Anda di halaman 1dari 23

“Teknik Sampling

dalam Peneltian
Kuantitatif”
Desty Hani Aulia 165030201111141
Ainun Oktaviani Putri 165030201111067
Nur Aini Hana Pratiwi 165030207111008
Fara Karamina Saujana S 165030207111101
Fitri Larasari 165030207111133
Pembahasan

1 Pengertian Populasi dan Sample

2 Pengertian Unit Analisis dalam Peneltian Kuantitatif

3 Macam dan Teknik Pengambilan Sample

4 Besaran Sample dan Presisi


Populasi dan Sample
Pengertian Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas
obyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tert
entu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan
Populasi kemudian ditarik kesimpulannya.
Pengertian Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi
tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang
ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga, dan waktu, maka
peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut. Apa yang
dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi.
Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representative
(mewakili).
Unit Analisis
 Unit analisis adalah satuan yang diteliti yang bisa berupa individu, kelompok
, benda atau suatu latar peristiwa sosial seperti misalnya aktivitas individu
atau kelompok sebagai subjek penelitian.

 Dari cara mengungkap unit analisis data dengan menetapkan kriteria respon
den tersebut, peneliti dengan sendirinya akan memperoleh siapa dan apa ya
ng menjadi subjek penelitiannya. Dalam hal ini peneliti akan mencoba
menemukan informan awal yakni orang yang pertama memberi informasi
yang memadai ketika peneliti mengawali aktivitas pengumpulan data
Teknik Pengambilan Sample
Teknik
Sampling

Probability Non Probability


Sampling Sampling

•Simple Random Sampling Sistematic Sampling


•Proportionate Stratified Random Quota Sampling
Sampling Accidental Sampling
•Disproportionate Stratified Puposive Sampling
Random Sampling
Sampling Jenuh
•Cluster Sampling
Snowball Sampling
A. Probability Sampling
1. Dinyatakan simple (sederhana) karena 3. Disproportionate Stratified Random
pengambilan sampel anggota populasi dil Sampling digunakan untuk
akukan secara acak tanpa memperhatika menentukan jumlah sampel
n strata yang ada dalam populasi itu. bila populasinya
• dilakukan bila anggota populasi di berstrata tetapi kurang proporsional.
anggap homogen,
• jumlah unit sampling dalam suatu
populasi tidak terlalu besar.

3. Disprop
2. Proporti
ortionate
1.Simple onate Strat 4. Cluster
Stratified
Random ified Rando Sampling
Random
Sampling m Samplin
Sampling
g

2. Biasa digunakan pada populasi 4. Digunakan bilamana populasi tidak terdiri


yang mempunyai susunan bertingkat dari individu-individu, melainkan terdiri dari
atau berlapis-lapis. Teknik ini digunaka kelompok-kelompok individu atau cluster.
n bila populasi mempunyai anggota/un Teknik sampling daerah digunakan untuk m
sur yang tidak homogen dan berstrata enentukan sampel bila objek yang akan dite
secara proporsional. liti atau sumber data sangat luas.
B. Non Probability Sampling

Sampling Sistematis Sampling Jenuh


Bila semua anggota populasi
Berdasarkan urutan
digunakan sebagai sample

Sampling Kuota Snowball Sampling


Mempunyai ciri-ciri tertentu sampai Jumlah sample semakin lama semakin
jumlah yang diinginkan banyak

Sampling Aksidental

Berdasarkan kebetulan

Sampling Puposive

Dengan pertimbangan tertentu


C. Pemilihan Jenis Teknik Sampling

Randomisasi

Reliabilitas Efisiensi
Besaran Sample dan
Presisi
Derajat Keseragaman Po
Besaran Sampel pulasi (degree of homoge
nity).
1. Besaran sampel atau ukuran sa
mpel(sample size) adalah banya
knya individu, subjek atau eleme
n dari populasi yang diambil seb Tingkat Presisi (level of p
agai sampel recisions) yang digunaka
2. Besaran atau ukuran sampel sa Sebelum menentukan be n
ngat tergantung dari besaran tin saran sampel terdapat be
gkat ketelitian atau kesalahan ya berapa aspek yang harus
ng diiginkan peneliti dipertimbangkan yaitu
3. Ukuran sampel atau besarnya s
ampel yang diambil dari populasi Rancangan Analisis
merupakan salah satu faktor pen
entu tingkat kerepresentatifan sa
mpel yang digunakan.
Alasan-alasan tertentu ya
ng berkaitan dengan kete
rbatasan-keterbatasn yan
g ada pada peneliti,
Jika tingkat homogenitas populasinya tinggi atau
bahkan sempurna, maka ukuran sampel yang diambil
Derajat Keseragaman boleh kecil, sebaliknya jika tingkat homogenitas populas
Populasi (degree of inya rendah (tingkat heterogenitasnya tinggi) maka ukur
homogenity) an sampel yang diambil harus besar. Untuk menentukan
tingkat homogenitas populasi sebaiknya dilakukan uji
homogenitas dengan menggunakan uji statistik tertentu.
Tingkat Presisi (level of precisions) yang digunakan

