasinya bagus.
TERIMA KASIH