Anda di halaman 1dari 14

PAROTITIS

MIQDAD ARYA PUTRA 1840312276


DWITRI RAMADHANA DIRIZKY 1840312220

PRESEPTOR : DR. FACHZI FITRI, SP.THT-KL(K), MARS


ANATOMI PAROTIS
DEFINISI

• Parotitis ialah penyakit akut, menular dengan gejala khas pembesaran kelenjar
ludah terutama kelenjar parotis
• Parotitis merupakan self limiting disease yang disebabkan oleh infeksi virus yang
paling sering terjadi di sekolah-usia anak dan remaja.
EPIDEMIOLOGI

• Virus menyebar melalui kontak langsung, air ludah, muntah yang bercampur
dengan saliva, dan urin.
• Golongan umur yang terkena 5 – 15 tahun. Juga ditemukan pada usia dibawah
30 tahun. Parotitis kadang juga terjadi pada usia dibawah 4 tahun dan diatas
40 tahun
ETIOLOGI

• Parotitis adalah penyakit virus sistemik yang disebabkan oleh virus ribonucleic
acid (RNA) spesifik, yang dikenal sebagai rubulavirus (virus mumps).
Rubulavirus termasuk dalam genus paramyxovirus dan merupakan famili
paramyxoviridae
PATOFISIOLOGI
MANIFESTASI KLINIS

• Masa inkubasi berkisar dari 14-24 hari dengan puncak pada hari ke-17 dan
18. Pada anak, manifestasi prodormal jarang terjadi tetapi mungkin tampak
bersama dengan demam (suhu badan 38,5 – 40 derajat celcius), sakit kepala,
nyeri otot, kehilangan nafsu makan, nyeri rahang bagian belakang saat
mengunyah dan adakalanya disertai kaku rahang (sulit membuka mulut), dan
malaise.
• Awalnya ditandai dengan nyeri dan pembengkakan parotis yang khas, mula-
mula mengisi rongga antara tepi posterior mandibula dan mastoid kemudian
meluas dalam deretan yang melengkung ke bawah dan ke depan, di atas
dibatasi oleh zigoma.
• Pembengkakan terjadi dengan cepat dalam waktu beberapa jam dengan
puncak pada 1-3 hari.
• Sangat mudah menular

• Masa tunas/inkubasi: 12-26 hari (≈18 hari)

• Masa tular/infektiviti:
2-4 hari sebelum pembengkakan parotis &
9 hari sesudah pembengkakannya mulai.
DIAGNOSIS

• ANAMNESIS
• PEMERIKSAAN FISIK
• PEMERIKSAAN PENUNJANG
TATALAKSANA

• Parotitis merupakan penyakit yang bersifat self-limited (sembuh / hilang sendiri)


yang berlangsung kurang lebih dalam satu minggu. Tidak ada terapi spesifik
bagi infeksi virus mumps oleh karena itu pengobatan parotitis seluruhnya
simptomatis dan suportif.
PENCEGAHAN

• Pencegahan terhadap parotitis dapat dilakukan secara imunisasi pasif dan imunisasi aktif.
• Pasif
Gamma globulin parotitis tidak efektif dalam mencegah parotitis atau mengurangi komplikasi.
• Aktif
Dilakukan dengan memberikan vaksinasi dengan virus parotitis epidemika yang hidup tapi telah dirubah
sifatnya (mumpsvax-merck, sharp and dohme) atau diberikan subkutan pada anak berumur 15 bulan.
Vaksin ini tidak menyebabkan panas atau reaksi lain dan tidak menyebabkan ekskresi virus dan tidak
menular. Menyebabkan imunitas yang lama dan dapat diberikan bersama vaksin campak dan rubella
(MMR yakni vaksin mumps, morbili, rubella).
TERIMAKASIH