Presisi adalah ukuran dari seberapa konsistensi alat ukur ketika melakukan pengukuran terhadap sampel,
Presisi mengacu pada persoalan sedekat mana statistik dengan parameternya.
Pada hasil survei berdasarkan sampel yang kita dapat, Diketahui rata-rata p
endapatan orang indonesia yaitu sebesar Rp.5juta, sedangkan berdasarkan perhitunga
n badan pemerintah berdasarkan hasil sensus, rata-rata pendapatan orang Indonesia a
dalah sebesar Rp.5,2 juta. Dari kedua sampel ini terdapat perbedaan dalam estimasi s
Contoh

endiri sebesar 0,2 yang disebut sampling error. Semakin kecil perbedaan tersebut, Mak
a semakin tinggi tingkat presisi sampel kita.
Presisi sendiri berkaitan dengan interval konfidensi (CI), misalnya CI kita R
p.4,75juta – Rp.5,25juta. Karena statistik yang diketahui sebesar Rp.5juta, maka terdap
at perbedaan 0,25juta dari nilai estimasi kita yang disebut sebagai presisi. Dan perlu di
ketahui bahwa dalam estimasi, ada juga yang disebut confidence level atau tingkat kep
ercayaan, dengan besaran biasanya 90%, 95%, atau 99%. Hal ini berarti bahwa deng
an besaran tingkat kepercayaan tersebut, kita yakin bahwa rata-rata populasi berada p
ada selang interval konfidensi yang kita buat. Terdapat anggapan bahwa semakin lebar
selang kepercayaan, maka semakin jelek estimasi tersebut (poor estimate).
1. Rancangan analisis yang dimaksud adalah sesuatu yang
berkaitan dengan pengolahan data, penyajian data, pengup
asan data, dan penafsiran data yang akan ditempuh
dalam penelitian.
2. Misalnya, kita akan menggunkan teknik analisis data deng
an statistik deskripti; penyajian data menggunakan tabel-tab
el distribusi frekuensi silang (tabel silang) atau tabel konting
ensi dengan ukuran 3X3 atau lebih dimana pasti mengandu
Rancangan Analisis ng sel sebanyak 9 buah, maka ukuran sampelnya harus bes
ar. Hal ini untuk menghindarkan adanya sel dalam tabel ters
ebut yang datanya nol (kosong), sehingga tidak layak untuk
dianalisis dengan asumsi-asumsi kotingensi.
3. Jika kita menggunakan rancangan analisisnya hanya men
ggunakan analisis statistik inferensial, maka ukuran sampeln
ya boleh lebih kecil dibandingkan apabila kita menggunakan
rancangan analisis statistik deskriptif saja.
PENENTUAN UKURAN SAMPEL DENGAN RU
MUS SLOVIN (1960)
Dimana :
n = ukuran sampel
PENENTU N = ukuran populasi
e = kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengam
bilan sampel yang ditololerir
AN UKU
Contoh:
RAN SAM Misalkan satu populasi berukuran1.000 elemen/anggota, akan dilaku
kan survei dengan mengambil beberapa sampel menggunakan rumus
PEL slovin. Mata perhitungan sederhana dalam menentukan jumlah
sampel adalah sebagai berikut:

Diketahui;
N= 1,000 orang
e= dengan tingkat signifikansi sebesar 95% atau 0,05
Maka :
UKURAN SAMPEL PENELITIAN BERDASAR
KAN PROPORSI (TABEL ISAAC DAN MICHAEL)

PENENTU
AN UKU
RAN SAM
PEL
Menentukan ukuran sampel penelitian menggunakan tabel Isaac
dan Michael sedikit lebih mudah, dimana sudah ditentukan tingkat
kesalahan untuk 1%, 5% dan 10%. Dengan tabel ini, peneliti dapat
secara langsung menentukan besaran sampel berdasarkan jumlah
populasi dan tingkat kesalahan yang dikehendaki.
(TABEL ISAAC DAN MICHAEL)
MENENTUKAN UKURAN SAMPEL DENGAN
FORMULA COCHRAN, W. G. (1977)

PENENTU
AN UKU
RAN SAM
PEL Formula Cochran untuk Data Kategori

dimana:
n = ukuran sampel yang akan kita cari
z = nilai tabel z ( tabel distribusi normal) pada tingkat kepercayaan tertentu.
Lihat tabel z disini
p = proporsi kategori dari total seluruh kategori. Nilainya berupa nilai desimal
antara 0-1, misal 0.5, 0.2, dst.
q = proporsi kategori lain selain p yang juga dituliskan sebagai (1-p)
e = margin error
MENENTUKAN UKURAN SAMPEL PENELITIAN DENGAN F
ORMULA LEMESHOW UNTUK POPULASI TIDAK DIKETAH
UI

PENENTU
AN UKU
RAN SAM
PEL Dimana :

n = jumlah sampel yang dicari


z = nilai tabel normal dengan alpha tertentu
p = fokus kasus
d = alpha (0.05) atau 5% dari tingkat kepercayaan 95% yang
umum digunakan dalam penelitian-penelitian.
PENENTUAN UKURAN SAMPEL MENURUT JACOB COHEN

PENENTU
AN UKU
RAN SAM Jacob cohen (1988) menetapkan ukuran sampel berdasarkan teknik analisis
PEL datanya.

Dimana :
N = Ukuran sampel
F² = Effect Size
u = Banyaknya ubahan yang terkait dalam penelitian
L = Fungsi Power dari u= 0
Thank you
Any Question?